
bismillah happy reading all π
.
.
.
.
.
.
" abang apa apaan sih !! " ucapku tak terima tapi tak juga menolak,jika menyebalkan ada tingkatan levelnya maka tingkat menyebalkan Om Za ini berada di level 8 dari 10...
" nanti kalau mau main air baru lepas kainnya ..." ucapnya tanpa melihatku ,pasrah.....satu kata yang kini harus ku ilhami baik baik kuresapi dan benar benar ku amalkan .
Deburan ombak diatas pasir putih bagai alunan musik di telinga , birunya laut memanjakan mata setiap yang memandang ...
Aku menghirup nafas dalam dalam ,berbinar melihat birunya air laut
" lagi ngapain ??" tanya Om Za melihatku yang menarik dan membuang nafas.
" ngirup bau laut !!" kekehku membuka lilitan kain dan menyampirkan di pundak Om Za tanpa permisi ,mungkin aku adalah istri yang tak tau sopan santun terhadap suami ,tapi kalau menyangkut hal yang menyenangkan list aturan menjadi istri Sholeha seakan tertiup angin dan terbawa hanyut arus laut, hilang tak berbekas.
" sal.. nyemplung yu...!!" ajak ka Aisyah ,bak gayung bersambut ,dengan senang hati aku mengangguk cepat dan berlari dengan ka Aisyah menuju bibir pantai yang sudah melambai lambai mengajak bermain.
Sedangkan Om Za dan Om Mirza memilih duduk di bawah pohon kelapa dan mengobrol. Tatapan mereka jauh memperhatikan kami berdua yang asyik bermain air layaknya anak kecil yang masa kecilnya kurang bahagia,lebih cocok disebut bocil dibandingkan istri.
" Za ,kadang gue berfikir apa sayang loe buat Salwa layaknya sayang seorang abang ke adek atau memang loe sayang Salwa sebagai seorang istri??"Om Mirza memulai percakapan random antar sesama lelaki , Om Za melirik ke arah Om Mirza lalu kembali memandang lurus kearah ku yang sedang tergelak bersama ka Aisyah.
" sebut gue gila mir...tapi gue memang sesayang itu sama Salwa ...gue mau hanya gue lah laki laki yang bisa bikin Salwa tertawa ,hanya gue yang bisa melindungi Salwa ,dan hanya gue laki laki yang ada disampingnya..." jawab Om Za, om Mirza sedikit tercekat mendengar jawaban dari Om Za,apakah yang ada di depannya ini adalah Teuku Zaky sahabatnya.
Ia baru percaya jika mukjizat Allah itu nyata , Zaky yang dikenalnya sebagai laki laki yang kaku dan dingin bisa jatuh dan bertekuk lutut hanya oleh gadis kecil pecicilan nan ajaib sepertiku,bahkan guruku di Jakarta saja sepertinya melambaikan tangannya ke arah kamera saking pusingnya menghadapi sikap ajaibku.
" gue kira loe ga kan pernah jatuh cinta , Za ..bahkan Cut saja yang mengejarmu mati matian tidak kau lirik , bro...jelas jelas wanita wanita yang mengejarmu itu jauh lebih dewasa,cantik dan tentunya bisa mengimbangimu dalam hal apapun " kata Om Mirza.
" loe tau kan sejak gue kuliah dulu alasan gue tinggal di Jakarta karena memang untuk bisa dekat dengan Salwa ...memang hanya ada Salwa , Mir...." jawabnya menyeruput menghabiskan air kelapa muda di sampingnya.
" wihh cinta sejati .. salut gue broo ...ga pantang mundur .. Salwa jauh pun loe lamar jauh jauh...ga nyangka gue kalo temen gue ini bisa se gentle itu !!" Om Mirza menepuk pundak Om Za.
" awww....!!" aku memekik
" kenapa sal??" tanya ka Aisyah .
" kaki Salwa nginjek karang deh ka ,kayanya !" aku mengangkat kakiku , cairan merah segar keluar dari luka sobekan di kakiku.
" ehhh..iya sal..kakimu luka tuh ...!!" seru ka Aisyah.
" sebaiknya kita kembali sal..." ka Aisyah membantuku.
__ADS_1
" abang !!!!" pekik ka Aisyah memanggil Om Za lalu menunjuk nunjukku , menandakan jika aku sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja,lama lama luka terasa perih terkena air laut.
" astagfirullah kenapa ??" Om Za segera mengambil alih diriku , mendudukanku di atas pasir ,melihat lukaku.
" kenapa bisa begini ? abang bilang kan hati hati !!" semprotnya lebih pedas dari semprotan cabai.
" iya maaf bang , Salwa ga sengaja abisnya keasyikan main air sampe ga liat..." jawabku .
" sebaiknya kita kembali , Za lagipula sudah siang juga ,panas " usul Om Mirza.
" naik !!" Om Za berjongkok dihadapan ku,inilah angkutanku jika sedang terluka ataupun kecapean , angkutan yang tak ada duanya tak bisa dihargai dengan apapun di dunia ini .
" tapi baju Salwa basah bang ,nanti baju abang basah " lirihku.
" tidak usah berlebihan , cepet naik !! atau abang tinggal ??!" aku segera nemplok di atas punggungnya seperti anak tenyom setelah sebelumnya bang Za melilitkan kembali kain pantai .
" sweet banget abangnya Salwa " bisikku di telinga Om Za mengalungkan tangan di lehernya.
" abang dibuat dari apa sih bang ??" tanyaku .
" abang dibuat dari sel telurnya umi dan abi !" jawab Om Za dengan polosnya hingga membuat kedua manusia dibelakang kami tergelak ,sepolos itu bapak camat kita yang satu ini apakah dia tak pernah mengenal yang namanya gombalan receh ??bahkan anak SMP yang pipi*snya belum lempeng saja sudah pandai menggombal ,masa muda Om Za benar benar digunakan untuk belajar dan menjadi stalker hidupku .
" ishhhh ,abang nih jawabnya kaya manusia paling old saja !!" decihku.
" Salwa kira abang terbuat dari gula tebu ,abisnya manis banget !!" jawabku ,
kriik..kriik...kriik...kriik.....
Menyesal memang selalu datang belakangan ,betul sekali ungkapan itu ,,,,niat hati ingin mendapatkan senyum manis dan merona dari laki laki muka tembok ini tapi bukannya luluh malah aku seperti dikacangin.
" coba saja kalau berani ??" tantangnya
" grekkk !!"
" awww,sakit ,sal!!" aduhnya.
mereka kembali tertawa melihat interaksi pasangan suami istri beda generasi ini.
Om Za masuk ke dalam kamar mandi dan menurunkanku disana
" eeh....!! kita mau ngapain ke kamar mandi,bang ??" tanyaku sudah travelling saja otakku, racun mesum belum keluar sepenuhnya dari otak mungilku . Om Za lantas keluar dan mengambil pakaian ganti untukku
" nih..mandi ...kamu fikir abang mau apa ??otak kamu ngeres,kalo memang mau nanti saja malam ...cepat mandi badan kamu sudah lengket dan menyatu dengan pasir !!" ucapnya ,jari telunjuknya menekan nekan jidatku lalu keluar dari kamar mandi.
" ihhh mulutnya..!! " decakku.
Bisa bisanya otak ku ini berfikir yang tidak tidak ,aku mengguyur badanku dengan air dingin , semoga saja otakku bisa adem dan pikiran kotorku ikut hanyut bersama pasir dan sisa air laut yang menempel.
Aku duduk di tepian ranjang mendengar ceramah yang diselipi beberapa ultimatum yang siap meledak kalau aku masih tetap berbuat ceroboh,tenang ini bukan ultimatum layaknya bom perang .
" iya bang,salwa amat paham !!" jawabku yakin.
__ADS_1
" amat paham tapi selalu berbuat ceroboh !!" ucap Om Za memplester luka di kakiku.
" namanya juga manusia , Salwa bukan malaikat bang...pasti selalu ada salah !!" debatku.
Jangan lupakan aku adalah gadis kecil yang berani mendebat si penguasa kantor kecamatan ini.
" tapi kamu tidak pernah belajar dari kesalahan !!" jawab Om Za belum menyerah.
" karena Salwa masih kecil ,masih belajar kalo salah kan ada om yang benerin " jawabku lagi.
" usia selalu dijadikan senjata , abang tidak bisa selalu ada di samping Salwa, disaat abang tidak ada Salwa harus bisa menjaga diri sendiri ,jangan mengandalkan orang lain termasuk abang " telaknya.
" abang mau kemana ??? jangan tinggalin Salwa bang..." rengekku.
" abang tidak akan kemana mana " rengekku.
" makanya jangan ngomong kaya gitu , Salwa ga suka !!" aku memeluk Om Za yang disambut dengan dekapan hangat si pria matang .
" insyaallah ,selama abang masih bernafas dan masih mampu abang pasti berusaha untuk ada di samping Salwa." jawabnya
.
.
.
ini kebiasaan Om Za yang tak kusuka , mudah sekali berubah haluan , baru saja tadi berjanji selalu ada disampingku ,lalu lihat sekarang dia berjalan meninggalkanku.
dosakah aku jika mengumpat dari belakang ,apa termasuk ghibah jika aku menggerutu di belakangnya ?? karena sikapnya yang begini ini memancing orang berbuat dosa...untung saja aku bisa menahan diri untuk tak melempar sebongkah batu pondasi tepat di kepalanya .
" bang ...tungguin ,ini kaki Salwa masih sakit bang...!!" gerutuku.
" tadi saja digendong , sekarang malah disuruh jalan sendiri !!" keluhku .
" mau digendong lagi ??" tanya nya , jika harus memilih lebih baik berjalan bergandengan bersama daun putri malu saja agar ia lebih peka ... haruskah kucolok mata indah milik om om kesayangan ku dan semua warga sekecamatan ini agar ia lebih mengerti lagi jika istrinya ini minta digendong.
Beda dengan yang tadi ,kali ini Om Za menggendongku dengan ala bridal style menuju kantin penginapan , disana sudah ada Om Mirza dan ka Aisyah...
" Salwa !!" pekik ka Aisyah.
Setelah memesan beberapa makanan ,kami mengobrol santai
" besok kita mau jalan jalan kemana bang ??' tanyaku .
" sebaiknya tidak usah jalan jalan ,melihat kondisi kakimu yang terluka dan tak bisa berjalan " jawab Om Za.
Tak terima kalo liburanku hanya sia sia dihabiskan di kamar penginapan saja ,aku menolak keras usul Om Za.
" engga !! Salwa mau jalan jalan ...kaki Salwa sudah baikan ko , besok juga pasti bisa berjalan lagi !!" jawabku
" lalu kenapa barusan minta gendong ??"
__ADS_1
" itu ,masih sakit dikit bang..lagian kalo mau diem di kamar cuma rebahan ngapain jauh jauh kesini !!" sungutku berapi api...
pasangan di depanku ini tertawa kecil ,jika melihat pasangan suami istri lainnya berlibur akan selalu ada adegan uwu tercipta lain halnya denganku dan Om Za ,membuat para penonton malah saling berebut ingin taruhan siapa kiranya yang akan menang....