
bismillah happy reading all π
.
.
.
.
Om za masuk ke dalam dan menutup pintu, ia langsung berlari mendengarku yang sesenggukan.
"dek, kamu kenapa ?" tanya nya duduk di sampingku namun menghadapku, heran denganku padahal tadi beberapa menit sebelumnya aku masih baik baik saja.
" hiks..hiks...abang jahat ," aku memukul mukul dada bidang itu.Ia menaikan alisnya sebelah.
" Salwa mau UN bang...kenapa dibuntingin ?!" ucapku terbata .Om Za tersenyum tipis lalu mengulum bibirnya ,menangkap tanganku lalu membawaku ke pelukannya.
" sudah rejeki harus di syukuri , abang minta maaf kalau adek belum siap.Tapi jangan salahkan Allah atau janinnya , adek kalau mau marah marahlah pada abang, insyaallah abang terima," ucapnya pasrah jika harus menjadi pelampiasan amarahku seperti samsak tinju .Ternyata olahraga berguna juga selain untuk kesehatan dan bentuk tubuhnya inilah manfaat lainnya jika istri sedang kacau dan melampiaskan kekesalannya maka ia tak akan selemah itu .
Emosi yang masih labil membuat mood ku naik turun ditambah mood kehamilanku lengkap saja seperti bubur pake ayam pake cakwe tinggal di hap mantap untuk menguras tenaga dan perasaan om Za.
" Salwa laper bang ," ucapku seraya menghapus jejak jejak air mata , menangis dan memukul mukul om Za kesal cukup menguras energiku.
" adek laper ? mau abang ambilkan?"ia hendak beranjak.Tapi aku menggeleng ,
" Salwa pengen nasi goreng bikinan abang !"seruku
" kalo gitu abang bikinin.." jawabnya beranjak tapi aku menahannya.
" ikut ," rengekku .
" sebentar saja , adek tunggu saja ."
" tapi om bayi pingin liat papahnya masak , bang !"jawabku .
" om bayi ??" tanyanya mengerutkan dahi, merasa aneh dengan ucapanku.Satu lagi kata dalam kamus otak magic ku yang harus om Za tau.
" memangnya adek sudah tau jenis kelaminnya ?" tanya om Za mengulas senyum.
" engga , tapi kan bayi ini zigot hasil dari kecebong om om hot di depan Salwa, " lirihku membuat om Za tertawa kecil.
" jadi panggilannya om bayi ?" tanya om Za ikut bersikap konyol. " oke jadi om bayi mau ikut abi masak ?" tanya nya lagi mengelus perut rataku ,jarang jarang kan melihat camat bijak nan berkharisma bersikap konyol, artis idola turun derajat jadi pelawak internasional .Aku tertawa lepas,
" abang lucu deh, pengen tampol , udah yu Salwa lapar!" aku turun dari ranjang.Jalan hidup yang monoton dan hari hari yang biasanya hanya ada hitam dan putih mendadak jadi seperti crayon , berwarna warni..
__ADS_1
Aku menangkup dagu sambil senyam senyum sendiri pemandangan di depanku jauh lebih seru dibanding sinetron drama ikan terbang tentang istri yang terdzolimi.Tidak akan kutukarkan dengan apapun moment ini , walaupun dengan sebungkus ciki keju dan beberapa batang coklat.
" ganteng banget suaminya Salwa.." lirihku.Om Za menggelengkan kepalanya , tak habis pikir apa kehamilan membuatku semakin menggemaskan dan ajaib.Pakaian casual plus celemek merahnya membuatnya makin gumush dimataku,pengen cium ampe sesek.Kutarik kembali tentang sugar daddy yang perutnya buncit, hitam , dekil ga enak dipandang udah kaya kue odading.Sugar daddy di depanku ini kerennya sanpai tumpah tumpah.Bahkan Acha saja rela jadi bibit pelakor untuk sugar daddy yang satu ini.
" apa kehamilan bikin mulut adek makin gombal ?" tanya nya membuatku manyun.
" mulut Salwa tuh manis bang , sering makanin gula jadi kata kata yang keluar pun selalu manis," ucapku tak terima disebut gombal.
" iya deh mulut manis , nih makan !" om Za menyodorkan sepiring nasi goreng seafood menggugah selera .Aku makan dengan semangatnya begitupun janin yang ada di dalam perutku.
" enak ??" tanya nya duduk di depanku, aku mengangguk.
" sampaikan pada abang jika adek mau sesuatu !" ucapnya mendadak om Za menawarkan diri jadi dayangku.Padahal siapa pun tau laki laki yang ada di depanku ini memiliki wibawa tinggi setinggi angkasa .
" iya bang , abang mendadak romantis deh ..." ucapku yang masih menyendok nasi.Inilah bentuk dukungan om Za atas kehamilanku.
" nanti abang tinggal sebentar keluar menebus resep dari dokter dan membeli susu buat adek," ucapnya .
" Salwa ikut bang !" ia mulai kesal dengan manjanya aku, namun mulai saat ini ia harus lebih memupuk lagi kesabarannya ditambah aku yang sedang mengandung om bayi mungkin ke depannya akan semakin bertambah lagi level tingkat menyebalkannya.
" ya sudah , ganti bajumu dan pakailah kerudung !" pintanya lebih mirip perintah .
" tapi ini kan di Medan bang?"
" iya, bang woles...ngomongnya ga usah pake piso tajem....!!" aku berlari menuju kamar .
" dek ! jangan lari lari !" pekiknya.
Sepanjang membeli obat dan susu lenganku tak lepas memeluk lengan om Za begitupun om Za yang merangkul bahuku .Seperti pasangan romantis yang baru jadian lagi anget angetnya bak kue serabi yang baru diangkat...
Aku mengambil beberapa batang coklat , inilah tujuan terselubungku ingin ikut selain om bayi yang sepertinya tidak mau jauh jauhan dengan papahnya ,jika dibiarkan sendiri maka om Za hanya akan membeli susu dan menebus obat saja .Saat asyik memilih coklat dari sudut sini aku melihat om Za yang sedang dilucuti oleh pandangan pengunjung wanita padahal jelas jelas om Za sedang memilih milih susu ibu hamil tapi mereka masih tetap memandangi laki laki berlabel suami orang ini,
" om bayi ga rela nih , kalo papahnya jadi bahan sedekah orang ..enak aja mandangin sampe gitu banget .Wajah tampan suami gue bukan barang amal..." gumamku dengan beberapa batang coklat di tangan aku mendekati para wanita yang sedang memandangi om Za .
" ganteng banget , pengen dong dibeliin juga susu ibu hamil buat anak kita kelak ," ucap seorangnya genit .
" sayang !! udah yu pulang !!" pekikku lalu berlari menuju om Za ,sampai lamunan mereka terpecah dan menoleh
" dek ,jangan lari lari !!" ancamnya sedangkan aku hanya nyengir kuda terlupa kalau sekarang di perutku ada nyawa malaikat kecil.
Aku menaruh barang di keranjang yang dibawa om Za " yuk pulang !" ajakku om Za mengangguk. Sambil berlalu aku melirik pada mata mata yang kecewa sambil tersenyum tipis.
.
.
__ADS_1
Dengan lihai om Za mengaduk susu rasa coklat dan menyodorkan segelas susu hangat itu padaku.
" makasih abinya om bayi...." senyumku semanis madu , om Za menggelengkan kepalanya.
" vitaminnya diminum dek, abang minta jaga baik baik kandunganmu , jangan lari lari seperti tadi ," ucapnya seraya tangannya membuka laptop yang di pangkunya.
" iya , maaf bang..."
" kapan kita pulang ? " tanyaku.
" besok , adek perlu istirahat sebelum UN.." jawabnya.
.
.
Morning sickness ...
Inilah yang kini tengah kualami , cape juga rasanya pagi pagi sudah mual mual tak tertahankan hingga semua isi perut yang belum ada apa apanya keluar.
" huwekkk...huweekkk...." itulah suara yang akan menghiasi tiap pagiku beberapa bulan ke depan.
Om Za mengusap usap punggung dan tengkukku,
" abang sana gih..ini kan jijik..." ucapku tak enak.
" abang harus terbiasa , abang tidak mau adek merasakan ini sendiri .Biar kita lewati bersama , sini abang bantu ," jawabnya membantuku berdiri.Tak menyangka laki laki sedingin dan sekaku om Za ternyata menyimpan sejuta pesona di dalamnya , makin cinta sama om om satu ini.Ia sedikit meringis melihatku yang hampir tiap hari mengalami ini sampai terkadang aku terlihat pucat tak mau makan , maka om Za lah yang harus berpikir dengan ekstra agar makanan sampai di perutku.Morning sickness yang kualami memang berat , beberapa ibu hamil di dunia mengalami apa yang kualami sekarang bahkan ada yang sampai masuk RS , karena susahnya untuk makan dengan nikmat seperti saat sebelum hamil.
" adek sarapan dulu !" aku menggeleng .
" ga mau bang , Salwa eneg sama bau nasi .." jawabku .Terlihat ia mengatur nafasnya seperti orang yang sedang marathon.Mulai sekarang ia harus rajin mendengarkan siraman qalbu agar hatinya kembali damai setelah kedabarannya diuji.Tidak ada pelajaran menjadi seorang suami dan calon ayah sabar ...
" harus ada makanan yang masuk ke dalam tubuhmu,,lihat wajahmu sudah pucat .Tak ada penolakan !" jawabnya menggeser kursinya dan menyendokkan nasi yang hanya berakhir di depan mulutku saja.
" jangan diciumin nasinya cukup makan saja !" lirihnya .
" mana bisa ??!" aku merengut
" ya sudah roti saja ?" tawarnya , aku mengangguk.
" selai coklat ," pintaku.
.
.
__ADS_1