Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 133 Kesalahan


__ADS_3

Prita mendorong Thomas sampai terjatuh ke tanah. "Aku tak suka kamu di sini?" bentaknya lagi.


Laki-laki itu pun beranjak bangun. "Kenapa?" tanganya


"Aku membencimu?" bentaknya meninggal Laki-laki itu sendiri.


Thomas menghembuskan napas panjang. Entah sampai kapan Prita menolaknya. Gadis itu begitu keras kepala padahal Ibunya sudah memutuskan pernikahan dengan Januar tapi, Prita masih membencinya.


Tanpa Prita sadari Thomas begitu mencintainya akan tetapi Prita tak pernah menerimanya gadis itu malah semakin membencinya. Sekarang Thomas sudah mendapatkan restu dari sang Ibu Anya yang sudah menikah dengan Vano. Thomas akan berusaha untuk membuat Prita bertekuk lutut dihadapannya.


🍀🍀🍀🍀


Gibran menggenggam tangan Ayana dengan lembut. Keduanya tau ini salah namun, Gibran yang menyembuhkan sakit hatinya karna, ditinggal Zafran. Di saat hatinya tersakiti Gibran datang memberikan harapan. Ayana tau ini salah. Gibran suami dari Kakaknya Yasmine akan tetapi. Ayana benar-benar jatuh cinta saat Gibran menyentuhnya untuk pertama kalinya.


Gibran juga yang pertama kali menyentuh Ayana walau sebelumnya Ayana sudah sering bercinta dengan Zafran. Akan tetapi dengan Gibran berbeda. Mungkin karna, Gibran Kakak iparnya yang membuat Ayana merasa tertantang.


Gibran mempunyai waktu tiga jam sampai ia kembali ke rumah sakit. Ia meminta izin pada kepala rumah sakit untuk mencari obat-obatan. Dari kemarin Gibran sudah memesan obat stok obat itu tinggal mengambil saja. Laki-laki itu selalu meluangkan waktu untuk para wanita yang menjadi kekasih gelapnya. Tak hanya Dewi dan Ayana saja Gibran melakukan hubungan terlarang. Akan tetapi masih banyak para wanita lain.


Gibran begitu pandai merayu setiap wanita cantik lainya. Yasmine pun yang sudah menjadi istrinya selama tiga tahun pun berhasil Gibran tipu mentah-mentah. Sebenarnya Yasmine bukan tipe dari Gibran. Yasmine terlalu baik tak liar seperti Ayana.


Setelah Dokter Rian dan Perawat Emi pensiun. Keduanya pun memilih menyerahkan Rumah sakit pada Yasmine cucunya. Karna, Soni bukan seorang dokter. Yasmine mengikuti jejak Kakek dan neneknya menjadi seorang tenaga medis. Baru dua tahun yang lalu Dokter Rian dan Perawat Emi meninggal membuat Yasmine menjadi pemilik rumah sakit paling besar se-kota Semarang.

__ADS_1


Karna, itu juga Gibran menikahi Yasmine. Agar Rumah sakit jatuh ke tangannya. Sekarang urusan rumah sakit sudah ia yang mengatur semua keuangan kini masuk rekening pribadinya tanpa sepengetahuan Yasmine istrinya. Tanpa diketahui Soni dan Elis, Gibran sudah mengantongi uang dengan jumlah yang cukup banyak untuk membeli para wanita yang mau tidur dengannya.


Selama tiga tahun ini, apa yang dilakukan Gibran belum ketahuan oleh keluarga Yasmine yang tak pernah curiga pada Gibran. Azka dan Darania sudah beberapa kali melihat Gibran bersama wanita lain. Azka dan Darania pun sebenarnya tak setuju saat Yasmine memilih Gibran sebagai suaminya.


Namun, Yasmine begitu mencintainya membuat Azka dan Darania tak pernah mengatakan apa pun pada Soni ataupun Elis tentang kekakuan menantunya itu. Azka dan Darania ingin Soni, Elis dan juga Yasmine melihat dengan mata kepala mereka sendiri.


Tak butuh waktu lama keduanya pun sudah polos tanpa busana. Sudah menjadi kebiasaan Gibran untuk membuat Ayana lelah. Sudah lama keduanya tak bercinta terakhir tiga bulan yang lalu.


Keduanya sudah berkeringat merasakan cinta yang terlarang. Gibran laki-laki yang bejat tak hanya Yasmine, Ayana pun ia jelajahi. Tadinya ia pun ingin Alexsa juga namun, tak jadi. Gadis itu terlalu muda untuknya. Bahkan terlalu anak kecil.


Ayana begitu agresif membuat Gibran begitu menggebu-gebu beda dengan Yasmine yang hanya pasrah saja saat bercinta dengannya. Sampai membuat Gibran bosan. Untunglah Yasmine hamil jadi bisa menjadi alasan untuknya agar tak bercinta dengannya.


Gibran menyukai wanita yang liar seperti Ayana yang berbeda dari Kakak dan adiknya. Gibran menyesal karna, memilih Yasmine. Keduanya benar-benar memanfaatkan waktu tiga jam itu dengan bercinta sampai keduanya banjir keringat.


Sedangkan Gibran terlalu serakah menginginkan keduanya, Yasmine dan Ayana. Walaupun Yasmine membuat Gibran bosan akan tetapi Yasmine tak pernah berbuat macam-macam. Yasmine begitu setia. Yasmine berhijab dengan kesalehannya membuat Elis pun ikut berhijab. Sedangkan Darania masih belum berhijab namun, pakaian yang ia kenakan sudah tertutup.


Ayana mengembuskan napas panjang di pangkuan Gibran. "Aku ingin menjadi istrimu juga sama seperti Kak Yasmine," ucap Ayana.


"Sebentar Sayang, aku akan mencari cara untuk bisa menikahimu," ucapnya mengoda Ayana.


"Kamu tak bohong kan?" ucap Ayana menatap dalam-dalam mata Gibran yang membuatnya jatuh cinta pada suami Kakaknya.

__ADS_1


Gibran pun merangkul tubuh Ayana dan mencium rambutnya yang panjang. Ayana merasa cinta dari Gibran. Sedangkan Gibran sudah terbiasa melakukan ini pada wanita lain.


🍀🍀🍀🍀


Kali ini Bima membawa Khanza ke rumahnya. Semua tak ada di rumah. Tinggal Bima dan Khanza berdua saja. Karna, para pembantu jarang selalu berkumpul di ruang belakang. Mereka tak mau mencampuri urusan dari majikannya.


"Sayang, aku mandi dulu yah?" ucapnya sembari masuk kamarnya yang berada di lantai atas sedangkan Khanza menunggunya di cafe kecil sembari melihat pemandangan di luar rumah Bima yang begitu indah dengan latar belakang pengunungan yang asri dan indah.


Tak membutuhkan waktu lama, Bima pun selesai mandi dan sudah memakai pakaian lengkap. Diam-diam Bima pun merangkul Khanza dari belakang. Laki-laki itu mulai mencium leher Khanza tangannya mulai nakal menjalar ke seluruh bagian dada milik kekasihnya. Biasanya Khanza selaku menolaknya akan tetapi tidak hari ini. Khanza membiarkan Bima melakukan itu padanya. Tanpa larangan dari Khanza membuat Bima semakin bernafsu mulai menyentuh area sensitif milik Khanza. Gadis itu sudah merasa bergairah dengan sentuhan yang untuk pertama kalinya ia lakukan dengan Bima.


Bima pun mulai mengangkat tubuh Khanza masuk kamarnya dan menguncinya dari dalam. Khanza mulai berdebar-debar. Bima mulai mendekatinya dan mengecup bibir dari Khanza saling bermain Saliva. Merasakan cinta keduanya yang mulai mengebu-gebu. Bima pun mulai membuka kancing kemeja millik Khanza. "Jangan Bima," gumannya sembari menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.


"Sayang, aku hanya ingin menyentuh dadamu saja. Tak akan turun ke bawah aku janji tak akan melakukan sampai sejauh itu," guman Bima.


"Kamu tak bohong?"


"Kamu tak mempercayaiku Sayang?"


"Bukan begitu?"


"Yah, sudah lain kali saja," ucap Bima tak mau memaksa Khanza lagi. Sedangkan gadis itu hanya diam bingung melihat reaksi dari Bima yang terlihat kecewa.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.


__ADS_2