
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
aku bengong sudah seperti ayam sawan,apakah ini hanya sebuah kebetulan semata.
" Om Za...kalian ??" tunjukku bergantian pada Om Za dan Afrian.
" Afrian adik sepupu abang ,sal..." jawab Om Za yang memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana seraya menatap Afrian tanpa ekspresi,dan yang ditatap seperti sedang mencerna semua kebetulan ini.
kemampuan dan IQ diatas angin ku mendadak turun ke dasar jurang mendengar pengakuan Om Za
" bukannya abang datang ke Jakarta karena ingin menemui istri abang ???" tanya Afrian akhirnya buka suara setelah sekian lama terdiam .
" iya..." jawabnya sambil menarikku ke dalam rangkulannya,tangannya menyusup memeluk pinggangku ,aku hanya bisa menunduk seperti daun putri malu yang menciut jika terkena sentuhan ,seketika nyaliku menciut berada diantara kedua laki laki ini , apalagi Afrian yang mulai menatap tajam dengan rahang yang mengeras .
Afrian melihat setiap moment yang ada dihadapannya " jadi bang Zaky suami loe sal ???" tanya Afrian beralih menatapku seperti hendak menelanku bulat bulat,tolong jangan tatapan laser ini ..!! membuatku seperti seorang pesakitan yang siap dihakimi massa...
aku mengangguk ragu " iya...jadi loe adek sepupu Om Za ???" balikku bertanya,bukannya menjawab , Afrian memakai helm full face nya lalu tancap gas dengan penuh kekesalan,bisa kurasakan itu, bahkan siapapun bisa merasakan kekesalan Afrian saat ini,
aku baru tau sekarang kalau ternyata Afrian adalah anak dari paman dan bibi Om Za...
" kebiasaan !!" gumam Om Za dingin melihat sikap Afrian,sudah menjadi kebiasaannya dari dulu Afrian sulit sekali diatur ia cenderung anak pembangkang dan sering berbuat ulah...
" Afrian satu sekolah denganmu sal ???" tanya Om Za ,ingin rasanya hatiku berkata bukan lagi satu sekolah malahan ia selalu mengejarku seperti orang psycho...
" iya Om,mana Salwa tau habisnya Om ga pernah bilang." jawabku melengos ke dalam rumah,ingin segera menyudahi obrolan tentang Afrian.
.
.
__ADS_1
.
makan malam kali ini sangat kuresapi setiap momentnya ,inilah makan malam terakhir ku disini bersama ayah,bunda ,dan adikku sebelum besok aku berubah status menjadi orang Aceh...
" bunda sama ayah cuma mau pesen satu,ka..baik baik disana nurut sama suami...." ucap bunda mewakili pesan ayah ,
aku mengangguk sudah sangat paham akan pesan yang satu ini ,memang harus menurut kalo masih mau hidup itu fikirku.
" Za..titip Salwa...jaga putri ayah baik baik.." seketika suasana makan malam menjadi sendu
" ka..loe hati hati disana ,jangan jadi pembangkang ntar direbus sama bang Za..." petuah itu keluar dari mulut adikku .
" ini hari terakhir gue disini lohh.. loe masih mau ngajak berantem apa ???jangan kangen sama gue.." ucapku
" loe itu cuman pindah tidur , Aceh masih satu Indonesia ,kalo kangen bisa gue susul..." jawabnya ,kalau difikir memang ada benarnya sih..apa memang lelaki lebih berfikir realistis dan secuek itu
.
.
.
.
.
dua buah koper menjadi barang barang yang akan kubawa ,kebanyakan isinya pakaian dan aksesoris milikku , walaupun sebenarnya hanya sebagian saja pakaian yang kubawa karena tidak masuk kualifikasi Om Za...kutatap nanar kamar yang sudah belasan tahun menemani hari hariku .
cihh..!! bukannya aku tak suka dengan kehadirannya ,wajar saja ia datang karena memang Afrian adalah keponakan Om Za aku hanya berfikir positif saja mungkin ia mau say goodbye pada Om nya...alisku terangkat menatapnya yang memasang wajah tanpa dosa di depan Om Za dan kedua orangtuaku , pintar sekali aktingnya seolah tak pernah terjadi apa apa ,bukankah kemarin raut wajahnya kesal dan marah.
kedua koperku sudah berada di ruang tengah , dan Afrian melihat itu.
" mau ngapain loe disini ???" tanyaku dengan nada sinis.
" kaka...masa nanya nya gitu ,ini Afrian sepupu bang Zaky... "jawab bunda.
" hay sal...gue mau say goodbye sama bang Zaky dan kakak ipar gue yang baru..." jawabnya menyunggingkan senyuman getirnya
iya know bun...!!! tapi aku tau ada tujuan lain dari kedatangannya kesini dari air mukanya saja aku sudah tau itu dusta ,,,
" sal.. Abang bawa koper dulu ke mobil ,kalo kalian mau pamitan dulu silahkan ..." Om Za malah meninggalkan ku dengan keponakan gilanya, setelah bunda kembali ke dapur dan ayah yang sedang siap siap di kamar ,, rencananya kedua orangtuaku akan mengantarkanku dan Om Za ke bandara .
daripada aku hanya berduaan dengan si gila ini disini ,lebih baik aku membantu Om Za memasukkan barang barangku ,langkah kaki ku melengos hendak ke luar namun ditahan oleh Afrian
" sal...kenapa harus bang Zaky..." ucapnya menatap ke arahku,tatapannya tak bisa kuartikan.
" kalau loe tanya sama gue, gue pun ga tau jawabannya apa,lebih baik loe tanya sama ortu gue dan ortu Om Za...." aku mengibaskan tangan ,melepaskan cengkraman nya.
" sal...apa sama sekali loe ga pernah ada perasaan buat gue ??? walau hanya sedikit bakal gue perjuangkan ???gue tau loe sama bang Zaky ga saling cinta ,gue juga yakin kalau orang sedingin bang Zaky ga pernah ada rasa suka apalagi cinta sama loe.... "
tanganku mengepal mendengar perkataan Afrian " cukup , Rian...tau apa loe soal gue sama Om Za...??!!! sebaiknya mulai sekarang loe lupain gue..cari cewek lain yang bisa nerima loe..." ucapku
__ADS_1
" sal...gue sukanya sama loe....!!" Afrian bertindak nekat kali ini ia menarikku dengan paksa dan memelukku ,tenaga Samson nya susah untuk kulawan
" lepasin gue ,ian..loe gila???!!!!" pekikku di tengah tengah usaha berontakku .
" bukkk...!!!" Afrian tersungkur ke sudut ruangan ,tanganku ditarik Om Za ke dalam pelukannya.
" Om Za..." gumamku menutup mulutku yang ternganga.
Afrian menyentuh sudut bibirnya yang mengeluarkan darah ,sontak bunda dan ayah keluar mendengar suara gaduh terang saja karena pintu kamarnya tak jauh dari ruang tengah
" astagfirullah...!!!" keduanya terjengkat ayah membangunkan Afrian dan bunda yang melihat mencari kotak p3k.
" ada apa ini , Za???" tanya ayah
" jaga sikapmu Afrian..!!!" suara dingin itu membuat siapa saja yang mendengarnya akan membeku,belum pernah aku melihat Om Za semarah itu ,saat kesal atau marah padaku saja jauh dari kata seram.
" maaf yah..atas kekacauan ini," sesal Om Za tatapannya layu pada ayah ,tanda menghormati
" Salwa ???" tanya ayah berbalik padaku yang masih mencengkram kaos Om Za menahannya agar tak terbawa oleh emosi.
" saya menyukai Salwa,om..." jawab Afrian tertunduk " maaf sal..gue udah maksa maksa meluk loe...." cicitnya
" apa ??!!!" pekik ayah dan bunda
" hormati Salwa sebagai istri abang, Rian....!!" jawab Om Za.
aku membawa Om Za duduk ,bunda pun membawa Afrian duduk di kursi seberang nya.dengan ayah yang menengahi.
" jadi nak Rian menyukai Salwa ???" tanya ayah,ia mengangguk.
" Salwa sudah menikah dengan Zaky,nak Rian...jadi sebaiknya nak Rian....." belum ayah meneruskan ucapan nya
" saya tau Om...kalau begitu saya pamit,maaf sudah membuat suasana menjadi kacau..." ucapnya tertunduk lesu.
" sekali lagi sorry sal.. bang Zaky dapet salam dari mamih sama papih maaf tak bisa ketemu mereka lagi di luar kota..." ucapnya sebelum benar benar pergi dari rumah.
Om Zaky hanya mengangguk sebagai jawabannya ,hatinya terlanjur kesal dan marah pada Afrian yang sudah berani beraninya memelukku dengan paksa,gelagat Afrian sudah terlihat dari kemarin oleh Om Za namun ia membiarkan ,dan berharap dengan pengakuan Om Za, Afrian akan sadar ,tapi ia lupa kalau Afrian adalah keponakannya yang memiliki sifat nekat dan pembangkang ,apa yang menjadi keinginannya harus terlaksana, termasuk aku.
" kamu tidak apa-apa sal...??" tanya Om Za menatap khawatir ,tanganku yang enggan untuk lepas, tetap pada posisinya memeluk lengan Om Za, secara refleks lenganku saja sadar kemana harus mencari perlindungan.
" maafkan sikap Afrian ,dia memang seperti itu sejak dulu selalu dimanjakan dengan materi namun tak pernah mendapatkan perhatian dari paman dan bibi ," jelas Om Za ,sentuhan tangan Om Za yang merapikan rambutku merupakan ketenangan buatku ,bunda dan ayah tersenyum " ya sudah yang penting sudah tidak ada kesalahpahaman sekarang , berhubung sudah siang ,nanti kalian tertinggal pesawat ,sebaiknya kita berangkat sekarang..." ayah beranjak dari duduknya.
tangan Om Za senantiasa merangkul dan tak pernah melepaskanku,apa mulai sekarang om Om pria matang ini akan selalu menggenggam tanganku dan tak pernah melepaskannya.....masalah pelik rumah tangga sepaket dengan ujian rumah tangga sudah menanti kami siap siap mengguncang pondasi yang sedang kami bangun
.
.
.
.
__ADS_1