Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
first Ki*ss


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" kamu yakin tidak apa-apa??" tanya nya saat sudah berada di depan toko bunga.


" yah ???" aku mengangkat kedua alisku ,tumben saja bukannya tadi dia malah menertawakan ku, sekarang terlihat begitu khawatir.


" ga apa-apa Om... Salwa udah ga apa-apa..." tangannya terangkat mengelus pucuk kepalaku , masih saja aku gugup dengan perlakuan Om Za , sepertinya mulai sekarang aku harus terbiasa dengan sentuhannya bahkan bila lebih dari sekedar sentuhan.


sepanjang memilih tanaman pun pikiranku tak fokus dengan sikapnya, tangan Om Za tak lepas merangkulku ,sesekali menggandengku sambil bercengkrama dengan pemilik toko,setelah mendapatkan beberapa tanaman yang kami inginkan , Om Za mengajakku ke pasar untuk membeli beberapa bahan makanan dan memasaknya ,dengan cekatan ia memilih milih sayuran dan daging yang bagus ,aku hanya memperhatikan nya ,gilaaa ...!! laki laki kaya gini langka...udah ganteng , pinter cari duit ,ga malu belanja pula ,aku mengagumi pesona si pria matang, beruntung banget gue...namun senyumku luntur mengingat sifat dinginnya , manusia memang tak ada yang sempurna kan ....


.


.


.


.


" kamu potong sayuran saja...biar abang yang memasak dan membuat bumbu...jangan lupa perhatikan abang biar besok besok kamu bisa sendiri... "jelasnya yang sudah memakai celemek satu kata buatnya


hawttt.....!!!!


mataku mencuri curi pandang sampai


" greukkkkk....!!" ..


" awww.....!!!" aku langsung meringis mengipasi jari telunjukku yang terkena pisau,dan mengeluarkan darah... Om Za yang melihat langsung meraih tanganku menyesap darah nya dan meniup niup tanganku .


" hati hati sal....sebentar abang bawa plester dulu..." ia segera mengambil kotak p3k dan menempelkan plester pada lukaku yang sebenarnya tak seberapa


" sudah !! kamu perhatikan abang saja..." pintanya aku mengangguk,hatiku masih terasa hangat.

__ADS_1


aku memperhatikan setiap gerak geriknya yang menjelaskan cara memasak , namun memang dasar otakku saja yang sudah gesrek ketularan Acha ,aku malah hanya memperhatikan wajah tampannya .


" tuukk...!!"


" aww.... Om sakit ih..!!" sarkasku refleks.


" makanya abang ngomong itu dipahami ,malah ngelamun ,kamu lagi ngelamunin hal jorok ya..." ucapnya


" dihhh .... astagfirullah...suka suudzon...engga yah..." kilahku yang masih terkejut karena ketahuan tak fokus.


berbagai macam hidangan sudah tersaji ,membuat salivaku naik turun


" happ...."


" emhhh enak Om..." pekikku


sesiang itu kuhabiskan waktu untuk belajar memasak bersama Om Za,bukan ...bukan tapi memperhatikan betapa seksinya Om Za saat sedang memasak..piring piring berserakan kotor , sekarang tugasku lah yang menumpuk ,aku mengikat rambutku lalu menyalakan keran wastafel ,kalau hanya tugas mencuci piring mah aku juga bisa .. di rumah bunda selalu menyuruhku untuk mencuci piring bekas makanku sendiri...


aku sedikit terjengkat saat dua lengan kekar melingkar di perutku dari belakang terhitung sudah 2 kali om Za begini...bibirnya mengecup pucuk kepalaku ,saking terkejutnya aku menjatuhkan gelas yang sedang kucuci ke wastafel, untungnya tidak pecah , Om Za hanya menertawakan kepolosanku ia menggelengkan kepalanya, istrinya ini memang sepolos itu Om....


sikap boleh saja bar bar tapi di mesrain laki laki saja aku mati kutu .


" tangan kamu sudah tak apa apa ???" tanya nya ,aku menggeleng


" engga Om.."


" sekaget itu kah kamu ,memang nya belum pernah dipeluk laki laki ??" tanya nya menggoda..


bibirnya melengkung " bagus..bagus... perempuan itu memang harus menjaga dirinya, untuk kelak calon suaminya."


" iya lah emangnya cowok... luluh dikit langsung meluk,entar klepek-klepek diambil deh kehormatan nya..." jawabku ..


" kalo laki laki itu bagaimana perempuan nya ,ya kalo perempuan nya merendahkan dirinya sendiri apalagi orang lain,kucing saja kalo dikasih ikan pasti dilahap." alibi Om Za ,yang menyamakan kedudukan pria dengan kucing.


" termasuk Om...??" tanyaku


" engga ... Abang juga pilih pilih.." jawabnya


" pantes aja udah berumur tapi belum nikah ,masih harus dicariin sama ortu.. " ledekku


" kalo calon banyak ,tapi tak mudah untuk memilih.." kilahnya


" oh ya ??? berarti Salwa wanita pilihan dan berhak di pertimbangkan dong... " aku membalikkan dengan memuji diriku sendiri , tersenyum puas baru kali ini aku memenangkan perdebatan dengan si pria matang ini.


" mungkin...!!! " jawabnya yang langsung beranjak ke ruang tengah.


aku yang masih tersenyum senyum mengekor melihat apa yang sedang dikerjakannya,aku mencebikkan bibir ku saat melihat Om Za mulai membuka laptopnya ,sudah pasti akan membosankan karena kalau sudah begini aku hanya akan dikacangin,aku menghempaskan p*an*tat ku di sampingnya.


" kalau gitu Salwa pulang aja ahhh.... Om ngapain sihh kerja terus...katanya mau nemenin Salwa liburan... " cerocosku,ia menghela nafasnya


" iya..tapi sambil kerja...hanya mengecek email yang dikirim saja..." jawabnya yang tetap fokus pada layar laptopnya

__ADS_1


drrtt...drrttt.....ia melirik nama Cut Fitri tertera,ada hawa panas dihatiku saat tante tante caper itu menelfon Om Za ,benar kan kalau tante Cut yang menelfon pasti langsung dijawab ,dan fokusnya teralihkan .


" hemmmm giliran pacar telfon aja langsung diangkat ,lah giliran istrinya ngomong dikacangin..." dumelku


" masalah kerjaan sal...lagipula kan kamu nanya abang jawab ko..." kilahnya .


" dah lah... Salwa mening tidur siang aja..." aku pergi dengan bibir cemberut menuju kamar , minta dipercaya tapi menyebalkan ,minta mengenal tapi tampak cuek...aku menuju balkon kamar dan menatap jalanan yang cenderung sepi ,hanya angin saja yang bertiup di siang hari membawa dedaunan kering bersamanya


sudah seperti kebiasaan lengan kekar itu sudah melilit pinggangku kini dagunya bertumpu di pundakku deru nafasnya terasa di telinga.


" jangan pernah cemburu pada sesuatu hal yang tak penting..." ucapnya


aku berbalik " tak penting tapi justru Salwa yang merasa dikucilkan..." jawabku


" abang bukan mengucilkan Salwa,tapi Salwa harus mengerti abang punya pekerjaan yang harus abang urus...inilah sumber uang untuk abang menafkahi Salwa..."


bukan itu ....yang kupermasalahkan...


" bukan masalah itu om...tapi Salwa ngerasa kalo Salwa tidak lebih penting dari tante Cut..." jawabku yang masih merasa cemburu pada tante Cut.


" berapa kali harus abang bilang itu masalah pekerjaan..."


" Salwa tau dia suka sama Om,dia cuma mau cari cari perhatian dari Om aja..." jawabku


" Salwa cukup...abang sudah bilang juga dek Cut bukan siapa-siapa...."


aku tersenyum jengah " dek??? kenapa ga sekalian panggil sayang aja... Om tuh bilang pengen lebih mengenal Salwa pengen memulai semuanya sama Salwa, tapi..."


sudahlah rasanya aku ingin pulang saja


" udah lah lupain... Salwa pengen pulang aja..." ucapku sambil hendak pergi dari hadapan Om Za,tapi belum aku menjauh Om Za meraih tanganku dan menarikku ke dalam pelukannya


" maafin abang kalau memang Salwa merasa dikucilkan...bukan maksud abang seperti itu." ucapnya ia merenggangkan pelukannya menatap lama ke arah mataku ,wajahnya makin mendekat ke wajahku ,hembusan nafasnya menerpa kulitku


benda kenyal itu mendarat mulus di bibirku ,inilah kali pertama aku merasakan sentuhan seorang lelaki , pikiranku tak bisa ku kendalikan lagi sudah hanyut terbawa arus..


Om za menyesap dan menggigit kecil bibir bawahku hingga aku membuka ruang mulutku ,lidahnya masuk mengabsen deretan gigi rapiku termasuk gigi gingsul ku mencari dimana li*dahku...aku yang tak mahir dalam hal ini hanya sanggup menerima perlakuannya saja.


first kiss yang terjadi beberapa menit mampu membuyarkan kewarasanku, Om Za melepaskan pagu*tannya mengusap lembut bibirku dengan ibu jarinya.


ia tersenyum manis " jangan melongo gitu...makin menggemaskan.."


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2