
bismillah happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
" hah ??" otak magic ku berubah menjadi otak udang yang hanya berisi kotorannya saja alias gelap..
" iya ..dek !" jawab om Za tersenyum melihat keterpakuanku dan ekspresi wajahku .
" assalamualaikum , bu salam kenal dari kami semua !" seru manager cafe mewakili semuanya aku hanya mengangguk bodoh masih belum mengerti sepertinya otakku masih nyangkut di rumah makan Padang tadi.
Setelah sesi perkenalan barusan semuanya keluar dari ruangan begitupun aku yang ditarik pasrah oleh om Za , masuk ke dalam satu ruangan
ceklek
Aku kembali mengatupkan mulutku ruangan yang cukup bagus dan nyaman dilengkapi dengan sebuah kamar pribadi untuk istirahat dan peralatan kerja.
" maksudnya apa sih bang ?" tanyaku ingin kembali membawa kesadaran ke dalam diriku.
" ini hadiah buat istri abang , yang sudah mau belajar untuk lebih bersikap dewasa dan mendampingi abang disaat saat sulit abang kemarin ," jawabnya sambil meraih tanganku dan mengecup punggung tanganku.
" Salwa ikhlas ko bang, sudah kewajiban Salwa untuk senantiasa menemani abang bagaimana pun keadaan abang ,tapi kalo abang maksa ngasih sih Salwa ga nolak bang.." aku tersenyum lebar menampilkan gingsul pemanis.Om Za terkekeh inilah sikapku yang ia sukai selalu jujur meskipun itu memalukan, ia meraih rambutku dan membawanya ke belakang telingaku lalu merapikannya.
" terimakasih sudah mau menjadi istri om om tua nan kaku ini ," ucapnya menatap jauh ke dalam pupil mataku.
" ngaku juga kalo abang om om tua ?!" kekehku " kaku pula ," tanbahku.
" maafkan abang jika awalnya adek terpaksa menikah dengan abang , sampai harus mengorbankan masa muda adek dengan mengurus dan memenuhi kewajiban menjadi seorang istri, abang juga tidak bisa janji jika kedepannya adek akan selalu tertawa karena hidup tidak akan selalu bahagia.Tapi percayalah jika abang akan berusaha sekuat tenaga untuk selalu membuat adek merasa aman dan nyaman juga tersenyum saat berada dekat abang.." jelasnya memeluk pinggangku.
Apakah harus kupijak bumi biar satu dunia tau jika kini aku sedang merasa senang , jika orang bilang memakai drugs membuat melayang dan terbang maka om om pria matang yang sedang memelukku ini adalah drugs merk pribadiku.Senyumnya dan tatapan nya adalah candu untukku , aroma tubuhnya dan wangi nafasnya adalah asap gan*ja pribadiku.Dan pelukannya adalah sayap pelindungku.
Inikah rasanya cinta mati ...cinta yang bahkan kau sendiri rela untuk merelakan nyawamu sendiri agar ia selalu bahagia.Lamunanku lama menatap wajah rupawan milik tutankhamun yang sudah insyaf ini karena diruqyah oleh peri cinta ...
" tuk..."
Om Za menjitak kepalaku.
" jangan melamun !" ucapnya , baru saja dibuat melayang , om Za sudah merusak moment terbangku yang sudah hampir menyentuh angkasa lepas.Baru saja akan ke bulan ia sudah menjatuhkanku lagi.
" Salwa tak melamun , tapi lagi liat abang ..abang ga salah makan kan ?? " tanyaku .
" kenapa memang ?" menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan lagi.
__ADS_1
" hari ini abang banyak ngomong , abang manis pula ," jawabku .
" memang abang sekaku itu ya ?" tanyanya.
" baru sadar ?" tanyaku , selama ini kemana saja apa tidak pernah berkaca jika dirinya sudah seperti kembarannya fir'aun .ekspresinya saja bahkan terbilang kaku seperti spons cuci piring untung saja tidak diobral 10 ribu 3 ...
" terimakasih abang ,untuk semuanya ," lirihku memeluk om Za .
" terimakasihnya cukup jadi istri yang penurut saja," jawab om Za mengangkat sebelah alisnya ia ragu jika permintaannya itu akan terpenuhi.
" emang selama ini Salwa ga nurut ?" tanyaku mendongak.
" berarti saat ini kamu masih tertidur dan bermimpi ," jawabnya menyebalkan.
" asem nih om om.." gumamku dalam hati dengan mulut yang melengkung dan berdecih.
.
.
Setelah melihat cafe yang sekarang adalah milikku , aku memutuskan untuk pulang.
" bang , cepetan..!!" aku menggedor gedor pintu kamar mandi ,aku juga membuka handle pintu kamar mandi yang ternyata tak dikunci oleh om Za sontak saja om Za yang sedang di dalam melongo melihatku masuk saat ia sedang toples .
" abang !!! kenapa ga dikunci sih !" kebiasaan sejak dulu jika melihat sesuatu yang privasi sontak aku menutup mata padahal jika dipikir untuk apa juga toh aku sudah melihatnya hampir setiap hari .
" adek , ngapain juga main buka saja ?" om Za pun meraih handuk dan menutupi bagian bawahnya.
" tapi abang belum selesai dek," jawabnya memang di badannya masih menyisakan sisa sisa busa sabun.
" tapi Salwa dah ga kuat ! awas minggir !" aku mendorong badan hulk om Za dan segera menuntaskan hajat.Om Za malah kembali ke aktivitasnya membersihkan busa dan menbuka handuknya di depanku.Hingga hawa panas ikut bergejolak , aku memalingkan wajahku.
" ihh suami ga ada akhlak!" omelku.
" adek, istri ga ada akhlak " jawabnya membalikkan kata kataku.
" abang itu airnya kena Salwa ihhh!!" pekikku karena air bilasan sabunnya nyiprat nyiprat ke arahku.
" biar saja , adek belum mandi kan ?" ia malah dengan sengaja membasahi badanku yang masih berbalut pakaian dengan air hingga kuyup..dan mencetak tubuhku.
" abang !!" pekikku tapi ia malah tertawa puas.Sekalian saja ia mencolekan sabun ke kulitku, layaknya anak kecil kami bermain air
" nih , biar abang mandi terus..." jawabku menuangkan kembali sabunnya di badan om Za.
" dek..!! awas ya kamu !!" menahan tanganku tubuhnya merapat padaku memojokanku ke tembok kamar mandi , tatapannya mengelam aku tau ujungnya akan kemana .Salah aku membangunkan singa yang sedang tidur kini aku harus terima jika singa itu kelaparan dan ingin memakanku.
" cup.." wajahnya menunduk bibirnya meraup manisnya bibirku.Aktivitas panas di kamar mandi akhirnya menjadi kegiatan mandi bersama.
" hatchimmm!!" aku bersin, mungkin terlalu lama berada di kamar mandi sambil basah basahan.
" kamu sakit ?" tanya om Za merentangkan tangannya memebawaku ke dalam pelukannya , aku yang sedang menangkup gelas susu coklat panas duduk di sofa samping om Za seraya menaruh kepalaku di dada kanannya .
" engga bang ini mungkin tadi gara gara kelamaan di kamar mandi ," jawabku .
__ADS_1
tok...tok...tok....
Pintu rumah diketuk , Om Za membukakan ternyata itu adalah ibu dari tante Cut.
"assalamualaikum.."
" waalaikumsalam .."
Wajah om Za terlihat kaku kembali.
" masuk bu ," pinta om Za.
" terimakasih, Za.."
Aku bergegas membuatkan minuman untuk ibu dari perempuan yang telah mencelakai om Za dan memfitnahku.
" Za , saya mohon cabut tuntutan atas Cut..apa tidak ada pintu maaf untuknya ?"rintihnya , tapi apalah daya suamiku memang bermuka tembok sepertinya ia lelah harus selalu menghadapi drama queen.
" bang ," aku melirik seraya tanganku yang berpegangan di genggaman om Za.
" maaf bu saya dan keluarga sudah memafkan Cut bahkan sebelum ia melakukannya pun insyaallah saya sudah memaafkan Cut , tapi kasus ini sudah saya serahkan pada pihak yang berwajib , dan ini sudah di luar kendali saya ."
" apa Zaky tidak kasihan melihat Cut mendekam sendirian di lantai penjara kedinginan?" ucapnya seraya menangis .
Tidak anak tidak ibu kenapa gampang sekali menjadikan air mata sebagai senjata untuk membuat orang lain bersimpati.Aku berdecih ria lama lama jadi ilfeel juga jika sedikit sedikit menangis.Rasanya disini gabada bawang merah deh..
" bagaimana kabar Cut , bu ?" tanya om Za.
yahhh si abang nanya kabar tante Cut sudah pastilah disana stress secara obatnya ada disini.
" kurang baik nak Zaky ,ibu mohon cabut nak ...Zaky kan tau bagaimana Cut , kalian sudah bersama sama sejak SMP .."
" sebaiknya tehnya di minum dulu , bu " ucapku agar ia sedikit tenang, tapi inilah om Zaky yang selalu teguh dengan pendiriannya, apapun hubungannya ia tetaplah bersalah.
" maaf bu , sebaiknya Cut disana untuk mempertanggung jawabkan semuanya , agar dia intropeksi diri , meskipun Cut teman saya tapi jika salah saya tidak akan membelanya bu ," jawab om Za mantap.
" nak Zaky tega ...pada Cut, ia sedang khilaf nak , maklum saja cintanya pada nak Zaky begitu besar dari dulu ," katanya lagi , aku menghela nafas untuk membuang rasa tak nyaman.
" Saya sudah beristri , bu..Salwa istri saya ," jawabnya telak. Ibu tante Cut menyerah membujuk om Zaky karena sekuat apapun ia memohon pada om Za tetap tidaklah jawabannya.
" bang apa sebaiknya abang ca..."
" tidak dek !!" ucapnya cepat sampai aku tersentak.
" biarkan saja dia disana untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya , dia sudah mencoba mengusik hidup kita , apapun yang menyangkut hidupmu adalah tanggung jawab abang ," jawabnya .
.
.
.
.
__ADS_1