
Gadis itu tak pernah tau, apa yang terjadi kepada Azka? Setelah semuanya berakhir, ingatan Azka hilang tentang Nia. Arisa dan Arita masih terlihat bingung. Bagaimana menjelaskan tentang Nia, Darania?
"Bu, ada apa?" tanya laki-laki itu bingung melihat ibunya menangis haru, sambil memeluk Darania.
"Apakah kamu masih ingat dengan Nia?" tanya Arisa, pelan. Wanita itu sudah tak bisa membohongi putra sulungnya ini.
"Nia?Siapa?" tanyanya semakin bingung .
Gadis itu, terlihat sedih saat laki-laki yang selalu ia tunggu, melupakannya. Gadis itu berpikir, "Bagaimana bisa? Padahal aku selalu mengingatnya sepanjang hidupnya."
Azka teringat dengan gadis kecil yang selalu hadir di mimpinya itu, " Apakah itu Nia?" tanyanya dalam hati.
Arya, Arta, Nadia dan Kila terlihat bingung. Dengan ekpresi dari Arisa, Arita dan Darania.
"Tante dari mana Tante kenal dengan Darania?" tanya Arya penasaran dengan itu.
Arita melirik Arisa, ia bingung bagaimana menjelaskan tentang kenyataan dan rahasia besar. Ia takut keponakannya tak bisa menerima. Apalagi Azka? Ia bingung harus mulai menceritakan semuanya dari awal. Arisa meneteskan air matanya kembali. Ia berpikir, "Sudah saatnya ketiga putranya tau, tentang rahasia besar yang selalu ia sembunyikan selama hampir 30 tahun."
Gadis itu, menatap laki-laki itu. Ia melihat laki-laki tersebut dengan sedih dan juga sendu. Ketakutannya selama ini, kini datang juga! Gadis itu, benar-benar takut Azka membencinya karna, ia yang sudah menyebabkan ayahnya meninggal.
__ADS_1
Azka mencoba mengingat gadis bernama Nia, namun sama sekali, laki-laki itu tak bisa mengingatnya, "Bu, siapa Nia?" tanyanya penasaran.
Arisa atau pun Arita, tak ada yang menjawab pertanyaan laki-laki tersebut, membuatnya berpikir keras untuk mengingat semua tentang Nia. Namun semakin ia mencoba mengingat gadis itu, semakin terasa sakit kepalanya. Sampai membuatnya ambruk, jatuh ke lantai tak sadarkan diri.
Arisa menjerit melihat putra sulungnya tak sadarkan diri. Suasana di rumah itu, menjadi kacau dan panik. Tak tau apa yang terjadi kepada Azka. Sampai Arya menelpon Ambulance untuk membawa kakaknya ke rumah sakit, karna laki-laki itu tak sadar-sadar dari pingsannya.
Sampai rumah sakit, laki-laki itu di bawa ke UGD untuk diperiksa dokter. Sedangkan yang lain menunggu di luar ruang UGD.
Gadis itu menangis, sekali lagi membahayakan nyawa Azka. Berkali-kali ia berpikir, harusnya mereka tak bertemu lagi. Jika akan seperti ini, "Ibu maafkan aku, karna aku...." ucapan gadis itu, terhenti saat Arisa memeluknya sambil menangis.
"Sudah, kamu tak boleh menyalahkan dirimu tentang semua yang telah terjadi di masa lalu. Aku ikhlas kehilangan suamiku. Kalian bertemu kembali sebagai cara Tuhan untuk menyatukan kalian kembali," ucap Arisa sambil memeluk gadis itu, masih menangis mengkhawatirkan kondisi putranya.
"Tante, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Arya masih bingung dengan semua ini.
Arita memceritan semuanya, (Baca tentang Nia) kepada Arya, Soni dan juga Arta yang saat ini sedang bersamanya. Membuat ketiga laki-laki ini, berpikir tentang pikiran masing-masing tentang Azka. Tak ada yang tau tentang apa yang terjadi saat itu. Arita dan Rudi yang menyaksikan semuanya tentang Azka. Arya dan Arya tak bisa berkomentar, tentang Ayahnya yang meninggal karna, menyelamatkan Nia. Tak ada rasa benci diantara Arya mau pun Arta. Keduanya bersyukur karena telah mengetahui rahasia besar ini. Kedua kakak beradik ini, hanya memikirkan kondisi Azka sekarang.
"Sungguh tak bisa di percaya," ucap Arya tak bisa berkata-kata lagi.
Soni dan Arta tak berkomentar apa pun. Pandangan Soni, tertuju kepada seorang gadis yang sedang duduk di samping Darania. Yah dia Elis, gadis itu membuatnya jatuh cinta.
__ADS_1
Gadis itu, menelpon mamahnya Yesa, ia menceritakan semuanya kepadanya. Setelah mendengar semua itu dari putrinya. Wanita itu pun bergegas untuk menyusul putrinya ke rumah sakit. Memceritan semuanya. Dan Mamahnya Yesa pun menyusul Darania ke rumah sakit. Wanita tersebut, ingin bertemu dengan Arita dan juga Arisa. Karna, kondisinya sekarang sudah lebih baik dari kemarin.
Laki-laki itu, masih belum siuman. Ia tertidur dalam dibuay mimpinya. Dokter yang merawatnya menemukan ada sumbatan di dalam kepalanya, yang sudah lama sekali ada di dalam kepala laki-laki tesebut. Gumpalan di otaknya membuatnya belum siuman sampai sekarang. Laki-laki itu, mengingat memori yang sudah lama dihapus secara paksa. Membuat darah yang harusnya mengalir kini menggumpal di dalam kepala laki- laki berusia hampir tiga puluh tahun lebih itu
Operasi segera dilakukan melihat kondisi pasien yang belum juga siuman. Tingkat keberhasilan lima puluh banding lima puluh. Semua berdoa untuk kesembuhan Azka, gadis itu terus menangis. Ia tak menyadari kalau laki-laki yang selalu ia tunggu itu telah berada dihadapannya. Gadis itu berharap kalau Azka akan kembali hidup. Karna, gadis itu tak ingin kehilangan Azka lagi.
Beberapa saat kemudian, Yesa datang. Gadis itu, memeluk erat putri kandungnya. Wanita itu, tak menyangka kalau ia akan bertemu dengan keluarga yang telah menyelamatkan putrinya. Tangis haru tumbah ruah, semua ikut menangis. Tak pernah menyangka kalau hari ini akan datang.
Yesa berpikir tentang Azka, hatinya benar laki-laki itu, Azka yang sama yang menolong putrinya di masa lalu. Tuhan telah mempertemukan mereka berdua dengan cara yang begitu indah dan unik. Ketika mereka di Takdirkan untuk bersama.
Sekarang tinggal kondisi Azka, yang membuat semua cemas, penuh harap. Semoga laki-laki itu cepat sadar. Do'a itu yang mereka panjatkan untuk laki-laki tesebut yang sedang berjuang di ruang operasi.
Hanya Soni yang memperhatikan Elis saat ini. Hatinya semakin tak tenang. Mengingat ucapan Lilian. Kalau salah satu dari Elis, Darania dan Shintia akan menikah. Laki-laki tersebut masih memikirkan itu. Membuatnya tak tenang.
Laki-laki itu, terus berpikir tentang nasif cintanya. Ia tak ingin menyerah kepada keadaannya. Laki-laki tersebut bingung untuk menyerah atau pun bertahan. Karna, ia tak akan bisa menerima bila gadis itu menikah dengan laki-laki lain.
Hatinya mulai gelisah dan tak menentu. Ia tak ingin kehilangan gadis itu. Tak akan pernah bisa menerima cintanya harus kandas. Laki-laki itu pun berpikir untuk mencari tau. Siapa laki-laki itu? Ia tak ingin, gadis yang baru saja ia cintai bersama orang lain. Pikiran-pikiran itu membuatnya menjadi pusing sendiri.
Bersambung...
__ADS_1