Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 84 Hari Bahagia Yang Ditunggu Elis dan Soni.


__ADS_3

Hari yang di tunggu Elis dan Soni tinggal sebentar lagi. Mereka berdua akan jadi sepasang suami istri. Soni Sebentar lagi jadi suami Elis. Doni berharap tak ada halangan untuk mereka nanti.


Esoknya, Soni masuk ke kerja setelah tiga hari tak masuk. Soni sudah membawa undangan yang ada di tangannya. Undangan pernikahan ini, sudah di setujui Elis. Karna Elis sama sekali tak terlibat dalam acara pernikahannya. Semua konsep pernikahanya Elina yang mengatur. Dari dekor, baju pengantin, catering, hiburan untuk tamu, hingga surat undangan semua Elina yang persiapkanlah. Elis hanya mengikuti apa yang Elina sudah persiapkan untuk Elis dan Soni.


Pagi pagi sekali, Darania, Lilian dan Shintia sudah berkumpul di ruangannya bersama Azka. Semenjak Azka menyatakan cintanya, Azka sering nongkrong di ruangan Staf. Malahan Azka sengaja memindahkan ruang kerjanya di ruang Staf untuk bersama dengan Darania.


Darania sudah mendapatkan undangan dari Shintia yang akan menikah di hari minggu ini. Darania terdiam, memikirkan sesuatu. Lilian yang menyadari Darania sedang melamun.


Lilian pun menyenggol tangan Azka, yang sedang memperhatikan surat undangan itu. Azka sedang melihat konsep dari undangan milik Shintia ini.


Azka menoleh pada Lilian. Lilian menggerakkan matanya tertuju pada Darania yang melamun. Azka mengerti maksud Lilian.


Azka mendekati Darania. "Kita juga akan menikah bulan depan" bisik Azka membuyarkan lamunan Darania. Darania tersenyum melihat Azka.


"Hay" sapa Soni datang membawa surat undangan.


Semua menjawab sapaan Soni. Azka memperhatikan surat undangan yang di bawa Soni.


"Itu apa Son?" tanya Azka memperhatikan apa yang di bawa Soni.


"Oh ini, Ini surat undangan pernikahan aku sama Elis" jawab Soni bangga.


"Hmm, Kamu kalah tuch, Soni sudah selangkah lebih maju dari kamu" goda Lilian.


Azka tersenyum, begitu juga Darania.


"Waw, ga nyangka yah, Mas Soni mau nikah juga, setelah lama jadi duda" ucap Shintia.


Soni tersenyum.


Lilian mengambil surat undangan yang tertulis namanya. Lilian membuka surat undangan untuknya. "Ahh, kamu nikah Sabtu ini Son?" guman Lilian terkejut

__ADS_1


Soni menganguk.


Azka dan Darania melihat Soni. Tak menyangka Soni bakal gerak cepat seperti ini.


"Gwe denger kemaren Lo ada masalah Sin?" tanya Azka penasaran.


"Elis cerita ma Lo"


"Sama, Darania sih"


"Akh, Dasar si Karen bikin drama aja"


"Emang, ada masalah apa?, terus Karen itu siapa?" Tanya Lilian penasaran.


"Karen adik Kalula, almarhum istri gwe. Dia udah menggores leher Elis. Dengan pisau cutter, untung Elis ga apa apa, cuman luka ringan aja. Cuman Yasmine, jadi troma gitu ma Karen" tutur Soni menjelaskan.


"Dia suka kamu Son?" tanya Lilian memastikan perkiraannya, Karna ga mungkin, Karen nekat melukai Elis Kalau dia sendiri, tak menyukai Soni.


"Iya kali, Dia itu, cuman terobsesi ma gwe. Dia ga menerima kalau, gwe milih Elis. Masa gwe, suruh milih antara Elis ma Yasmine. Sudah ga waras kan dia" gerutu Soni kesal mengingat kejadian kemaren.


"Gwe udah lapor polisi, Gwe ga mau dia gangu pernikahanya gwe"


"Syukur dech, kalo gitu, Yasmine gimana menerima Elis?" tanya Azka lagi.


"Alhamdulillah, Yasmine welcome banget ma Elis, Sekarang dia nempel banget ma Elis. Sampe Elis ga di izinkan kerja"


"Baguslah, Sekarang saatnya kerja, udah jam 08.15 nih" guman Azka menyuruh semua kerja pada tempatnya tanpa terkecuali Darania.


"Kamu sendiri kerja, kembali ke ruangan kamu gih!" seru Darania menyuruh Azka untuk segera pergi dari ruangannya.


Azka pun menganguk, berjalan melangkah menuju ruangannya. Azka begitu loyalitas dalam pekerjaannya. Tak ada yang bisa mengangu soal pekerjaan nya. Termasuk Darania sendiri. Tak ada toleransi.

__ADS_1


Darania, Shintia dan Lilian kembali ke tempatnya. Elis saat ini tak masuk kerja. Mungkin tak akan kerja lagi. Karna Yasmine melarang Elis untuk bekerja.


Yasmine, begitu manja pada Elis. Yasmine baru merasakan kasih sayang seorang Ibu. Yasmine begitu senang dengan Elis yang selalu memanjakan Yasmine. Begitu juga Elis begitu menyayangi Yasmine.


Walau tak ada ikatan darah antara Yasmine dan Elis. Namun keduanya sudah merasa cocok dan pas. Elis juga, memperlakukan Yasmine seperti anaknya sendiri. Mereka berdua sudah langsung dekat, seperti ibu dan anak kandung.


Semua itu, membuat Soni senang. Karna tak salah memilih Elis untuk jadi istri, juga Ibu dari Yasmine. Anak perempuannya dari Pernikahannya yang dulu bersama Kalula. Kalula yang meninggal begitu melahirkan Yasmine.


Ibu Irma masih menemani Karen di penjara. Bu Irma tak tega bila Karen di penjara sendiri karna kelakuannya. Padahal polisi sudah melarang Ibu Irma untuk datang ke penjara di kantor polisi. Sebelum Karen benar benar di proses.


Ibu Irma, masih menuntut keadilan bagi Karen. Karen memang anak kandung Bu Irma. Beda dengan Kalula, sekedar anak pungut dari Ibu Irma dan Pak Andi. Itu kenyataan yang belum Soni ketahui. Semua itu telah membuktikan sikap dari Bu Irma pada Karen dan Kalula yang berbeda.


Soni tak tau, tentang kenyataan ini. Entah lah apa yang akan Soni lakukan bila Soni tau. Sebenarnya Soni sendiri sudah merasa ada perbedaan antara Kalula dan Karen.


Semasa hidup Kalula, tak pernah bercerita tentang kenyataan ini. Karna baik Pak Andi atau Bu Irma tak pernah menceritakan pada Kalula atau pun Karen.


Padahal Kalula begitu menyayangi Karen. Namun selalu saja Karen. Entah apa yang di lakukan Karen pada Kalula. Soni, sempat melihat Karen mencampur sesuatu pada minuman yang hendak di minum Kalula, setelah Kalula melahirkan Yasmine. Soni tak punya bukti soal itu. Karna setelah diperiksa Dokter yang Soni saksikan tak ada racun di tubuh Kalula.


Kalula, sudah terbukti mengalami pendarahan pasca melahirkan. Namun sampai sekarang Soni masih menyakini bahwa Karen yang menyebabkan Kalula meninggal.


Selama ini, Soni selalu mencari bukti itu. Namun Soni tak pernah menemukan bukti itu. Sampai Karen sendiri membuat ulah. Dengan mencelakai Elis. Semua itu, sudah membuat Karen masuk penjara atas percobaan pembunuhan terhadap Elis.


Sampai kapanpun Soni, tak akan mencabut tuntutannya, terhadap Karen. Karen harus menerima hukuman tentang perbuatan nya yang sudah merugikan Elis. Luka Elis menang tak seberapa. Karen sudah mengancam Elis dan membuat takut Yasmine. Soni sudah tak bisa memaafkan Karen untuk ini.


Apapun yang berhubungan dengan Yasmine dan juga Elis sudah jadi prioritas utama untuk Soni. Siaoapun yang berani macam macam sama kedua perempuan ini. Soni tak akan tinggal diam. Termasuk Karen. Karen harus di hukum dengan setimpal. Soni tak ingin Karen mengacau di hari pernikahan nya.


Bersambung.


Gimana ini gambar ini cocok untuk Elis dan Soni atau Azka dan Darania. Silahkan kalian yang berkomentar gimana bagusnya. Terima kasih sudah nungguin novel ini Up.


Like yah jangan lupa.

__ADS_1


Mampir juga ke novel Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" Terima kasih



__ADS_2