Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
kunjungan perdana sebagai bu camat


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


mobil terparkir di sebuah rumah panggung yang dikelilingi pepohonan, beberapa pohon kopi ,pisang dan tanaman sayur, begitu asri .


" ini rumah pak Samadi , RT disini, Za..! kita bisa bermalam disini " Om Mirza menarik tuas dan memutar kunci mobil. Rupanya kedatangan pak camat sudah ditunggu-tunggu oleh semua warga untuk menyampaikan keluh kesahnya,ditambah mereka tak sabar ingin segera bertemu dengan camat idola mereka.


" bang ! kita sudah disambut ,sebaiknya kita segera turun.." sahut tante Cut.


Melihatku yang masih tertidur , Om Za merasa tak enak jika membangunkan ku.


" sebaiknya kalian duluan saja ,saya menyusul !" ucapnya menatap wajah tenangku.


" tapi bang ??" ujar tante Cut


" sudah dek Cut ,kita duluan saja !" timpal Om Mirza mengajaknya keluar .


Terlihat dari balik kaca mobil depan ,mereka menyambut kedatangan tetamu namun kening mereka berkerut bahwa diantara keduanya tak ada sosok pak camat.


Aku menggeliat ,dan mulai mengerjapkan mataku ,merasakan bahwa mobil yang berhenti.


" loh ! udah nyampe nih ??" ucapku mengangkat kepalaku ,aku meneliti posisiku ini,setauku tadi aku bersandar di sandaran kursi tapi kini aku asyik nempel di dada bidang Om Za ,seperti cicak cicak di dinding.


" akhirnya bangun juga , kecil kecil kamu berat ..!" suara bass menggoda itu terdengar juga di telingaku,aku mendongak .


" kenapa ga dibangunin sih , Om...!" aku menjauhkan badanku dari dada Om Za.


" kamu tidur kaya orang pingsan !" jawabnya .


" masa sih ??!" heranku.


" ayo turun ,warga sudah menunggu ... Mirza dan Cut juga sudah duluan !" Om Za membuka pintu mobil .


" Om !! tunggu , nyawa Salwa belum ngumpul !!" pekikku ketus masih merasa sedikit limbung,tapi bukannya mendengar Om Za malah berlalu keluar ,aku mendengus kesal dengan bibir yang cemberut ,membuka pintu mobil dan turun ,menyibakkan rambut panjang ku.yang tertiup angin .


Karena yang kupijak adalah tanah merah pantas masih banyak bebatuan dan kerikil ,aku terlalu sibuk mendumel dan mengumpulkan kesadaran hingga tak sengaja kakiku tersandung batu


" blugghh !!"


" aww....!!"


" Salwa ??!! kamu kenapa ??" pekik Om Za langsung berlari membangunkanku yang sudah jatuh dan terduduk di tanah dengan luka lecet di tangan karena menahan agar wajah ku tidak mendarat di tanah merah .


" makanya hati hati ," ia malah tertawa geli melihat ku jatuh dengan bibir ditekuk seperti donald bebek.


" disuruh tunggu juga ! maen pergi aja , Salwa belum sadar bener Om ,masih coba turun ke bumi dari dunia mimpi !!" sarkasku.


Om Za berjongkok " ya sudah , kalo gitu naik ke punggung abang kalo memang belum sadar ! " kekehnya lagi


Om Za berjongkok di depanku ,dengan senang hati aku melompat ke punggung yang sandarable itu ,tak usah repot-repot berjalan kan ...

__ADS_1


" happ "


dengan sekali hentakan Om Za berdiri dan menggendongku di belakang ,"ada yang luka ??" tanya nya ,aku menunjukkan telapak tangan yang tergores dan kotor bahkan di dalam lukanya terlihat kotor oleh tanah dan bebatuan kecil.


" nanti kita obati di dalam !" jawabnya .


" assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


posisi kami saat ini sontak membuat orang-orang yang ada di dalam melongo ,seorang camat idola sedang main gendong gendongan dengan seorang gadis belia . Aku menepuk pundak Om Za minta diturunkan


Om Za menarik tanganku dan membawaku masuk


" selamat datang ,pak di desa kami ,ya beginilah keadaan nya pak !!" sambut si pemilik rumah sekaligus RT disana.


" terima kasih pak ,justru saya yang banyak banyak berterimakasih sudah disambut dan diberi tempat untuk bermalam..." jawab Om Za,ramah ,memang patut semua warga mengelu elukannya bila sedang dalam mode pak camat yang low profile nya Om Za memang berkali kali lipat tampan ,baik dan ramahnya .


Tanpa sengaja aku terpana dengan Om camat ini,yang sedang bercengkrama dengan beberapa warganya ,obrolan terjadi begitu hangat dan terbuka jauh dari kesan panas dan tegang layaknya debat antar paslon dewan rakyat ataupun pers conference seorang artis yang terlibat skandal dengan pejabat..


Segelas kopi tubruk Aceh ,dan beberapa teh manis hangat disajikan tak lupa kue kue khas Aceh yang masih aneh di telinga dan lidahku ,apa tidak bisa request pizza gitu atau cheesecake dengan minuman berboba kesukaanku ,sudah lama lidahku kelu tak merasakan minuman kesayangan ku itu.


Aku menarik narik jaket Om Za " Om ini namanya apa ??" tanyaku menunjuk salah satu penganan di depanku


" kue bingkang .." jawabnya " coba saja !!".


" kalo yang ini !!" tunjukku pada penganan mirip dengan pepes di bungkus daun pisang


" itu timphan..! "


Belum aku menunjuk lagi , Om Za sudah menyela " yang itu keukarah !!" lirihnya .


" lucu ya om,kaya sabut kelapa !!" jawabku ...


" ga ada cheesecake gitu Om,atau boba ??" tanyaku bergumam ,tapi rupanya gumaman ku terdengar oleh Om Mirza ia menahan kedutan di bibirnya .


Demi kesehatan jiwanya, Om Za memilih untuk diam,setelah selesai bercengkrama satu persatu warga bersalaman dan berebut foto dengannya ,sebelum besok Om Za benar benar berkeliling melihat fasilitas dan keadaan desa ini.


" siap pak ! untuk siapa ??" tanya nya


" buat ibu !" jawabnya


" oh jadi ini sosok bu camat ,pak !" seru pak Samadi,aku tersenyum dan menunduk


" wah..bu camat kita masih muda !" serunya.


" tapi cocok pak ! " jawab istrinya " yang satu tampan dan mapan ,yang satunya cantik ,!" serunya memuji .


" mari bu ,silahkan dicicipi !!" pintanya aku mengangguk .


" makasih bu ! Salwa udah nyicip ko ,walaupun awalnya ngerasa aneh tapi Salwa suka !! enak !!" seruku tersenyum manis .


" kalau ibu memang suka ,nanti biar saya bungkuskan kalau ibu pulang !" ucapnya antusias karena sang ibu camat suka.


" tidak usah merepotkan bu ,ini saja sudah lebih dari cukup ko !" sela Om Za.


" biarlah pak ! saya malah senang ,kalau bapak dan ibu suka ,kapan lagi ada moment seperti ini ,saya kira kalau anak muda tidak akan suka sama makanan tradisional khas kampung !" ucapnya , Om Za melirikku karena sebelumnya aku mengeluhkan tidak adanya cheesecake.


" apa aja Salwa suka ko bu ,asal jangan dikasih ranting sama batu aja ,kaya lagunya Koes plus ..." kelakarku membuat semuanya tertawa ,sedangkan dari tadi seorang wanita berjilbab samping Om Mirza diam sambil tersenyum getir , posisinya telah tergantikan .


" harusnya Cut yang ada disana ,bang ..." benaknya.


.


.


" ini kotak nya pak !" Om Mirza menyerahkan kotak p3k.

__ADS_1


" astagfirullah ,ibu luka pak ??" tanya pak Samadi


" iya pak ,hanya lecet saja tadi terjatuh..." jawab Om Za meraih tanganku hendak mengobatinya.


" tenang aja pak , Salwa kuat ko,sekuat baja !" ucapku jumawa , Om Za mengangkat alisnya lalu siapa yang tadi digendong hanya untuk beberapa langkah ke depan,ia menggelengkan kepalanya.


" kalau begitu saya dan istri permisi ke belakang sebentar, pak bu sekalian !" pamit pak Samadi


" iya silahkan pak !" jawab Om Za, Om Mirza dan tante Cut.


" aww...!!" aku refleks menepuk pundak Om Za saat tangannya menekan di lukaku dengan air untuk membersihkannya .


" jangan diteken Om,sakit !!" sarkasme ku.


" katanya kuat sekuat baja ??!" tanya Om Za dikekehi Om Mirza .


" Om nekennya di gosok gosok ! itu luka Om bukan pantat panci !!" omelku .


" itu lukanya kotor sal...harus dibersihkan sampai dalam takut infeksi !" jawab Om Za.


" so sweetnya ibu dan bapak camat kita ini !" decak Om Mirza,


" saya permisi keluar dulu , cari angin !!" ucapnya tante Cut.


Om Za menghembuskan nafas kasar saling melirik dengan Om Mirza.


" Om Salwa pengen pi*pis !" ucapku


" ya sudah ikut ke toilet sana ,sama pemilik rumah !" jawab Om Za.


Aku mencari-cari pak Samadi atau ibu Samadi ,kutelusuri setiap inci rumah sampai menemukan mereka tengah berada di dapur menyiapkan makan siang .


" maaf pak, bu.." aku menunduk


" eh bu camat ??!" ucap mereka kaget .


" kalau boleh saya mau ikut numpang ke toilet " jawabku minta ijin


" boleh bu ,silahkan ,toilet sebelah situ ,tapi maaf kalau kurang berkenan !" ucap mereka sopan


" ahhh ibu ,bapak jangan begitu ,!!" aku melengos karena sudah tak kuat.


Sudah 15 menit aku belum kembali Om Za mencariku ,takut kalau kalau aku malah celaka lagi,ia mencari cari namun langkahnya terhenti diambang pintu dapur saat melihatku tengah cekikikan dan bercanda dengan kedua pemilik rumah yang sudah tampak tak canggung lagi , mereka ikut tertawa puas mendengar setiap celotehku ,sungguh menggemaskan ,sebuah senyuman terukir di wajah Om Za ,akhir akhir ini dia sering sekali tersenyum sendiri kala mengintipku.


Tante Cut menutup matanya kala angin menerpa wajah dan hijabnya ,mengisi kekosongan hatinya dengan angin yang berhembus,mencoba mengontrol emosinya yang membuncah ,


kamu salah Cut, seharusnya dulu kamu lebih gencar lagi merebut hati bang Zaky ,apa aku harus menjadi seseorang yang bersikap rendah hanya untuk mendapatkan kebahagiaan?? hatiku sudah sangat penuh oleh bang Za,aku sangat mencintainya... dia hanya gadis ,tapi sepertinya bang Za sangat menghargai dan membuatnya menjadi seseorang yang istimewa , seharusnya akulah yang ada di posisinya bukan Salwa. Ia menghembuskan nafas panjang


" harusnya aku yang disana bukan Salwa !!" gumamnya


" sebaiknya mulai sekarang kamu harus menerima kenyataan nya Cut ,kalo Za sudah bersama Salwa ,hanya Salwa yang Za cintai saat ini ...." ucapan seseorang bak petir menyambar. Ia menoleh ke arah sumber suara.


" tapi apa kelebihan Salwa ,bang ?lihat saja tingkahnya ??!" Cut tak terima.


" tapi nyatanya kini Salwa yang bersanding dengan Za.."


" apa yang membuat abang yakin kalau bang Za mencintai Salwa , mereka hanya dijodohkan !!" sarkasnya masih kekeh.


" apa kamu tidak lihat dari tatapan Zaky? apa kamu tidak merasakan bagaimana sikap hangat Zaky? apakah kamu tidak menyadari perubahan Zaky sekarang setelah kehadiran Salwa ??!! sadarlah Cut !!"


" Cut sadar bang ,sangat sadar kalau bang Za itu milik Cut , bagaimanapun bang Za harus bersama Cut !!" perkataannya sontak memantik emosi siapapun yang mendengar termasuk Om Za yang tau tau sudah mencul di belakang mereka namun tak ikut bergabung,ia hanya bingung dengan Cut, harus dengan cara apa lagi ia menjelaskan kalau ia sudah menikah, ia menyayangi dan mencintai wanita yang kini jadi istrinya.


" Cut !!" pekik Om Mirza.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2