Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
celana pendek sepaha


__ADS_3

bismillah happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


Niat hati ingin seperti traveller malah jatuhnya seperti backpacker.


" yang bener aja bang !! ini aslinya ?? cuma bawa sekoper ??" tanyaku tak percaya melihat isi koper.


" mau kamu segimana ??satu lemari kamu bawa ??" ,bibirku mengerucut mendengar pernyataan Om Za.


Dari semalam hanya topik mengenai barang bawaan saja yang mencuat menjadi perdebatan ku dan Om Za,tidak seperti pasangan uwu di depan kami ,mungkin aura pengantin baru masih melekat di diri mereka.


" kalo bajunya kurang gimana ??pasti nanti kan main air bang !!" aku menghentakkan kakiku di tanah. Tau jika berdebat denganku tidak akan menang , Om Za hanya pasrah ,kalau bukan karena sayang dan cinta mungkin aku sudah dikubur hidup-hidup olehnya .


" nanti beli di jalan ," dorongnya masuk ke dalam mobil.


" yuu ,mir..syah..nanti kita telat ke pelabuhan...!!"


" ya ilah , Za sekali kali napa loe yang bawa ,biarkan pengantin baru di belakang berduaan !!" lirih Om Mir,saat keduanya bersamaan menuju bangku belakang .


Om Za mengalah lalu beralih ke kursi depan..


" nah gitu dong kan bukan cuma loe doang yang pengen berduaan..." Om Mirza merangkul ka Aisyah.


.


.


Tujuan kami ke pulau Weh saja agar menghemat waktu juga ,naik kapal cepat yang tak membutuhkan waktu lama. Bersyukurlah saat itu aku bisa melihat pemandangan yang belum pernah kulihat kawanan lumba lumba berlompatan di perairan, emang hamba Allah yang paling disayang gue..sampe kawanan lumba lumba aja rela nyambut dan nemenin perjalanan kali ini.


" liat deh bang... cantik banget !!!" seruku katro ,yang seumur umur hanya melihat lumba lumba itu di SeaWorld , Ancol lewat kaca ...itupun hanya sekali.


Bagai anak kecil yang kegirangan melihat sesuatu yang mengagumkan aku mendekati tepian kapal.


" sal... perhatikan langkahmu ,jangan sampai jatuh !!" Om Za mendekatiku.


si pria tampannya yang ampe tumpah tumpah ini tersenyum tipis , setipis kulit bawang ,bahagia itu sederhana tidak perlu berlian yang kadar karatnya besar untuk membuatku tersenyum dan tertawa... sepertinya dibawakan odong-odong pun jadi.


" kamu ga bosen apa liatin terus lautan ??" tanya nya hingga aku menaikan alisku dengan sesekali tanganku yang tergerak merapikan rambut yang tertiup angin.


" engga bang bikin seger !!" jawabku


" emang pemandangan yang disebelahmu ini kurang menarik ya kurang seger ??" tanya nya lagi.


" bosen !!" sarkasku sambil tergelak.


kenapa juga dengan Om Za ,makin hari makin menggemaskan rasanya pingin jadiin dia samsak tinju .Tidak pantas saja wajah tampan dan datar seperti ini bersikap manja hello apa kabar dunia persilatan ...jika seorang Rambo jadi kaya pinkyboy....


" sal..."


" hemm "

__ADS_1


Jika ada murid yang paling pintar itu aku dan Om Za lah gurunya ,


" sudah pintar meniru ya ??!" ucapnya.


" hehe..iya apa abangku sayang yang ganteng dan wibawanya setinggi langit di angkasa yang kaku nya ngalahin kulit yang diolesi putih telor ??" tanyaku terkekeh .


" abang ingin memiliki anak darimu " tanganku terdiam saat tengah melambai lambai terbawa goyangan kapal dan tiupan angin , tampar aku sampai aku terjatuh dan tenggelam ke dasar laut berteman dengan ikan ikan pemangsa ,apakah tidak bisa bertanya di tempat lain atau situasi lain ??? pertanyaan random seperti ini jelas membuat degupan jantungku semakin cepat tak karuan,dan wajahku menjadi pucat seperti kekurangan darah ,oksigen...aku butuh oksigen ...


Rasanya ingin kupukul kepalanya Om Za ,karena sudah membuat ku jadi seperti orang yang habis tersambar petir ...


" abang bisa ga sih nanya nya di tempat lain...ga romantis banget ,musik clasic kek atau candle light dinner kek !!" kritikku


Ada apa dengan wanita dan candle light dinner pikirnya ,apa segitu wow nya sampai setiap kali ingin romantis harus sambil makan malam yang ditemani lilin lilin kecil dan musik klasik...untung saja bukan lilin yang biasa ada di vihara...


" memangnya harus ??" tanya Om Za dengan polosnya ,please deh bang anak SD sekarang saja tau apa makna candle light dinner...


Om Za merapikan rambutku yang terbang terbawa angin lalu tatapannya menyorot padaku.


" abang memang tidak romantis ,abang memang sekaku ini ,tapi percayalah abang sangat menyayangi Salwa ,setiap do'a abang terselip nama Salwa agar selalu bahagia !!" lirihnya.


please jangan gelitiki aku wahai kupu kupu di dalam sana....baru saja tadi aku merasa seperti tersambar petir lalu kini dibuat terbang menembus awan dan atmosfir bumi .


Melihat dari pojok sana pun sama halnya dengan aku dan Om Za, Om Mirza dan ka Aisyah sedang berduaan syahdu layaknya jack dan Ros yang sedang naik kapal Titanic,melambai lambai manja pada dunia seakan jika dunia hanya milik berdua dan yang lain cuma ngekost....untungya saja tidak naik kapal tongkang untuk mengangkut pasir dan ikan...


.


.


Persis seperti waktu itu tempat penginapan yang masih sama dengan pemandangan yang langsung ke arah lautan lepas.


" tidak usah dipikirkan,biarkan semua mengalir sesuai jalan dari sang ilahi,jika memang sudah rejekinya ,abang harap Salwa tidak menundanya , Salwa tau kan umur abang sudah tidak muda lagi ??" ia memelukku dari belakang dan memutar tubuhku yang sedang melihat mentari menuju senja.


" iya bang..." jawabku , karena jujur di dalam otakku sudah hitam gelap tak ada satupun kosakata yang terlintas, bagai channel televisi jaman dulu jika sudah larut tak ada program yang tayang.


" bersih bersih dulu ,selepas ini kita mencari makan..."ucapnya


Aku mengesampingkan pikiran tentang hal tadi ,benar kata Om Za biarkan semua mengalir seperti jalan Tuhan,jika rejeki datang jangan ditolak.


" tok tok tok...."


Aku dan Om Za mengetuk pintu kamar om mir..untuk mengajak mencari makan ,tapi seketika kami terdiam saat melihat si empu kamar membukakan pintu .


" Om Mir..ka Aisyah ,ayoo dong , Salwa dah laper nih !! pekikku.


ceklek...!!


" Mirza !!! " Om Za menutup mataku dan membawaku ke dalam pelukan nya.


" apa ga bisa loe pake dulu baju loe !!!" sarkas Om Za.


" hehehe ,sorry Za...abisnya loe sama Salwa datang di waktu yang salah..." ia terkekeh.


" Kam*pret loe...!!" jawab Om Za " gue mau ngajak nyari makan !!" ucap Om Za lagi.


" Om Mir...ihhh ga bisa apa ditahan dulu naf*sunya ,ga tau waktu banget sih !!" gerutu ku.


Diumur yang lebih dari 18 ini aku sudah tau semuanya ,dan apa yang sedang mereka lakukan ,dengan tampilan Om Mirza yang melilitkan handuk tapi tak terlihat basah ,hanya keringat dan raut wajah lelah ,aku tau apa yang mereka lakukan di dalam .


" yang namanya begini gak bisa ditahan sal...!!" jawabnya .


" sudah ,kalau kamu dan Aisyah memang mau ikut gue sama Salwa tunggu, 30 menit dari sekarang !" jika pemimpin Nazi sudah berucap makan mutlak dilaksanakan tak ada yang berani mendebat , Om Mirza langsung panik.


" iya ahh...!! liburan tapi rasa ngantor ,ga bisa apa tuh perintah atasan ga dibawa kesini !!" Om Mirza menutup pintu segera bersih bersih.

__ADS_1


.


.


" rencana kita kemana dulu nih ??" tanya Om Mirza semangat sambil menyendok nasi .


" saya terserah Salwa ! " jawab Om Za.


" mantai ??!!!" seruku


" boleh tuh sal...abis mantai kita keliling keliling pulau ini ??" tambah ka Aisyah semangat ,seperti mendapat teman baru ,ka Aisyah jauh lebih menyenangkan daripada Tante Cut jika saja ia tidak mencintai Om Za ku mungkin hubunganku dengannya akan harmonis layaknya teman ,apa kabar tante tante ulet itu ,pasti sekarang dia sedang ngacak ngacak kamar dan kebakaran jenggot tidak bisa ikut liburan,bahkan berfikir ingin terjun ke jurang saja jika berani.


" tapi mungkin besok saja ...abang lelah ", sela Om Za.


Aku mengangguk mengiyakan


.


.


" ayo bang ,cepet ! abang lama banget !!" seruku menunggu Om Za bersiap siap ,saking excitednya aku sudah bersiap siap memakai sunblock dan pakaian pendek ,celana pendek diatas lutut dan t-shirt putih hanya kutambahkan kemeja kotak kotak saja.


Beruntung di detik terakhir saat Om Za memasukkan bekal pakaian, kuganti pakaian untuk mantai dengan celana yang menurut ku lebih nyaman sekalipun itu lebih pendek.


" rasanya abang tidak memasukkan celana yang itu ..." ucap Om Za ,pada celana sepaha ku.


" udah lah bang ,nanti keburu siang...!!" kilahku agar Om Za tidak mempermasalahkan style ku.


Ia mendekat penuh telisik ,seperti seorang penyidik pada pelaku kasus ayam tiren.


" apa Salwa menggantinya ??" tanya Om Za keningnya berkerut beberapa lipatan.


Kira kira jika aku bohong Om Za tidak akan menenggelamkanku di laut sana kan ??.


aku menghela nafas " iya ..,tapi simpan aja marahnya buat nanti setelah pulang mantai " jawabku cepat.


" Salwa,ganti !!" terlihat Om Za menahan kesalnya.


" peace ,bang...mau ganti pake apa ?? ga ada lagi, abisnya celana ini nyaman bang...udah deh lagian juga ga akan ada laki laki lain selain abang ko...mereka juga ga akan berani lirik lirik selama ada bodyguard di samping Salwa , belum apa-apa mereka udah ciut liat muka Om yang lagi mode senggol bacok gitu" aku menggelayuti lengan Om Za.


Om Za hanya bisa bernafas lelah,jika kesabaran sangatlah mahal mungkin ia sudah bangkrut saat ini ...


" ya udah ayo bang !!" aku menarik tangan Om Za mengajaknya keluar .


" abang tuh udah ganteng , coba deh mukanya ga usah nyeremin kaya mau nelen orang gitu pasti lebih top...!!" kelakarku


sambil menuju pantai disekitaran pantai terdapat kios kios souvenir , Om Za membeli sebuah kain pantai ,


" sal..tunggu sebentar !!" panggilnya .


" milik abang jangan diumbar umbar !!" ucapnya sambik melilitkan kain itu dipinggangku seperti ayah yang sedang memasangkan rok pada anak gadisnya, Om Mirza dan ka Aisyah tertawa kecil.


" gini nih kalo laki laki lagu bucin ..." ledek Om Mirza


" husss!!" ka Aisyah menepuk dada Om Mirza


" awww ,sakit yang !!" keluhnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2