
Darania sudah berada di mobil bareng Azka, Arya dan Soni. Darania masih menangis. Tak berani memceritakan pada Azka. Tentang penghinaan Ibas tadi.
Azka tak akan bertanya pada Darania, Azka sudah melihat perlakuan Ibas tadi. Azka sudah tau, apa yang Ibas bicarakan pada Darania tadi.
Telpon Soni berbunyi, Soni melihat ponselnya, ternyata dari Elis, Istri Syah Soni. Soni pun mengangkat telponnya.
"Yang, kamu di mana sih?" tanya Elis sebel.
"Ada apa sayang?" tanya balik Soni.
"Ayah di mana sih, Yayas udah nangis nih, kan kita mau ke nikahan Shintia" ucap Elis. mengingat Soni.
"Ya ampun sayang, Aku lupa?"
"Aku berangkat duluan aja yah, Mba Lilian udah di sana, ntar Ayah nyusul yah awas kalau ga" ucap Elis langsung menutup telponnya.
Azka, Darania dan Arya melihat ke arah Soni.
"Ada apa Son?" tanya Azka penasaran.
"Hari ini kan, Shintia nikah" guman Soni benar-benar lupa karna, sedang mengurus urusan Azka.
Darania menghapus air matanya. Darania juga lupa, Kalau, Darania juga di undang oleh Shintia.
"Ka, kita ke nikahan Shitia sekarang" guman Darania.
"Kamu tak apa-apa, kalau ke sana?" tanya Azka memastikan keadaan Darania.
"Aku tak apa-apa, Aku tak enak sudah di undang tak datang" Darania tersenyum.
Azka merasa lebih tenang, setelah melihat Darania tersenyum. Walau Azka tau hati Darania sedang sakit hati.
__ADS_1
Azka tak ada waktu untuk pulang ke rumah, Azka mampir dulu ke butik untuk membeli baju baru di butik untuk datang ke nikahan Shintia sekalian membeli sebuah hadiah untuk Shintia. Azka, Arya, Soni dan Darania. Memakai baju yang pantas untuk datang ke pernikahan Shintia.
Sampai di lokasi pernikahan, Azka, Darania, Soni dan Arya turun dari mobil. Azka jadi ikut datang ke pernikahan Shintia. Wajah Darania masih terlihat sembab, Karna, dari kemaren terus menangis tanpa henti. Tak ada yang tau Darania menangis kenapa?. Hanya Azka, Arya dan Soni yang tau Darania kenapa?. Darania sudah berpesan pada tiga laki-laki ini, untuk tak memberitahukan tentang Darania pada teman-temanya termasuk Nadia.
Yasmine, langsung berlari ke arah Soni begitu Soni berjalan ke arah pelaminan. Elis sudah sedari tadi bersama Lilian menunggu Darania.
Lilian dan Elis memperhatikan Darania, di wajahnya masih terlihat sembab sepasang mata Darania masih merah. Karna, baru saja Berhenti menangis.
"Kamu kenapa cantik?" bisik Lilian
Darania mengelengkan kepalanya, Darania tak ingin bercerita, Darania tak ingin menangis lagi, mengingat semua yang terjadi padanya. Darania tersenyum, walau hatinya masih terasa sakit.
"Kamu ga mau cerita nih, dari kemaren Soni juga ga mau cerita" bisik Elis penasaran.
"Untuk saat ini, Aku belum bisa cerita. Jadi lain kali saja. Aku bakal cerita pada kalian. Tapi tak sekarang" Darania tersenyum lagi.
"Baiklah" ucap Lilian dan Elis secara bersamaan.
"Mas, ada penggangu" bisik Arya yang juga melihat Doni dan Tasya.
"Biarkan saja" guman Azka pelan. Azka malas melihat mereka berdua.
Soni hanya diam saja, tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Azka dan Arya.
Tiba-tiba saja, Doni langsung memeluk Darania. Tanpa persetujuan Darania. Darania terkejut. Begitu juga Azka merasa kesal langsung mendatangi Doni. Darania langsung mendorong Doni sampai jatuh ke tanah.
"Kamu apa-apaan memeluk aku seenaknya" bentak Darania tak suka. Azka sudah berjalan ke arah Darania dan berdiri di samping Darania.
Doni tersenyum, beranjak bangkit. Doni masih belum tau. Kalau, Azka bersama Darania. Doni sudah menyukai Darania, dari dulu. Namun saat itu, Darania sedang berpacaran dengan Ibas. Namun Doni masih tetap mengangu Darania di belakang Ibas. Lama Doni mencari Darania. Saat Ibas menikahi Kakaknya Vivian. Namun tak pernah menemukan Darania. Sekarang malah ketemu Darania di pernikahan temanya. Iya Suami Shintia, Amar teman dari Doni dan Tasya.
"Kita sudah lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya Doni bersikap ramah. Doni masih belum sadar, kalau sekarang Darania bersama Azka.
__ADS_1
"Baik" jawab Darania sinis. Darania begitu malas bertemu dengan Doni. Dari dulu Darania tak pernah menyukai Doni. Walaupun dulu Doni bolak-balik ke luar negri untuk bertemu Darania. Tetap Darania tak pernah menyukai Doni. Malahan Darania begitu membenci Doni. Karna, sikap Doni yang terlalu agresif untuk Darania.
"Kamu masih judes seperti dulu, namun aku masih suka" guman Doni tersenyum.
Azka masih belum berbicara, Azka ingin tau sampai di mana Doni akan mengoda Darania. Azka masih memperhatikan Doni. Doni melihat Azka tak suka. Doni masih mengingat perlakuan Azka padanya. Doni benar-benar akan membalas Azka suatu hari nanti.
"Kamu kan sudah di tinggalkan Ibas, dari pada jomlo mending kamu sama aku aja. Aku akan menjamin hidup kamu" guman Doni bangga.
Darania tersenyum sinis.
"Kamu masih cantik seperti dulu, belum berubah" Doni mulai mengangkat tangannya untuk memegang wajah Darania. Namun di tahan Azka.
Tangan Azka, lebih cepat dari tangan Doni yang ingin menyentuh wajah Darania. Doni melihat Azka murka. Doni menghempas tangan Azka yang memegang tangan Darania.
"Ngapain sih ikut campur, urus aja urusanmu sendiri" guman Doni kesal.
"Untuk gadis lain, aku ga peduli, kalau untuk Darania, jadi urusan aku" ucap Azka masih sopan walau kesal masih menahan amarahnya karna, tak ingin membuat keributan di pesta pernikahan Shintia.
"Ada hubungan apa kamu sama Darania?" tanya Doni semakin kesal, karna, Azka selalu ikut campur. Sekarang Azka juga, sudah ikut campur soal Darania. Doni sudah menyukai Darania dari dulu. Namun dari dulu juga, Doni masih belum bisa mendapatkan Darania. Makanya sekarang Doni berusaha mendapatkan Darania kembali. Karna, yang Doni tau, Darania belum mempunyai kekasih lagi setelah di tinggalkan Ibas.
Azka memegang tangan Darania, menunjukan cicin tunangan di jari manis Darania. "Aku tunangan Darania sekarang" guman Azka sambil memeluk Darania.
Doni terlihat begitu kesal. Melihat Darania bersama Azka. Kali ini, Doni kalah lagi untuk mendapatkan Darania. Dulu sama Ibas. Sekarang Darania sama Azka. Tasya memperhatikan mereka, namun Tasya masih bisa mendengar apa yang mereka ucapkan. Tasya tak terima kalau Azka memilih Darania. Sudah lama, Tasya menunggu Azka. Tapi malah memilih Darania. Tasya juga akan membalas Darania. Bila, Tasya tak bisa mendapatkan Azka. Maka Darania pun tak bisa. Tasya begitu murka melihat Azka bersama Darania.
Ibas melihat mereka dari jauh, Ibas memiliki rencana untuk memanfaatkan Doni dan Tasya untuk menghancurkan Azka. Dan mendapatkan kembali Darania. Bila tak bisa mendapatkan Darania. Tubuh Darania juga tak apa-apa. Sekarang Ibas ingin menghancurkan Azka dan Darania. Ibas tak suka Darania bahagia bersama Azka. Darania dan Azka harus hancur. Itu pikiran jahat Ibas sekarang.
Bersambung...
Jangan lupa like yah
Mampir juga ke novel Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" Terima Kasih.
__ADS_1