Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
sepatu Salwa nyangkut , Om!


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


Om Za menahan gemuruh amarahnya ia memang tak pandai mengontrol emosi ,tapi sebisa mungkin ia meredamnya ,mengingat saat ini mereka berada di rumah warga ,tindakan yang buruk jika ini harus terjadi lagi ,malas beribu malas sebenarnya berurusan dengan hal seperti ini dari awal Om Za tak memiliki rasa apapun selain pertemanan dengan Mirza maupun Cut yang sudah lama dikenalnya.


Ia memilih untuk duduk dan menikmati sisa kopi Aceh / Gayo miliknya.


" Za !" Om Mirza sedikit terkejut dengan keberadaan Om Za ,mungkinkah Zaky mendengarnya,batin om Mirza.


" Za ,sejak kapan kamu disini ??" tanya Om Mirza duduk di sebelah nya.


" sejak kalian membicarakan saya dan Salwa !" ucapnya dingin . Bila kata saya sudah keluar dari mulut Om Za itu berarti emosinya sedang dalam kondisi yang tidak baik baik saja...


" bang Zaky !!" seru tante Cut yang baru masuk ,dengan wajah tanpa dosanya dan tersenyum manis seolah menunjukkan inilah dirinya yang manis. Seumur mengenal Cut inilah kali pertama Om Za tak suka dengan senyuman tante Cut yang terkesan palsu.


.


.


" bapak bapak ,ibu ,mari ! silahkan ,waktu sudah siang sebaiknya makan siang dulu !!" ajakan tuan rumah pada tamu agungnya.


Aku mengendus endus badan dan bajuku " udah kaya si upik abu !!"aku tergelak sendiri.


" makasih bu camat ,sudah mau repot-repot membantu , sepertinya bu camat bakal jago memasak nanti !" seru bu Samadi sambil menyiapkan dan menata hasil masakan .


" Aah ,ibu bisa aja , Salwa justru ga bisa masak bu ,paling paling masak mie instan !" seruku membuatnya tertawa.


" ih bu camat ini humoris ya ,pantas saja awet muda !!"


" Salwa memang masih muda Bu, makanya jangan panggil bu camat ya , Salwa belum ibu ibu...belum cocok pake daster "


" Om duduk deh !! sini ayo..." ajakku mengajaknya duduk di kursi meja makan


" Om mau makan sama apa ?? Salwa ambilin !!" seruku.


" senangnya saya kalo liat pasangan mesra begini !!" lirih pak Samadi.


" saya kagum loh sama bu camat ,masih muda sudah mau diajak menikah ,tidak menolak di dapur kotor ,anak muda sekarang bu ,susahh...." keluh bu Samadi. Aku tersenyum jumawa,baru kali ini ada yang bilang kalau aku mengagumkan.


" enak kan Om ?? Salwa bantuin loh !!" jawabku Om Za tersenyum singkat. Sedangkan Mirza hanya bisa tersenyum miris melihat pandangan Cut yang menyimpan luka ,namun memang salahnya sendiri yang memupuk penyakit hati.


.


.


.


Sesore ini Om Za disibukkan dengan program kerja bersama para pengurus kampung disini juga Om Mirza dan tante Cut ,sedangkan aku yang tidak berkepentingan hanya duduk termenung di undakan tangga halaman belakang .


Beberapa anak kampung sedang bermain sepakbola dilapangan ,aku tertarik untuk melihatnya


" plukkk....!!" bola itu jatuh dan menggelinding tepat di depanku ,daripada aku hanya duduk termenung apa salahnya kan kucoba ? dulu sewaktu di Jakarta dalam pelajaran olahraga aku sedikit menyimak aturan bermain bola ,apalagi hanya dengan anak anak bocah kampung begini ,tidak akan seribet aturan tingkat kompetisi nasional , yang penting bola masuk gawang dan tidak kena tanganku sudah sah saja jadi seorang pemain kelas abal abal.


" ka ! boleh lempar bolanya !!" pekik anak anak .


" kaka ikut main boleh ngga ??" tanyaku ,mereka saling berpandangan lalu mengangguk


" yipiiii !!!" seruku aku mengikat rambut panjangku lalu bergabung dengan tim Amir .


Aku berlari mengejar bola sesekali menggiring bola ,mengopernya ke arah kawan ,tak ada peraturan berarti yang penting tidak bermain kasar

__ADS_1


" ayo ka ! tendang "


Dengan sekuat tenaga aku menendang tapi bukannya bola yang kutendang ,sepatu milikku pemberian dari Om Za malah terlempar ke atas pohon ,lebih tepatnya aku yang memaksa Om Za untuk membelikannya untukku


Seketika anak anak tertawa terpingkal-pingkal termasuk aku


" upss !!!" apakah nanti kalau yang memberi sepatu tau dia akan marah ,sepatu dengan harga jutaannya kupakai untuk bermain sepakbola di tanah merah ,bahkan ketebalan tanahnya saja sampai menutupi logo sepatu ,mana sekarang malah nyangkut di pohon yang tinggi.


" yahhhh sepatu gue !!" keluhku ...


" lepas aja ka sepatunya kaya kita !!" pekik Amir.


" ide yang bagus !!' jawabku aku melepas sepatuku yang sebelah lagi dan menyimpannya di pinggiran bersama beberapa kaos dan sandal milik anak anak kampung .


Sampai akhirnya aku mendapatkan operan bola dari Amir dan menggiringnya ke arah gawang tanpa penjagaan yang berarti ,hanya seorang anak kecil berpostur kurus.


Aku menendang sekuat tenaga dan


" gollllll !!!!" aku memekik kegirangan bersama timku berjingkrak-jingkrak dan melanjutkan permainan ,


" rapat saya tutup dengan agenda besok ,peninjauan fasilitas desa , assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " ucap Om Za.


" wa'alaikumsalam, terimakasih pak camat " seru mereka puas karena sebentar lagi kampung mereka yang sedikit tertinggal akan sama dengan kampung kampung lainnya .


" Mir ,kamu ada melihat Salwa ??" tanya Om Za


" bukannya Salwa di belakang ,bro !" jawab Om Mirza sambil membereskan dokumen dokumen bersama tante Cut.


Om Za beranjak menuju halaman belakang tapi tidak menemukan adanya aku disana ,keningnya berkerut ,jangan sampai aku membuat masalah di desa orang.


Sampai terdengar cekikikan beberapa anak membuatnya menoleh ,


" astagfirullah Salwa !!" gelengan kepalanya melihatku tengah berlari mengejar bola dengan kaki yang kotor .


Ia memperhatikanku dari kejauhan


" oke udahan yu ,cape nih...!!" ucapku yang sudah ngos-ngosan


" ka Salwa barusan seru banget ,besok besok boleh lah ka Salwa masuk timku lagi !!" seru Amir dan beberapa anak lainnya .


" wokehhh !! kapan kapan kalo ka Salwa kesini lagi ya !" jawabku mengusap peluh yang sudah banjir.


" sebagai pajak karena kaka dan tim Amir menang gimana kalo kaka traktir !!" tawarku ,siapa yang tidak senang di traktir jangankan anak anak orang dewasa saja akan bahagia bila ditraktir. Kebetulan sekali disaat yang tepat seorang pedagang es teh keliling lewat disana ,ada juga minuman susu nya disana mereka memberhentikan si pedagang es itu.


" oke capcuss !!!!" jawabku berlari


" Abang !! belii !!" pekikku ,tentu saja si pedagang itu tersenyum bahagia bau bau barang dagangannya diborong dan bisa membawa uang untuk anak istrinya di rumah.Aku menghitung jumlah anak dan memesannya , sungguh sederhana memang ....


Aku merogoh saku ku tapi sepertinya tak meninggalkan uang disana ,lalu aku berniat mengambil dompetku di rumah


" abang tunggu dulu sebentar ,saya ambil uangnya di rumah itu !" tunjukku pada rumah bapak Samadi ,ia mengangguk.


Aku berlari ...dan masuk ke halaman pak Samadi namun aku ingat dengan kakiku yang kotor ,aku melirik tidak ada siapapun disana untuk kumintai tolong .


Biarlah kalau kotor nanti kupel ...pikirku.


Aku masuk ke dalam tanpa alas kaki , baru sampai dapur suara bass itu mengejutkan ku


" astagfirullah , Salwa!!!"


" kaki mu kotor ,lihat lantai rumah pak Samadi jadi kotor !!" ucap Om Za, aku hanya nyengir seperti kuda.


" abisnya Salwa mau bawa dompet ,mau bayar es ...! dompet Salwa kan di dalem !!" jawabku.


" memangnya tidak bisa kakinya dicuci dulu ,memangnya kamu sudah melakukan apa sampai kakimu seperti singkong yang baru keluar dari dalam tanah begitu !!"


" main bola Om,oh iya Om sepatu Salwa nyangkut di pohon !" ucapku hati hati.


" apa ??!" tanya nya


" iya , sepatu yang Om beliin , nanti tolong ambilin ya Salwa ga bisa naik pohon..." pintaku tersenyum manis.


" kamu yang punya salah kamu yang harus bertanggung jawab!" ucapnya , seketika senyumku pudar


" nyebelin ! awas !! Salwa mau ambil dompet abangnya udah nungguin..!!" sarkasku.


" kalau kamu melangkah lebih jauh lagi ,rumah ini bakal semakin kotor " jawabnya , Om Za meraih tanganku lalu keluar kembali menuju halaman kemudian ke lapangan bola.


Ia merogoh dompetnya dan membayar abang es tadi

__ADS_1


" berapa pak ?" tanya Om Za.


" 30 ribu pak !" jawab abang es


" ini !" bang Za memberikan selembar uang berwarna biru .


"kembalian nya bapak ambil saja !" tambah Om Za.


" makasih ,pak " ia mendongak "pak camat !!!" serunya.


Anak anak yang tadi ikut berdiri dan menyalami Om Za satu persatu


" ka Salwa ,kenapa tidak bilang kalau kaka saudaranya pak camat ,kami kira ka Salwa hanya saudara pak RT !" seru mereka .


" lebih tepatnya ,bu camat !"jawab Om Za mengacak rambut Amir .


" hah ??!! bu camat ???!!!" pekik mereka .


.


.


.


.


" sepatu kamu kenapa cuma sebelah sal ??" tanya Om Za .


" coba Om liat ke atas !" pintaku


" astagfirullah,kenapa bisa sampai atas ??" tanya nya.


" Salwa mau tendang bola eh yang kelempar sepatu!!' jawabku tanpa dosa.


" lantas siapa yang mau ambil ??" tanya nya.


" Om lah...!!" jawabku , Om Za menggelengkan kepalanya,mau tidak mau ia memanjat keatas pohon untuk mengambil sepatuku .


" lain kali kalo begini lagi ,kamu yang abang gantung di pohon !!" ucapnya sangar malah membuatku terkekeh dan mengekor Om Za.


" Om!! terus Salwa gimana masuknya ??!" seruku


" tak tau !!" jawabnya melengkungkan bibirnya .


" ihh nyebelin ,gendong !!!" bentakku.


" abang tak mau !!" jawabnya.


" oke kalo ga mau , Salwa injek lagi nih lantainya " ancamku hendak menginjak lantai rumah yang sudah bersih kembali .


" stop !!! ya sudah tunggu !!" om Za kembali mengalah ,kalau di rumah sendiri mungkin aku sudah di gantung dijemuran oleh Om Za atau di pohon cempaka milik umi.


Dengan sekali hentakan Om Za mengangkatku ala bridal style


" badan kamu bau asem !' jawabnya


" engga ya , Salwa masih wangi ko !" ketusku , Om Za menurunkanku di toilet. Om Za tidak langsung keluar ia malah langsung berjalan menuju sumur dan menarik tali timbanya,melintingkan celananya yang menampilkan kaki berbulu miliknya


" Om mau ngapain ??" tanyaku


" mau ambil air lah buat kamu mandi !!" jawabnya


" ambil nya dari sumur ??" tanyaku ia mengangguk


" karena disini masih pake air sumur dan harus dikeret airnya " ,aku berohria , lihatlah lengan lengan kekar milik om om hawt ku ototnya terbentuk sempurna saat menarik air dalam sumur melalui sebuah ember


kepengen meluk lengan kekar itu deh rasanya ,...


" sudah !!" katanya menyudahi aktivitas ku menonton otot otot liat milik Om Za


" tapi baju sama alat mandi Salwa di dalem Om !" ucapku .


" biar abang ambilkan !" jawabnya , aku mengangguk tapi kemudian tersentak ,tunggu itu berarti Om Za akan menemukan pakaian dalam merah milikku.


" Om Za !!!!"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2