Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 67 Lamaran.


__ADS_3

Darania masih kesel dan sebel karna sedari siang mereka semua terus cuekin Darania sampe mamahnya juga ikutan Cuek.


Makam ini, Darania sudah sangat cantik Bak bidadari dari langit. Namun ekpesi wajahnya tak menunjukan itu. Wajahnya masih kesal dan sebel sama semuanya.


Darania sudah memakai longdress berwarna putih, Sederhana namun Elegan dan terlihat anggun. Rambutnya ditata sebegitu rapi dan menawan. Hasil karya dari Nadia dan Kila yang sejak tadi siang mendadani Darania.


Darania masih belum melihat Azka. Azka tak tau entah kemana. Seperti nya memang sengaja menghindar. Dari Darania.


Darania masih berdiri di depan ruang tengah yang penuh dengan hiasan bunga mawar putih yang begitu bagus. Layaknya taman bunga yang indah.


Darania masih kesal, makanya tak menyadari Kalo di sekitar sudah berubah menjadi taman bunga yang indah nan cantik.


"Udah, jangan di tekuk melulu tuh muka" Guman Nadia Sambil mengendong Baby Alinea.


Darania berpaling tak peduli. Namun matanya melihat ada yang berbeda dari tempatnya sekarang. Darania melihat kesekeliling. Rumah Azka sudah berubah jadi taman bunga.


Darania berpikir, kenapa baru menyadari ini. Sebenarnya ada apa ini..Darania melihat Baju yang Darania kenakan. Begitu terlihat Elegan.


Darania berpikir dalam hati. Sebenarnya ada apa ini. Semua sudah memakai baju resmi. Seragam memakai baju berwarna putih. Begitu keras Darania berpikir. Sebenarnya ada apa ini. Tapi tetap Darania tak berpikir ke arah sana.


Semua sudah berkumpul melingkar. Dan Darania yang ada di dalamnya. Darania semakin bingung.


Sebenarnya ada apa ini. Darania melihat wajah wajah setiap orang di rumah ini. Yah menang hanya keluarga Azka. Tapi Darania melihat Soni, Elis Lilian dan Shintia dan Calon suaminya Rizal. Namun tetap tak ada Azka di kumpulan orang orang itu. Membuat Darania merasa sebel. Berpikir dalam hati. Sebenarnya Azka kemana sih?

__ADS_1


Tiba tiba saja, Dari kerumunan keluarga dan teman dekat. Keluarlah seorang laki laki yang bertaxsedo putih membawa seikat bunga mawar mendatangi Darania yang masih berdiri dengan kebingungan nya yang mendalam.


Iya laki laki itu, Azka. Laki laki yang Darania tunggu sedari tadi siang. Azka terlihat begitu tampan dengan Taxsedo putih itu. Wajah Azka memancarkan sesuatu yang membuat Darania tenang. Iya dia Azka.


Azka mendekati Darania. Langsung berlutut dan memegang Tangan kanan Darania, dan mengayunkan tangan Darania.


"Aku tau, Kita belum lama bertemu. Belum lama juga mengenal. Tapi aku sudah merasa jatuh cinta padamu dari pertama melihatmu. Perasaan ku semakin kuat saat kamu, ternyata cinta pertama ku yang datang kembali pada ku. Untuk mengisi kekosongan dalam hatiku. Aku ga mau berlama lama untuk ungkapkan Cinta. Kita sudah sama sama dewasa. Aku tak berniat untuk memcintai mu sesaat. Aku ingin mencintaimu selamanya. Menjaga mu. Menemani ku dalam suka duka ku. Menjadi Ibu dari anak ansku. Menua bersamaku. Dan menjadikan ku untukmu selamanya. Jadi Darania Mau kah Kamu menikah denganku" Tutur Azka penuh harap. Sambil memberikan seikat mawar merah dan sebuah Cincin bermata berlian untuk melamar Darania.


Darania tak kuasa menahan air mata haru penuh kebahagiaan. Darania belum pernah di perlakukan seromantis ini. Bahkan Mantan tunangannya dulu tak pernah berbuat ini pada Darania.


Semua keluarga dan teman dekat bersorak agar Darania menerima lamaran Azka. Darania Melihat kesekeliling. Semua terlihat bahagia. Azka masih berlutut mengunggu jawaban Darania.


Darania pun menganguk.


Azka langsung beranjak dan menekuk Darania dengan begitu erat. Dan berbisik "Makasih sayang, Aku akan bahagia in kamu sepanjang waktu"


Darania menganguk, air mata nya terus mengalir deras. Air mata kebahagiaan yang terlihat jelas di wajahnya.


Saat mereka sedang berbahagia. Seseorang tamu tak diundang sedang memperhatikan mereka dari balik tembok. Dis begitu kesal melihat kebahagiaan itu. Beberapa kali langsung menonjok tembok karna kesal. Langsung pergi meninggalkan mereka dalam kebahagiaan.


Darania masih menangis penuh haru. Air matanya terus keluar. Dari sepasang matanya yang mulai bengkak karna menangis terus. Air mata bahagia. Karna akhirnya Darania bisa mendapatkan kebahagiaan secepat ini.


Darania mengira, Dunia nya hancur karna Mantan Tunangannya yang tak ingin di sebutkan namanya oleh Darania.

__ADS_1


Darania masih, menangis, Karna tak ada sosok papahnya yang selalu mendukung Darania. Darania tak menyerah untuk mencari keberadaan papahnya sedang berada dimana. Darania benar benar merindukan Papah Aldi. Dimanakah Dia berada sekarang. Tak jelas, Ada dimana? Seolah di telan bumi. Tak ada jejak apapun tentang keberadaan sang Papah. Yang membuat Darania tak menyerah untuk mencarinya.


Mamah Yesa, ikut menangis. Air mata penuh haru. Namun tetap saja ada yang kurang. Karna Tak ada sang suami. Yang menemani nya. Merasakan kebahagiaan ini. Mamah Yesa juga berpikiran yang sama dengan Darania. Ibu dan Anak ini. Sangat mencintai sosok papah Aldi yang begitu. Mereka sayangi.


Azka, menghapus air mata Darania. Saat melepaskan pelukannya. Dengan ujung jarinya. Azka tak tau, kenapa sedari tadi Darania tak berhenti menangis. Membuat Azka bingung.


"Udah, Sayang jangan nangis lagi, aku bingung. Harus bagaimana?.Bukanya ini, hari bahagia kita" Guman Azka sambil terus menghapus air mata Darania yang sedari tadi tak berhenti menangis.


Sepasang kekasih itu, masih jadi tontonan Keluarga dan teman terdekat nya. Namun Azka dan Darania tak peduli. Mereka masih merasa dunia milik mereka berdua yang lain ngontrak.


"Aku tuch, kesel sama kamu sama semuanya. Karna dari tadi cuekin aku. Terus dari tadi siang kamu kemana? Sengaja yah, menghindari aku, Kalian semuanya sukses bikin aku bete seharian. Dan kesal tiada terkira. Terus sekarang tiba tiba aja aku dilamar ditempat yang romantis...."


Azka langsung menutup mulut Darania. Dengan telunjuknya. Yang sedari tadi mengoceh terus tanpa henti. Membuat Azka pusing karna ocehan Darania.


"Stop, maafkan aku, aku ga bermaksud buat kamu bete, dan kesel. Aku hanya ingin rencana ku sukses dengan bantuan keluarga ku semuanya. Kalo di kasih tau di awal. Bukan kejutan namanya, sekali lagi maaf yah" Tutur Azka sambil tersenyum.


Darania terus menatap mata Azka. Darania masih kesal. Namun rasa kesalnya hilang sudah saat Azka memberikan kejutan itu. Dengan lamaran yang romantis. Tapi yang, membuat Darania sedih itu. Tak hadirnya Papahnya. Dalam kebahagiaan nya kini. Darania tak bisa bilang. Kalo Darania sangat merindukan ayahnya.


"Maafkan aku" Ucap Azka lagi, sambil memegang, Kedua kupingnya. Karna Darania masih belum memaaafkanya. Darania hanya melihat wajah Azka saja.


Bersambung...


Jangan lupa like yah...

__ADS_1


__ADS_2