Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 50 Aqikah Baby Alinea Bagian 3


__ADS_3

Mina masuk mobil, tak memperdulikan suaminya lagi, yang masih di belakang. Mina kesal dengan perlakuan Arita tadi. Arita sudah membuatnya benar-benar terhina. Wanita itu, menjadi kesal karna, hidupnya sekarang jauh tertinggal dibawah Arita dan Arisa.


Mina cemberut begitu Asron masuk mobil. Kali ini, Asron kesal, sikap istrinya tak menghargai undangan dari adiknya.


"Kamu kenapa? Main pergi saja! Membuat malu, kalau tak berniat datang, seharusnya tak datang," ucap Asron sangat kesal dengan sikap Istrinya yang kekanak-kekanakan.


"Harusnya aku yang tanya Kenapa? Mas tak melihat apa? l Aku dihina habis-habisan oleh adikmu. Mentang-mentang sudah kaya, berani dia menghinaku di depan orang banyak," ucapnya kesal, baru kali ini ia benar-benar merasa malu dipermalukan oleh orang yang dulu, sering ia permalukan.


"Kan kamu yang mulai." Asron masih kesal.


"Maksudnya, aku yang salah? Arita yang mulai Mas? Kenapa aku yang di salahkan. Mereka sudah jelas-jelas menghina dan mempermalukan aku," bentaknya kesal dengan ucapan suaminya ini.


"Semua ini, karma buat kamu, tak sadar kah di sikapmu seperti apa? Makanya Arita membalasmu. Aku menyesal dulu mengikuti kamu berbuat tak baik kepada mereka. Sekarang aku jadi malu harus meminta tolong kepada mereka."


"Terus saja, membela mereka mentang-mentang mereka sudah kaya sejarang. Mau menjilat mereka untuk menolongmu gitu. Jangan mimpi deh, jelas-jelas mereka sengaja ingin pamer sama kita.


Aston malas, untuk bertengkar dengan istrinya. Ia pun memilih untuk pulang, mengendarai mobilnya. Pria itu, tau betul sekarang kondisinya, sangat jauh berbeda dengan dulu. Itu juga menjadi pemicu pertengkaran Asron dan Mina setiap harinya.


🍀🍀🍀🍀


Tinggal satu jam lagi. Darani menyelesaikan pekerjaannya. Bosnya tak masuk hari ini, namun mereka akan bertemu di rumahnya sebentar lagi.

__ADS_1


Azka dan keluarganya sudah berkumpul. Laki-laki tersebut terus melihat jam tangannya. Ia sudah memakai Qurta berwarna navy dengan lengan 7/8, membuatnya semakin gagah, dengan celana hitamnya. Untuk Arya dan Nadia memakai pakaian cuple berwarna putih Qurta dan baju muslim syar'i-nya. Arisa dan Arita memakai baju muslim syar'i berwarna pastel. Kila memilih memakai warna peach untuk baju muslim syar'i-nya. Sedangkan Arta memakai Qurta hitam dengan jens hitam.


Saat ini, Azka menjadi pusat perhatian seluruh warga Desa. Laki-laki itu, jarang terlihat sama sekali, begitu muncul langsung menjadi idola dan perbincangan satu kampung. Acara di laksanakan jam 04.00 sore. Sebagai sudah hadir, mereka tak ingin melewatkan ceramah ustadz Zikra. Yang sudah terkenal di kalangan masyarakat karna ia, sudah masuk televisi untuk mengisi tausiyah pagi di salah satu stasiun tv swasta.


Para gadis berbondong-bondong datang ke rumah Azka. Ingin melihat sang ustadz dari dekat dan juga tuan rumah yang begitu mempesona, membuat para orang tua bersemangat untuk menjodohkan putri mereka dengan Azka. Karna, melihat posisi laki-laki itu sekarang, sudah mapan tampan lagi. Siapa yang akan menolak bila Azka yang mau? Namun samoai saat ini, Azka belum memilih siapa pun untuk menjadi calonnya, hanya satu yang laki-laki itu harapkan saat ini, Darania.


Gadis itu, memakai setelan muslim lengkap dengan hijabnya berwarna navy. Gadis itu, terlihat anggun dengan hijab yang ia kenakan rapi dan juga cantik. Nadia sedari tadi terus menelponnya, namun gadis itu, masih menunggu teman-teman yang masih bersiap.


Lilian, memakai baju muslim berwarna pink wanita itu, tak mau terlihat tua lengkap dengan hijab. Shintia memakai baju muslim bercorak batik. Dan Elis memakai warna biru pastel sebagai warna baju muslim yang ia kenakan dengan hijabnya.


Soni sendiri sudah siap, memakai Qurta berwarna biru tosca. Laki-laki itu, terkejut melihat rekan kerjanya sudah memakai hijab lengkap. Ia tersenyum melihat begitu cantiknya ke empat perempuan ini. Namun pandangannya teralihkan saat ia, melihat gadis yang telah menggangu pikiranya. Yah gadis itu, Elis. Gadis itu, begitu sempurna dimatanya. Membuat hatinya semakin bergetar, yang tak bisa ia palingkan dari penglihatannya. Hatinya bergejolak merasa rasa yang begitu mendalam kepada gadis itu. Gadis yang baru ia sadari memiliki pesona yang luar biasa. Lamumanya buyar saat seseorang memanggilnya. Kalau supir keluarga bosnya sudah sampai Resto.


Kring kring kring.


Suara ponsel Darania berbunyi sedari tadi. Ia pun mengangkat telpon dari Nadia.


"Kamu masih di mana Dara?"tanya Nadia di balik telpon.


"Aku baru berangkat."


"Ya ampun Ra, masa baru berangkat."

__ADS_1


"Memang kenapa?"


"Ustadz Zikra, sudah sampai di rumah. Kalian akan telat ke acara aqikah Alenia."


"Bukanya acaranya jam 04.00 sore yah," ucapnya melihat jam tangannya baru menunjukkan jam 03.30 sore.


"Tapi ustadz sudah datang, kalian cepatnya."


"Kita akan tetep telat Nad, kalau ustadz-nya sudah datang."


"Kenapa kamu, tak minta di jemput Mas Azka saja?"


"Kamu ngomong apa sih Mas?" ucapnya. "Tak mungkin lah gadis itu, meminta bosnya menjemputnya secara special, apa kata dunia," pikirnya dalam hatinya.


"Kamu tamu kehormatan."


"Apa'an sih!"


Suara ribut-ribut terdengar di kediaman Nadia. Membuat ia lupa sedang menelpon Darania. Gadis itu, masih mendengarkan suara berisik di sana. Hingga terdengar suara Azka. Yang membuatnya berdebar. Suara ini, yang dirindukan saat ini. Gadis itu, mulai masuk dunia hayalan tentang laki-laki itu, secara perlahan sudah masuk ke setiap celah dalam hatinya. Seberapa keras pun ia ingkar dengan perasaannya. Tetap saja, perasaannya lambat lain telah mengalir masuk dalam hatinya berkumpul di satu tempat yang paling indah dalam relung hatinya. Rasa cinta itu, begitu indah memasuki setiap kekosongan hatinya yang terlanjur sakit hati karna, Ibas. Kini posisi itu, bukan milik laki-laki bernama Ibas lagi. Semua tentang, mantan tunangannya. Perlahan hilang tanpa jejak telah tergantikan oleh sebuah nama yang terukir indah di dalam hatinya. Sebuah nama, yang telah lama tersimpan dalam sudut hatinya jauh sebelum Ibas ada. Nama itu tersimpan rapih. Dalam setiap relung jiwanya. Menanti ia memanggil, dengan sebutan rasa dalam hatinya mengalun indah dalam harmoni indah untuk sebuah nama, Azka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2