Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 101 Bebas.


__ADS_3

Ken masih menghalangi Ibas untuk memukul Vivian. Ibas kesal, melihat Ken ternyata seorang Polisi. Ibas segera dibawa oleh petugas Polisi yang lain. Untuk segera masuk sel tahanannya.


Kali ini, Vivian tak menangis lagi. Vivian jauh lebih tegar dari biasanya. Vivian sudah tak mencintai Ibas lagi. Hati Vivian sudah mati untuk Ibas. Vivian sudah memulai membuka kembali hatinya. Menata kembali hidupnya yang berantakan. Vivian ingin menjadi orang baik kali ini. Vivian sudah lelah menjadi orang jahat. Orang jahat tak bisa membuat Vivian bahagia.


Vivian keluar dari kantor Polisi di antar Ken. Sebenarnya Vivian tak enak bila harus di antar Ken. Vivian jadi pusat perhatian. Itu, membuat Vivian tak suka.


Vivian masih terdiam di dalam mobil Ken. Ken juga tak berani bertanya pada Vivian. Walau sebenarnya, Ken ingin sekali bertanya pada Vivian. Rasa cinta Vivian sudah tak ada lagi buat Ibas. Rasa cinta yang begitu menggebu. Sampai rela mengkhianati sahabatnya sendiri demi seorang Ibas. Kini, sudah tak ada lagi.


Huffff


Vivian mengembuskan nafas panjang. Menoleh ke arah Ken. Ken masih fokus menyetir. Karna, sedari tadi Vivian hanya diam. Vivian tersenyum melihat Ken. Ken menoleh ke arah Vivian.


"Kenapa?" tanya Ken bingung dengan sikap Vivian.


Vivian tertawa terbahak-bahak membuat Ken terkejut. Ken tak tau, apa yang Vivian tertawakan? Setelah tertawa, Vivian tersenyum sendiri. Membuat Ken bingung sendiri. Hatinya bertanya-tanya. "Apa yang terjadi pada Vivian?".


"Ken aku bebas" guman Vivian sumeringah. Vivian tak pandai mengungkapkan kata. Apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Namun terlihat Vivian begitu bahagia sekali kali ini.


"Ken, Aku bebas sekarang. Aku bebas dari Ibas."


Ken tersenyum melihat Vivian begitu Bahagia. Ken bersyukur, Vivian bebas sekarang. Dengan begitu, Ken sudah bisa mendekati Vivian tanpa hambatan.


Tangan Ken mulai memegang tangan Vivian. Vivian buru-buru melepaskan tangan Ken. Vivian membuang muka. Ken kembali fokus menyetir.


Vivian tak tau, apa yang di rasakannya kini. Vivian belum menyukai Ken. Vivian hanya berterima kasih. Karna, Ken beberapa kali menolong Vivian. Hanya itu, Vivian merasakan itu, didalam hatinya. Namun berbeda dengan Ken?. Setiap hari Ken, semakin mengagumi Vivian. Malahan Ken ingin lebih dekat dengan Vivian. Ken sudah lama menduda. Vivian juga janda. Jadi tak ada masalah lagi buat Ken. Walaupun saat ini, Vivian belum memcintai Ken. Namun Ken yakin seyakin-yakinnya kalau suatu saat nanti. Vivian bisa jatuh cinta pada Ken. Berapa lama pun, Ken akan setia menunggu Vivian. Sampai Vivian jatuh cinta pada Ken.


🍀🍀🍀🍀


Sudah dua minggu ini, Darania disibukkan dengan urusan perusahaan Ayahnya. Yang dulu diambil Ibas. Banyak hal yang harus dari Darania urus. Semenjak perusahaan jatuh kembali pada Darania. Darania begitu sibuk sekali. Sampai tak ada waktu untuk bertemu Azka.

__ADS_1


Darania sengaja menyibukkan diri. Agar tak teringat dengan almarhum Aldi-Ayah Darania. Darania begitu sedih saat kehilangan Aldi-Ayahnya. Darania tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.


Suara telpon sedari tadi berdering di ponsel Darania. Namun tak diangkatnya sama sekali. Darania begitu sibuk dengan berkas-berkas yang sudah menumpuk dari dua bulan yang lalu. Membuat Darania begitu sibuk.


Tok Tok Tok


Suara pintu di ketuk dari luar ruangan Darania. Yang sekarang sudah jadi CEO di perusahaannya. Darania sama sekali tak menggubris suara ketukan pintu di luar ruangannya. Darania begitu sibuk untuk bisa membuka pintu ruangannya.


Cklek


Suara pintu di buka dari luar ruangan Darania. Darania masih sibuk dengan pekerjaannya. Sama sekali tak melihat siapa yang datang untuk menemuinya?.


Tuk Tuk Tuk


Suara langkah kaki dari luar ruangan Darania, semakin mendekati Darania. Namun Darania masih tak memperdulikan seseorang yang masuk ke ruangannya itu. Darania masih tak memperhatikan siapa yang datang kali ini. Darania masih sibuk dengan pekerjaan.


Seseorang itu, masih berdiri memperhatikan Darania. Darania masih sibuk mengerjakan pekerjaannya yang begitu menumpuk. Sampai tak terlihat wajah Darania sama sekali. Seseorang itu, duduk di hadapan Darania. Asik memperhatikan Darania dengan serius. Darania masih tak memperdulikan, seseorang yang datang itu.


"AZKA" pangil Darania sontak membuat Darania terkejut. Ternyata sedari tadi yang memperhatikan Darania itu, Azka.


Azka tersenyum melihat calon istrinya itu. Darania langsung menghentikan pekerjaannya. Membalas senyuman Azka.


"Kok diem?" tanya Azka.


Darania beranjak, mencoba beranjak dari tempat duduknya dan berdiri. Darania menggerakkan seluruh badanya. Memcoba rileks, pinggangnya terasa ngilu dan kaku. Karna, beberapa hari ini. Darania tak bisa berolahraga. Pekerjaan begitu banyak. Membuat Darania susah untuk bertemu Azka. Sampai Azka datang sendiri menemui Darania.


Darania berjalan mendekati Azka. Darania memeluk Azka dari belakang. Memeluk Azka yang sedang duduk.


"Maafkan Aku, sayang! Akhir-akhir ini, Aku sibuk banget sampai lupa sama kamu" guman Darania merasa bersalah pada Azka.

__ADS_1


Azka menyenderkan kepalanya di tangan Darania. Sudah hampir dua minggu Azka dan Darania tidak bertemu. Rasa rindu dihati Azka begitu menggebu. Begitu berat, Azka menahan rindu dihatinya. Sampai Azka mendatangi Darania langsung ke perusahaannya.


"Kamu jahat banget yah sama aku?" guman Azka lagi. Selama dua minggu ini, Darania tak pernah menjawab chat, pesan SMS dan telpon dari Azka. Membuat Azka gelisah sepanjang waktu. Padahal tinggal menghitung hari sampai di hari pernikahannya dengan Darania.


"Sayang maafkan aku!" Darania benar-benar merasa bersalah kali ini. Sudah membuat Azka tersiksa.


"Hari ini aku akan menculikmu!" Azka tersenyum jahat. Mulai beranjak dari tempat duduknya. Melepaskan pelukan Darania.


Darania tersenyum mendengar ucapan Azka.


Azka dan Darania kini saling berhadapan. Azka mencium bibir merah Darania. Melumatnya hingga habis. Darania membalas setiap ciuman yang Azka berikan untuknya.


Azka melepaskan bibirnya dari bibir Darania. Mulai menarik tangan Darania.


"Kita mau kemana?" tanya Darania bingung.


"Ga ada tapi-tapian. Hari ini, kamu milikiku?" senyum Azka membuat Darania luluh. Perkerjaan Darania yang menumpuk pun ditinggalkan Darania untuk Azka.


Darania sengaja, bekerja lebih keras. Darania ingin setelah menikah dengan Azka. Kerjaan Darania di kantornya mulai berkurang. Namun setiap harinya. Kerjaan Darania malah semakin banyak. Sampai Darania tak punya waktu untuk dirinya sendiri. Dan juga Azka.


Darania masih mengikuti Azka dari belakang. Azka masih menggenggam erat tangan Darania. Darania sendiri, tak tau. Akan di bawa kemana Darania saat ini?.


"Asalkan denganmu? Ke ujung dunia pun aku rela" batin Darania berkata dalam hatinya.


Azka menoleh, Dan tersenyum pada Darania. Darania pun membalas senyuman manis Azka.


Bersambung....


Tinggal beberapa Chapter lagi menuju Tamat. Akhirnya aku bisa menyelesaikan novel pertama aku ini. Walau masih harus banyak di revisi ulang. Terima kasih sudah setia menunggu dan membaca karya aku yang masih acak-acakan ini. Karna, kalian aku semangat menulis lagi.

__ADS_1


Mampir juga yah, ke karya Aku yang lain. Walau Azka Tamat. Masih ada dua lagi yang masih on Going. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita " Terima kasih.


__ADS_2