
bismillah happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
.
" abang ,sini !"
Tanganku melambai lambai menyuruh Om Za mendekat ,,dengan sedikit berjinjit kukalungkan tas selempang kecil di leher Om Za.
" kamu ngapain sih ,sal ?" tanya Om Za mengernyitkan dahi .
" titip tas ya, Salwa mau pilih pilih dulu barang bareng ka Aisyah !" jawabku tersenyum,
" apa ? " ,ucapnya tak percaya.
Sungguh lucu sekali badan tegap nan atletis dan wajah tampan bak dewa Yunani ini ,wajahnya berpeluh dengan tas selempang kecil rajutan menggantung di lehernya , Om Mirza tertawa sangat puas.
"sekarang gue percaya kalo loe bucinnya Salwa, Za !" dengan sisa sisa tawanya .
Jika sudah urusan belanja ,mood perempuan pasti naik begitupun aku ,rasa sakit di kaki mendadak hilang tak terasa ,tak perlu mencari obat termanjur untukku cukup bawa saja berbelanja ,semua rasa sakit luntur seketika.
" ini yang namanya sakit ? tadi saja mengaduh dan merengek seperti orang dengan sakit parah dan akan meninggal detik itu juga " adu nya dalam hati
drrtt.....
drrtttt....
Sebuah panggilan masuk di layar ponsel Om Za tercantum Abi
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam "
Om Za sedikit menjauh menerima panggilan ,sesekali ekor matanya melirik ke arahku .
" bang ,ini bagus tidak ? " aku menunjukkan beberapa perintilan souvenir pada Om Za ,ia mengangguk
" sal..abang mau bilang sesuatu !" lirihnya mengambil paper bag belanjaanku.
" bilang aja bang ,Salwa dengerin kok !" jawabku , Om Za membawaku menjauh dari toko itu .
" sepertinya besok pagi kita harus sudah pulang lagi ,mendadak abang ada perjalanan bisnis ke luar kota !" ucapnya ,mataku membola , sebenarnya aku kecewa karena list vacation untuk 2 hari ke depan sudah kususun rapi harus kubatalkan semua .
" ko pulang sii ...abang ga asik...!!" jawabku merengut .
" perkebunan harus diurus sal...abi masih sakit , Salwa harus mengerti pekerjaan abang." terlihat wajah penuh pengharapan dari Om Za .
Aku menghela nafas ,hanya pasrah mungkin inilah resikonya jika menikahi seorang anak tunggal.
.
__ADS_1
.
.
Malamnya kuhabiskan hanya rebahan saja di kamar ,moodku sudah nyungsep jauh ke dasar bumi.
" sal..sudah kamu bereskan pakaian dan barang barangmu ??" aku mengangguk lesu ,tak ingin melihat Om Za yang sedang merapikan koper,mendadak wajah layaknya calon penghuni surga ini tak menarik untukku.
" Om Mirza sama ka Aisyah gimana ??" tanyaku .
" mereka masih disini ,sampai Minggu ..." jawabnya lagi . Om Za mendekatiku .
" bisa ikut abang sebentar ..." pintanya.
" Salwa males bang !!" jawabku ogah ogahan.
" sebentar saja !" pintanya .Jika umumnya orang orang akan menikmati hari terakhir dengan totalitas tak ingin melewatkan setiap momen nya ,tapi tidak denganku yang sudah merasa down duluan ,karena melihat tatapan laser Om Za aku akhirnya memakai sendal ku dengan malas mengikuti arah jalan Om Za dari belakang .
Mungkin karena terlalu sibuk mendumel dan meratapi nasib tanpa bersyukur ,aku tak melihat kemana jalan yang sedang kutapaki mengarah.
" dukk "
" aww...."
keningku menabrak punggung keras Om Za,sedikit mengusap usap keningku ,untung saja tak benjol heran itu punggung atau tembok beton.
" kalo berenti kasih klakson dong bang !!" omelku,ia malah terkekeh
" kamunya saja yang letoy...baru nabrak abang sudah mental !" jawabnya. " Salwa tidak apa apa kan ??" tanya nya melihat keningku .
" engga ,untung aja otak Salwa ga geser !!' sarkasku.
Ia menyingkir dari pemandangan di depanku ,mataku membola dan berbinar ,kutarik semua ucapan dan gerutuan ku tadi ,tak ada gaun ,pakaian casual pun jadi,tak ada heels yang bikin kaki pegel sendal jepit pun jadi ,tak ada hotel bintang lima bibir pantai berpasir pun jadi bahkan lebih indah bertabur bintang .
" maaf hanya ini yang abang bisa lakukan ,candle light dinner yang bisa abang siapkan buatmu ,maaf jika tidak sesuai ekspektasi dan harapan Salwa " ringisnya .
Aku mengulum senyum lalu melompat langsung memeluk Om Za , seperti sedang memeluk tiang , Om Za menangkap badanku layaknya menggendong anak kecil ,membelitkan kakiku di pinggangnya.
" makasih bang,ini sudah lebih dari cukup ko buat Salwa ..." senyumku manis memperlihatkan si gingsul pemanis.
" sama sama .."
" mau terus di gendong atau mau makan ? itu makanannya keburu dingin " ucapnya .
Baru saja ingin bermanis manis ria , ucapan kalemnya bikin ga enak di ending.
" abang ga usah ngerusak suasana deh...!!" jawabku .
Tanpa menurunkan ku , Om Za berjalan menuju meja makan yang hanya terdapat dua buah kursi saling berhadapan dengan lilin aromaterapi di tengah tengah berwarna merah muda seperti keinginanku . Om Om pria matang ini sampe rela nyari nyari lilin aromaterapi ini hanya untuk membuatku senang.
" abang sweet banget sii .." lirihku.
" abang mau minta maaf karena acara liburan kita jadi gagal gara gara kesibukan abang ,abang harap Salwa bisa mengerti " ucapnya ,aku menghela nafas , mencoba bersikap dewasa memahami dan mendukung Om Za.
" iya bang ,maafin Salwa ya ,padahal abang kaya gini juga buat nafkahin Salwa .." jawabku, tangannya terulur megacak rambutku.
" harusnya abang kasih tau dulu jadi kan Salwa pake baju yang bagusan dikit bukan malah pake kaos sama sendal jepit begini..." tunjukku pada kaki dan kaos rumahanku.
" apapun yang Salwa pakai tetap bagus di mata abang " jawabnya semakin membuatku melengkungkan bibirku layaknya lengkungan pisang. Ada yang hangat tapi bukan lilin di depan.
.
.
__ADS_1
.
Masih enggan melewatkan moment indah ini ,aku masih memandang keluar jendela dan melihat langit malam yang begitu indah ,kenapa yang indah harus selalu di akhir bikin ga rela kayak ditinggal pas lagi sayang sayangnya .
sudah menjadi kebiasaannya memelukku dari belakang
" belum ngantuk ??" tanya nya ,ia menyesap ceruk leherku membuatku meremang .
" belum !" jawabku
Tangan Om Za sudah traveling kemana mana termasuk dua sintalku yang semakin menggoda setiap harinya karena ulah om Za.
hoammmmm
" Salwa ngantuk bang !!" alasanku karena aku tau jika setelah ini sudah pasti bang Za akan membuatku begadang Ia tertawa " katanya belum ??"
" mendadak ngantuk bang ,kayanya mata Salwa kelilipan serbuk cintanya abang !!" jawabku .
" tapi ****** ***** nya kan belum !!"ucapnya semakin ganas menejelajahi setiap lekukan tubuhku.
Sudah tak ada lagi alasanku untuk keluar dari situasi ini ,kecuali dengan jurus menghilangnya si Naruto tapi itu pun mustahil kulakukan.
Malam syahdu ini dihabiskan dengan pergulatan panas diatas ranjang ,tak dipungkiri aku pun menikmatinya ,hanya saja malu malu untuk mengakuinya apalagi meminta nya duluan.
Bibir yang merengut seperti bemo ,melihat om Mirza dan ka Aisyah yang masih menikmati waktu liburan mereka ,sedangkan aku ! sudah pulang nanti ditinggal pula ,berasa jadi istri bang Toyib...
Dua jam sudah kuhabiskan menyebrangi lautan dan sampai di pelabuhan yang langsung mengarah arah jalan pulang .
Mobil melambat saat di depan gerbang , seorang wanita berjilbab sedang duduk di teras depan menunggu kedatangan Om Za .
" bang Za, Salwa ..." ucapnya ,lengkap sudah cobaan ku kali ini ,untung saja imanku kuat hingga tak harus gantung diri di tiang jemuran.
" ada apa Cut??" tanya Om Za mengeratkan pelukannya dari samping seakan ingin menegaskan kalau tidak ada celah untuknya untuk mengganggu kehidupan kami. Ia menunduk.
" maaf bang Za ,sal...maafkan Cut... Cut salah sudah mencoba mengusik kalian ,tapi bang.."
" asal abang tau Cut memang setulus itu bang ,maaf ..."
pasukan kata kata kasar dan primitif sudah berjejer di tenggorokan sampai ke ususku saking banyaknya siap untuk menghujat wanita di depan ini ,tapi baru saja bibirku membuka ia sudah kembali berucap.
" kini Cut sadar bang jika abang bahagia bersama Salwa ...abang mencintai Salwa , Cut akan mencoba melupakan rasa untuk abang ..."
Alhamdulillah !! hatiku bersorak ingin rasanya aku mengatakan kami sekecamatan mengucapakan terima kasih.....,jika tidak sedang di depan keduanya mungkin aku sudah sujud syukur , rupanya do'a do'a ku selama ini untuk tante Cut ini diijabah Allah meskipun aku berdo'a dengan penuh kekesalan.
" Alhamdulillah...saya bersyukur jika memang kamu sudah punya niatan baik itu ,maaf jika membuat Cut kecewa tapi perasaan memang tak bisa dipaksakan ...saya harap Cut mendapatkan jodoh yang terbaik dari Allah..."
" aamiin...!!"
sepertinya amin ku lah yang paling keras disini ,
" maaf tante...mungkin kita bisa memulai semuanya dari awal ...kita bisa menjadi teman " ucapku mencoba bersikap bijak dan pemaaf ,entah apa yang merasukiku ,mungkin kelamaan bareng Om Za membuat se*tan se*tan dalam diriku keluar karena tak betah, jelad saja jangankan jin yang nyempil di dalem celah jantung ,aku saja yang punya jantung takut setengah idup pada laki laki satu ini.
" Alhamdulillah ,makasih bang , Salwa..kalau begitu Cut pamit undur diri..." jawabnya
" tante Cut ga mau mampir dulu ??" tanyaku ,ia menggeleng ,
" Cut ada janji...." jawabnya .
Entah tulus atau tidak ,hanya saja kekhawatiran ku sedikitnya telah pergi bersamaan dengan kepergian tante Cut.
" bang ! tante Cut beneran insyaf ga sih ??" tanyaku blak blakan.
" tulus atau tidaknya hanya Allah yang akan menilai , kita lihat saja kedepannya ..." jawab Om Za mengajakku masuk ke dalam rumah , walaupun ada raut yang tak beres dari wajah Om Za.
__ADS_1