Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
akhir sandiwara


__ADS_3

bismillah happy reading all😘


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" sandiwara apa bang , maksudnya ..Cut tidak mengerti !" jawabnya ,masih saja sempat mengelak.


Om Za menggelengkan kepalanya tak menyangka perempuan yang sudah dia anggap seperti sahabat, adik sendiri ,seperti inilah sifat aslinya , memang kita tak pernah benar benar mengenal manusia.


" Astaga ya allah...insyaf kamu Cut !!!" om Mirza menggertakan giginya, karena saking gemasnya , harus ia apakan perempuan di depannya ini.


" Cut , maaf jika kamu kecewa tapi tindakanmu sudah melewati batas , saya tidak bisa membiarkanmu , dan maaf jika dalam hal ini saya melibatkan pihak berwenang..." jawab om Za, sontak saja tante Cut malah tertawa sambil menangis.


" kenapa akhirnya harus seperti ini bang, Cut sedang memperjuangkan cinta Cut .Apa salah ??!!"pekiknya menangis.


" Cut hanya ingin abang , Salwa datang tiba tiba merebut kehidupan Cut !!!" jawabnya memekik sambil menangis lalu ia meluruh ke lantai.


" Cut Fitri !!!! hentikan !!" bentak om Za


" Cut sampai harus membayar pak Rudi dan membayar salah satu platform berita hanya untuk menyingkirkan Salwa , Cut fikir Salwa ada dalam perjalanan bisnis abang karena dia merengek minta ikut tapi yang celaka justru abang !!" jelasnya lagi.


" Cut fikir jika di tempat lain setidaknya Cut bisa bertemu dan berduaan merawat abang tapi nyatanya Salwa selalu ada dimana abang berada !!"


" sadar Cut ! Salwa istri Zaky !" geram om Mirza dari tadi.Ingin rasanya ia membelah otak Cut dan mencuci isinya agar berfikir real dan lebih jernih.


" Cut mencintai bang Zaky, semakin Cut melupakan semakin Cut tidak bisa, sejak kedatangan Salwa semua jadi lebih memilih Salwa !! " tangisnya kembali pecah.Seakan aku seperti parasit hidupnya.


" akuilah semuanya di depan penyidik Cut..." jawab om Za. " maaf saya tidak bisa menolongmu , intropeksilah dirimu.. " tambahnya , sambil menscrool nama Briptu Yudha.


" maafkan Cut , bang..Cut mohon jangan bawa bawa polisi , Cut mengaku salah bang.. " ia memohon seraya menggunakan senjata yang biasa ia gunakan air mata siluman buaya. Namun semuanya sudah terlambat harusnya ia berfikir beribu ribu kali sebelum berbuat selain persahabatan mereka yang hancur kini ia harus mendekam di balik tembok dingin penjara, mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.


" Istri saya Salwa memang terlihat seperti seorang pembuat onar Cut, tapi tak pernah terlintas di pikirannya untuk berbuat jahat pada siapapun, dia selalu tulus pada orang lain .Awan keceriaan selalu ia bawa untuk siapapun yang ada di dekatnya , hingga membuat orang akan dengan mudah menerima dan menyayanginya ," lirih om Za..


" hanya orang dengan hati iri dan dengkilah yang tidak bisa melihat kebaikannya " tambahnya


Beberapa orang berseragam polisi datang dan membawa tante Cut ke kantor polisi . Yang sudah terjadi tak mungkin bisa ditarik kembali , begitupun gosip yang beredar, rencananya om Zaky memang akan mengklarifikasi kabar yang sudah terlanjur jadi konsumsi masa itu.

__ADS_1


" Mir..sepertinya saya akan ke sekolah Salwa untuk mengurus sesuatu ," ucap om Za sambil memakai jaketnya.


" oke , urus istri magic loe itu dulu " kekeh om Mirza .


.


.


" hoammmm!!"


Pelajaran PKN kali ini seperti obat tidur bagiku , pendidikan kewarganegaraan yang harusnya mengobarkan semangat kecintaanku pada negara malah berakhir seperti lagu nina bobo ditelingaku , mungkin sebaiknya guru mengajakku turun saja ke medan perang dan memborbardir pihak penjajah agar loyalitasku terhadap negara patut diacungi jempol , entah mungkin karena semalam aku bergadang gara gara om om pria matang itu yang meminta jatahnya berkali kali.


" Sal...kamu ngantuk ? cuci muka sana !" bisik Nur .


" banget , Nur..pak Dadi jelasinnya kaya ustadz yang udah sepuh lagi ceramahin kuliah subuh," jawabku membuat Nur tertawa kecil.


" kamu sakit , Sal ?" tanya Nur. Aku menggeleng " ngantuk gue...," ucapku dengan mata yang hampir tertutup. Sepertinya mojok di perpus dengan buku yang agak tebal sebagai penghalang kepala akan lebih sip lagi acara tidurku.


" Sal..guru lihat tuh.." Nur menyenggol lenganku.


" apa sih Nur ?" tanyaku.


" itu pak Dadi liatin kamu dari tadi " jawabnya .


Aku langsung menajamkan penglihatanku dan kupaksakan terbuka .Meskipun butuh perjuangan yang begitu berat seberat cintaku pada om Za, godaan terberat pelajar yang sedang memperhatikan guru ketika menerangkan itu kalau tidak mengobrol ya ngantuk...jika berghibah bukanlah hobbyku maka mengantuk lah yang menjadi nama belakangku.Sama seperti dulu saat masih di Jakarta .


" Salwa ! sepertinya kamu tidak konsentrasi , sebaiknya kamu ke toilet dan mencuci mukamu!" memang jika istri sholeha dan menantu istiqomah itu hokinya dimana mana , guru sedisiplin pak Dadi saja kalah dengan pesona istri sholeha milik om Za ini.Kali ini pak Dadi hanya menyuruhku mencuci muka padahal biasanya jika bukan hormat bendera di tengah cuaca panas ya..bersiin toilet di jam pulang.


Niat dan tekadku sudah bulat untuk ke kamar mandi dan mencuci muka lalu kembali ke kelas tapi perpustakaan adalah ujian terberatku , seperti sebuah daun kelapa yang melambai lambai mengajakku masuk untuk melanjutkan acaraku menyelami alam mimpi.Langkah kaki yang sudah hendak masuk ke dalam perpus dikejutkan dengan kehadiran om Zaky.


" Ini gue mimpi ga sih ? ko tiba tiba ada om Za di sekolah ..mau ngapain ?? apa efek halusinasi gue aja saking gue sayangnya , sampe mimpi aja tuh om om nyempil mulu kaya cabe di gigi" gumamku .


Aku memutuskan memilih kamar mandi " sorry perpus lain kali aja ya "


Aku membuka jilbabku dulu lalu beberapa kali aku menyiramkan air ke wajahku ,sampai mataku kembali segar dan memasang kembali kerudungku.Berharap aku masih bisa melihat om Za disana .


Tapi nihil om Za sudah tak disana , memang sepertinya itu hanyalah halusinasiku saja. Aku kembali ke kelas dimana pak Dadi memintaku menemui kesiswaan.


" Salwa , tadi bu Fatima kesini mencarimu , kamu diminta menghadap ke ruang kepala sekolah " ucap pak Dadi , aku mengangguk dan segera menuju ruang kepsek dengan hati yang dipenuhi pertanyaan ada apa sebenarnya ?? rasanya aku belum membuat ulah lagi kali ini, tak mungkin juga kan kepala sekolah hanya sekedar ingin ngopi cantik ditemani olehku atau memberiku uang saku !!


tok..tok..tok...


" assalamualaikum !!"salamku.


" waalaikumsalam " terdengar suara beberapa orang dari dalam sana .


ceklek...


Mataku melongo mana kala di dalam ada om Za, Wisnu , bu Fatima , bapak kepala sekolah dan Vita juga beberapa orang guru lainnya.


" Salwa , duduk nak, " ucap bu Fatima . Aku mengkode dengan alis pada om Za dengan maksud apa yang sebenarnya terjadi tapi bukannya menjawab ia hanya diam sambil tersenyum tipis.Melihat Wisnu dan Vita disana aku jadi berfikir apa mungkin nanti aku akan sparring melawan Vita di ring tinju.

__ADS_1


" bisa kita mulai saja ?" tanya pak Rusli selaku kepala sekolah.


Aku yang duduk di samping om Za meliriknya penuh tatapan nanar.Om Za menggenggam tanganku.


" Salwa apa betul , Wisnu mencoba berbuat tindakan mele*cehkan di toilet beberapa hari kemarin ?"


deg.....


bayangan kejadian itu kembali terekam di ingatanku.


" ceritakan saja , dik !" ucap om Za.Aku melirik Vita yang juga ada disana apa urusannya dia disana.


" iya..." cicitku .Beberapa terkejut tapi beberapa lagi biasa saja.


" Vita ngapain disini bang ??" tanyaku.


" dengar dan lihat saja," jawabnya.


Ternyata Vita menyaksikan kejadian saat aku bersama Wisnu karena tak sengaja ia mendengar percakapanku dengan Wisnu saat hendak masuk ke kamar mandi , ia pun melihat tapi tak berani berbuat apapun saking ia terkejutnya, selama ini laki laki yang ia sukai ternyata seperti itu kelakuannya.


" loe ada disitu tapi loe ga nolongin gue ??" tanyaku yang mulai kesal dan marah.


" sorry Sal, pas gue mau nolongin, loe udah keburu kabur sendiri.." jawabnya


" dik, sabar ..Vita jugalah yang bilang sama abang kalau ia menyaksikan kejadian itu . Abang juga meluruskan kabar berita bohong itu pada Vita , tentang hubungan kita ," jawab om Za menenangkanku.


Aku menghela nafas , Wisnu nampak tak berkutik selain kata maaf dan menyesal alasannya karena ia sangat kesal dan marah , aku tidak menerima perasaannya.


Dengan perdebatan alot , aku berusaha menenangkan om Za , aku hanya kasihan jika harapan orangtua Wisnu bahwa anaknya akan lulus pada tahun ini harus kandas jika Wisnu dilaporkan pada pihak berwenang.


.


.


" Salwa cuma kasian sama orangtua Wisnu , bang...ini sudah di penghujung tahun masa sekolahnya.." ucapku mencoba berlapang dada biarkan yang sudah terjadi terjadilah dan jadikan itu sebagai pembelajaran untuk ke depannya.


" kalau bukan karena kamu , mungkin saat ini abang sudah membuatnya mendekam di penjara !!" ucap om Za saat kami sudah berada di mobil menuju pulang.


" lalu orang yang sudah menyebarkan berita itu bang ??" tanyaku.


" tadi pagi sudah dibawa ke kantor polisi , apa dik mau mengunjunginya ?" tanya om Za.Aku mengangguk ragu.


Masih belum percaya jika orang itu adalah tante Cut.Wajah kalem bak bidadari penghuni surga ternyata mampu berbuat serendah ini hanya karena dibutakan oleh sebuah obsesi.Dibalik perawakan anggunnya menyimpan sejuta sikap yang tak mampu ditebak orang, beda halnya denganku yang dari luar saja orang sudah tau aku seperti apa.


" maaf.." satu kata ajaib yang sering orang katakan namun belum tentu mengimani maknanya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2