
Author pov
Hari ini Salwa benar benar tak bersemangat untuk memulai hari seperti biasanya, untuk pergi ke kamar Al saja yang jaraknya hanya sejengkal, ia sampai harus menyeret kakinya malas.
"Perut gue kaya di kocok !ga enak banget !" lantas setelah melihat anaknya yang sudah menginjak usia satu tahun lebih, hanya untuk sekedar mengecek apakah Al Fath sudah bangun, ia langsung masuk ke kamar mandi.
"Bang, Salwa hari ini cuti dulu ke kampus dulu, " ucap Salwa.
"Adek sakit ?" tanya Zaky.
"Engga tau, cuma males aja ! mau mandi pun males, pengennya rebahan aja !" jawab Salwa.
Setelah Zaky berangkat ke kantor, Salwa hanya menonton acara televisi, yang kebanyakan sinetron dipenuhi drama drama putri yang tertukar, atau gosip gosip yang mengulik kehidupan artis yang tak begitu penting. Dibanding menonton tontonan semacam itu Salwa lebih memilih menonton para kelinci bo*doh nan kocak yang menginvasi dunia.
"Nak, umi keluar sebentar ! apakah Al mau ikut ummah ?" ajak umi pada Al, anak gemoy yang semakin bertambah kiloan berat badannya ini menjatuhkan mainan karetnya dan meraih raih udara tanda ingin ikut dengan umi.
"Umi, pake stroller aja..kasian Al makin sini makin berat, " ucap Salwa lalu membawakan stroller Al.
Setelah umi dan Al pergi keluar, ia duduk kembali meraih toples keripik dan makan seraya malas malasan, layaknya seorang pengangguran, melihat sebuah iklan di tv membuatnya menyadari satu hal.
***********************
4 bulan berlalu, Keluarga ini sudah sampai di bandara Soetta. Pernikahan Afrian dan Acha di selenggarakan 3 hari ke depan, Zaky berlari mencari toilet.
"Mi, bisa pegang dulu Al ?" tanya Salwa.
"Iya nak, kasian abang..coba bantu suamimu dulu, apa abang sudah bisa makan nasi ?" tanya umi, Salwa mengangguk.
"Bisa umi, tapi kayanya ngidamnya masih ada, "
"Njirrr !! parah, ntar kalo Acha hamil, apa gue ngalamin kaya abang juga?!" gidik Afrian.
Salwa berlari menyusul Zaky, terdengar jelas suara orang sedang muntah. Salwa terkikik. Lalu masuk ke dalam toilet.
"Aduh ! ga tega nih, pak camat mabok terus, " Salwa menyodorkan air mineral yang sudah ia buka tutupnya.
Wajahnya sudah pucat, "kata dokter sih harusnya udahan bang, cuma sampai trimester pertama aja, tapi ko ini masih lanjut ?!" ucap Salwa.
__ADS_1
Zaky menerima dan meneguk airnya, setelah membersihkan mulutnya, ia berjongkok di depan perut Salwa.
"Anak abi sehat sehat di dalam ya, tak apa apa kali ini abi yang merasakan mabuk, yang penting umi bisa makan makanan untuk asupan nutrisi kalian berdua !" terakhir ia mengecup perut wanita yang sedang mengandung anak kedua mereka, perutnya sudah mulai membuncit.
"Abang mau pesan kopi atau makan dulu apa gitu di cafe ? muka abang pucat gitu ! " tanya Salwa.
"Kita langsung saja pulang, nanti saja di rumah makannya !" Salwa membantu Zaky berjalan, tangan lembutnya merangkul bagian perutnya dari belakang.
"Ada yang ingin adek atau anak abang makan ?" tanya nya. Salwa menggeleng,
"Salwa udah kenyang ngeliat abang mabok !" tawa Salwa.
"Haaa, pengusaha yang terkenal dingin dikasih mabok kehamilan, tumbang juga !" ledek Afrian.
"Bughh !!" Zaky meninju bahu Afrian.
"Sudah sudah, tuh supir orangtuamu sudah menunggu kita dari tadi," jawab abi.
*******************
"Dek, tidak usah berdandan cantik cantik !" ucapnya, lihatlah sepasang tangan kekar ini, dari tadi menjelajahi perut Salwa dan mengusapnya, seakan sedang bermain dengan anaknya yang berada di dalam perut.
"Bukannya gemesin bang, jatohnya kalo abang yang manja jadinya nyebelin !" keluh Salwa. Sejak kemarin suami kakunya ini tak pernah ingin lepas darinya. Risih saja seperti sedang digelayuti werewolf, besar nan galak. Galak kalau Salwa dekat dekat dengan orang lain, atau tak mau menurut, dan kelamaan jauh darinya.
"Kenapa? kamu tidak suka? apa karena abang sudah tua? apa kamu mau tebar pesona pada tamu yang hadir dan mencari yang muda ? lebih baik kamu di kurung saja di kamar kalo gitu !" jawab Zaky kesal.
"Abang apa sih ?! ditanya apa jawabnya apa."
Laki laki yang tampak gagah dan keren itu menjadi saksi pernikahan Afrian dan Acha, tapi sejurus kemudian setelah kata sah menggema. Ia tak ada di dekat pengantin. Dimana kah dia ??
"Sal, kamu sedang apa disana? jangan lama lama !" pintanya. Emosi Salwa sudah membumbung tinggi, bahkan jika ditaruh telur di atas kepalanya mungkin matang hanya dengan waktu 5 detik saja.
Sejak tadi ia selalu dirisihkan dengan suami manja dan posesifnya ini, kehamilan kali ini bukan Salwa yang merasakan, tapi Zaky lah yang berubah, ia lebih melow, dan tentunya manja juga posesif terhadap istrinya itu.
"Sal !" panggilnya lagi saat 10 detik Salwa tidak segera kembali.
"Iya bang, sebentar ini Salwa mau ambil sambelnya !" jawab Salwa sudah menekan emosi ke titik beku.
__ADS_1
Salwa kembali, bahkan sekarang Salwa lebih sering memomong Zaky dibandingkan Al. Umi memaklumi, untungnya Al Fath mengerti, jika abinya ini sedang berubah jadi baby gorilla terhadap uminya, dampak dari calon adiknya nanti.
"Suapi abang, " pintanya. Salwa yang sudah membawa 2 mangkuk mie kocok, kini menaruh satu mangkuk, ia menghela nafasnya menyuapi bayi godzilanya.
"Kenapa hela nafas ? ga ikhlas ?" tanya Zaky.
"Ikhlas bang, lillahita'alla !" jawab Salwa.
Acha yang sedang di kursi pelaminan sudah tak kuat menahan tawanya melihat Salwa.
"Bang Zaky lucu banget ! bahagia banget gue liat bumil di kerjain !" ucap Acha.
"Kasian sih yank, sudah 4 bulan ini abang muntah muntah mulu, sampe pucat wajahnya !"
"Resiko, harus kaya gitu ! berbagi, jangan mau enaknya aja !" jawab Acha.
"Bang, Salwa mau ambil es krim ya !" pamit Salwa.
"Engga ah, nanti kamu lama ngambilnya ! kamu tunggu sini, biar abang yang ambil ! " jawab Zaky.
"Bang, ga malu apa, itu ada temen temen abang, relasi bisnis. Masa abang malah gelendotin istri terus !" jawab Salwa yang membujuk suaminya agar mau melepaskannya. Bukannya membebaskan Salwa untuk reunian dengan teman temannya, Zaky malah menarik Salwa.
"Ya sudah kamu ikut abang bertemu dengan teman teman abang dan relasi bisnis !"
"Ko ikut, nanti Salwa malah jualan obat nyamuk disana, cuma melongo liatin abang sama yang lain bahas bisnis atau masa masa kalian kuliah ! kan kaya ayam sawan cuma bisa melongo, "
"Terus kamu mau ketemu mantan mantan kamu waktu sma? jangan mimpi, ga akan abang biarin !" jawabnya.
"Apa sih bang, mantan mana ?" tanya Salwa. Ingin rasanya Salwa menjambak lelaki ini sampai botak, untungnya cinta...
Akhirnya Salwa mengalah, umi mengusap lengan menantunya ini, "yang sabar ya nak."
Lengan Zaky tak lepas dari menggandeng tangan Salwa, bertemu dengan beberapa teman semasa kuliah dan relasi bisnis.
"Udah kaya truk gue, digandeng gandeng gini," omel Salwa menatap memelas ke arah lengannya yang diapit oleh suaminya, tapi lagi lagi itu hanya ada di dalam hati dan otak ceteknya.
Jika berkenan, mampir ya di karya baruku yang baru banget netes π
__ADS_1