Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 121 Gosip


__ADS_3

Esoknya gosip perkelahian antara Ben dan Arsa pun tersebar. Darania dan Azka sudah tak syok lagi karna, kemarin malam sehabis mengantar Alexsa. Ben sudah menceritakan semuanya. Sehingga begitu berita itu muncul mereka biasa. Azka dan Darania lebih mempercayai putra sulungnya.


"Waw, Kakak menjadi seleb," goda Bima sambil tersenyum saat menonton berita di televisi.


"Kak Ben itu lebih terkenal dari seleb karna, lebih sering masuk berita gosip dari pada prestasi," ledek Bumi sambil tertawa lebar.


"Diam kalian tak tau kejadian apa yang menimpa Alexsa."


"Uhhh, Alexsa," goda Bumi dan Bima secara bersamaan.


Ben cemberut seketika begitu kedua adiknya meledeknya habis-habisan sampai membuat Darania dan Azka tersenyum.


Azka pun berpamitan terlebih dahulu karna, ada rapat penting. Seperti biasa Azka sekalu mengecup kening istrinya dan mengecup bibirnya sebelum ia pergi bekerja. Sikap romantis Azka itu sudah mereka lihat dari delapan belas tahun yang lalu dan tak berubah sampai sekarang. Bagi ketiga putra kembar mereka orang tuanya menjadi pasangan paling romantis sepanjang masa.


🍀🍀🍀🍀


Tanpa sepengetahuan Azka, seorang wanita menunggunya di luar rumahnya. Ia masih berada dalam mobilnya. Setelah Azka keluar dari rumahnya. Wanita itu pun menyusulnya dengan kecepatan tinggi.


Wanita itu pun menelpon seseorang sembari menyetir mobilnya. Wanita itu pun berbelok arah dari tempatnya menuju jalan pintas. Wanita ini sudah mengetahui kebiasaan Azka dan jalan mana yang sering Azka lalui setiap harinya.


Tiba-tiba saja mobil Azka terhenti saat melihat dua mobil di depannya mengalami kecelakaan. Dengan segera Azka pun keluar mobilnya. Terlihat beberapa korban, mengalami luka-luka yang tak terlalu parah sih namun, membuat jalan sekira mereka terhenti seketika.


Azka melihat jam tangannya. Sepertinya ia akan terlambat. Ia pun menelpon Soni untuk mengngantikannya rapat hari ini. Soni pun menyetujuinya dan segera berangkat ke lokasi.


Setelah menutup telponnya Azka pun menghampiri korban. Begitu terkejutnya ia saat melihat orang yang di kenalnya tergeletak pingsan di jalan.


"Wi, bangun," ucapnya sembari menepuk-nepuk pipinya namun, wanita itu tak mau bangun juga. Azka pun menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Setelah Azka pergi dari sana. Seseorang pun datang membereskan semuanya. "Syuting sudah beres," ucapnya sembari memberikan kepada beberapa orang yang terlibat pada kecelakaan tadi. Semua itu rekayasa semata saja.


Azka tak tau apa yang terjadi pada temannya ini hanya sebuah kebohongan belaka. Azka benar-benar khawatir saat ini. Wanita itu Juda tak hanya membayar orang-orang itu. Ia juga membayar dokter yang berada di rumah sakit. Wanita itu sudah mengetahui semuanya kalau Azka akan membawanya ke rumah sakit itu.


Semua rencananya hari ini pun berjalan lancar tanpa masalah. Wanita ini sudah berniat akan masuk kembali dalam hidup pria yang dulu pernah mengisi hari-harinya saat kuliah.


Azka menunggu di luar cemas dan khawatir dengan keadaan temannya ini. Sedangkan wanita ini malah ketawa-ketawa karna, rencananya berhasil dengan sukses.


"Sudah jangan keras-keras nanti ketahuan," guman dokter yang pura-pura memeriksanya.


"Aku senang sekali sampai tak bisa diungkapkan dengan kata-kata," ungkapnya lagi bahagia.


"Jadi laki-laki itu yang kamu incar sekarang?" tanyanya.


"Yah, dia pacarku dulu saat kita sama-sama kuliah di Bandung," ucapnya berseri-seri.


"Aku tak peduli itu? Kamu tau kan dari dulu apa pun yang aku inginkan harus aku dapatkan," ucapnya lagi.


"Terserahlah aku hanya memperingatkan saja. Jangan lupa pembayaran seperti yang kamu janjikan padaku," ucapnya meninggalkan wanita tersebut sendiri di ruang rawat.


Azka masih menunggunya di luar sampai seorang dokter perempuan keluar. "Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Azka khawatir.


"Tak perlu khawatir, hanya ada beberapa tulang yang rentak di bagian tangan dan sedikit luka kecil di bagian kepala," jawabnya bohong.


"Bolehkah saya masuk."


"Silahkan saja," ucapnya mempersilahkan Azka masuk.

__ADS_1


Sebelum Azka masuk, wanita tersebut sudah menyuruh beberapa wartawan untuk memotretnya mereka untuk dijadikan berita utama seperti putra sulungnya kemarin. Wartawan gosip pun menyetujuinya untuk meningkatkan rating infotainment tempat kerja mereka.


Azka pun segera masuk untuk melihat keadaannya. Wanita itu pun bersikap manja dan tanpa sepengetahuan Azka beberapa wartawan sedang memotret mereka.


Dari jauh seseorang melihat mereka di ruang itu sembari mengerutkan keningnya. Ia pun mendekatinya yah, tak salah lagi. Ia mengenal pria dan model wanita itu. Sebelum ia menanyakan seseorang memanggilnya untuk menghadiri rapat.


🍀🍀🍀🍀


Bumi masih memperhatikan sekitar. Karna, kuliah di kampus yang sama membuat ia selalu bertemu dengan gadis itu. Perasaannya selalu berdebar saat melihat gadis tersebut.


Bumi pun berpaling berusaha untuk tak melihatnya dan pura-pura tak melihatnya. Kanaya pun menghembuskan napas panjang. Gadis itu pun melakukan hal yang sama untuk selalu berpura-pura kalau semuanya sudah berakhir.


Prita pun mendekati Bumi yang sedari tadi merasa sesak. "Hay," panggilnya.


Bumi menoleh dan tersenyum pada gadis yang menyapanya itu. Dari jauh Kanaya hanya bisa melihatnya. Mungkin lebih baik seperti ini. Kanaya pun memilih untuk pergi dari sana dari pada hatinya semakin sakit saat melihatnya dengan gadis lain. Apalagi gadis itu lebih cantik darinya.


Bumi masih melihatnya dari jauh. Ia sama sekali tak menghiraukan saat Prita berbicara dengannya. Tak ada gadis yang membuat hatinya tertarik secantik apa pun ia. Mungkin ini karma untuknya karna, selalu mempermainkan seorang gadis sampai membuat seorang gadis sampai kehilangan nyawanya.


Andai waktu bisa diputar kembali. Bumi ingin kembali ke waktu itu. Ia tak ingin melakukan kesalahan-kesalahan yang selalu ia sesali seumur hidupnya. Sekarang ia benar-benar jatuh cinta kepadanya. Tapi, ia tak pernah bisa memaafkannya untuk semua kesalahannya di masa lalu.


Sekarang ke mana pun Bumi melangkah gadis itu selalu ada dalam bayangannya yang tak bisa ia sentuh. Hanya bisa melihatnya dari jauh. Merasakan cinta yang datang terlambat. Rasanya begitu sesak sekali hati ini karnanya tapi, ia tak bisa merubah keadaannya kalau terlalu jauh untuk bisa menggapai gadis itu. Kanaya, seorang gadis yang tak bisa Bumi sentuh hanya bisa melihatnya dari jauh.


Prita menyadari kalau ia tak pernah dihiraukan Bumi. Akan tetapi gadis itu selalu berusaha untuk masuk dalam hatinya seberat apa pun itu. Prita akan berusaha untuk masuk dan menjadi bagian dalam hidup Bumi. Karna, Prita benar-benar jatuh cinta padanya dan rasa cintanya semakin dalam seiring berjalannya waktu. Prita akan berusaha untuk mendapatkan hatinya.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2