Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
panggung sandiwara


__ADS_3

bismillah happy reading all 😘


.


.


.


.


.


.


Pergerakan bola mataku mengikuti arah raut wajah lelaki tangguh yang mampu membuat hati wanita cenat cenut jika memandangnya apalagi jika dikedipin "ahhhh ga kuat adek bang !!"


" siapa bang ? abang mau kemana?" belum cuap cuap sudah ku berondong dengan pertanyaan.


" abang ada urusan sebentar dik, abang anter dulu Salwa pulang . Lalu abang pergi lagi ," jawabnya segera memasangkan lagi seatbeltku dan tancap gas .


" Salwa mau ikut bang,"rengekku pada om Za saat di ambang pintu .


" dik , Salwa, sayangnya abang , tunggu saja di rumah..." ucapnya.


dih..dih...dih...ko gue melayang yah ???!! murahan banget sih be* go.....aku cekikikan sendiri seperti orang yang baru saja akan dimasukkan ke RSJ.


" iya deh bang , abang hati hati ya !" jawabku meraih punggung tangannya dan mengecupnya , doa Salwa selalu mengiringi kepergian om Za sampai punggung tegap itu masuk kembali lagi ke mobil , meskipun kakinya masih terlihat kaku karena operasi.


.


.


.


Om Za melepas kacamata hitamnya saat sampai di sebuah rumah dekat perkebunan , disana sudah ada om Mirza bersama Ramli. Dengan seseorang yang dikenali yang sedang bersimpuh di hadapan keduanya.


Senyumnya tersungging , melihat begitu mengenaskannya keadaan laki laki itu dengan luka lebam dan bekas luka tabrakan beberapa hari yang lalu.


" Saya sudah menduga pasti bapak orangnya ," ucap om Za , laki laki itu mendongak dengan tatapan tak suka namun juga ingin dikasihani persis wajah topeng bermuka dua.


" kemanapun bapak pergi saya akan menemukan bapak...meskipun lubang semut sekalipun," kembali ucapan dingin itu menusuk sampai ke jantung walaupun tak ada unsur berteriak.


" Za.." om Mirza memberikan beberapa lembar dokumen beserta tiket keberangkatan menuju Pontianak dari Aceh.


" jawab saya !! bapak mau kabur ??" om Za menatap mendekat tatapan bak silet menanggalkan jabatan camat yang ramah.


" ampuni saya pak Zaky , pak Mirza ," ucapan itu keluar dari bibir yang menghitam karena asap rokok yang sering dihisapnya.Ucapan ularnya tak akan dipercaya lagi , itu hanyalah ucapan dari seseorang yang sudah terpojok.


" akuilah semua perbuatanmu pada polisi !" jawab om Mirza.


" tapi pak bagaimana dengan anak istri saya ??" jawabnya.


" itu resiko bapak , seharusnya dari awal sebelum melakukan sesuatu bapak pikirkan seribu kali !!" kesal Ramli.


" Ram..telfon Briptu Yudha...!!" pinta om Za, Ramli mengangguk.


" katakan apa alasan bapak melakukan itu ?" tanya om Za.


" saya....saya benci anda mengetahui kecurangan saya !!" pekiknya mengaku , membuat senyum smirk di wajah om Za dan om Mirza mengembang.


" hanya tinggal satu lagi Za dalang dari semua ini , apakah kamu siap jika persahabatan kita hancur ??" tanya om Mirza.


" siapapun dia jika memang salah saya tidak akan membela , Mir..terlebih lagi dia sudah melakukan itu pada Salwa istri saya...." jawab om Za memandang lurus.


Tak lama polisi datang dan membawa pak Rudi beserta barang bukti , mobil, rekaman tadi dan beberapa berkas kecurangan pak Rudi , awalnya om Za hanya memecat pak Rudi tidak membawanya ke ranah hukum mengingat istri dan anak pak Rudi yang masihlah usia TK.Tapi rupanya pak Rudi malah menyimpan dendam dan mengambil tindakan bo* doh lainnya.

__ADS_1


" Za..pertemuan dengan admin platform sudah dijadwalkan satu jam lagi ," ucap om Mirza. Om Zaky mengangguk .


" Terimakasih Mir..loe memang teman yang bisa gue andalkan..." om Za tersenyum walaupun terkesan kaku pada om Mirza, puas akan kerja cepat asisten sekaligus sahabat karibnya itu.


" bisa kali pak bonus...!! kalo kata Salwa ga kan kenyang sama ucapan terimakasih...!!" jawabnya membawa bawa namaku.


" jangan khawatir , nanti gue transfer" jawab om Za.


" yess...lumayan buat beliin Aisyah daster " kekeh om Mirza.


" sekalian kamu , Ram..." tambah om Za pada Ramli.


" terimakasih pak," serunya.


.


.


.


Seseorang di sana tengah harap harap cemas , hidupnya bak dikejar hantu yang siap menerkamnya tanpa terlihat secara tiba tiba.


Sudah hampir isya tapi om Za masih belum juga terlihat ujung rambutnya . Sudah lumutan aku menunggunya sampai kering rambutku ia belum juga datang .Tak tau apa kalau sampai lewat jam tidurku ia belum juga datang mungkin aku akan menjadi arwah penasaran, saking keponya ingin mendengar cerita bagaimana kelanjutan kasus yang sedang diperjuangkan kebenarannya.


Abi dan umi masih berada di ruang tengah.Dari arah luar terdengar suara mesin mobil om Za.saking sibuk mondar mandir tak jelas aku sampai melupakan materi yang harus kupelajari untuk UN.


ceklek..


" dik, belum tidur ?" tanya nya melepas satu persatu kancing pakaian safarinya.


Aku menggeleng tanganku refleks membantunya karena semenjak menikah dengan om Za ini sudah makananku sehari hari termasuk dimakan oleh om Za. Yang awalnya ogah ogahan kini aku dengan sukarela membantunya membuka ataupun berpakaian ,pemandangan indah jangan sampai di lewatkan mubadzir, dan semenjak itu pula mataku semakin sehat bagaimana tidak ini adalah asupan vitamin mataku setiap hari ,selain wortel hal ini sangat mujarab , orang kelilipan aja bisa langsung clear bila melihat tubuh atletis bak tubuh milik aktor tom cruise...awww gigit jari mupeng.


" gimana bang ?? barusan ngapain ?? apa masalah kita udah selesai ??" tanya ku mendongak dengan mata berbinar, karena saking dekatnya om Za mendorong jidatku dengan telunjuknya gemas.


" abang belum mandi , dik ! jangan suka memancing " jawabnya .


" awas abang mau mandi dulu !" aku malah memeluk lengannya .


" cerita dulu !!" jurus terakhirku merengek seperti anak bayi yang menyebalkan minta ditabok pan*tatnya.


" abang gerah , dik.." akhirnya aku mengalah.


.


.


Setengah jam aku menunggu om Za menyelesaikan semuanya termasuk makan.


"gimana bang ?? jangan nunda nunda lagi deh timbang cerita doang juga , jangan bikin Salwa mati penasaran..!!" ketusku yang sudah kesal dengan bibir manyun.


" penabrak sudah tertangkap dik ," jawab om Za.


"masa ??!!" tanyaku sambil memekik membuat om Za menutup telinganya.Suara 8 oktafku memenuhi ruang kamar sampai masuk ke kamar mandi tanpa ada filter yang meredam gemanya, jika gendang telinga om Za tidak kuat munhkin sudah pecah besok besok ganti saja gendang tekinganya pake kulit lembu agar lebih kuat mendengar pekikanku.


"iya dik "


" siapa orangnya bang ??" tanyaku


" mau tau ?? oke satu kiss for me " pintanya sudah main tawar menawar layaknya di pasar loak..


Aku mencebik kesal , ini kelamaan om om yang tampan jadi macam datuk maringgih juga .


" cup " aku mengecup bibir merah itu namun om Za menahan tengkukku memperdalam menjadi sebuah ******* dan hisapan hisapan kecil.


Setelah nafas yang memburu ia baru melepaskan .

__ADS_1


" ihhh abang abang genit !! mesum !!" sarkasku, ia malah tertawa.


" pelakunya pak Rudi sayang ," jawab om Za.


" hah ???!!!!!" kembali pekikku, suara toa ku tak terkontrol


" dik..bisa tidak tak usah teriak heboh gitu " ucap om Za , aku malah terasenyum nyengir.


" terus sekarang udah ditangkap , ko bisa sih ??" otakku rasanya tak sampai,jika harus memikirkan apa alasan pak Rudi selain karena beliau yang dipecat secara tidak hormat , darimana ia bisa tau om Za pergi keluar kota.Jangankan untuk memikirkannya otakku saja sudah ngebul memikirkan materi untuk UN rasanya otakku sudah akan pecah...jika ia bisa berbicara ia akan pamit padaku dan menyetop taksi untuk kabur...atau sekedar melambaikan tangannya ke arah kamera dan menyerah.


" tapi beliau tidak sendiri , " jawab om Za menunduk sendu.Sangat terlihat air mukanya berubah menjadi sedih.


" lalu siapa lagi bang yang ada dibalik semua ini , apa ada hubungannya juga sama penyebar berita fitnah ?" tanyaku hati hati.


" iya " jawabnya .Siapapun itu nanti aku berharap om Za akan baik baik saja , kugenggam tangan om om pria matang ini, mengajaknya turun dari ranjang dan membuka jendela kamar yang menampilkan langit indah malam hari.


" bang coba tatap langit deh gelap kan ??" tanyaku.


jelaslah gelap Sal...ga perlu ditanya lagi anak 3 taun aja tau ini gelap...


" meskipun gelap bulan sama bintang masih setia nemenin malam ..." tunjukku pada benda benda langit.


iyalah kalo siang mana keliatan Sal...mungkin om Za pengen ketawa tergelak sal...dengerin loe coba ngegombal.


" dan itu justru yang bikin suasana malam menjadi indah ...."tambahku.


" begitupun abang sama Salwa ...suasana hati abang seburuk apapun itu Salwa akan hadir disana untuk bikin semuanya kembali indah bang...abang jangan sedih , Salwa akan selalu disini hadir buat abang kalo abang lagi sedih liat aja wajah Salwa " aku menangkup wajah om Za.


Haruskah aku bilang yesssss !!! akhirnya gue bisa gombal sambil guling guling di tanah merah buat ngerayain gue yang bisa ngegombal untuk pertama kalinya.Harusnya tadi gue rekam nih ..buat jadi kenang kenangan anak cucu.


" makasih , dik...abang sayang Salwa , jangan pernah bilang kamu tersakiti karena abang tidak akan terima !!" ucapnya membuatku terharu di pelukannya. Wangi kayu dan lime menyeruak di hidungku , inilah lelakiku.


" besok jangan kaget jika kamu mendengar Wisnu di hukum oleh pihak sekolah !!" ucapnya membuat mataku membola , apa yang sudah om Za lakukan terhadap Wisnu.Inilah sisi lain om za yang super kalem si depan namun garang di belakang satu persatu orang orang yang mengusik hidupnya akan ia tumpas satu persatu.Kecuali aku yang selalu mengusik ketenangannya dengan kecerewetan dan tingkah magicku.


Om Za melepaskan pelukannya dan menggendongku ala bridal style menuju ranjang .


" abang ingin , dik..." bisiknya sen*sual.


trekkkk..lampu dipadamkan...


.


.


.


.


" Cut bisa kita bicara sebentar !" ucap om Za memanggil wanita berjilbab pastel itu .


" iya bang " jawabnya masuk ke dalam ruangan om Za . Om Mirza pun sudah ada disana .


" ada apa bang ?" tanya nya seperti tidak terjadi apa apa , memang pintar sekali aktingnya .


" bicaralah Cut...saya minta jujurlah...saya masih menghargai persahabatan kita yang sudah terjalin selama beberapa tahun !!" tanya om Za masih menahan emosinya dari tadi.


" apa maksud abang ??" ia menaikan intonasinya seraya air matanya sudah tertahan di pelupuk mata , menandakan jika ia sudah tertekan sejak tadi.


" Cut...!! akhirilah sandiwaramu kami sudah tau Cut..Zaky masih menunggu kejujuran nuranimu..apa persahabatan kita selama hampir 7 tahun harus berakhir seperti ini ??" tanya om Mirza yang sudah tak tahan dengan sikap so polos tante Cut...


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2