Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
gara gara drakor


__ADS_3

bismillah happy reading all 😘


.


.


.


.


.


Dari dalam kedua emak emak rempong itu sedang memasak bersama. Seperti dunia hanya milik berdua nah yang punya rumah hanya ngekost.


" Bun, ko Yusuf ga ikut?" tanyaku karena memang hanya ada bunda dan ayah saja yang datang ke Aceh. Aku duduk sambil memandang kedua wanita hebat yang sedang asyik mengocok terigu campur telur dan mentega.


"Yusuf sedang mempersiapkan ujian jadi tidak bisa ikut, lagipula hanya di tinggal 3 hari saja tidak akan membuatnya ingin me*nyu*su kan?" jawab bunda sekenanya. Aku memutar bola mata jengah saat bunda tertawa bersama umi karena kelakarnya padahal kuanggap tidak lucu, " ga lucu bun."


Daripada hanya bisa digoda oleh para ibu yang mesranya membuat kue, dan ujungnya hanya akan jualan kacang lebih baik aku merefresh otakku dengan tontonan seru. Kuambil laptop milik om Za lalu mencari deretan film yang sudah ku download, sejak menikah denganku isi laptop om Za yang isinya hanya dokumen dokumen penting kini berubah jadi toko kaset drakor.


Kunyalakan laptopnya senyumku mengembang melihat background utama bergambar foto diriku yang sedang memakai baju darma wanita. Hanya menonton sendiri cukup membosankan, mengajak bunda pun tidak mungkin, entah sebuah kebetulan atau memang sudah ditakdirkan, om Za yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit bagian bawahnya menjadi sasaran empuk untuk kuajak menonton.


"Bang, temenin Salwa ," rengekku. Ia menaikkan alisnya sebelah " temenin kemana?"


"Sini duduk !" tepukku di ranjang sebelahku.


"Tolong carikan pakaian dulu !" bahkan aku sampai lupa mengambil baju untuknya, aku mengangguk lalu beranjak ke lemari dan mengambilkan pakaian.


"Cepet bang, nanti keburu main !" om Za menurut saja permintaan ku meskipun ia tak tau apa yang kuinginkan.


"Jadi adek, meminta abang menemani nonton film beginian?" tanyanya menghela nafas dengan melihat judul dan cobernya saja ia sudah tau film apa ini.


"Iya,"


"Astagfirullah abang kira adek mau kemana?"


"Duduk bang!" perintahku.


"Abang tidak suka drama melow begitu, dek!" tolaknya.


"Abang ga perlu mengilhami ko, cukup temani Salwa saja bang, please!! itu tulisannya kan bimbingan orangtua jadi anggap saja abang sedang membimbing Salwa.." sepaket dengan puppy eyesku.Walau dengan paksaan akhirnya om Za menurut.


" Makasih abangnya Salwa yang paling ganteng !!" seruku.


Om za meraih buku dengan tulisan tulisan kecil dan berjejer layaknya pasukan semut membuatku malah menjadi mengantuk.


"Ihh cowok tuh gitu deh kebiasaan, cuma manfaatin cewek lugu!!" dumelku heboh dengan mata yang terus menatap layar laptop dengan posisi kepalaku yang bersandar di bahu om Za sambil memeluk lengannya posesif sebagai pengganti bantal guling.


Om Za menghentikan aktivitas membacanya "ceweknya saja yang bo*doh, mau dikadalin," jawab om Za menyahut seperti tak terima jika kaum adam di cerca olehku.

__ADS_1


"Nyahut aja kaya kabel! baca mah baca aja bang!" sarkasku.


"Habisnya adek heboh sekali, berisik ! terlalu menghayati itu hanya film dek," ucap om Za sedari tadi risih mendengar dumelanku, mungkin pikirnya aneh saja wanita senang menyakiti diri sendiri dan senang membuat dirinya menangis hanya karena skenario bohongan.


"Ini tuh banyak terjadi di kehidupan kita juga, bang!"seruku.


"Tapi tidak semua laki laki seperti apa yang ada di film," debatnya.


"oh ya?" tanyaku meremehkan.


"Iya, contohnya abang," ucapnya jumawa.


"Pede nya makhluk Allah.." mulutku melengkung.


"Bukan pede memang kenyataan, abang tidak pernah memberikan janji manis pada wanita bisa adek rasakan kan ? abang tidak pernah selingkuh ataupun memanfaatkan adek. Yang ada, abang menjaga adek.." jelasnya panjang kali lebar.


"Abang memang tidak selingkuh tapi tukang php in anak orang," ledekku.


"Php?" ia mengerutkan dahi.


"Pemberi harapan palsu, jadinya kan anak orang masuk bui.." tiba tiba saja perasaanku jadi kesal mendadak mengingat tante Cut.


"Jadi adek mau ditemani atau mau ajak abang ribut?" tanya nya hendak beranjak.


" Ih..iya bang jangan pergi ihh temenin Salwa nonton," aku menahan tangan om Za. Ia menghela nafas lalu kembali duduk.


"Ganti judul film saja dek, abang tidak suka itu memberikan pikiran negatif buatmu,"


Daripada nantinya aku dan om Za berdebat lagi karena terlalu menghayati drakor yang menguras air mata tentang drama kehidupan berumah tangga, akhirnya kuganti dengan film lain dimana pemerannya adalah aktor favoritku. Aku cekikikan sendiri melihat betapa gemasnya aktor yang sedang memainkan aktingnya.


" Cihhh ganteng banget deh!" seruku.Om Za melirikku dengan lirikan tajam, apa suaminya ini kalah tampan sampai sampai gadis yang sedang mengandung ini lebih terpesona dengan wajah seseorang di negri ginseng sana padahal jelas jelas orangnya tak ada disini.


"Dihhh uwuuu...berasa lagi digombalin, ko gue yang merinding sih..," kekehku kembali tak memperdulikan suami hot ku yang kini sedang ngebul seperti udang rebus. Om Za melepaskan tanganku dan turun dari ranjang.


"Awas ! abang mau minum, disini panas !" ucapnya


" Bang ! abang !" aku berdecak heran panas darimananya jelas jelas kamar menggunakan AC.


Aku segera mematikan lapotop dan menyusul om Za ke lantai bawah.


" Nagapain kamu menyusul kesini? bukankah sedang menikmati keindahan wajah yang bukan makhrom kamu !" terang saja umi dan bunda memandang aneh, apa yang sudah terjadi di atas.


"Abang kenapa sih ? aneh !!" jawabku mencomot kue buatan bunda dan umi.


"Iya, abang memang aneh tidak seperti artis dari negri ginseng, tapi wajah abang asli tanpa oplas sedangkan mereka berhak dipertanyakan!" ucapnya dingin duduk di meja makan dengan memegang segelas air yang sudah diteguknya.


Sejenak umi dan bunda tersenyum geli, melihat pertengkaranku dan om Za.


"Jadi ceritanya anak umi cemburu sama aktor Korea?" tanya umi, membuatku tertawa geli dan wajah om Za yang memerah karena malu. Ia tidak mengelak karena memang itulah yang terjadi. Ia hanya tak mengerti kemana hilangnya sifat cuek dan bo*do amatnya, kenapa sekarang ia sangat melow dan baper.

__ADS_1


" Kaka, ga ngerti deh ! masa iya lagi berdua bareng suami malah muji muji orang lain," lirih bunda.


" ohh, jadi cemburu nih ceritanya sama Sehun..." aku tergelak.


Om Za berlalu menuju lantai atas, perasaannya sungguh kacau hanya gara gara sebuah film drakor, dan jika sudah begini ia lebih memilih berolahraga untuk melampiaskan amarahnya.


" Ihhh, baperan ! sejak kapan abang baperan ?" gumamku.


" Sudah sana rayu suamimu, dia kalau sudah marah barbel pun habis," kelakar umi.Aku segera naik ke lantai atas masuk menuju ruang olahraga om Za , benar saja laki laki matang itu sudah menanggalkan kaus atasnya bertelanjang dada membuatnya tampak lezat di mata kaum hawa, pemandangan dan perut kotak kotak itu hanya milikku.


Aku berjalan mendekat menuju om om yang sedang berlari di treadmill nya , rambut sedikitnya yang basah karena keringat naik turun sudah dipastikan jika ia melakukannya di gym umum siapapun yang memandangnya akan berteriak histeris dan ingin mengantonginya membawa pulang.


" Bang ! abang !!" panggilku namun begitu menyebalkannya ia hanya melirik saja. Kalau bukan ingat dosa seorang istri dan juga jatah jajanku yang menjadi taruhannya ingin rasanya aku mencekik laki laki di depanku , gadis cantik sepertiku di kacangin. Apa senyumku ini kurang manis besok besok aku akan menambahkan sukrosa di dalamnya.


" Untung sayang ," gumamku.


" Iya deh maafin Salwa bang,Salwa salah..." ucapku .


Ia malah mematikan teradmill nya lalu melewatiku begitu saja menuju alat berikutnya


" Abang ihhh nyebelin banget sih !!" pekikku. Ia menghentikkan langkahnya lalu berbalik padaku.


"Abang memang menyebalkan, baru tau?" ucapnya.


Ingin rasanya aku memaki laki laki ini saking kesalnya perihal artis saja marahnya seperti aku yang selingkuh dengannya saja.


"Engga ! maksud Salwa bukan gitu elah...." aku menggaruk telinga belakangku.


"Abang laki laki yang baik, setia, tampan, keren, hot pokonya segalanya deh.. Sehun pun kalah telak dari abang, jangan marah..Salwa sayang abang ," untuk sejenak aku merubah diriku seperti wanita penggoda menyentuh dan menusuk nusuk dada dan perutnya.


" kamu sedang merayu abang ?"tanyanya, menyesal aku bersikap seperti tadi kini malah berbalik menjadi boomerang untukku, kini om Za malah memeluk pinggangku menatapku mengelam, tangannya tak diam mengusap usap dari pinggang ke atas menuju punggungku.


Gleuk...


"Abang maafkan tapi 2 ronde ya, abang mau mengunjungi om bayi ," ia tersenyum smirk.


" tapi anu bang..itu bundaaaaa......." pekikku tertahan om Za langsung menggendongku ala bridal style.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2