
Elis masih menahan rasa sakit, di bagian area sensitif nya. Benar benar sakit, saat memcoba untuk melangkah seperti ada duri di bagian itu. Yang membuat Elis benar benar kesakitan sampe wajahnya terlihat begitu pucat.
Elis sudah memakai pakaian ya g tadi ia pakai. Namun Elis tak bisa beranjak. Darah segar yang tadi keluar begitu banyak. membuat sprei yang bewarna pink itu, terlihat ada noda darah yang berwarna merah darah.
Elis masih, duduk sambil bersender di tempat tidur itu. Masih berusaha menahan rasa sakit itu. Rasa sakit ini, melebihi rasa sakit, saat Elis pms.
Soni melihat, Elis. Teringat dengan Almarhum istrinya Kalula. Seperti itu, sikap Kalula setelah makan pertama itu. Sekarang sekali lagi, Soni melihat pemandangan itu.
Pemandangan yang tak enak. Karna wajah Elis yang begitu pucat menahan sakit. Biasanya setiap kali, Soni bercinta. Yang Soni liat wajah wajah kepuasan dari setiap gadis yang Soni gauli. Namun ketika menyentuh Elis. Perasaan Soni langsung berubah. Ada rasa ingin melindungi. Dan semakin menyanyangi Elis.
Elis menang tak berkata apapun, pada Soni. Tentang rasa sakit yang ia alami karna Soni memaksa Elis melakukan ini. Namun sekarang Soni benar benar merasa bersalah.
Soni naik keranjang tempat tidur langsung memeluk Elis dari belakang.
"Maafkan aku, sayang" guman Soni pelan sedikit berbisik.
Elis mengelengkan kepalanya.
"Sekarang atau, Minggu depan sama aja kan".
Soni mencium kening Elis.
"Gimana kalo besok aja, kita ketemu Yasmine nya, biar sekarang kamu istirahat dulu".
"Sekarang aja, aku ga apa apa".
"Besok aja yah".
"Aku ga mau, kami kenapa napa sayang. Besok saja. Aku sudah minta cuti buat kita. Jadi mending kamu istirahat dulu yah"
Elis menganguk. Menuruti semua perkataan Soni. Elis tak tau, kalo making love itu, sesakit ini. Benar benar terasa sakit. Membuat seluruh badan Elis terasa kaku karena ini.
Elis ingin sekali bertemu Yasmine. Elis berharap Yasmine mau menerima Elis sebagai ibunya kelak.
__ADS_1
Tanpa sadar, Elis tertidur begitu saja. Tubuh Elis begitu lelah karna Soni. Sangat lelah, benar benar lelah. Mungkin Karna ini yang pertama untuk Elis. Elis tak pernah nakal seperti inilah. Makanya badan Elis begitu scock. Begitu bertempur dengan Soni.
Soni sudah membuatkan makanan untuk Elis. Makanya Soni meninggalkan Elis sendiri di kamar. Soni sudah membuat makanan special buat Elis. Namun setelah, Soni masuk kamar ternyata Elis telah tertidur.
Soni melihat Elis, kali ini sebagai seorang gadis. Gadis yang menyerahkan Kesuciannya untuk Soni. Soni merasa beruntung karna ini. Soni masih teringat dengan yang tadi.
Masih terbayang wajah Elis saat bertempur tadi. Soni benar benar mencintai Elis sekarang. Begitu memcintai gadis itu. Elis membuat Soni merasa bahagia.
Elis benar benar sudah membuat Soni merasa kecanduan karna tubuh Elis begitu mengoda Soni kali ini. Soni hanya ingin memiliki tubuh Elis sendiri. Untuknya sendiri.
Soni mengelengkan kepalanya, sampai suara telpon berdering. Membuyarkan lamunan Soni tentang Elis.
Soni mengangkat telpon seseorang. Langsung keluar kamar. Karna bila berbicara di dalam. Takut membangunkan Elis nantinya.
"Halo papi" suara gadis kecil dari balik telpon itu, membuat Soni bahagia. Karna, Soni begitu kangen dengan suara gadis kecil ini.
"Halo sayang" jawab Soni sumeringah.
"Papi, aku ga mau punya momy baru" Bentak Yasmin tiba tiba. Membuat Soni sedikit terkejut.
"Aku ga mau, Momy tiri aku. Bakalan menyiksa aku. Mengurung aku, di gudang. Aku ga mau di sakitin Papi". ucap Yasmine, sambil menangis.
"Kamu kata siapa?"
"Tante Karen yang bilang..." ucap Yasmine tanpa melanjutkan kata katanya lagi. Karna seseorang seperti menutup mulut Yasmine dengan tangannya.
"Shut" terdengar, suara Karen yang sedang bersama Yasmine.
"Sayang, Ibu tiri jahat itu, cuman ada di tivi. Kalo ga boleh percaya sama omongan orang lain, sebelum kamu tau kenyatannya" tutur Soni. Masih bersikap lembut, namun begitu kesal. Karna lagi lagi Karen membuat ulah.
Yasmine, tak menjawab ucapan Soni. Yasmine masih terus saja menangis. Karen benar benar sudah mempengaruhi anak gadisnya. Membuat Soni geram.
"Sayang, Papi mau ngomong dong ma Tante Karen" pinta Soni.
__ADS_1
Yasmine, menganguk. Walau Soni tak melihat, Yasmine memberikan telponnya pada Karen.
"Ha- Lo Ma mas" jawab Karen terbata bata.
"Aku peringatkan sama kamu, untuk yang pertama dan terakhir. Kalo kamu ngomong macem macem lagi sama Yasmine. Kamu tau akibatnya" acam Soni serius.
Karen terdiam. Karen tak tau, Soni bakal semarah ini padanya. Niatnya mau menggagalkan pernikahan Soni. Tapi malah, gagal gara gara sikap pilosnya Yasmine.
"Kamu, masih mendengarkan peringatan aku, Karen. Ingat aku ga akan main main. Kalo kamu berani mengusik anakku dan calon istriku nanti" tutur Soni begitu murka pada Karen.
Tanpa sadar, Karen meneteskan api matanya.
"Tak bisa kah, Kamu memcintai Mas" pinta Karen pelan. Karena Karen benar benar mencintai Soni. Dari dulu, di saat Soni menikah dengan kakaknya dulu Kalula.
Dari dulu, Soni tak pernah menganggap Karen sebagai wanita. Padahal Karen begitu memcintai Soni. Sudah berbagai cara Karen lakukan tapi tetap saja. Soni memilih wanita lain bukan Karen.
"Maaf, aku sudah memcintai wanita lain!" seru Soni. Langsung menutup ponselnya.
Soni malas, berlama lama berbicara dengan Karen. Sekarang Soni mulai kuatir. Takut Yasmine benar benar tak bisa menerima Elis. Soni yakin pada harinya sendiri. Elis tak mungkin berbuat jahat pada Yasmine.
Karen benar benar membuat Soni kesal karna sudah mempengaruhi putrinya sendiri. Soni selalu bilang pada Ibunya, Suster Emi. Kalo Yasmine, di asuh oleh ibunya saja. Atau cari pengasuh lain. Karen sudah memberi pengaruh buruk buat Yasmine. Membuat Soni jadi takut sendiri.
Soni melihat Elis. Begitu lelap sekali tertidur. Soni sampai tak tega bila harus membangunkan Elis. Terlihat, Elis begitu kelelahan karna pertempuran tadi.
Soni membiarkan saja, Elis tertidur. Biarlah Elis tertidur dengan nyaman. Nanti setelah Elis bangun. Soni bisa mengantar Elis pulang.
Namun mata Soni juga mulai mengantuk. Soni juga lelah, karna pertempuran tadi. Tanpa di sadari nya, Soni juga ikut tertidur di samping Elis.
Mereka berdua tertidur bersama tanpa melakukan apa apa. Pertempuran tadi membuat Soni dan Elis. Apalagi Soni yang begitu semangat menyerang Elis. Sampai Elis tak bisa berkutik. Mereka benar benar lelah. Sudah melewati hari yang begitu panjang. Apalagi ini, menjadi pengalaman pertama untuk Elis. Hari ini, tak akan pernah bisa Elis lupakan seumur hidupnya. Karna saat ini, Elis sedang mimpi indah dalam tidurnya.
Bersambung...
Hay Terima kasih yah, Sudah baca sampe Chapter ini. Bentar lagi tahun baru loh. Ga kerasa kan. Author minta di ucapin selamat tahun baru dong itu di bawah tanda panah itu. Sebelumya terima kasih yah, sudah setia pantengin karya aku. Jangan lupa like yah sama mampir ke novel aku yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" terima kasih sebelumnya.
__ADS_1