Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
sugar baby ....


__ADS_3

bismillah happy reading all😘


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Seseorang di ujung lorong sana sedang menunggu sambil mondar mandir tak karuan.Lengannya pun penuh baret karena luka .


Suara pantofel terdengar mengisi kekosongan bangunan kosong itu .


" sebaiknya bapak pergi saja ke luar kota , orang suruhan pak Zaky sudah ikut andil mencari bapak .." ia melemparkan satu amplop coklat berisi uang .


" tapi bagaimana nasib istri dan anak saya ??" tanyanya .


" tidak usah khawatir bilang saja bapak sedang pergi keluar kota ," kembali jawabnya seolah tak gentar dengan apapun.


" ibu harus ikut bertanggung jawab , bukan cuma saya yang berniat mencelakai pak Zaky .." pekiknya.


" bapak yang bodoh !! kenapa harus memakai mobil yang dikenali . Sebaiknya bapak pergi sekarang juga ."


Mereka berpisah disitu , si wanita kembali dengan menutupi wajahnya dengan masker.


" hanya tinggal satu langkah lagi untuk membuat semuanya bom " gumam wanita .


.


.


" bang , salwa perlu ikut masuk ke dalem ga sih ??" tanyaku sambil memainkan jemari besar om Za.


" memangnya kamu kuat melihat darah ?"tanya om Za.


" engga sih, tapi demi nyemangatin abang , salwa rela ko " senyumku dibuat senatural mungkin padahal hati berdebar.


"ruang operasi bukan taman bermain , tidak boleh ada yang masuk selain pasien, dokter, dan perawat ,"jawab om Za .


sue !yang bilang playgroup siapa bang....


" Salwa juga tau bang ," ketusku.


" kirain kaya orang mau lahiran , kalo suami istri boleh masuk ," jawabku menyamakan operasi om Za dengan operasi lahiran caesar bunda dulu saat melahirkan Yusuf .


" abang ga apa apa kan sendiri ga Salwa temenin ?" tanyaku khawatir . Om Za mengangkat alisnya sebelah


" abang bukan anak SD dik, "


" iya tau , Salwa cuma takut aja abang kenapa napa nanti disana pas lagi ga ada Salwa ."


" kalo gitu abang meminta bekal untuk penyemangat ," jawabnya tersenyum smirk.Aku mengerutkan dahi jadi beberapa lipatan seperti kue lapis.


"bekal apa ?"tanya ku penasaran, semoga rasa penasaran ini tidak memperpendek umurku seperti yang om Za katakan sebelumnya.


" cup " suara benda kenyal yang saling bersentuhan.


" ceklek "


Untung saja adegan 17 plus ini sudah berakhir sejak beberapa detik lalu , jika tidak mungkin aku dan om Za akan menjadi tersangka por* no*aksi di depan perawat , memang bahaya sepasang suami istri berada di tempat umum lama lama.


Mataku menyipit memperingatkan sikap om Za tapi memang pria ini terlahir dengan sifat menyebalkannya sejak lahir ia malah tersenyum manis bikin hati meleleh kaya es kutub kalo di panasin.

__ADS_1


" pak Zaky , sudah waktunya masuk ruang operasi " suster itu terlihat tersenyum malu malu dan genit seperti minta diajak duel , memang tak ada yang bisa menolak pesona om om tampan yang satu ini.


Aku mengernyitkan dahi melihat tingkah anehnya " abang , nanti kalo di dalem inget aja Salwa , kalo di dalem nemu cewek gatel garuk aja pake gergaji buat tulang !" ucapku penuh penekanan, om Za tertawa kecil ,


" iya dik,"


" matanya ga boleh jelalatan !" aku meringsek masuk ke dalam pelukan hangat lelaki wangi ini.


" di dalem abang kan merem dik," jawabnya.


" iya aja kenapa sii ," pelototku .


Ia kembali tertawa kecil " iya bidadarinya abang ."


Badan mungilku membantu badan hulk om Za untuk duduk di kursi roda lalu seterusnya suster tadi membawanya ke ruang operasi sedangkan aku berjalan di belakangnya , hingga akhirnya punggung tegap itu tak terlihat lagi .


tap...tap..tap....


Suara langkah sepatu mendekat ke arahku yang tengah harap harap cemas menunggu om Za yang sedang operasi .Hingga kepalaku mendongak,


" hay sal..."


" Afrian !" alisku langsung menukik , mau apa lagi dia kesini . Afrian duduk di sampingku refleks aku menjauh memberi jarak , tanganku terulur membenarkan pashmina yang ku pakai untuk menutup rambutku dan menyampirkan kedua sisinya yang jatuh karena aku menunduk, mungkin aku akan memikirkan kembali permintaan om Za untuk berjilbab minimal saat keluar rumah bukan hanya saat sekolah saja.


" santuy , ga usah kaya soda gitu , ngegas !" kekehnya melihat ekspresi wajahku.


" gue kesini disuruh umi buat nemenin loe , hari ini bang Zaky operasi kan ," aku mengangguk membenarkan.


" tenang aja sal, gue pegang kata kata gue ko . Untuk tidak mengganggu kehidupan loe sama bang Zaky ," ucapnya sendu.


" bagus deh kalo gitu "


" sal, loe udah makan ? " aku menggeleng .


" meningan ke kantin RS dulu deh nanti loe sakit , mana bisa orang sakit nungguin orang sakit lagi ," lirihnya.


" ga usah so perhatian !" jawabku.


" ya udah gue ke kantin dulu , loe tunggu disini !" ucapku beranjak menuju kantin.


" titip kopi ya sal !!" serunya.


" oke plus sianida kan ?" aku menyunggingkan senyumku .


" mati dong gue !" jawabnya tertawa , bukankah tak ada salahnya memulai semua dari awal dengan status aku adalah kaka ipar Afrian.


Afrian menggelengkan kepalanya saat aku yang sudah menjauh .


" sal..sal..entah gue bisa apa engga buat lupain loe " gumamnya.


.


.


" nih ! kopi loe , udah gue tambahin sianida !" kekehku.


Matanya menyipit " kalo gue meninggal loe mesti tanggung jawab ya ngurus anak anak gue !!" jawab Afrian sampai aku tersentak.


" loe udah punya anak ? siapa ibunya ? ihhh nakal sih loe , kecil kecil udah punya anak " aku melengkungkan bibir meremehkan.


" loe sendiri , kecil kecil dah nikah sama om om..." kata kata lembut namun pas kena jantung .


" cihhh!!" baru kali ini aku kalah debat , padahal tak ada sejarahnya aku kalah dalam hal si pahit lidah.


" nih anak anak gue ," Afrian menunjukkan beberapa foto ular di ponselnya, membuatku bergidik ngeri plus geli.


" ih serem banget sih loe maenannya kaya begituan," sarkasku.


" lah apa kabar bang Zaky , bang Za pun pecinta hewan , loe ga tau bang Za punya anak juga ?" aku mengangkat alisku sebelah . Sudah beberapa bulan menikah dengan on Za aku tak tau kalau lelaki matang ini memiliki anak dalam tanda kutip .


" nih !" tunjuk Afrian menunjukkan beberapa foto om Za yang berswafoto dengan beberapa hewan buas , reptil bahkan suamiku ini juga mengikuti beberapa klub pecinta hewan di beberapa kota di luar kota Aceh.


Satu kata dari beberapa foto itu " HOT " , sexy nya om om pria matang ini , makin klepek klepek ..lope lope sekebon ga*nja deh om.

__ADS_1


Beberapa jam kulewati bersama Afrian tanpa rasa canggung sampai dokter keluar dari ruang operasi .


.


.


Hari ini om Za sudah boleh pulang dari RS , om Mirza menjemput dengan memakai mobil yang biasa om Zaky pakai untuk ke kantor .


" hay..hay..everybody..!!" pekik om Mir saat aku sedang memasukkan barang barang om Za ke dalam tas.


" waalaikumsalam " jawab om Za.


" iya , assalamualaikum " kekehnya. Tapi hal itu tidak membuatku ingin tertawa , sejak kemarin pikiranku terganggu dengan gosip murahan yang tak tau siapa orang yang menyebarkannya.


Flashback on


Vita cs mendekat ,


" kabarnya miss perfect kita ini simpenan om om !!"


awalnya aku tidak perduli tapi lama lama kupingku panas juga mendengarnya .


" dan kabarnya lagi dia simpanannya pak Zaky , camat tampan dan keren itu..." serunya.


brakkkk!!!


" kalo bicara itu dijaga , Salwa bukan simpanan om om seperti yang kalian bilang , justru dia keponakan pak Zaky !!" bela Uni , Adam dan Pian juga Nur.


"yakin ???!"tanya Vita sarkas.


" nih !!" tunjuknya , sebuah artikel online bertuliskan jika om Zaky memiliki hubungan di luar nikah dengan gadis SMA asal Jakarta atau bahasa kekiniannya om Zaky memelihara sugar baby dengan kata lain aku dan om Za pasangan kumpul ke * bo, tau saja di Aceh yang kental dengan hukum islam hal itu sangat sangat dilarang. Hukumannya pun tak main main . Tapi bukan hanya itu yang kupikirkan namun lebih pada nama baik om Zaky yang sudah ia bangun dari nol harus ternodai oleh artikel murahan macam ini , minta di cuci pake detergen terus di bilas orang yang berani berani mengotori nama baik om Zaky ku.


" Tapi bukan berarti Salwa juga kan !!" teman temanku membela ku mati matian . Tanganku terkepal , aku meraih gelas yang berisi es teh manis dan mengguyurkannya pada Vita.


" byuurrrr "


" aaa !!!" pekiknya.


" Salwa !!!" pekiknya.


" biar otak loe bersih !!" jawabku sinis. " apa perlu gue cuci juga di mesin cuci punya umi biar otak loe ilang sekalian ??!!" sarkasku.


.


.


Hingga kembali aku menghela nafas kedua kalinya aku dipanggil BK , dan mendapatkan surat pemanggilan wali, tak mungkin juga aku memberikannya pada om Za .Aku menscroll layar ponsel dan menemukan nama ka Aisyah , aku yakin ka Aisyah mau membantuku.


flashback off.....


" Za...ada sesuatu yang harus gue bilang !" ucap om Mirza kebingungan , ia tau jika om Zaky pastilah akan murka walaupun sikapnya sudah jelas akan terlihat dingin dan tenang , tapi ia tau sahabatnya ini murkanya sangatlah menyeramkan, sikap bak seorang pembunuh berdarah dinginnya akan keluar, om Zaky adalah orang yang paling sabar di dunia bahkan di kerubungi ibu ibu dan dicubiti saja ia hanya membalas dengan senyuman seakan cubitan ibu ibu adalah gelitikan untuknya , tapi jika hidupnya diusik maka jangan harap ia akan bisa lepas.


" om Mir..Salwa minta anter dulu dong sebentar ..!!" segera aku menyela ucapan om Mirza. Aku tau apa yang akan ia ucapkan dan menarik om Mirza keluar ruangan, mata om Za ? jangan ditanya sudah tak bersahabat dari tadi , biarlah nanti kucari cari alasan untuk menenangkannya.


" antar kemana , sal ?" tanya om Mirza.


" om please jangan bilang dulu bang Zaky masalah artikel itu , Salwa mohon om !!" pintaku memohon.


" tapi ini sudah keterlaluan sal !"jawab om Mirza


" masalahnya artikel ini sudah menyebar kemana mana , sekarang atau nanti Zaky akan tau ..justru jika dinanti nanti Zaky akan marah karena kita yang merahasiakannya , terlebih abang ini asistennya sekaligus temannya !"


" tapi bang Za masih dalam masa pemulihan om, belum beres masalah tabrak lari itu sekarang sudah datang lagi masalah baru !" jawabku .


" Zaky sudah biasa Sal...insyaallah dia bisa menanganinya , masalah ini malah mengancam jabatan dan nama baiknya jika tidak di selesaikan secepatnya !!" ucap om Mirza tetap bersikukuh.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2