
Bismillah happy reading all😘
.
.
.
.
.
"Memangnya adek sanggup membuat makanan buat satu rt ?" tanya om Za. Aku memutar bola mata jengah, di jaman yang sudah serba praktis ini om Za masih saja berfikir kuno.
"Tinggal pesan saja bang, ga usah repot repot masak sendiri !" jawabku cepat.
"Hitung hitung kita berbagi sama tetangga, bukankah jika memberi haruslah makanan yang lezat dan layak konsumsi??" tanyaku balik.
"Makananmu juga enak dek, tapi alangkah baiknya kalau kita sendiri yang membuatnya lebih tulus !" jawab om Za, aku memang selalu kalah jika berbicara dengan lelaki matang satu ini. Aku memantapkan hati lalu datang ke rumah bu Surti,
"Assalamualaikum bu," aku mengetuk rumah bu Surti sedangkan Al bersama om Za di rumah.
"Eh ada mbak Salwa, masuk mbak !!" pinta bu Surti, sendal jepit merk channelku, kutanggalkan di deretan sendal swallow dan sandal selop bu Surti, di tanah merah.
"Loh Al Fath kemana? tidak dibawa?" tanya nya keluar dari dapur.
"Tidak bu, ada abi nya !" jawabku.
"Bu, kira kira konsumsi untuk kerja bakti butuh berapa porsi ya?" tanyaku.
"Oalah kirain mau tanya apa, ternyata masalah konsumsi !" Bu Surti mengajakku duduk di kursi kayu depan. Wahyu yang sedang mengerjakan tugas bergeser ke ruang tengah.
Ibu 3 orang anak yang memakai banyak gelang emas di tangannya ini layaknya toko emas yang berjalan, mengira ngira siapa saja yang ikut kerja bakti.
"Kira kira ada 40 orang sudah bersama ibu ibu yang sering ikut mengurus konsumsi, mbak. Soalnya tidak semua ikut kerja bakti !" jawab bu Surti.
"Tadinya saya mau pesan, tapi menurut abang lebih baik buat sendiri, saya mau minta tolong. Apa ibu bisa menolong saya membuat konsumsi, pasti saya akan kerepotan jika membuat sendiri ditambah alat alat yang tidak memadai jika di rumah," pintaku.
"Oh tentu saja boleh mbak, mari di rumah saya saja ! memang rencananya mbak Salwa mau membuat apa?"
"Nanti saja saya pikirkan dulu bu, sekalian berbelanja dulu !" jawabku.
Tak butuh waktu lama, satu kartu kredit meluncur di tanganku atas ijin om Za, yang senantiasa menemani dengan dibantu bu Surti akhirnya masalah konsumsi teratasi.
.
.
"Abang mau ngapel apa mau kerja bakti sih ?" tanyaku melihat om Za mandi sebelum kerja bakti, memang apapun yang ia pakai selalu nampak keren di mataku ataupun kaum hawa lainnya.
__ADS_1
"Liat dek, mentang mentang mau diliatin janda kembang abi pake gaya segala!!" ucapku.
"Masa iya tidak mandi dulu dek, yang ada orang orang tidak bisa membedakan mana sampah mana bau badan abang !" jawabnya, mataku menyipit badan yang sudah seperti biang parfum aja ngaku bau, merendah untuk meroket.
"Buat Salwa abang wangi ko, walaupun abis olahraga !!" pelukku.
"Janda siapa janda?" tanya nya mengernyitkan dahi.
"Ga usah pura pura ga tau, bilang aja pengen disebutin!" desisku.
"Suka suudzon, abang mana ada waktu buat urusin urusan orang ! dan adek tak usah fitnah, buat abang uminya Al Fath jauh lebih menggoda !!" Om Za mengangkatku hingga aku mengalungkan tanganku di lehernya, Al Fath hanya terbengong bengong melihat kedua orangtuanya bermanja manja ria di depannya, mungkin jika ia sudah bisa berbicara ia akan berkata betapa bucinnya abi dan uminya ini.
"Masakan Salwa enak ga ya bang, takut ga enak !!" ucapku tak pede.
"Insyaallah !! abang duluan kalo gitu, nanti adek menyusul saja setelah mengurus Al !" om Za keluar dari kamar.
"Abang, sebentar !" aku meraih topi milik om Za.
"Dipakai, nanti abinya Al item !!" ucapku memakaikan topi di kepala om Za dengan sedikit berjinjit.
"Abang turunan dikit kek, Salwa susah, abang ketinggian !! ucapku om Za malah tertawa.
"Biar gampang ngetekin kamu ! kalo nakal !" jawabnya.
"Giliran cium aja abang selalu nunduk, curang!! giliran Salwa mau jitak kepala abang yang mesumnya kelewatan aja susah !!" kesalku.
" Karena Allah tau, kalo suatu kebutuhan selalu di mudahkan jalannya dan Allah tau kalo adek mau bikin dosa pake jitak kepala suami !" jawabnya menyebalkan, kapan sih aku menangnya melawan titisan Hitler ini.
"Hati hati ya bang, tunggu Salwa sama Al nyusul kesana !"
.
.
Pagi ini ada yang berbeda dari kerja bakti biasanya, bila biasanya pagi pagi hanya akan dihiasi kaum bapak bapak saja, hari ini para ibu berlomba lomba hadir disana dengan penampilan terbaiknya dengan alasan membuat kopi.
"Assalamualaikum !!"
"Waalaikumsalam!!"
"Oh mari pak Zaky, selamat bergabung," seru pak Rt. Om Za mengangguk.
"Kenalkan bapak bapak ini pak Zaky, warga baru yang mengontrak di rumah pak Karman !" ucap pak Rt.
"Ini tumben sekali pagi pagi ibu ibu pada ikut ngumpul disini ?" tanya pak Karman.
"Nyiapin kopi lah pak, mau apa lagi ??" jawab bu Rt.
"Assalamualaikum !!" di tengah tengah kegiatan bapak bapak yang tengah membersihkan saluran air, mbak Siska datang. Matanya sudah mengedar dan travelling menuju om Za seperti ingin di colok pake pisau steak, namun yang di tatap malah sibuk dengan pekerjaannya. Tak tau dia, kalau om Za adalah makhluk tercuek sepanjang sejarah, memang seharusnya masuk museum. Hanya cewek imut nan magic berjuluk uminya Al Fath saja yang mampu meluluhkan hatinya.
__ADS_1
"Wah, mbak Siska bawa apa?" tanya salah satu bapak bapak.
Janda kembang ini membawa beberapa kotak makanan manis sebagai penganan pengganjal lapar, para ibu seperti biasa nyinyir di belakang, sudah tak aneh lagi jika mereka selalu menggosipkan mbak Siska si janda kembang yang sering keluar masuk kampung dengan bergonta ganti pasangan. Apalagi kini ia tengah mesem mesem sendiri pada om Za.
"Liat tuh bu, ga bisa liat yg bening dikit langsung nempel. Kalau sampai mbak Salwa tau minta di mandiin di sungai itu !!" gosip mereka.
"Pak Zaky, silahkan dimakan dulu, ini buatan saya sendiri lohhh !!" tawarnya pada om Za, lelaki ini hanya tersenyum dan kembali ke pekerjaannya. Meskipun senyum itu ibadah please senyummu saat ini bikin satu lagi wanita gagal move on, bang.
"Wahhh, mbak Siska pintar membuat kue, enak loh mbak !!" seru bu Rt.
"Iya saya juga baru tau !!" jawab bu Lia.
.
.
"Mbak Salwa !!" bu Surti memanggil dari luar rumah.
"Eh, iya bu. Sudah siap?" tanyaku.
"Mari bu, saya bantu bawa. Biar ibu bawa Al saja dan makanan biar saya dan anak anak saya yang bawa !!" tawarnya.
"Makasih ya bu," ucapku.
"Sama sama mbak !!"
Aku berjalan membawa Al Fath bersama bu Surti beberapa meter dari rumah menuju tempat kerja bakti. Senyumku berbinar melihat kumpulan bapak bapak sedang membersihkan selokan, disitu juga ada om Za, mataku memutar malas melihat mbak Siska selalu ingin dekat dengan om Za.
"Ishh ga tau malu !!" gumamku.
"Assalamualaikum, " sapaku dan bu Surti.
"Waalaikumsalam !!" Seperti biasa Al Fath selalu jadi buruan ibu ibu yang memang menyukai kegemasan Al Fath.
"Biar saya saja mbak, terimakasih !!" ucapku memberikan segelas air pada om Za,
"Lihat bu, minta digaruk mbak Siska sama mbak Salwa !!" bisik bu Lia pada bu Wira.
"Siapa yang bakal menang?" tanya bu Wira.
"Husshh !! kalian ini !!" tegur bu Rt.
"Abang, makan dulu..yang lain sudah istirahat, Salwa udah bawain makan !!" ucapku.
"Iya dek, sebentar," jawabnya.
.
.
__ADS_1
.