
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" ampun bang, Salwa janjiiii !!! ga kan kaya gitu lagi !!" rengekku berontak pukulan kepalan tanganku di punggungnya malah seperti sebuah pijitan relaksasi untuknya , otakku yang encer bak susu uht bekerja keras memikirkan ide agar bisa turun dari atas pundak titisan Hulk ini,namun nihil ,posisiku menyulitkanku untuk melawan.
Om Za menurunkanku di pojokan kamar
" jewer kupingmu sendiri !!" titahnya.
Aku melongo ,sudah seperti anak SD saja
" cepet !!!" sentaknya ,dengan bibir merengut aku menuruti perintah nya menjewer kedua kupingku sendiri
" gini ???!!!" tanyaku memekik.
" angkat kakimu satu !" pintanya kembali.
" hah ??!" pekikku.
" ayooo !!" titahnya ,bersidekap seperti guru BK, sebenarnya aku sedang di rumah atau di sekolah sih.. Om Za sudah sangat cocok untuk menggantikan guru BK.
" kaya anak SD aja !!" dumelku merotasi bola mata.
" baca Pancasila !!" tambahnya ,
" hah ???, PANCASILA!! Salwa ga salah denger kan bang ??" tanyaku menajamkan pendengaranku.
" engga kamu ga salah denger ! ayo baca sekarang!!"
Astaga ! suamiku ini ...aku tau ia seorang camat tapi aku tak menyangka ia seloyal itu pada negaranya apa nanti saat ada yang meninggal aku harus bernyanyi gugur bunga?? yang seperti ini nih om om pria matang yang jauh dari sentuhan cinta .
" ga mau Salwa ikrarkan pernyataan cinta Salwa buat abang aja ??" jika hukuman suami pada istri umumnya adalah seputar ranjang ataupun layan melayani seperti customer service lain halnya dengan aku ,disaat orang lain hot diranjang aku malah di tes seberapa besar rasa cintaku untuk negaraku.
" tidak perlu ! " jawabnya. "Abang sudah tau apa yang akan kamu katakan " jawabnya " ayo cepat abang nunggu !!" ia kembali menatapku.
" ck..baik paduka !!" jawabku kesal.
" Pancasila 1. ketuhanan yang maha esa !!" ucapku.
lah Tuhan ku memang Allah tapi nasibku serasa di tangan abang ....batinku meracau.
Aku melanjutkan sampai selesai dengan sesekali batinku meracau sebagai aksi berontakku.
.
.
"pukkk !!" aku menjatuhkan badanku di ranjang ,kakiku hampir copot menggantung akibat hukuman barusan ,tak menyangka saja hanya gara gara telunjuk nakalku ini yang ga ada akhlak berujung pada pengucapan Pancasila 10 kali ,jika setiap hari aku berbuat salah sepertinya bulan depan bapak presiden akan mengangkatku jadi Duta Pancasila. Om Za emang raja tega ....ingin rasanya menangis meraung raung namun nyaliku hanya sebesar biji korek yang ada hukumanku malah bertambah ,nasib memang tidak selalu berpihak pada hamba yang cantik ....memang manusia itu tidak ada yang sempurna wajah blasteran nabi Yusuf tapi kelakuan kaya Fir'aun ...
" Kalau ga cinta udah ku kasih sianida !!" gumamku.
" siapa yang mau kamu kasih sianida ??" suara bass itu mengagetkanku ,artian tersambar petir disiang bolong itu ya ini...,!!
" anu om...,!! itu orang !!" jawabku gugup jangan sampai Pancasila berubah jadi pembukaan UUD 1945,bisa bisa aku pingsan... namun langsung kututupi dengan wajah santuy ku bukan Salwa namanya jika hal kecil seperti ini tak bisa mengelak.
__ADS_1
" jadi kamu mau racun abang ??" tanya nya terkekeh bukannya marah ia malah tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
" iya ..!! sianida cinta !!!" godaku.
Aku menggeser badanku membiarkan Om Za ikut berbaring , aku meringsek masuk ke dalam dekapannya tepatnya sih nyempil di ketiaknya , badan ku yang kecil sangat pas dengan dada dan lengan bidang Om Za ,ditambah aroma tubuhnya yang wangi membuatku merasa aman dan nyaman.
" bang !!" aku mendongak sedangkan ia menunduk
" maafin Salwa gara gara Salwa abang jadi kesiksa ya ...!!" ucapku tulus dari lubuk hati yang paling dangkal..
" kenapa ??" tanyanya ,alisnya yang hampir menyatu menandakan kalau ia sangat menyimak .
" Salwa tau abang sangat menginginkannya , abang juga pria normal yang sudah dewasa ,tapi Salwa belum bisa memberikannya " jawabku sendu.
" sudah tidak usah dipikirkan ! abang tidak apa-apa..abang sendiri yang menginginkan Salwa , maka abang akan bersabar !!" jawabnya , salut saja diumur yang sudah kepala tiga ia masih bisa menahannya .
" lebih baik Salwa tidur ,bukankah besok itu latihan terakhir ??" aku mengangguk lalu menyerukkan wajahku ke ketiak Om Za dan menghirup aromanya dalam dalam yang sudah menjadi canduku menghantarkanku ke dalam mimpi indah.
" sal !!" lirihnya merasa tindakanku sedikit jorok .
" abisnya abang wangi" kekehku .
" Salwa juga wangi !!" ia malah ikut membaui rambutku.
.
.
.
.
Ini adalah latihan terakhirku sebelum lusa adalah hari yang begitu mendebarkan ,tampil di hadapan satu kota Aceh apalagi isinya para petinggi di kota Aceh termasuk Om Za.
" Salwa !!" pekik Vita dan kedua temannya seusai latihan,aku dan Nur menoleh lalu menghela nafas lelah.
Ketiganya berjalan cepat dengan wajah yang kesal .
" iyalah kamu ! " tiba tiba ia mendorongku sampai tersentak ke tembok
" ga usah so cantik ! kamu mau merebut Wisnu dariku ??!!" ia melotot seolah matanya ingin keluar dari tempatnya.
Salah memilih lawan ,dia fikir aku takut hanya dengan gertakannya,oke kamu jual aku beli.
Nur sudah meringis di sampingku "Vita ! Salwa tidak tau apa-apa,vit.. Wisnu justru yang deketin Salwa terus !!" bela Nur,tapi sepertinya kupingnya sudah tertutup dengan kata cemburu hingga matanya tak akan melihat sebuah kebenaran.
" gue emang cantik !!" jawabku tersenyum menyungging
" apa ??!!!" pekiknya " anak ibukota memang belagu !!" jawabnya menantangku .
" kalau iya mau apa ??! gue cantik mau belagu juga wajar!!" aku kembali tersenyum mengejek.
Ia semakin geram ia menarik kerudungku ,inikah yang dinamakan bullying??
" awww sakit be*go !!!" aku membalas menarik kerudungnya hingga pertengkaran tak terelakkan,kami saling menarik kerudung hingga terbuka dan menjambak rambut , Nur melerai namun hasilnya nihil ia malah ikut terdorong oleh Vita
" aww.." Nur meringis
" Nur...!! pekikku hendak meraih Nur tapi Vita menarikku ,balik kupelintir tangan Vita hingga terlipat ke belakang dan mendorongnya ke depan ,ia meringis
" ga usah macem macem kalo ga mau gue smackdown !!" jawabku
" Nur,loe ga apa-apa ??" tanyaku berjongkok dan membantu Nur.
" awas ya kamu !!!!" belum menyerah Vita menarik seragamku hingga aku tersentak ,perkelahian kami menjadi viral karena beberapa murid melihatnya.
" bro Vita berantem sama Salwa !!" ucap firman pada Wisnu , Wisnu yang sedang duduk di kelasnya bergegas keluar menuju tempat kejadian perkara.
" astagfirullah Salwa !!" pekik Adam dan Pian mencoba menengahi , Adam meraihku dan Pian memegang Vita.
" ada apa ini ???"Wisnu menengahi
" tanya tuh sama cewek loe !!" pekikku menyugar rambutku , akhirnya aku melanggar janjiku pada Om Za untuk tak melepas kerudung di sekolah.
__ADS_1
" kenapa sih vit..??" tanya Wisnu.
" dia cewek kegatelan !!" sarkas Vita menghakimi
" apa ??!! sini loe ! gue jambak juga sama bibir bibir loe sekalian ...!!" balasku ingin menjambak rambut Vita yang hanya sebahu , enak saja rambut panjangku yang sudah kuikalkan di ujungnya dengan susah payah dan dengan perawatan mahalnya hanya untuk Om Za seorang ia jambak seenaknya.
" dipikir aku takut sama anak ibukota kaya kamu !!" pekik nya malah menantang.
" nantangin !!! sini loe !!!" aku meraih raih namun dihalangi Adam
" sal..udah sal...!!" gumam Adam , sedangkan Vita dipegangi Pian
" mulut kamu bisa diem ga sih vit....!!" gumam Pian.
" Vita !!! Salwa !!!! hentikan !!! kalian ikut saya!!!" bu Fatma melerai dan menyuruh kami ikut masuk ke ruangan BK.
Aku merotasi bola mata pertama kalinya aku masuk BK semenjak masuk ke sini , sebenarnya bukan hal yang baru buatku masuk ruang BK tapi orang rumah yang kuhadapi kali ini bukan bunda ataupun ayah .
Alhasil kedua wali dari murid dipanggil ke sekolah .
" hofffttt !!" Om Za menghembuskan nafasnya kasar.
" kenapa Za ??" tanya Om Mirza.
" gue dipanggil ke sekolah Salwa !!' jawabnya menyenderkan punggungnya di senderan kursi .
" lha...kenapa ??" tanya Om Mirza.
" Salwa berantem sama temennya , katanya gara gara laki laki !!"
" byurrrr!!" Om Mirza yang sedang minum teh manis ,menyemburkan teh nya ,ia langsung tergelak.
" laki laki ??? apa laki laki di rumahnya kurang ganteng ??" ledeknya.
" Salwa berantem bang ??" tanya tante Cut padahal jelas-jelas ia mendengar juga ,hanya ingin lebih menegaskan lagi kalau aku memang gadis yang bar bar.
" astagfirullahaladzim, anak muda memang sedang masa masanya cinta monyet bang....!" ia mengelus dada padahal dalam hatinya tersenyum puas ,akulah si pembuat onar pikirnya. Om Za mengepalkan tangannya kuat ,belum lagi masalah peliknya di kantor
" kalau gitu gue ke sekolah Salwa dulu Mir...!!" Om Za angkat kaki menuju sekolahku.
Disinilah aku ,diceramahi kultum yang memakan waktu sepanjang jalan menuju rumah .
" mau jadi jagoan kamu ??!"
" bukan Salwa yang salah bang !!" tegasku sekali lagi.
" kalau kamu tidak bersalah kamu tidak mungkin dipanggil oleh guru BK...,!!" bentaknya.
" dia yang mulai duluan ,bang ..! dia yang bully Salwa pake jambak kerudung sama rambut Salwa !!" pekikku tak kalah kencang dengan wajah seperti bapau rasa strawberry.
" sudah salah mengelak !" gumamnya masih terdengar.
" memalukan ! apa benar gara gara laki laki ??" pegangan tangannya pada stir mengeras sampai sampai otot tangannya menonjol, Om Za menepikan mobil.
" jawab Salwa !!" tanya nya membentak hingga aku menutupkan mata ,saking takutnya. Takut salah menjawab dan fatal akibatnya.
Beberapa bulir air mata masih dapat kutahan " Salwa ga salah bang !!" kekehku ciut.
" bukan Salwa yang mulai , Salwa tidak sekalipun ada niatan berkhianat " cicitku bergetar.,jujur keberanianku luntur melihat wajah Om Za yang menakutkan ,mungkin Om Za benar benar marah.
" apa kamu menyukai pemuda itu ?? apa kamu mencoba untuk berkhianat dari abang , Salwa ??sampai kamu dan gadis itu rebutan pemuda itu ??" tanya nya menahan emosi yang siap membludak jika aku sampai mengeluarkan kata kata yanh salah.
Aku menggeleng keras " Salwa berani sumpah ,bang !! Salwa tidak menyukai ataupun dekat dekat dengan laki laki lain ,dialah yang ngejar ngejar Salwa bang!!" harus bagaimana lagi aku berkata agar laki laki yang satu ini percaya.
" laki laki tidak akan mendekat kalau perempuan tidak merespon !" jawabnya masih menatap tajam.
Sudah tak bisa terbendung lagi ,air mataku lolos begitu saja ,sakit rasanya mendengar Om Za berkata seperti itu ,sampai di rumah aku masih diam mematung .
" pembelaan apalagi yang akan kamu katakan ??!"
sepertinya semua salah dimata Om Za. Ia meninggalkanku di kamar sendiri sedangkan ia masuk ke ruang kerjanya , merasa terabaikan ,ingin pulang .....tapi aku masih memiliki tanggung jawab untuk tampil di acara nanti.
"bunda... Salwa ingin pulang !!" aku sesenggukan di tepian ranjang.
__ADS_1