Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 135 Hal Terburuk


__ADS_3

Thomas sedih melihat Prita sebegitu mencintai Bumi sampai rela menukar semuanya. Padahal rasa cintanya itu tak kalah besar dari rasa cinta Prita pada Bumi.


Thomas merasakan getaran cinta lagi saat area sensitifnya bersentuhan dengan milik Prita. Laki-laki itu ingin melakukannya lagi. Namun, di luar dugaannya kini Prita yang mulai ganas. Sekarang posisinya bertukar. Prita yang menggebu menyentuh bagian senjata pamungkas milik Thomas. Laki-laki itupun mulai merasakan kenikmatan dalam bercinta.


Prita membuatnya tak bisa melupakan kejadian ini. Walaupun Prita tak mencintainya, Thomas tak peduli. Karna, toh dirinya yang pertama kali menyentuh Prita.


Prita benar-benar membuat Thomas tak bisa berkata-kata saat senjatanya ia masukan ke dalam mulut gadis itu. Prita memainkan seperti sedang mengunyah permen lollipop. Bermain-main dalam mulut gadis itu.


Thomas pun menyentuh dua benda kenyal yang mengantung di dadanya. Sampai membuat Prita merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Prita membayangkan kalau Bumi yang menyentuhnya.


Keduanya bertukar posisi sembilan enam saat untuk memuaskan hasrat satu sama lain. Baik Prita ataupun Thomas keduanya begitu bersemangat menyentuh area sensitifnya bermain-main di sana. Tak hanya posisi itu keduanya beberapa kali ganti posisi sampai ****** ***** keduanya keluar secara bersamaan.


🍀🍀🍀🍀


Bumi mengambil motornya yang berada di tempat temanya yang berada di dekat kost-kostan Kanaya. Dari jauh Bumi pun melihat Kanaya dan menarik tangan gadis itu. Kanaya berusaha melepaskan diri akan tetapi Bumi enggan melepaskannya.


Beberapa temannya pun sengaja menyediakan kamar khusus untuk keduanya dan menguncinya dari luar.


"Bumi, apa-apaan ini?" tanya Kanaya emosi.


"Aku tak tau!" seru Bumi berpaling.


"Terus...." ucapan Kanaya terhenti saat melihat Bumi diam saja sambil menunduk mencoba mengibas-ngibaskan rambutnya. Bumi tau maksud dari teman-temannya itu akan tetapi Kanaya terlihat tak senang itu membuat laki-laki tersebut tak nyaman.


Beberapa kali Kanaya menggedor-gedor pintu minta di buka akan tetapi tak ada yang mendengar.


"Sudah, tak usah menghabisnya energimu meminta anak-anak untuk membuka pintu kamar. Mereka tak akan membuka pintu ini sampai besok pagi," ucap Bumi berpaling tak berani melihat wajah Kanaya.


Kanaya menghembuskan napas panjang. "Teman-teman kamu sering kaya gini?" tanya Kanaya ketus.

__ADS_1


"Yah," jawab Bumi masih tak berani menatap Kanaya.


"Sudah berapa banyak gadis yang kamu bawa ke sini?" tanyanya lagi.


Bumi menatap Kanaya sembari mengelengkan kepalanya. "Enggak, cuman kamu saja!"


"Kamu bohong." Kanaya tak mempercayai ucapan Bumi yang tau betul kalau mantan pacarnya ini seorang playboy.


"Enggak, aku tak bohong! Semenjak aku putus sama kamu tak ada gadis lain lagi yang aku pacari," ucap Bumi sembari menatap mata Kanaya.


Kanaya terkejut dengan tatapan dari Bumi yang kini mulai menatap langsung matanya. Sedari tadi laki-laki ini berpaling namun, kali ini ia menatapnya dengan serius. Apa mungkin yang diucapkan Bumi benar. Setelah putus dengannya tak ada gadis lain. Kanaya pun mulai teringat dengan kejadian-kejadian kemarin sudah dua kali Bumi mempermalukan Prita. Jika ia masih seperti dulu, Bumi tak akan sekesal itu padanya. Ia akan bermain-main dengan gadis itu. Mungkinkah Bumi sudah berubah. Pikiran-pikiran itu yang kini mengganggu Kanaya saat ini.


Tanpa disadari Kanaya. Sedari tadi Bumi memperhatikan wajah Kanaya menatapnya secara langsung. Sudah lama sekali Bumi tak sedekat ini dengan Kanaya. Bumi tau kesalahan di masa lalu tak akan pernah bisa dimaafkan akan tetapi Bumi mencoba untuk memperbaiki semuanya. Bumi tak mau mempermainkan wanita lagi. Kematian Mayang itu sudah membuat laki-laki itu menyadari kesalahannya. Tiba-tiba saja Bumi meneteskan air matanya.


Kanaya pun tersadar dari lamunannya. Memperhatikan Bumi meneteskan air matanya. Kanaya bingung kenapa Bumi meneteskan air matanya. Laki-laki itu kenapa? Bumi menghapus air matanya dan kembali berpaling dari wajah Kanaya.


Bumi mengangguk.


"Kita bukan sepasang kekasih kenapa harus dikunci di sini?"


Bumi terdiam. Bumi tak mau mengatakan alasan dari teman-temannya. Mereka tetap tak mau mengerti.


"Harusnya Prita yang dikurung di sini bukan aku?"


"Jangan sebut nama dia lagi? Aku tak suka?"


"Kenapa? Bukankan dia cantik dan kaya!"


"Stop Kanaya stop! Aku tak mau kamu membahas gadis itu lagi," bentak Bumi semakin kesal saat nama dari gadis itu disebut-sebut.

__ADS_1


Kanaya kembali terkejut dengan amarah Bumi yang meledak-ledak. Kanaya memperhatikan wajah Bumi yang begitu kesal mengingat kejadian itu. Kanaya pun terdiam begitu juga Bumi. Keduanya saling diam tanpa bersuara sama sekali.


"Kanaya, aku tau kamu belum bisa memaafkan ku tapi, bisa kah kita mulai dari awal sebagai teman?" tanya Bumi tiba-tiba membuyarkan lamunannya.


Gadis itu terdiam tak menjawab sama sekali. Membuat Bumi pun sedih. Lagi-lagi Bumi kembali menunduk. Sedari tadi Kanaya memperhatikan Bumi. Kanaya tau sekarang Bumi sudah berubah. Tapi, ada perasaan takut saat harus kembali memulai berteman dengannya.


Apalagi dengan adanya Prita tak mudah untuk bisa bersama Bumi walaupun Kanaya menginginkan itu.


"Aku tau kamu tak suka membahas ini! Akan tetapi bila kita kembali memulai akan sulit karna, ada Prita yang akan membuat semua memburuk. Akan ada hal-hal buruk yang akan terjadi," jawab Kanaya merasa takut tentang apa yang akan dilakukan gadis itu padanya.


"Kamu takut gadis stess itu melukaimu?"


"Yah, semacam itu? Prita mempunyai kekuasaan sedangkan aku hanya gadis biasa yang ingin hidup tenang dengan kuliah hasil dari kerja kerasku sendiri. Bila aku tak bisa melewati semua ini. Bagaimana aku meneruskan hidupku sendiri?"


"Apa pun yang terjadi nanti aku akan melindungi Kanaya. Asalkan kamu mau memulai kembali," ucap Bumi tiba-tiba saja sembari mengenggam erat kedua tangannya Kanaya.


Kanaya tersenyum. Entahlah keputusannya kali ini buruk atau tidak untuk kedepannya. Kanaya hanya ingin bisa bersama dengan Bumi. Rasanya berat sekali untuk berjauhan dengan Bumi.


Kanaya pun menghembuskan napas panjang. "Baiklah kita akan memulai dari awal. Aku tak tau, apa yang akan terjadi esok saat aku memilih bersamamu," ucap Kanaya sambil tersenyum.


Seketika Bumi merangkul tubuh Kanaya sampai membuat Kanaya kembali terkejut. Bumi begitu senang sampai tak sadar memeluk Kanaya dengan begitu erat.


Kanaya pun melepaskan pelukan Bumi. "Bumi, lepas aku sesak napas," guman Kanaya.


Bumi pun tersenyum untuk kesekian kalinya pada akhirnya Kanaya memanggil namanya. Begitu senang Bumi malam ini. Walaupun sebenarnya Laki-laki khawatir kalau Prita akan melakukan hal buruk pada Kanaya. Akan tetapi Bumi akan menjaga Kanaya dari apa pun termasuk dari gadis stress itu.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2