
Masih Flashback.
Semua berduka atas kepergian Asep. Asep sudah berkorban untuk menyelamatkan Nia. Orang tuan Nia sangat berhutang budi kepada Asep.
Arisa menjerit menangis tak bisa menerima dengan kepergian suaminya. Meninggalkan dengan cara seperti ini.
Arisa, sangat stres ditinggal suaminya. Membuat ia harus melahirkan lebih cepat dari waktu yang di tentukan. Ia melahirkan anak laki-laki kembali. Asep sudah pergi meninggalkan Arisa, yang meninggalkan tiga jagoan untuk menjaga ibu mereka, Arisa.
Permintaan terakhir Asep, untuk menghapus kekuatan Azka dan menutup mata batinnya. Di penuhi Irani dan Mbah Buyut. Mereka berempat, Irani Mbah Buyut Cris dan Bela berkerja sama untuk mengwujudkan permintaan terakhir Asep. Begitu sulit, untuk menghapus dan menghilangkan kemampuan Azka. Kemampuan itu, tak bisa begitu saja di hilangkan. Banyak usaha yang mereka lakukan untuk memenuhi keinginan Asep. Hingga akhirnya, Azka pun bisa hidup normal seperti anak lain pada umunya. Kemampuan Azka dihapus dan dihilangkan. Namun karna, kemampuan itu, dipaksa untuk keluar dari tubuh Azka, membuat tubuh bocah itu, tak bisa menahannya. Azka sampai koma tiga bulan. Setelah sadar, Azka tak ingat dengan apa yang terjadi kepadanya. Ia tak ingat dengan kejadian tiga bulan yang lalu. Azka juga melupakan Nia. Arisa pun, berbohong tentang kematian Asep. Ia berkata pada Azka kalau, ayahnya meninggal karna kecelakaan bersama Azka. Azka koma tiga bulan dan Ayahnya meninggal. Azka sedih mendengar ayahnya pergi. Namun semua sudah terjadi.
Sejak saat itu Nia sembuh total. Gadis kecil itu, tak pernah pingsan tanpa sebab lagi. Nia pun tak pernah diganggu oleh makhluk-makhluk tak kasat mata lagi. Nia sudah benar-benar terbebas dan bisa hidup normal seperti anak lainya.
Azka dan Nia berpisah, ingatannya tentang Azka mulai terhapus seiring berjalanya waktu. Aldi melepaskan semua peninggalan orang tuanya. Aldi sangat berterima kasih pada keluarga Azka. Mereka sudah mebyekamat putrinya, ia begitu menyesal karna, Asep harus pergi untuk selamanya, untuk menyelamatkan putrinya. Aldi menyumbangkan semua harta peninggalan orang tuanya kepada Arisa. Ia tak ingin Azka mengingat kejadian itu, yang membuat suaminya kehilangan nyawanya untuk menyelamatkan anak gadis itu. Arisa memutuskan pindah ke Bandung. Asep sudah mempersiapkan semuanya di kota Bandung untuk Arisa dan ketiga putranya. Asep sudah menyiapkan sebuah peti di bawah tempat tidurnya, di dalam peti itu, sejumlah uang, buku tabungan, beberapa sertifikat tanah dan rumah atas nama Arisa.
Sejak itu Azka hidup normal, seperti permintaan terakhir sang Ayah. Di Bandung bersama Ibu dan ke dua adik laki-lakinya. Sedangkan Keluarga Nia, pindah keluar negri untuk memulai dari awal hidupnya. Aldi tak ingin berurusan dengan mahluk gaib lagi, atau pun yang berbau bau hal gaib. Sudah cukup baginya hampir kehilangan putri semata wayangnya. Karna,perjanjian leluhurnya yang sama sekali, Aldi tak tau mengetahuinya.
Semua berjalan normal sekarang. Arisa masih menyimpan rahasia kelam ini sendiri. Ia tak ingin memberitahukan semua, pada ketiga anaknya, terutama Azka. Arisa tak ingin membuat Azka sedih, Ayahnya meninggal karna, menyelamatkannya.
__ADS_1
Sudah dua puluh tahun berlalu dari kejadian itu. Sekarang ia sendiri dan ketiga putranya sudah tinggal di Salatiga selama sepuluh tahun. Arisa masih belum berani datang ke Solo lagi. ia mendengar dari Arita adiknya, bahwa lima belas tahun yang lalu, Mbah Buyut sudah meninggal. Irani masih belum menikah sampai sekarang. Masih menjadi paranormal. Ia sudah menjadi orang yang paling di cari di Indonesia. Irani mengikuti zaman, sekarang Ia, mempunyai Chanel YouTube sendiri, Chanelnya masih berisi tentang hal-hal gaib dan mistis.
Sejak saat itu, Arisa tak pernah bertemu Irani lagi. Semuanya sudah kembali ke kehidupan yang normal. Terkadang, Arisa merindukan gadis kecil itu. Ia ingin tau, secantik apa, Nia sekarang. Mengingat Nia membuatnya teringat Dara. Mungkin jika ia dapat bertemu kembali, Nia seumur Dara sekarang.
Lamunan Arisa buyar ketika Adiknya Arita, datang berkunjung ke rumah sakit, untuk melihat cucunya lahir.
"Mba," panggil Arita, memeluk kakak perempuannya ini.
"Arita," guman Arisa terkejut. Karna, Arita memeluknya dari belakang.
Arisa tersenyum, menyambut kedatangan adik bungsunya ini. Lama mereka tak bertemu. Kedua kakak-adik ini, jarang bertemu karna, kesibukan masing-masing. Kini mereka melepas rindu dengan saling memeluk satu sama lain.
"Mba, Aku kangen ma Mba Arisa," ucap Arita T merasa bahagia Karna, bertemu dengan kakaknya.
"Aku juga kangen kamu, de!" serunya memeluk erat adiknya.
"Ihh kalian ini, sudah bertemu lupa ma aku," ucap Nadia,merasa cemburu dengan kedekatan dua kakak-beradik ini.
__ADS_1
"Aduh sayang, Tante lupa, Tante kesini mau liat cucu Tante, yang katanya perempuan," gumanya melepaskan pelukan kakaknya. Ia pun mengambil bayi perempuan di pangkuan Nadia, setelah selesai menyusuinya.
Arita mengendong bayi perempuan itu, di pangkuannya, "Duch cantik banget, bayi mungil ini mirip ibunya," puji Arita saat menimbang-nimbang bayi mungil itu.
Nadia tersenyum melihat bayinya digendong neneknya.
"Oh iya, di mana Rudi?" tanya Arisa, tak melihat Rudi suami Arita.
"Tadi Rudi sedang menjemput Kila di tempat les. Mungkin sebentar lagi menyusul ke sini," ucap Arita, masih menimbang-nimbang bayi kecil itu.
Arisa masih melamun. Entah kenapa, ia ingin bertemu dengan Nia? Wanita tua itu, begitu merindukan gadis itu? Apalagi setelah melihat Dara. Gadis itu, mengingatkanya pada Nia.
Gadis yg bernama Darania itu. Mengingatkannya kepada Nia, gadis kecil yg diselamatkan Azka dan suaminya. Tak ada dendam di hati Arisa untuk Nia atau pun keluarganya. Arisa ikhlas menerima kepergian suaminya. Mungkin sudah menjadi takdir dari suaminya, harus meninggal dengan cara seperti ini. Arisa ingin bertemu Nia, ia ingin memastikan kalau Nia, baik-baik saja. Seperti gadis lain, hidup normal.
Melihat Dara, ia teringat Nia. Arisa ingin bertemu dengan gadis itu. Berharap Nia menjadi jodoh Azka sekarang. Arisa tak tau, Nia tinggal di mana saat ini. Mudah-mudahan Nia, belum menikah. Ia berharap Dara itu Nia. Jika benar, Dara itu Nia. Arisa akan sangat bahagia. Sudah saatnya Azka bahagia. Kepergian Laras, sudah membuat Azka terpuruk sampai sepuluh tahun. Waktu yang cukup lama, untuk melupakan seseorang yang begitu Azka cintai. Dengan siapapun Azka saat ini. Arisa berharap Azka bahagia. Hanya itu, do'anya setiap harinya. Menginginkan putranya bahagia, terutama Azka. Azka tak boleh sendiri selama hidupnya. Azka juga berhak bahagia. Dara sudah memberi Azka warna baru. Semoga saja, Azka bisa move-on dari masa lalunya yang kelam.
Bersambung....
__ADS_1