
Ben masih mengenggam erat tangan Alexsa dengan begitu erat. Hampir tiga jam Alexsa masih saja belum juga sadar. Ben benar-benar merasa bersalah dan takut dengan apa yang terjadi pada Alexsa.
Untuk pertama kalinya Ben begitu setakut ini saat melihat Alexsa. Beberapa kali Ben menangis melihat kondisi Alexsa. Dari balik pintu kaca Elis memperhatikan sikap Ben yang selalu ada untuk putrinya.
Tak hanya sekarang dari dulu pun sama. Ben sekali khawatir berlebihan seperti ini. Rasanya tak mungkin Ben tak mempunyai perasaan apa pun pada putrinya. Toh dia sampai seperti ini pada Alexsa. Pantas membuat putri bungsunya begitu mencintainya.
Semua orang mengatakan kalau Ben lebih mirip Azka yang selalu melakukan tindakan dari pada sikap. Elis hanya bisa berharap mereka berjodoh. Lamunan buyar saat Darania datang.
"Kamu sedang mengintip yah!" seru Darania sambil tersenyum.
"Aku melihat putra sulung mu sebegitunya pada putri bungsuku," ucap Elis.
Darania pun mendekati Elis untuk melihat Ben dan Alexsa. "Aku setuju bila Ben bersama Alexsa," ucap Darania sambil tersenyum.
"Kita akan menjadi besan yah?" ucap Elis lagi.
"Tapi, kamu sudah punya cucu terlebih dahulu dari Yasmine!" seru Darania cemberut.
"Ketiga anakmu kan akan menikah juga Ra!" seru Elis.
Keduanya pun saling berpelukan melihat putra-putri mereka.
🍀🍀🍀🍀
Gibran sudah berada di bandara untuk menjemput seseorang. Beberapa saat kemudian seorang wanita pun datang dan merangkul tubuh Gibran.
"Lama aku menunggumu, Sayang!" seru Gibran merangkul wanita itu.
Keduanya pun berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan bandara. Tanpa sepengetahuan mereka. Azka melihat Gibran dan seorang wanita di bandara. Azka memperhatikan mereka. Namun, segera ditepisnya kembali akan tetapi Azka yakin kalau itu Gibran dan Ayana.
Lamunannya buyar saat Soni memangginya. "Ka, ayo?" ajaknya.
__ADS_1
Azka pun berjalan ke arah sahabat sekaligus partner kerjanya. "Son, Ayana masih di Singapura?" tanya Azka serius.
"Kemarin anak itu menelpon ku akan pulang ke Indonesia hari ini!" jawab Soni.
Azka memikirkan hal yang dilihatnya tadi. Ayana dan Gibran membuat bingung. Azka mulai memikirkan kalau Gibran mengoda Ayana. Tak hanya sekali Azka melihat Gibran dan sekarang kenapa dengan Ayana. Bukanya Yasmine akan melahirkan anaknya? Pikiran-pikiran itu membuat Azka tak konsentrasi sampai Azka salah masuk pesawat untunglah Soni segera menarik tangan Azka.
"Ka, kamu mau ke mana?" tanya Soni sambil tersenyum.
"Eh, salahnya?"
Soni menepuk keningnya sendiri. "Azka, kamu belum terlalu tua kan," goda Soni sambil tersenyum.
Azka pun tersenyum dan kembali fokus. Azka akan menyelidiki lebih lanjut untuk ini. Setelah urusan bisnisnya selesai.
🍀🍀🍀🍀
Kanaya, terkejut saat melihat Bumi sudah berada di depan kost-kostan nya. Laki-laki itu mulai berani datang ke tempatnya. Namun, belum juga Kanaya sampai ke tempat Bumi. Tiba-tiba saja Prita duluan yang menghampirinya.
Kanaya hanya melihat keduanya begitu juga Bumi yang terpaku melihat Kanaya tang mulai berbalik dan berangkat kuliah bersama Tia, teman satu kamarnya.
Bumi hanya terdiam melihat Kanaya pergi darinya. Ia kesal dengan gadis ini yang tiba-tiba saja naik motornya tanpa ia suruh. "Turun," bentak Bumi kesal.
"Enggak mau! Kita harus bersama-sama pergi ke kampus. Kamu sengaja jemput aku kan," ucap Prita kepedean.
"Turun," bentak Bumi lagi.
Tapi, Prita tetap saja memaksa karna, Prita tak mau turun pada akhirnya Bumi yang turun dari motornya membuat Prita mengerutkan keningnya.
"Kalau kamu tak mau turun aku yang turun," bentak Bumi lagi.
Prita tetap saja tak mau turun. Bumi pun melepaskan helm yang ia pakai dan memberikan pada Prita setelah itu berjalan menyetop taksi untuk pergi ke kampus. Prita masih melongo dengan kelakuan dari Bumi. Gadis itu kesal baru saja ia akan turun tiba-tiba saja motor itu pun terjatuh menimpanya. Gadis itu pun mencoba meminta tolong. Motor besar itu menimpa tubuhnya sendiri. Beberapa orang pun membantu Prita untuk bangun. Gadis itu pun semakin kesal dengan kelakuan Bumi yang sudah berani mengacuhkannya. Kemarin ia mempermalukannya. Sekarang mengacuhkannya sampai membuanya terjatuh tertimpa motor.
__ADS_1
Prita membiarkan motor itu di depan kost-kostan nya. Gadis itu tak peduli dengan motor milik Bumi. Tubuh Prita penuh dengan lecet-lecet karna, tertimpa motor Bumi. Sebelumnya Bumi sudah menelpon seseorang untuk mengambil motornya di daerah tempat ia tinggalkan tadi.
Bumi seorang laki-laki yang begitu banyak teman dari semua kalangan. Azka dan Darania mengajarkan ketiga putranya untuk selalu bersikap baik pada semua orang sekali pun seorang preman. Maka dari itu satu kota Semarang Ben, Bumi dan Bima akan aman ke manapun mereka pergi selama masih di kota Semarang. Tak hanya satu Semarang satu Jawa tengah pun rasanya sudah mengenal mereka.
Prita melihat Bumi sudah sampai terlebih dahulu. Laki-laki itu sedang mengobrol dengan seseorang temanya. Gadis itu menghampiri Bumi. "Gara-gara kamu terjatuh dari motor!" serunya.
"Aku kan sudah menyuruhmu turun. Kenapa kamu tak turun?" bentaknya lagi.
"Kenapa kamu meninggal aku!"
"Siapa kamu harus mengajakmu ikut bersamaku?"
"Kita kan sudah di jodohkan?"
"Jangan halu? Aku tak pernah menerimamu sekali pun kamu gadis terakhir di dunia ini!" bentak Bumi lagi kesal dengan Prita yang begitu memaksanya.
"Kamu akan menyesal Bumi!"
"Kamu salah? Aku akan menyesal bila aku memilihmu."
Semua orang melihat ke arah Bumi dan Prita. Keduanya menjadi pusat perhatian. Sekali lagi Bumi mempermalukannya di depan umum. Prita hampir saja menangis akan tetapi Bumi tak peduli. Laki-laki itu pun meninggalnya untuk menjadi tontonan orang-orang di kampus.
Dari jauh Kanaya memperhatikan Bumi dan Prita. Sampai membuat Kanaya mengembuskan napas panjang. Sikap Bumi kali ini sudah keterlaluan. Tak seharusnya Bumi bersikap seperti itu. Tak hanya Kanaya yang menggelengkan kepalanya. Haikal pun sama. Sikapnya selalu seenaknya tak memikirkan perasaan orang lain.
Bumi selalu berbicara ketus sesuai apa yang ada dipikirannya. Tanpa disaring terlebih dahulu. Bila ia sudah kesal tak peduli Laki-laki ataupun perempuan sama saja. Sifat itu lah yang membuat Bumi menjadi sasaran orang lain. Bila Bumi yang terkena masalah Ben yang selalu membereskan semuanya.
Seseorang datang menghampiri Prita dan mengusir orang-orang yang melihatnya. Ia pun membawa gadis itu pergi sana. Prita sudah menangis sejadi-jadinya tak memperdulikan orang lain melihatnya. Bumi membuatnya seperti ini. Maka dari itu Prita semakin terobsesi untuk bersama Bumi. Prita sudah berjanji akan membuat Bumi menyesali semua yang telah ia lakukan padanya secepatnya Prita akan membalas perbuatan Bumi kepadanya.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.
__ADS_1