
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
Aku mengangguk seperti boneka Susan yang digerakan .
" sekarang abang tanya sama Salwa ??" ia memajukan wajahnya ke depan wajahku membuat pipiku merona.
" Om jangan deket deket ..." cicitku malu malu , namun pria matang itu malah memainkan rambutku , jantung ku berdegup tak karuan.
" apa yang Salwa rasain saat sedang dekat abang ??" tanya nya.
" Salwa.... Salwa..." nyaliku sudah sangat ciut sekarang,baru begini saja aku sudah mati gaya ,wajahku menunduk seperti kelomang.
Aku menghela nafas mengumpulkan keberanian " Salwa sayang sama Om , Salwa ngerasa aman kalo bareng Om ,Salwa juga takut kalo Om deket deket sama perempuan lain" jawabku ,ia tersenyum lebar rupanya perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan padaku , begitupun aku.
" abang tidak akan memaksa Salwa untuk sebuah perubahan dan tanggung jawab ,abang akan membiarkan Salwa berubah sedikit sedikit , mulai dari panggilan untuk abang " ucapnya .
" ya ???!" aku mendongak
" abang tau umur abang memang tidak muda ,tapi abang suami kamu,bukan Om mu ...." lirih Om Za.
" iya abang !" jawabku mantap , Om Za mengacak rambutku lalu kembali berkutat dengan laptopnya.
" bang ," panggilku lagi .
" hemm ??!"
" apa abang juga akan meminta hak abang sebagai suami ?" tanyaku gugup ,aku tau hal ini akan terjadi tapi jujur saja untuk saat ini aku jauh dari kata siap.
" memangnya Salwa sudah siap ??" ia menaikkan alisnya sebelah.
" belum !!" jawabku menggeleng cepat.
" abang pasti akan meminta ,tapi tidak sekarang abang juga tidak akan memaksa Salwa,saat Salwa sudah siap maka abang akan mengambil apa yang menjadi hak abang !" jawabnya.
" sebaiknya kamu tidur ,sudah malam besok sekolah !" titahnya.
.
.
.
.
Belajar dari kesalahan ,kini aku tidak mau gagal lagi, dengan penuh drama dan peluh dua piring nasi goreng sudah tersaji di meja makan ,pujian untukku sendiri mungkin saat ini nasi goreng jadi list nomer satu dan hanya satu satunya dalam daftar masakan yang bisa kumasak. Sudah kucoba berulang kali juga rasanya sudah pas.
" silahkan abang !! Salwa jamin rasanya kali ini ga keasinan ,udah Salwa coba ko !!" seruku.
" makasih sayang !!" jawabnya
Aku hampir saja tersedak salivaku sendiri mendengar kata barusan sampai sampai aku menyelipkan rambutku ke belakang telinga.
" apa ? apa ? barusan abang bilang apa ?" tanyaku.
" makasih sayang !" ucapnya lagi sambil tersenyum ,aku tertawa kecil mendengarnya , senang sekaligus geli saja baru kali ini ada yang memanggilku sayang . Om Za tidak sedang mabuk kan ???. Kurasa iya deh Om Za sedang mabuk ,tapi mabuk cinta ....batinku berkelakar.
" kenapa kamu senyum senyum sendiri ??" tanya nya sambil menyendokkan nasi ke mulutnya
" engga apa-apa bang !" jawabku.
" kamu masih waras kan ?? " kekehnya.
__ADS_1
" idihh mulutnya ,enak aja istri cantik nan muda gini disebut ga waras !!" bibirku mengerucut.
" kaya nya abang udah harus pake kacamata tuh !! udah tua !!" sarkasku bercanda sambil tergelak tapi itu tak membuat Om Za tertawa
" iya abang emang udah tua !" jawabnya ia beranjak dari duduknya ,seketika aku ikut beranjak merasa bersalah
" bukan gitu maksud Salwa bang ,maaf !!! " aku meraih tangan Om Za tapi ia tak merespon
" abanggg !!!" rengekku " maafin Salwa !!" dari arah belakang aku memeluk pria berseragam safari hijau itu ,
" abang memang tua tapi Salwa cinta !!" rayuan tulusku semoga bisa meluluhkan hati Om Za.
" abang juga cinta Salwa " kekehnya sambil berbalik badan ,ternyata ia hanya mengerjai ku .Pipiku menggembung wajahku memerah kesal
" ihhh!!! abang ngerjain Salwa !!!" aku memukul mukul dada dengan otot liat itu ,berolahraga di ruang gym pribadi setiap sore rupanya membentuk badan Om Om pria matang ini seperti badan model iklan susu pria dewasa yang sering dilihat teman temanku di Jakarta melalui majalah . Buktinya pukulanku seperti tak berasa untuknya ,maklumlah kepalan tangan kecil hanya terasa seperti pijatan lembut . Ia menangkap tanganku
" cuppp !!" bibir kenyal itu mengecup milikku yang sudah terlapisi liptin
" kamu menggemaskan !!" jawabnya tak nyambung
" abang tak mungkin marah hanya karena hal itu ,karena memang faktanya ,yang penting Salwa tetep mau sama abang !" ucapnya.
.
.
.
.
" pulang sekolah tunggu saja abang disini ,mungkin abang akan telat sedikit !" ucapnya dari dalam mobil.
" Salwa !!" pekik Nur lalu berjalan bersama menuju kelas
" sudah tau belum ??" tanya nya
" tau apa ??" tanyaku.
" sekolah kita kan nanti akan mengirimkan perwakilannya di acara festival tahunan budaya di balai kota ..!!" seru Nur.
" oh ya ??!!" tapi sayangnya aku tidak terlalu tertarik dengan acara begitu .
Aku dan Nur masuk ke kelas ,semuanya sibuk membicarakan hal yang sedang tranding saat ini festival tahunan Aceh.
Bu Fatma masuk ,ia mengumumkan nama siswa yang akan menjadi perwakilan sekolah
" apa ?? saya bu ??!" tanyaku
Siswa lain senang tapi aku biasa saja kenapa tidak mengundang boyband Korea saja sih sebagai hiburan biar mata adem di tengah cuaca Aceh yang panas ...
.
.
Tari Saman dan bungong jeumpa ...itulah yang akan kubawakan nanti bersama teman teman di acara festival nanti.
Sudah lewat setengah jam ,udah kaya ikan asin aja gue nungguin jemputan ,kering..... ,kalo bentar lagi Om Za ga dateng fix gue balik Jakarta aja ...ku seka peluh di keningku ,kenapa sekolahku ga kaya sekolah dalam cerita di sebuah novel yang ada pohon rindangnya buat berteduh kan indah .... adapun pohon rindang nan besar udah pada dipake neduh sama yang lagi pacaran ,mereka aja gandengan lah apa kabar gue udah kaya istri yang dibuang.
" masih nunggu jemputan pulang ,sal ??! " tanya seseorang dari atas motornya ,dialah Wisnu.
Lengkap sudah penderitaanku hari ini ,udah perut laper tenggorokan haus ,panas ,disuruh nungguin orang yang ga tau kapan datangnya ehhh datang lagi terong terongan ...
" bukan ! nunggu jemputan ke Rahmatullah!!" sarkasku ,dia malah terkekeh geli.
" lucu kamu sal !!"
" sorry gue bukan boneka kucing depan toko !!" jawabku ketus ,ingin dia segera pergi tapi rupanya niatan itu tidak terlihat darinya.
" mau bareng gue ??" tawarnya.
" engga ! makasih !" jawabku menunduk memandang sepatu yang kupakai menendang udara.
" ya udah gue temenin !!" ia malah turun dari motornya.
" ga usah mening loe pulang ,terus cuci tangan cuci kaki langsung bobo !!" jawabku ia malah semakin tergelak .
drrtttt
ponselku bergetar ,nama yang kutunggu akhirnya menelpon setelah sekian purnama nomernya tak aktif.
" sal..abang masih sangat sibuk ,apa kamu bisa ke kantor saja nanti pulang bareng ,abang juga sudah pesankan makan siang ,kita makan siang bersama !!" ucapnya menutup sepihak saat seseorang memanggilnya karena terdengar nya ia begitu sibuk.
Aku menghela nafas kasar ,akan menyetop taksi namun sepertinya takdir tak berpihak padaku jangankan taksi ,ojeg ataupun angkutan umum pun tak ada ,
" cari angkutan umum ??" tanya nya ,aku sampai lupa kalau di sebelahku masih ada cowok terong yang tahan banting ,kuping bagai baja...sudah ku ledek dan ku sarkasi masih saja bertahan.
__ADS_1
" Om mu pak Zaky kan ?? yu gue anter !!" tawarnya lagi ,aku ragu tengsin kan kalo harus ikut apalagi kalau sampai orang-orang yang tau hubunganku dan Om Za tau ,tapi perutku sudah keroncongan minta di isi ,belum lagi hari semakin terik , Om Za tega banget sama gue....
Masa bodoh lah dengan omongan orang nanti ,tinggal dijelaskan saja kan gampang...akhirnya aku menerima tawaran Wisnu dan memintanya mengantar ke kantor Om Za.
" btw makasih ,,,,tapi hanya kali ini aja gue minta tolong !!" ucapku masih terlihat angkuh .
Karena motornya motor gede ,posisiku sangat riskan dan juga tinggi membuatku kesusahan dengan rok panjang begini untuk turun ,rok ku tersangkut di step pijakan dan hampir jatuh refleks tanganku memegang bahu dan lengan Wisnu bahkan sampai hampir terjatuh ke untungnya tanah, Wisnu sigap menolong .
" astagfirullahaladzim... sorry.. sorry...!!" aku langsung menjauhkan badanku .
" Salwa !!!" pekik seseorang dari arah depan , Om Za berjalan dari arah depanku bersama Tante Cut dan Om Mirza.
" bang Za !!"
" assalamualaikum,siang pak ,saya teman Salwa ..." Wisnu memperkenalkan diri.
Dengan wajah dinginnya dan alis yang menukik tajam , seperti elang yang siap mencengkram mangsanya Om Za menghampiri
" hanya teman kan ?? tidak usah sampai repot repot mengantar Salwa apalagi sampai menempel begitu ,bukan makhrom !!" jawabnya
" silahkan kamu pulang !!"
Wisnu hanya menelan salivanya berat ,tapi ia tidak akan pantang mundur...
" sal..gue balik ya..." aku mengangguk
" thanks !!"
" ikut abang !!" Om Za menarik tanganku sedikit kasar menuju ruangannya ,menghempaskanku di sofa lalu mengulurkan tissue basah
" bersihkan dirimu ,bagian yang mengenai laki laki tadi nanti ! sesampainya di rumah kamu mandi !!" ucapnya.
" abang apaan sihh ,lebay !!" jawabku sedikit kesal menerima tissue basah, karena dia juga kan sampai aku harus diantar Wisnu.
" jangan diulangi lagi !! saya tidak suka kamu dekat dekat dengan laki laki lain apalagi memakai motor itu saya sudah membayangkan bagaimana posisi kamu !!" sedikit membentak .
" terus salah Salwa gitu ,pulang telat dan nungguin abang ,abang tau ngga Salwa nungguin abang sampe kaya kerupuk !! abang ga tau kan kalo Salwa udah laper dari tadi !! salah Salwa juga taksi atau angkutan umum ga ada yang lewat ....!!!" pekikku tak kalah kencang .
" bukan berarti harus dengannya juga kan ??atau kamu memang suka sama teman kamu itu ?mau cari yang lebih muda??" tuduhnya.
" ko abang gitu sih ngomongnya !! Salwa meningan pulang aja kalo gitu !! rasanya Salwa salah terus di mata abang !!!" bentakku
" suara istri tidak boleh lebih kencang dari suami !!!" katanya.
Mataku sedikit buram karena air mata yang sudah menggenang ,di tengah perdebatan dan perselisihan aku dan Om Za , sesuatu yang harusnya tidak datang malah semakin memperburuk suasana
" bang Za ,ini Cut siapkan makan siangnya " tante Cut masuk sesuka hati tanpa mengetuk pintu dengan satu nampan berisi piring nasi dan lauknya dan segelas teh manis hangat.
dadaku semakin terasa sesak ,rasa lapar sudah tidak kurasa lagi ,
" tuh kekasih abang datang !! Salwa mau pulang aja !!" aku hendak melangkah keluar dari ruangan Om Za .
" Salwa !! tunggu abang !!" pekikan Om Za tak kudengar , untung saja disini banyak kendaraan umum ,tak susah untukku menyetop angkutan untuk membawaku pulang . kali ini semesta mendukungku.
Kepalaku terasa berdenyut dan pusing ,sampai ke rumah aku menjatuhkan badanku di ranjang tanpa membuka seragamku hanya kerudung agar tidak gerah ,kepalaku semakin sakit ditambah dada yang terasa sesak , sakit ...bukan hanya sakit fisik tapi yang ada di dalam juga sakit,air mata terus mengalir ,aku menyentuh keningku sendiri
" panas..bunda " gumamku ," Salwa kangen bunda !!"
Tak lama setelah aku pulang Om Za mengikutiku pulang .
" Salwa !!!" pekiknya mencariku ia langkahkan kakinya menuju kamar
ceklek
" Salwa !! maafin abang sal...!!"
" astagfirullah , badan kamu panas sal ...!!" paniknya.
" lepasin Salwa ...!!" tolakku namun karena badanku yang lemas aku tak bisa melawan rangkulan Om Za.
" maafin abang ,sal...kita ke dokter ya ....!!"
aku menggeleng ,dokter adalah hal yang paling kubenci makanya cita citaku bukan menjadi dokter , suntikan ,bau alkohol,dan obat obatan pahit selalu hidup berdampingan dengan sosok dokter ....
" Salwa ga mau !!" jawabku menolak hendak berontak.
" tapi kamu sakit !! jangan bandel !!"
" Salwa ga mau !! " bentakku pada Om Za.
" ya sudah , tunggu sebentar !!"
.
.
__ADS_1
.
.