Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
cinta tak bisa dipaksakan


__ADS_3

bismillah happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


Aku mencebik kesal , Om Za melepas topiku dan menggantinya dengan topi kebesarannya,kepalaku saja hampir tenggelam karena ukuran kepalaku yang sedikit lebih kecil.


" gadis nakal !!" gemasnya ,saat melihat wajahku yang tertekuk kesal dengan pipi menggelembung layaknya ikan buntal.


" wahhh , Om Mir kasih applaus deh buat Salwa ,ibu camat yang berani !!" seru Om Mirza.


" bukan berani mir..tapi bar bar !!" seru Om Za masuk ke dalam mobil ,dan duduk di sampingku sambil mencubit pipiku hingga aku menepis tangannya.


" Salwa tidak perlu se sarkas itu pada orang ..." baru juga dapat masalah, sekarang kena siraman rohani pula.


Aku tau memang jadi istri seorang pemimpin sangat sangat harus menekan ego ke titik terendah ,pasalnya selalu menjadi sorotan massa, sekalipun maunya ku seret saja rambut Vita sampai ke tengah jalan.


" Salwa kesel bang ..!" aku mendengus ,


" Salwa lapar ga ??" tanya nya tak nyambung. Tentu saja aku lapar ,melihat ini sudah masuk waktu makan siang dan aku belum makan. Tapi aku diam ,gengsi ku terlalu tinggi untuk sekedar bilang iya.


" Mir,,nanti gue anter sampe depan kantor kecamatan !!" ucap Om Za


" siap pak bos ,gue ga diajak nih ??!" tanya nya.


" ini kan mau cari baju buat hadir di acara loe ,kenapa jadi pengantin ikut ikutan !!" jawab Om Za


" kali aja mau ditraktir makan siang gitu !! " serunya sudah tak malu lagi meminta pada sahabat sejak SMA nya.


" jadi loe laper juga ?? " tanya Om Za.


" jelas lah !! pake tanya lagi bapak ini !! " jawabnya .


" oke ,kita mampir dulu ke rumah makan !!" jika dalam hal begini Om Mirza selalu satu frekuensi denganku ,mataku meneliti bangku yang berada di depanku ,menyipitkan mata .


.


.


Mobil berhenti disebuah resto ,


" disini pak ??" tanya Om Mirza tersenyum lebar, Om Za mengangguk


" aisshhh...!! ini nih yang gue suka dari loe ..bapak camat kita ini ga pelit !!" serunya ,karena resto ini adalah salah satu resto yang paling ramai dikunjungi ditambah harganya yang sedikit mahal.


Bibirku masih seperti bebek ,tangan yang dilipat tanda tak ingin digandeng.


" sal..." panggil Om Za yang sedari tadi memperhatikan gelagatku tak biasa.


" hey , kenapa ??!" tanya nya meraih lenganku sebelum melangkah jauh ke dalam restoran.


" ngapain sih tuh tante tante ikut mulu ,apa harus masalah pribadi gini ikut juga ,ga cukup apa seharian jam kerja nempelin abang !!" tanpa kusadari bibirnya tertarik ke atas tipis .


" cemburu ?? tanya nya.


" tanyakan saja pada rumput yang bergoyang...!!" sarkasku menyusul Om Mirza dan tante Cut, sepertinya Om Za harus banyak belajar dari daun putri malu ,biar peka !!! bila kuukur tingkat kepekaan lelaki matang ini ,akan kusematkan level satu padanya .


" tunggu abang !!" ia meraih tanganku dan mengapitnya .


" ga usah diapit gitu ,ketek abang bau !!" kesalku ,kuluapkan rasa kesalku pada Om Za.


" bukannya ketek abang wangi ya ,dan kamu suka !!" kekehnya.


" udah engga ,ngga suka sama ketek cowok yang ga peka !!" jawabku langsung menjurus.


" oke..abang minta maaf ,apa karena dek Cut ?" tanya nya menghentikan langkah kaki kami.


" kenapa ga sekalian panggil sayang aja ,bang ??" tanyaku membuatnya tergelak.


" kamu menggemaskan kalo lagi cemburu ,dan abang suka !" jawabnya sangat menyebalkan ,


" abang tidak mengajaknya ,dia sendiri yang mau ikut ,abang tak enak jika menolak tak ada alasan logis buat nolak " jawabnya tanpa memikirkan perasaan ku.


" abang kan bisa jawab kalo abang cuma mau pergi berdua sama istri sekalian kencan !! abang ga mikirin perasaan Salwa ! " jawabku ketus ,dimana akal si bapak camat ini ,untuk urusan pekerjaan ataupun memimpin otaknya seratus persen briliant tapi kenapa hanya untuk ketegasan pada perempuan saja dia seperti laki laki yang lembek.


" ya sudah abang bilang sekarang sama dek Cut " jawabnya hendak masuk ke restoran.


" ihhh...!!! " aku menahan tangannya ,yang benar saja sudah membolehkan lalu sekarang dia akan menolaknya ,bisa gila mendadak wanita itu ...dan aku tak mau kalau nantinya para pengunjung resto menyalahkan aku dan Om Za kalau sampai tante Cut nangis guling guling disana.


" adek...adek...!!" gumamku kesal berdecih . Ia malah tersenyum manis bikin pertahanan ku runtuh. Tangannya meraih kepalaku dan mengusap lembut rambutku.


" apa abang boleh memanggil Salwa dengan sebutan dik ..." bisiknya ,

__ADS_1


kenapa ga dari dulu sih...


" abang sebenarnya ingin memanggil itu sejak dulu tapi melihat dan mendengar Salwa memanggil abang dengan sebutan Om saja bikin nyali abang ciut ,abang sadar diri ,dik .." sendunya, terlihat jelas jika selama ini Om Za menjaga perasaan ku yang terkadang merasa masih canggung padanya hanya karena sebuah nama panggilan.


geli memang karena aku bukan adiknya ..


" Salwa bukan adik abang !!" kepalaku langsung berpaling membuat Om Za tersenyum getir " ya sudah tak apa kalau memang Salwa tak mau ,abang tidak memaksa " jawabnya sambil berjalan ,tapi aku langsung meraihnya cepat


" Salwa maunya dipanggil sayang !!" aku mengedipkan kedua mataku dengan bulu mata yang lentik, bibirnya melengkung sumringah ,tangan dengan jari tengah yang terpasang cincin nikah itu mengacak rambutku gemas.


" di copy !!" serunya .


" ga teh aja ??" tanyaku,kami berdua tertawa kecil.


Om Mirza begitu lahap ,memakan makanan yang ada di depannya mirip seperti presenter acara makan makan di TV


" Om Mir,berapa lama ga makan ??" tanyaku di sela sela kunyahanku.


Ia terkekeh " maaf ya sal...coba deh ini enak loh ,ini best seller disini , Zaky saja suka !!" Om Mirza menggeser piring berisi masakan khas Aceh .


"masa sih ??!" baru aku akan menyendoknya dan mencoba milik Om Mirza,tangan Om Za menahanku dan berdehem.


" kalo kamu memang mau coba punya abang saja ,dik !!" ucapnya , Om Mirza menatap kami bergantian .


" sorry Za gue lupa ,suka kebablasan !!" bisiknya,disamping Om Mirza tante Cut makan dengan kalemnya .


sendokku menyendok untuk merasai makanan di piring Om Za ,mataku berbinar " emmhh enak !!" seruku yang lahap


" tau gitu tadi pesen ini !!" jawabku


" kamu mau ??kalo gitu pesan lagi saja !!" Om Za segera memesannya kembali


Aku menyendok kembali lalu menyodorkan nya di depan mulut Om Za


" aaa...!! "


" dik.." gumamnya masih merasa malu ,bukannya aku yang malu tapi kedua makhluk di depanku sudah merasa canggung berada disini .


" haduhh tau gini gue ajak Aisyah !!" ucap Om Mirza ,tante Cut mengalihkan pandangannya ,makanan lezat pun terasa hambar .


"maaf , Cut ke toilet dulu sebentar " pamitnya.


" happ !!" tanganku tersentak Om Za melahap nasi yang ada di sendok.


.


.


.


" pak saya udah ngajuin cuti untuk 5 hari ke depan !!" ucap Om Mirza ,dan Om Za mengangguk


" untuk sementara Rizky yang akan menggantikan posisi Mirza!!" jawabnya.


" siap pak !!"


" selamat berlibur ,sampai jumpa di pelaminan mu !!" pamit Om Za.


Aku merotasi bola mataku ,bisa dikarungin dulu ga sih nih ulet bulu satu ,pengen ikut aja ,jadi berasa kaya drama sinetron ikan terbang ,yang poligami aja ...


Kami sampai di sebuah butik


Aku memilih milih pakaian yang cocok untukku ,tidak terlihat norak namun tetap sopan ,dan tidak terlihat tua juga.


Memang pada dasarnya laki laki tidak senang memilih dan berbelanja Om Za hanya duduk sambil memainkan ponselnya ,


" dek Salwa , sepertinya itu cocok untukmu !!" serunya ,haduhhh ko gue ngerasa jadi madunya tante Cut sih !!


" ogah ahh norak,kaya emak emak!!" jawabku ia tersenyum getir,aku lebih memilih meminta saran pelayan toko,saat aku sedang memilih ,dimanapun ada kesempatan ulet keket selalu mencari celah untuk tujuannya.


" bang Za ,ini cocok tidak untuk Cut ??!!" senyumnya malu malu serigala keluar dari ruang pas. Namun karena memang lelakiku ini pada dasarnya sudah dingin ,cuek bin kaku dari lahir ,ia hanya mengangguk malas tak perduli menanggapinya.


Aku lebih memilih kebaya brokat dengan kain bawahan rok yang panjang dengan belahan di pinggirnya , terlihat fresh dan mewah juga glamour namun tidak meninggalkan kesan tua , berwarna peach .


" bang !!" panggilku sedikit meringis takut terlihat jelek ,memang cocok ,badan semampai yang sedang ranum ranumnya , seperti kembang desa yang tengah berkembang pas di beberapa bagian tubuh dan terlihat cocok .


Mungkin nantinya yang menjadi sorotan bukanlah pengantin nya namun bu camat muda ini .


" dik ...!" Om Za tersenyum


" bagus ga bang ??atau keliatan tua ya ??!" jawabku sendiri.


" cantik !!" pujinya membuatku merona , wajah kesal jelas terlihat dari Tante berkerudung hijau daun layu ini.


Ia sampai menghentakkan kakinya lalu masuk untuk berganti lagi pakaian .


.


.


.


.

__ADS_1


Kami berdua mengantarkan tante Cut pulang ke rumahnya ,ia memaksa kami untuk mampir ..aku hanya merasa tidak enak hati saat tante Cut memanggil ibunya karena kedatangan kami.


hatiku terasa tidak ikhlas untuk turun dari mobil,kaya kalo makan dicomot orang pas lagi enak enaknya...ga ikhlas.


" ayo bang Za, Salwa mampir dulu saya sudah bilang sama ibu kalau abang akan mampir !!" ucapnya dengan sok ,tanpa meminta persetujuan dahulu,ia turun duluan.


" kalau adik tidak mau masuk sebaiknya kita batalkan saja ,biar abang yang bilang sama Bu Mila " jawab Om Za ,entah harus sujud syukur atau tidak akhirnya suami kaku ku ini peka juga.


"jangan bang ,tidak enak !!" jawabku menahan tangan Om Za.


" tapi abang tidak mau kamu merasa tidak nyaman , perasaan kamu lebih penting untuk abang !" jawabnya ,ahhhhhh !!!!!! boleh terharu ga sih ...boleh cium sampe bengek ga sih lelaki di sampingku ini ....


" ga apa-apa bang , Salwa baik baik aja ,asal abang ada sama Salwa " jawabku sambil mengeratkan pelukan lenganku di lengan Om Za.


" assalamualaikum..."


"wa'alaikumsalam...eh nak Zaky !!" seru bu Mila.


" iya bu ,"


" ini ??" tanya nya menunjukku .


" Salwa ,tante " jawabku.


" ini istri Zaky bu !!" jawab Om Za mengenalkanku. Ada raut getir di wajah wanita paruh baya ini


" oh ini istri nak Za?? " ia tersenyum ramah nan tulus,tidak seperti anaknya ,hanya saja aku harus waspada .


" cantiknya ,masih muda !!" ucapnya mempersilahkan kamu duduk dan membuatkan air minum.


" berapa umurmu nak Salwa ??" tanya nya ,kenapa sih orang orang sensi banget sama umur...


" 18 lebih ,tante !!' jawabku .


" oh ! masih SMA??"tanya nya lagi.


" SMA tan..maunya sih udah kuliah tapi berhubung kata bu guru Salwa ga masuk kriteria masuk kelas akselerasi jadinya harus sekolah normal pada umumnya!!" jawabku ngaler ngidul , ibu Mila tergelak mendengar penuturan polosku.


" dek Salwa ini ,lucu... kecil kecil sudah menjadi ibu camat dong !!" serunya .


" iya tan.. tapi Salwa kurang suka kalo disebut ibu ... Salwa belum ibu ibu soalnya !!" jawabku lagi ,bu Mila kembali tertawa kecil.


" bang , Salwa pengen ke toilet !!" bisikku .


" kenapa dek Salwa ??" tanya bu Mila melihatku meringis menahan perut ,mungkin kebanyakan minum jadinya aku tak tahan harus bolak balik kamar mandi.


" tante , Salwa ikut ke toilet !!" ijinku ,


" oh mau ke toilet ,lurus aja terus belok kiri " jawabnya ,aku segera berlari sesuai arahan .


Tante Cut turun dari kamarnya , tampilannya sungguh beda dari biasanya rambutnya yang pendek bergaya bob bahkan beberapa helai rambutnya berwarna kecoklatan ,juga baju santainya seperti niat menggoda iman kaum laki-laki, sudah seperti bunglon ... Namun sepertinya Om Za sudah tau itu hingga ia terlihat biasa saja, bagaimana tidak di rumah sudah punya yang lebih hot dan yahudd...


" ibu fikir Zaky belum menikah , tapi selamat ya Za atas pernikahannya,padahal dulu ibu berharap kalau Cut bisa menjadi pendamping nak Zaky !" lirih bu Mila, diantara ketiganya hanya wajah Om Za lah yang terlihat santai dan cuek saja.


" maaf bu,tapi dari awal memang saya dan Cut hanya sekedar teman dan rekan kerja !" jawabnya datar.


" abang !!" lirih tante Cut sedih.


" iya nak Za ,cinta memang tidak bisa dipaksakan ,sayang sekali !!" ucapnya getir sarat akan kecewa.


" iya bu ,saya sangat mencintai Salwa istri saya !!' jawabnya menatapa keduanya.


" tapi kenapa harus Salwa bang ,dia masih kecil!!" jawabnya tak sopan.


" Cut Fitri !!" sentak bu Mila.


Aku menghela nafas tak sengaja mendengar obrolan mereka ,aku berjalan kembali ke ruang depan,melihatku kembali dari toilet Om Za langsung pamit.


" sepertinya sudah mau sore juga ,saya dan Salwa pamit pulang !!"


" tapi bang ko sebentar !!" jawab tante Cut,bu Mila menahan lengannya . Sedangkan aku yang melongo seperti kambing be*go hanya menuruti perkataan suamiku .


" sudah sore Cut ...saya dan Salwa pamit !" jawabnya menegaskan ,namun tatapan ramahnya sudah tak terlihat lagi malah terkesan kesal dan menahan amarah.


" tante , Salwa pamit dulu!! " aku meraih punggung tangan bu Mila dan pamit ,ia pun mengusap lembut kepalaku


" assalamualaikum"


" wa'alaikumsalam"


.


.


" bang ..." panggilku


" iya sayang !!" ia menoleh seraya tangannya yang merangkul pinggangku berjalan menuju mobil.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2