Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 128 Makan Malam Bagian 2


__ADS_3

Bumi dan Prita menjadi pusat perhatian malam itu. Setelah mengucapkan semua yang ada di dalam hatinya Bumi pun turun dari panggung dan menghilang entah ke mana.


Januar pun membawa putrinya turun dari panggung. Pria sudah benar-benar sudah menangis karna, malu. Januar pun berusaha membawa Prita menjauh dari kerumunan orang.


Arsa pun tersenyum melihat kekacauan yang dilakukan Bumi. Setelah melihat semua itu Ben dan Bima pun mulai mencari Bumi karna, laki-laki itu pun menghilang entah ke mana.


Ben sudah tak bisa memperhatikan Alexsa lagi sampai membuat Arsa bahagia. Kali ini, Arsa bisa melakukan apa pun pada Alexsa.


Kejadian ini benar-benar menguntungkannya. Sedari tadi Alexsa mengobrol dengan Khanza. Kekasih Bima itu tak mengenal semua teman-teman Bima yang ada di sini. Untunglah ada Alexsa membuat merasa ada teman.


Arsa pun mendekati Alexsa dan Khanza. "Boleh gabung," ucapnya sambil tersenyum.


Alexsa dan Khanza pun membalas senyuman dari Arsa. Ketiganya pun berbincang-bincang. Bima pun mendatangi Khanza. "Maaf yah Sayang, aku tinggal dulu. Aku harus mencari Kak Bumi," ucapnya khawatir.


"Aku ikut boleh tidak aku merasa tak nyaman berada di sini," pinta Khanza.


Bima melirik Alexsa dan Arsa dan mengangguk saat kekasihnya memintanya ikut mencari Bumi.


Melihat Bima dan Khanza pergi membuat Arsa senang. Tak ada yang akan lagi yang menghalanginya untuk membuat Alexsa bertekuk lutut padanya. Arsa sudah merencanakan sesuatu untuk Alexsa. Kejadian ini membuat Arsa yang diuntungkan.


Darania benar-benar khawatir pada Bumi putra keduanya. "Ka, apa tak apa-apa membiarkan Bumi," bisik Darania khawatir.


Azka pun tersenyum sembari mengenggam tangan istrinya. Reaksi Azka itu membuat Darania merasa tenang. Walaupun sebenarnya seorang ibu ini khawatir.


Melihat kemesraan Azka dan Darania membuat Dewi tak suka. Kali ini wanita itu hanya bisa menonton saja kemesraan mereka. Wanita itu benar-benar berencana mengambil Azka dari Darania.


Kali ini, Dewi benar-benar membiarkan Keduanya berbahagia setelah itu permainannya akan segera dimulai.


🍀🍀🍀🍀


Prita melempar semua benda yang ada di depannya. Gadis kesal karna, ayahnya sudah mempermalukan di depan Bumi laki-laki yang ia cintai. Prita tak tau kalau Ayahnya belum mengatakan apa pun pada keluarga Bumi. Sampai membuat ia begitu malu.

__ADS_1


"Sayang, maafkan Ayah," ucap Januar merasa bersalah.


Prita tak mau mendengarkan apa pun yang Ayahnya ucapkan. Ia kesal dengan Bumi yang memperlakukan seperti itu. Sekarang Prita benar-benar terobsesi untuk bisa mendapatkan Bumi. Menjadikan miliknya seutuhnya. Sampai tak ada gadis lain yang bisa mendapatkannya.


Tak boleh ada yang memiliki Bumi. Prita pun menangis sejadi-jadinya membuat Januar bingung bila putrinya sudah seperti ini. Pria itu tak tau kalau Prita akan langsung mengumumkan semua tanpa memberitahukannya. Sekarang tak hanya Prita, Januar pun merasa malu dengan kelakuan dari putrinya ini yang selalu memaksakan kehendaknya.


Januar benar-benar menyesali semua karna, selalu dimanjakan olehnya membuatnya mendapatkan masalah karna, posisinya kali ini. Mau untung malah menjadi buntung.


Sekarang Januar benar-benar pusing bagaimana untuk membuat namanya menjadi baik. Susah payah Januar membangun namanya menjadi baik tapi, karna, putrinya semuanya menjadi kacau. Sekarang bagaimana cara ia kembali pada acara makan malam ini.


🍀🍀🍀🍀


Bumi menunduk di balkon atas hotel yang paling atas. Laki-laki itu menatap bintang-bintang di langit. Ia tak tau apa yang terjadi pada malam ini. Semua ini membuatnya kesal.


"Apa maksud dari gadis itu mengumumkan perjodohan dengannya. Benar-benar membuatnya kesal," pikirnya sendiri.


Seseorang pun menghampiri Bumi yang sedang kesal. "Kenapa di sini? Ben dan Bima begitu sibuk mencari mu," guman Kanaya melihat ke bawah lalu-lalang kendaraan kendaraan dan gemerlap kota.


"Akhirnya kamu mau berbicara padaku," ucapnya.


"Kamu pede-an! Aku kasihan pada saudara laki-lakimu mereka begitu khawatir padamu," ucap Kanaya.


"Aku tak suka dengan ucapan halu gadis itu?"


Kanaya tersenyum. "Prita begitu mencintaimu! Kenapa kamu tak menerimanya," ledek Kanaya.


"Kalau yang aku suka itu kamu bagaimana?"


Kanaya tesenyum lagi.


Bima, Khanza dan Ben pun akhirnya bisa menemukan Bumi yang sedang mengobrol dengan Kanaya. Membuat dua laki-laki itu tenang. Ben pun teringat dengan Alexsa.

__ADS_1


Laki-laki itu mulai khawatir dengan keselamatan Alexsa. Ben pun memutuskan untuk kembali ke acara makan malam. Terlihat Alexsa masih mengobrol dengan Arsa. Ben masih berdiri di tempatnya. Memastikan kalau Alexsa baik-baik saja.


Bima dan Khanza pun membiarkan Bumi dan Kanaya berbicara berdua saja tanpa menganggu. Khanza dan Bima pun kembali ke acara makan malam.


Terlihat Vanesa sudah mabuk berat. Ia kesal karna, tak ada kesempatan untuk mendekati Bima lagi. Sedangkan Bima hanya memperhatikan dari jauh. Membuat Khanza merasa sedih. Gadis itu salah paham dan menganggap kalau Bima masih menyukai Vanesa.


Bima benar-benar merasa kasihan pada Vanesa dengan melihat seperti itu. Bima tak memikirkan perasaan Khanza yang begitu sedih saat kekasihnya menatap gadis lain selain dirinya. Ditambah gadis itu mantan kekasihnya sendiri.


Khanza pun berusaha menghapus air matanya. Membuat Bima menyadari kalau saat ini sudah ada Khanza. Ia pun menoleh ke arah Khanza. "Maafkan aku Sayang!" serunya tiba-tiba membuyarkan lamunan Khanza yang sedih karna, Bima masih memikirkan Vanesa.


Khanza pun menghapus air matanya dan tersenyum pada Bima.


"Sayang, kamu menangis?"


Khanza menggelengkan kepalanya. Bima pun mendekati Khanza. Laki-laki itu menyadari kalau ia sudah menyakiti Khanza. "Maafkan aku," ucapnya lagi.


"Maaf untuk apa?" tanya Khanza masih tetap tersenyum walau hatinya begitu sakit melihat Bima masih memikirkan Vanesa.


"Kamu marah?"


Khanza terdiam. Gadis itu tak tau harus menjawab apa? Ia bingung harus marah karna, apa? Khanza hanya merasakan hatinya begitu sakit itu saja.


Bima pun merangkul tubuh Khanza membuat gadis itu semakin menangis. Ia tak tau kenapa ia menangis.


"Sayang, kamu kenapa sih? Lihat kira jadi tontonan," guman Bima pelan saat semua mata tertuju padanya.


Namun, saat itu Khanza tak peduli gadis itu malah terus saja menangis. Bima pun membiarkan Khanza menangis semaunya tanpa menyuruhnya untuk berhenti lagi. Bima pun tak tau kenapa Khanza menangis seperti ini.


Melihat Bima memeluk Khanza membuat Vanesa semakin sedih. Laki-laki itu benar-benar sudah melupakannya. Sekarang Vanesa benar-benar sendiri. Tak ada Damar di mana-mana. Vanesa sudah tak peduli lagi apa yang dilakukan Damar saat ini. Sekarang Vanesa ingin Bima itu saja.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.


__ADS_2