
bismillah happy reading all π
Wajahku bersemu merah dipanggil sayang,apa keputusan kami salah untuk masuk ke sini , terlihat sekali tampang tak mengenakkam dari Om Za seperti nasi yang sudah basi.
" abang ga apa-apa kan ??" tanyaku menengok ke arah wajahnya.
Ia tersenyum manis ,segera membuang jauh jauh muka basinya.
"abang ga apa-apa..!" sebelum akhirnya kami masuk ke dalam mobil.
" assalamualaikum umi ....!" aku berlari memeluk umi meninggalkan Om Za dan Afrian di belakang .
" wa'alaikumsalam nak... Salwa sehat ??" tanya umi.
" Alhamdulillah...umi sendiri ?? " tanyaku duduk disamping umi dengan masih memeluknya.
" Alhamdulillah ," seperti biasa wanita paruh baya ini selalu tersenyum hangat ,hingga kehangatannya sampai ke hati saking tulusnya.
" Salwa kangen umi , abi mana ??" tanyaku.
" abi di dalam nak ,yu masuk !!"
" ihhh umi ,sudah punya mantu , Rian dilupakan !!" ucap Afrian.
" astagfirullah...umi sampai lupa ada anak umi yang lain....sini nak ! kapan datang ??mana papah mamahmu ??" tanya umi menyambut Afrian.
" mamah sama papah katanya menyusul besok , Afrian baru sampai kemarin ,umi ..." melihat kedekatan umi dan Afrian seperti layaknya anak dan ibu kandung ,
" abi... bagaimana sekarang??" tanya Om Za menghampiri abi yang duduk di ranjang dengan swetter dan syal nya.
" Alhamdulillah,bang ...abi sudah lebih baik.."
" assalamualaikum abi...!!" sapaku dengan membawakan semangkuk bubur kacang hijau buatan umi untuk abi ,umi baru saja akan memberikannya melihat umi membawakan nampan untuk abi ,aku yang notabenenya adalah mantu sholeha di mata para penghuni syurga ,tak ingin melewatkan kesempatan untuk berbakti pada mertua.
" wa'alaikumsalam nak...!" abi tersenyum kaku ,terlihat jelas dari wajah pucatnya bahwa abi memang tengah berjuang melawan penyakit.
" kata umi ,abi makan dulu bubur kacang , Salwa bawain !!" jawabku.
Om Za tersenyum tipis ,pada dasarnya aku adalah gadis yang berhati tulus dan baik namun kelakuanku bak dewa Loki,yang kerjanya rusuh dan usil sudah tak dapat tertolong lagi .
" biar Salwa suapin ya bi...!!" seruku ,abi mengangguk lemah .
Aku sedang duduk di teras belakang memandangi perkebunan luas milik mertuaku ini ,tak menutup kemungkinan dalam waktu cepat Om Za lah yang akan mengurusnya , semakin sibuk saja Om Om pria matangku ini.
" cup !!" seseorang mengecup pucuk kepalaku.Aku mendongak dan melihat kemana arah ia melangkah dan duduk di sampingku.
Dengan bahu yang sandarable ,lantas aku menyandarkan kepalaku di bahunya memeluk posesif lengannya.
" bang ...."
" hemm"
Mataku menyipit , kebiasaan buruk yang bikin orang kepengen jahit mulutnya sekalian
" apa nanti abang akan semakin sibuk ya ? tadi abang bilang mulai saat ini perkebunan abang yang handle ...abi juga bilang cepat atau lambat perkebunan akan menjadi milik abang " jawabku sendu.
" lalu ??"
" ishhhh !!!" aku memukul lengannya ,
" ga peka banget sihhh ,makanya otaknya jangan mikirin warga terus , istrinya kek yang dipikirin !!" kesalku.
" kamu bukan hanya dipikiran abang sal..tapi di hati abang ..." ucapnya haruskah aku joget Caesar sekarang karena hatiku sudah penuh dan sesak oleh bunga ,semurahan itu ya Allah, baru gombalan receh kaya kembalian permen gini aja hati gue udah cenat cenut.
" memangnya kalau nanti abang mengurus perkebunan kenapa ??apa Salwa tidak mau mendampingi abang ?" tanya kembali pada topik awal
" bukan gitu bang ,pasti nanti abang akan lebih sibuk lagi ,ga ada waktu buat Salwa " jawabku dengan wajah sendu.
" kenapa begitu ? selalu ada waktu buat Salwa , kemanapun abang pergi Salwa harus disamping abang !!" jawabnya , perasaan ku seperti tergelitik mendengar jawaban itu ,ini Om Za si pria kaku bukan sih ? atau virus Afrian nular sama Om Za .
" abang ga apa-apa kan ?? abang ga punya penyakit parah kan ??" tanyaku yang khawatir , biasanya jika orang berubah begini seperti bukan dirinya waktunya sudah tidak lama lagi....
naudzubilah....aku bergidik.
Aku memeluk Om Za " abang jangan pergi ninggalin Salwa ,bang.. masa masih muda ,Salwa jadi janda!!" rengekku. Om Za menautkan kedua alisnya
" memangnya abang mau kemana ?" tanya nya sejenak dia kebingungan tapi kemudian.
" astagfirullahaladzim...pikiran kamu , do'ain abang segera dipanggil Allah??!!" aku menggeleng cepat
__ADS_1
" jangan !! abang kan belum belah durennya Salwa !!" jawabku ,senyumnya terbit bak penjahat.
" memangnya Salwa sudah mau nih ??" tanya nya ,nah kan senjata makan tuan ini namanya.
" ya...ya ..mau tapi..ga sekarang.." jawabku ambigu.
" kapan ??nunggu abang sudah rempo ??" tanyanya tertawa ." insyaallah abang masih kuat !!" tambahnya.
" ishhh ,kalau sudah dipancing suka keterusan ,dasar pak camat mesum !!" pekikku memukul mukul dadanya dan Om Za malah tergelak.
" sana mandi ,sudah bau asem !" titahnya.
" enak aja !! Salwa ga bau ya.. Salwa masih wangi dan cantik kaya Dewi Sinta !!" ucapku jumawa
lha si Salwa bawa bawa nama gue (Mimin)
Alisnya terangkat tak terima " kalo kamu Dewi Sinta berarti abang Rama??" aku menggeleng kuat .
" terus ??" tanya nya .
" abang, Rahwana !!!" aku langsung mengambil langkah seribu ,ingin kabur namun Om Za langsung menangkap ku ,kehebatan apa yang Om Za punya padahal aku merasa sudah mengelak cepat tapi tetap tertangkap ,apa jangan jangan Om Za pensiunan iron man ???
" ini yang namanya Rahwana !!" Om Za membawaku seperti karung beras .
" ampun Om !! Salwa bukan beras Bulog !!" pekikku .
Umi tersenyum melihat interaksi itu dengan Afrian yang tersenyum getir ,
" semenjak ada Salwa , abang jadi lebih banyak tertawa ,tidak sedingin dulu " gumam umi ,menatap ke arah pasangan berbeda generasi antara generasi reformasi dan generasi micin.
sebongkah es kutub perlahan lahan mencair...
bukan dengan siapa kamu hidup tapi bagaimana cara hidup kamu bersamanya.....bukan dengan siapa kamu mencintai tapi bagaimana caranya mencintaimu....
" abi...maaf ya Salwa ga bisa lama lama ," sesalku memijit mijit kaki abi.
" maunya sih disini sama abi sama umi ..." tambahku.
" sama gue engga sal ??" tanya Afrian berkelakar.
" ogah ...!!" decihku Afrian mencebik sambil tertawa. Apa karena satu gen jadi sifat mereka hampir sama ,suka memerintah dan memaksa ....
Sudah setengah jam aku berdiri di depan cermin ,jujur aku tak terlalu pandai berias diri padahal Om Za sudah tampil paripurna layaknya sultan berbatik ,tampan maksimal...
Sepatu berhak hanya 5 centi kupilih agar tak terlalu membuatku kesulitan berjalan ,tidak usah menyulitkan diri sendiri ,begitu kata Om Za tapi tetap saja menjadi seorang istri camat akan tetap menjadi sorotan baik itu penampilan ataupun tingkah laku ,aku tidak mau saja saat nanti di acara ada adegan terjatuh karena hak sepatu atau susah bergerak karena baju.
" sayang !! sudah siap ??" tanya nya dari arah luar pintu kamar .
" Salwa ..takut jelek bang !!" ucapku dengan mulut tertekuk. Ia mendekat
" Salwa cantik,gadis cantik abang !!" memegang pipiku dan mengusapnya lembut
Aku tersenyum manis lalu merangkul lengan Om Za
" jangan biarin Salwa jatoh ya bang !!" ucapku sambil berjalan bersampingan dengan Om Za.
" jangan sampai jatuh kalau begitu !!" jawabnya tidak romantis ,apa yang kamu harapkan Salwa otaknya yang masih Pentium dua soal romantis... tidak dapat diharapkan !! mau di gendong sambil koprol ??
begitu janur kuning yang melengkung ,para tetamu undangan menyambut Om Za bak seorang artis saja ,padahal yang jadi raja dan ratu sehari disini adalah Om Mir...
Sepanjang koridor sampai masuk ke tempat pelaminan lenganku tak lepas dari menggandeng tangan Om Za.
Jujur saja aku tidak terbiasa memakai sepatu ber hak ,namun sepertinya mulai sekarang belajar memakai sepatu ber hak akan menjadi agenda tetap ku sampai beberapa tahun ke depan.
" selamat Mir...!!" senyum dan pelukan diberikan untuk sahabat terkasih bersama istri.
" hey bro ..!! thanks sudah mau hadir .." ucapnya ,tampak gagah dengan busana pengantin khas Aceh , begitupun tante Aisyah.
" makasih bang Za!!" ucap perempuan berjilbab itu lemah lembut ,berasa tak cocok saja pria pecicilan dengan wanita yang lembutnya mengalahkan sutra.
" hey sal...!!" seru Om Mir..
" selamat ya Om ,tante !!" aku tersenyum.
" oh jadi ini ibu camat muda kita !!" seru tante Aisyah,aku mengangguk .
" cantik ,menggemaskan ! tak disangka pak Zaky yang kaku dan kalem bisa menikahi gadis secantik ini !!" puji Aisyah.
" ahh tante bisa aja ,idung Salwa udah nembus plafon gedung nih !!" jawabku berkelakar.
__ADS_1
" bener ko !"
dari belakang seorang perempuan berjilbab dengan gaun muslim yang kukenali datang ikut bergabung. Bola mataku merotasi , lihatlah pakaian nya yang hebohnya mengalahkan pengantin wanita , karena ingin terlihat wow di depan seseorang,apa jadinya gaun yang ujung belakang nya sampai menyentuh lantai ini terinjak orang.
" ini yang nikah siapa sih ?? ko yang bajunya heboh tante Cut !!" gumamku pada Om Za,heran deh tetap dicuekin aja masih berjuang...salut deh untuk usahanya demi sebuah perhatian.
" assalamualaikum ,bang Mirza, Aisyah ....selamat ya !!" ucapnya .
" wa'alaikumsalam, terimakasih dek Cut !!" ucap keduanya .
" bang Za , sudah lama ??" ucapnya mengangguk
what ,apakah gue tak terlihat ???gila saja wanita ini setelah kejadian kemarin masih so polos dengan wajah tanpa dosanya.
" bang ,turun yu !! jangan terlalu lama disini orang orang udah pada antri !!" ajakku.
melihatku yang celingukan kebingungan Om Za menahan langkahnya.
" bang , Salwa susah turunnya !!" ucapku meringis ,melihat cukup tingginya podium pernikahan ,jika bukan dengan pakaian dan sepatu yang begini aku tidak akan kesulitan,tak diduga Om Za meraihku dan menggendongku turun dari sana .
" bang !!" aku sontak mengalungkan tanganku ke lehernya. " malu !!" cicitku menyembunyikan wajahku di baju batik coklat hitam itu. Spesies laki laki yang kaku dan tak kenal malu plus manis tuh ya ini...
" mau langsung makan ??" tanya nya ,aku lebih memilih berjalan menuju deretan desert yang disediakan ,bukan mau so so an diet tapi memang kapasitas perutku masih penuh oleh sarapan tadi pagi.
" Salwa mau makan itu saja !!" tunjukku
" oke abang ambilkan !! Salwa cari tempat duduk saja " jawabnya,pria bertubuh atletis ini menjauh mendatangi stand makanan yang kuinginkan,jika bersama orang ia akan menjunjung wibawa nya sebagai pemimpin, namun beda jika bersamaku ia akan menanggalkan pakaian camatnya ,dan menjadi seorang suami yang melindungi dan tentunya memanjakan istri magic nya.
Aku berjalan mencari tempat duduk yang pas
Aku terkekeh,dari kejauhan kulihat om Za yang mau bersusah susah mengambilkan makanan untukku menyatu dengan para ibu ibu yang biasanya memang selalu terdepan..
" maaf lama ya ,ini " ia menyodorkan sebuah piring kecil berisikan desert padaku .
Aku tertawa kecil " makasih banyak ,bang ..sweet deh ,sampai keringetan gitu ! " jawabku
Baru saja duduk untuk menikmati sajian yang tersedia , para jajaran kecamatan,dan perangkat desa maupun dari luar desa silih bergantian mengobrol dengan Om Za ,alhasil seharusnya aku bisa makan dengan santai ,menjadi tak bernafsu karena sikap yang mengharuskan menjaga image.
" hemmm ga tau apa makan yang paling nikmat tuh makan yang ga harus mikirin image !!" keluhku dalam hati ,apa perlu makanan disini aku kantongin semua dan bawa ke rumah biar bisa menikmati ....
Belum lagi ancaman wanita Medusa ,yang terus saja memperhatikan Om Za. Pengen gue tarik aja tuh jilbabnya.
" bang.. Salwa mau ngambil minum dulu !!" pamitku.
" iya ,hati hati jalannya !" jawabnya yang kembali mengobrol.
tidak biasa menggunakan heels bukan berarti aku tidak bisa ,jalanku pun tidak seperti robot,mataku memicing saat melihat tempatku digantikan oleh Tante Cut yang sok kenal sok akrab pada Om Za dan camat beda desa itu.
" kam*pret ,angkat pan*tat ilang tempat dong !!!"gumamku
mesti digimanain lagi sih tuh tante tante biar kapok buat deketin laki orang ,wahhh belum pernah ngerasain ditempelin api neraka ini !!! Racauku dalam hati.
senyumku tersungging ,mana kala otak devilku yang kini menguasai jalan pikiranku. Niat hati ingin melabraknya tapi ternyata Tuhan punya caranya sendiri untuk memperingatkan tante Cut.
Belum aku bertindak ,kakiku tersandung kaki kursi karena terlalu bersemangat ingin melabrak wanita berjilbab itu.
"byurrr !!"
sirup yang kubawa mengguyur tepat di atas kepala dan sebagian bajunya
" aaaa !!" ia langsung berdiri.
Mataku juga membola " ya Allah, maaf tante ga sengaja !!" ucapku mengulum bibirku , ternyata untuk kali ini penghuni langit meng ACC niat tak terpuji ku ...
" astagfirullah Salwa !! kenapa saya di siram ??" tanya nya.
" sayang ??!" tanya Om Za.
" kamu sengaja kan Salwa ??" sarkasnya
" suerr ga sengaja !!" jawabku menunjukkan kedua jari perdamaian.
" sebaiknya kamu ke toilet dek Cut !" ucap Om Za dan kedua orang yang mengobrol. Ia mengangguk dan beranjak.Matanya menatap tajam ke arahku lalu beranjak mencari toilet .
Namun naas baginya bak jatuh tertimpa tangga, baru akan berjalan gaun ala princess nya tak sengaja terinjak kaki kursi yang tadi sempat tergeser olehnya saat berdiri.
" sreekkkk !!"
" OMG !!!" aku menutup mulutku
__ADS_1
Ternyata karma memang benar adanya