
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" Om maafin Salwa , Salwa ga becus jadi istri " senduku .
" kamu kenapa ??" tanya nya .
" masak nasi goreng aja ga bisa , Om ..ko bilang enak sih ,harusnya jangan dimakan nanti Om punya darah tinggi ! " ucapku menunduk,kesedihan jelas kurasakan, kecewa pada diriku sendiri .
" tapi abang suka ! kamu sudah berusaha dan itu patut dihargai ,ga usah sedih gitu ,abang makan apapun yang kamu buat ,semangat buat belajar !!" Om Za mengacak rambutku.
" abang pergi dulu..apa Salwa mau ikut ??" tawarnya,aku menggeleng.
" engga , Salwa tunggu aja di rumah " jawabku.
" ya sudah abang pergi dulu ,tunggu di rumah ..baik baik...!!" aku meraih tangan Om Za dan mengecup punggung tangannya.
" assalamualaikum"
" wa'alaikumsalam Om Za nya Salwa..." aku terkekeh geli dengan ucapan ku sendiri, begitupun Om Za.
.
.
Aku hanya bisa termenung sambil memainkan ponsel ,tau bakal bosan begini mendingan tadi aku ikut saja menemani Om Za , sekalian ngawasin tante Cut juga kan.
" bu Salwa ! " panggil seseorang dari belakangku .
" iya bu ?!" aku menoleh.
" mau ikut saya ke kebun,bu ?!" tanya nya ,aku menimbang nimbang , tapi daripada aku hanya diam termenung tanpa teman lebih baik aku ikut,siapa tau di kebun nanti tiba tiba oppa oppa Korea datang gitu sekalian cuci mata liat yang ijo ijo.
" boleh bu , Salwa ikut ! " seruku sambil beranjak turun dari kursi .
Benar kataku , angin sepoi-sepoi meniup dedaunan yang belum terlalu tua , walaupun sebagiannya berlubang karena dimakan ulat ataupun serangga pemakan daun lainnya. Setidaknya disini adem...
Bu Samadi mengajakku memetik beberapa macam sayuran yang sudah mulai matang di kebun miliknya dan warga ,yang dibangun swadaya untuk kas RT
Bakul plastik berwarna biru menjadi alat yang kubawa dengan langkah hati hati aku menyusuri tanah merah yang sedikit gembur
" ka Salwa !!" pekik Amir sambil melambaikan tangan ,aku ,ibu Samadi dan beberapa ibu yang ikut di sana menoleh
" Amir ?!" gumamku
" Amir tak sopan ,panggil ibu ..!!" ucap ibunya yang ikut disana.
" tidak apa-apa bu...malah Salwa senang..!" jawabku.
" mau apa kesini ??" tanya ibu Amir.
" Amir mau ikut bantu ka Salwa ,mi ..!" ujar Amir senang... namun malah dipelototi ibunya.
" tidak apa-apa bu biarkan saja " aku tidak keberatan jika Amir memang akan ikut .
Dari kejauhan rombongan Om Za yang sedang memeriksa fasilitas Desa terlihat akan melintasi jalanan dekat kebun warga ini, entah apa yang ditunjuknya mungkin di dekat area sungai sana ia akan membangun sebuah kincir air agar warga mekiliki cadangan pasokan listrik.
Mataku menyipit melihat pemandangan di depan ,gigiku menggertak kesal
" ga profesional banget sihh..!!"
Terlihat disana tante Cut yang terus saja menempeli terus Om Za sedangkan Om Za sendiri hanya fokus pada penjelasan pak Samadi dan warga lain ,belum lagi sikapnya yang cari cari perhatian dari Om Za. Karena matanya yang sering curi curi pandang pada Om Za ,kakinya tersandung batu hingga ia jatuh tepat ke punggung Om Za dan memeluknya ,mataku membelalak. Padahal Om Za sendiri tak merespon walaupun hanya untuk sekedar menolong .
" maaf pak !" ucapnya
" lain kali hati hati.." ucap Om Za kembali melanjutkan aktivitasnya
__ADS_1
" kamu tak apa-apa Cut??" tanya Om Mirza,ia menggeleng bukan pertanyaan dari Om Mirza yang tante Cut harapkan.
"kegatelan !!" gumamku " tante tante gatel , Om Za gue dipegang pegang dong ...!" omelku sendiri hampir saja aku meremas tomat di bakulku.
Rupanya gumaman ku terdengar oleh Amir " kenapa ,kak ??" tanya Amir.
" ahh ??! ga apa-apa,mir...yu susul ibu sama yang lain , udah ketinggalan tuh ..!" tunjukku ,
" ppukk...!!"
" aww...!!"
" haa??!!" aku menutup mulut yang menganga.
jangankan tante Cut dan yang lain, aku saja terkejut , tak diduga Amir melempar sebuah tomat yang terlewat matang berwarna merah menyala dan melemparnya tepat di bahu tante Cut hingga membuat pakaiannya berlumuran tomat yang pecah.
Amir mengajakku menunduk
" Amir kamu ngapain lempar tomat ??!" panikku masalahnya nanti aku juga yang kena ,aku berdecak .
" maaf ka ,habisnya saya kesal juga melihat tante itu nempel nempel sama bapak yang notabenenya lelaki beristri dia juga cari cari perhatian ,kaya pelakor !!" kesal Amir membelaku , sepertinya bocah ini sudah menjadi korban dusta dari sinetron tidak mendidik yang banyak ditayangkan oleh stasiun televisi.
Tante Cut nampak kesal juga malu ,ia membersihkan tomat yang sudah pecah di pakaiannya ,sedangkan yang lain celingukan mencari siapa pelakunya.
" siapa yang berbuat ??!!" pekik pak Samadi.
Aku segera menarik Amir dan berjalan mengendap-endap diantara pepohonan namun apes ,pak Samadi dan Om Za melihatku.
" Salwa !!!" pekik Om Za.
Ibu ibu yang tadi bersamaku pun ikut menoleh dan mendekat .
Om Za menghampiriku bersama pak Samadi dan juga Om Mirza.
" Salwa ??! sedang apa kamu disini ?" tanya Om Za lalu netranya tertuju pada bakul yang kubawa dan berisikan tomat .
" jawab !! apa kamu yang melakukannya ??" mata Om Za menatap tajam ,alisnya menukik . Wajah garang nan dingin itu berhasil membuat Amir panik ketakutan, ia bahkan sudah meremas kaosku ,
" ka ..!" cicitnya .
Aku tersenyum pada Amir, belum lagi drama queen yang dimainkan oleh tante Cut seolah olah lemparan sebuah tomat lunak saja seperti di lempar bom granat saja.
" iya ..!" jawabku membuat semuanya melongo tak percaya belum lagi Amir
" maaf ga sengaja ..." jawabku enteng tersenyum getir pada tante Cut yang tengah sibuk membersihkan tomat yang bercecer di lengan bajunya ,padahal memang sudah bersih sedari tadi karena tomat pun tak terlalu besar ,bukan aku namanya kalau hanya masalah begini saja aku tidak bisa menghandle .
Om Za menutup matanya sejenak " maafkan Salwa, Cut ?? apa kamu tak apa-apa? " tanya Om Za ,mataku menyipit dan tersenyum nanar sedangkan senyum kemenangan di dapat tante Cut.
" dek Salwa kenapa melempar tomat pada saya ?" tanya nya dibuat semerana mungkin.
" maaf tante ,Salwa ga sengaja lagi maenan sama Amir,dan ops ...! ternyata tomat tau kemana harus mendarat ,maaf ya kalo Salwa jadi ganggu tante yang lagi mandangin Om Za " jawabku membalikkan situasi.
" maksud dek Salwa apa ??" tanyanya pura pura berlagak menjadi si pihak yang teraniaya.
" Salwa ...ikut abang !!" ucapnya dengan rahang mengeras membawaku jauh dari posisi mereka.
" apa yang kamu lakukan Salwa ??" tanya Om Za .
" jangan bikin abang malu !" keluhnya terlihat menahan emosi.
" jadi Om Za malu punya istri kaya Salwa ??" tanyaku
Ia terlihat menghela nafasnya " bukan gitu sal...tapi tindakan kamu sudah kelewatan..!" jawab Om Za.
" tapi tidak lebih kelewatan dibanding nempelin terus laki orang kan ?? bilang sama dia Om jangan nempel nempel gitu sama laki orang,ga usah caper !!" kesalku mengadu pada Om Za.
" jadi Salwa cemburu??" tanya nya.
" engga !! " sarkasku berbohong dan pergi menjauh.
" sal ...!! " pekiknya ,aku yang merasa dihakimi sendiri, memilih kembali ke kebun memberikan bakul tomat pada Amir dan pamit pulang.
" bu , Salwa lelah , Salwa mau pulang aja ..permisi !!" jawabku.
Mood ku sudah hancur gara gara wanita itu.
.
.
.
" sal..minta maaf pada Cut dengan benar !" ucap Om Za,mataku menatap sinis
" Salwa ga mau !" aku bersidekap lagian tadi siang udah kan !!" sarkasku di depan tante Cut dan Om Mirza, meski dia terlihat diam namun aku bisa melihat tante Cut yang tertawa kegirangan di dalam hatinya. hello !! apa Om Za lupa aku adalah gadis dengan harga diri selangit.. tentu saja aku tidak mau meminta maaf atas kesalahan yang tidak kuperbuat ,lagipula itu salahnya sendiri,itulah karma untuk seorang perempuan kegatelan sama suami orang jangankan aku , Amir saja yang hanya anak kecil tau jika Tante Cut seperti ulat bulu.
__ADS_1
" sal....!!" bentak Om Za.
" sudah tak apa bang , Salwa tadi siang kan sudah meminta maaf ,lagipula Cut juga sudah memaafkan" rasanya kalimat ularnya ini membuatku ingin memuntahkan makan malamku .
Om Za menatap ku tajam ," oke atas nama istri yang dizolimi Salwa minta maaf...!!" ucapku semakin membuat Om Za gemas , sedangkan Om Mirza sudah tergelak dari tadi lucu melihat tingkahku yang tak gentar
.
.
Duduk di undakan tangga halaman belakang menjadi pilihanku malam ini ,menjauh dari Om Za dan yang lain , perasaan rindu pada bunda melanda ,aku ingin pulang.
"ekhemmm..." dehemannya membuyarkan lamunan kerinduanku. Tak ada jawaban dariku malah aku akan melenggang masuk .
" masih marah ??" tanya Om Za menahan lenganku.
" masih peduli??" tanyaku ,saat mengingat tadi siang Om Za tidak mengejarku seperti adegan di film film , terlalu berharap kamu sal...laki laki kaku begitu mana paham .
" jangan cemburu ! sangat terlihat kalau kamu mencintai abang " godanya memegang kedua bahuku,aku mendongak dan menyipitkan mataku,apakah kalau laki laki kaku ,segaring ini jika menggoda ,dia malah memilih menggoda di waktu yang salah...
" bukan Salwa pelaku nya , Om !" jawabku kini jujur.
" tadi siang kamu yang mengakuinya sendiri kan ,kenapa sekarang kamu menyangkal ??" tanya nya mengangkat alisnya sebelah.
" tapi memang bukan Salwa ,namun Amir !"
" kamu mau menyalahkan orang lain ??" tanya nya.
" Salwa kasian sama Amir karena liat wajah Om yang sangar belum lagi ada ibunya !!" jawabku ,tapi sepertinya kejujuran ku sudah tak dipercaya Om Za.
" jangan mencari kambing hitam Salwa,! abang lebih menghargai kejujuran sekalipun memang itu pahit ." jawab Om Za.
Daripada harus terus berdebat dan itu malah hanya membuatku semakin disalahkan aku lebih baik mengalah dan diam .
" Salwa mau tidur !" aku melengos meninggalkan Om Za sendiri di halaman belakang.
" bang... terimakasih sudah membela dan perduli sama Cut" senyumnya mengembang , rupanya dari tadi ia menguping pembicaraan ku dan Om Za.
" saya tidak membela atau menyimpan perhatian,saya hanya tak mau istri saya salah jalan ,sebaiknya kita ke depan, saya tidak mau timbul fitnah karena berduaan dengan wanita yang bukan makhrom saya " ucapnya dingin membuat senyuman yang mengembang tadi menguncup kembali .
Aku meringsek masuk ke dalam selimut , untung saja malam ini listrik di rumah pak Samadi menyala,jadi aku tak harus memohon agar tidur bersama Om Za.
Tak butuh waktu lama untukku menyelami alam mimpiku sekalipun tak tau mimpi apa yang akan kudapat malam ini.
tok...tok..tok..tok...
" siapa bu malam malam begini ??" tanya pak Samadi ,di ruang tamu juga masih ada Om Za,tante Cut dan om Mirza yang mengerjakan laporan hasil blusukan mereka .
Mereka mendongak dan menoleh saat pintu terbuka.
" Bu Ani ... Amir ??!" seru bu Samadi
" ayo nak ,bilang semuanya ..kasian bu Salwa " cicit bu Ani ibunya Amir , Om Za mengerutkan dahinya tak mengerti,apalagi bu Ani membawa bawa namaku.
" mari duduk bu !!" ajak bu Samadi.
" ada apa bu ? kalau saya boleh tau ?? apa istri saya membuat masalah ??" tanya Om Za.
Amir menunduk " maaf pak,bu... sebenarnya....."
Amir ragu ragu namun ibunya menyentuh dan mengusap pucuk kepalanya memberikan keyakinan.
" sebenarnya kejadian tadi siang Amir lah yang melempar tomat pada ibu sekertaris " cicit Amir.
Sontak semuanya tercengang ,apalagi Om Za.
" ohh jadi Amir ..." seru Om Mirza tersenyum dan menepuk bahu Amir pelan
" jangan marahi ka Salwa ,pak ...ka Salwa hanya melindungi Amir maaf sebelumnya Amir hanya membela ka Salwa saja , Amir tak suka melihat ibu sekertaris menempel pada bapak yang notabenenya sudah memiliki istri , Amir kasian melihat ka Salwa .." jelas Amir.
tante Cut tersenyum kecut " tak apa apa Amir..." jawabnya.
" terimakasih atas kejujuran nya Amir..." jawab Om Za.
Ia kesal ,kesal pada diri sendiri ...ia menyesal tak mempercayai perkataan ku . Ia masuk ke kamar duduk disampingku yang tertidur menyamping merapikan rambut yang menutupi wajahku dan menatapku lama
" maafkan abang, sal ...."
.
.
.
.
__ADS_1