
happy reading all π
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" hoammm !!" sebagai gadis aku tidak bisa mengontrol kenikmatan yang haqiqi di pagi hari ,baru aku akan bersiap memulai hari baru ku ,mataku sudah terasa sepet saja, sejauh mata memandang hanya tante muka ular ini yang kudapat ,apa yang kamu harapkan ,satu kamar dengannya tentulah yang akan dilihat orang ini.
Tanpa ada niatan menyapanya aku beranjak dan mengambil handuk ,lebih baik aku melihat ulat ulat pohon mangga di halaman belakang pak Samadi saja yang sedang menggeliat mencari makan dibanding harus melihat wajah penuh dusta...
" pagi bu !!" seruku menyapa bu Samadi yang sedang menyicikan air panas ke dalam termos .
" pagi juga bu " jawabnya .
Sebenarnya mataku selalu refleks mencari dimana Om Om pria matangku berada ,ingin menatap wajah kaku namun tampan milik om om kesayangan ku itu ,namun berhubung aku sedang marah padanya ,kuurungkan... harga diriku akan merosot tajam seperti harga hape second jika aku curi curi pandang ...
Ternyata dalam kamar mandi ada Om Za ,dan urutan mengantri masih ada Om Mirza disana
" hay sal !!" sapa Om Mirza dengan wajah bantalnya .
" hay Om Mir..ngantri ya ??" tanyaku cemberut pasalnya aku tidak suka menunggu, ia mengangguk sambil menyesap sebatang rokok kretek di sela sela jarinya.
" di dalam ada Zaky..." jawabnya , daripada harus bertemu dengan Om Za lebih baik aku menghirup udara sejuk pagi hari yang masih terlihat gelap ini di halaman belakang ,aku masih kuat mengibarkan bendera perang dengan Om Za sampai nanti Om Za sendiri lah yang memohon maaf dariku.
Aku mengambil nafas dalam dalam dan membuangnya seperti yang sering diajarkan guru olahraga, dengan handuk yang masih kukalungkan di leher,aku mempraktekkan ilmu membuang aura aura negatif dalam hati dan ampela ku , berdekatan dengan wanita ular membuat toxic dalam diriku memenuhi rongga dada dan pikiran.
" assalamualaikum ,sal ....!!"
Aku tersentak seraya menoleh ,gagal sudah acara yoga dadakannya karena kini yang terpampang di depan mataku , pemandangan yang luar biasa wow..
ya Allah...jangan semurahan itu aku dibuatnya , rambut yang biasanya rapi klimis terpomade itu pagi ini tampak basah dan acak acakan ,memang penampakan lelaki sehabis mandi itu adalah keindahan yang tak termaafkan...ia menyugar rambutnya,semoga saja saat ini ilerku tak menetes,image gadis dengan harga diri tinggi yang sudah kutabung jangan sampai tergerus hanya dengan penampakan jahat om om terwow ku...aku berdehem dan mengalihkan pandangan ku berusaha menyadarkan diri kalau aku kini sedang marah padanya.
" sal...maafkan abang atas kejadian kemarin !" ucapnya kini berada di hadapan ku.
" kenapa?? nyesel ?? basi !!' sarkasku.
__ADS_1
" sal.. " ia meraih tanganku
" please ,abang memang salah... seharusnya abang lebih percaya Salwa .. " mohonnya.
" ga janji !! minggir !! Salwa mau mandi !! " ingin rasanya aku tertawa kapan lagi aku menjahili Om Za,hatiku tidak semelow itu Om hanya karena masalah sepele seperti kemarin tidak akan membuatku mati kejer...
Om Za menangkapku yang ingin pergi dan meraih pinggangku memeluknya dengan mesra ,tak mendapat penolakan dariku ia menyentuh daguku dan mendongakkan wajahku,apa ini Om Za si om om camat yang menjaga habis habisan image kakunya ,apa dia tidak malu kalau nanti ada yang melihatnya dan aku sedang dalam posisi yang semesra ini.
" apapun akan abang lakukan asal Salwa maafkan abang !!" pintanya ,
" bener ??" tanyaku mengangkat alisku sebelah ,ia mengangguk
" oke ,nanti Salwa pikirkan ! lepaskan tangan Om, Salwa mau mandi !" ucapku.
" abang ambilkan airnya ya !!" jawabnya .
" ga usah Salwa bisa sendiri !!" bohongku padahal malas sekali aku harus cape capean mengambil air , ternyata menjaga gengsi sangat menguras tenaga .
Dengan gaya yang sok aku menurunkan ember dan tali timba ku longokkan kepala melihat ke dalam sumur dalam sepertinya terjun kesini merupakan list cara bunuh diri paling tidak keren , aku menariknya , walaupun dengan semua kekuatan yang kupunya tapi ternyata tak semudah kelihatannya ,ini sangatlah berat ! lantai kamar mandi yang banyak terciprati dan tersiram air membuatnya jadi licin entah karena aku yang tak hati hati atau memang sudah menjadi takdir, aku tergelincir dan hampir tertarik masuk ke dalan sumur karena menahan beban ember penuh air.
greuppp !!
Om Za menangkap pinggangku lalu memeluknya " sudah abang bilang ,kamu tidak akan bisa tanpa abang " kekehnya
" jadi biarkan abang yang membantu..." tambahnya posisi ini membuatku gugup pasalnya pintu kamar mandi masih terbuka dan sangat memungkinkan orang yang melewat akan melihat,,, dan benar saja !
" ekheemmm !! masih pagi udah peluk pelukan aja ,ga ada kamar, kamar mandi pun jadi !!" goda om Mirza membuatku tersentak kaget ,namun beda halnya dengan Om Za yang seakan cuek saja dengan kedatangan Om Mirza. Hingga akulah yang melepaskan tangan Om Za dari pinggangku
" tuh kan !!" aku menepuk bahu Om Za.
" kenapa ?biarkan saja ,kita sudah halal tak ada yang harus disembunyikan juga !!" jawabnya santai.
" udah ahh cepet ambil , Salwa mau mandi !!" pintaku menutupi wajahku yang sudah menghangat.
Aku hanya melihat om Za dari samping
" inget ya Om .. Salwa masih marah loh !! jangan mentang-mentang karena udah ambilin air terus Salwa mau maafin Om..." ancamku sambil menyipitkan mataku dengan tangan dilipat di dada.
" iya..." jawabnya tersenyum geli.
.
.
Siang ini kami pulang Om Za ditemani oleh Om Mirza mengelilingi rumah sebagian warga sekalian pamit, sedangkan aku dan tante Cut menunggu di rumah ,aku sedang membereskan pakaian dan barang-barang jangan sampai nanti ada yang tertinggal.
" maaf dek Salwa ,bisa bicara sebentar !" ucap tante Cut.
" iya ??!!" aku menoleh , sebenarnya malas sekali aku bicara dengannya namun aku bukan tipe gadis yang mengesampingkan tata krama atas nama ketidaksukaan...
" tapi Salwa sambil beres beres barang ya !" jawabku ogah ogahan.
__ADS_1
Tante Cut mengangguk ia duduk di tepian ranjang disamping ku yang sedang beres beres.
" maaf sebelumnya kalau saya lancang ,saya tau Abang Za dan dek Salwa dijodohkan tapi apa itu tidak berlebihan membuat kalian mempertahankan pernikahan tanpa cinta selama ini ??" ucapannya bak tajam menusuk seperti pisau ,memang kata kata dan penuturannya santun tapi terasa seperti sudah mengobrak abrik dan menyayat hati,tau apa dia tentang apa yang terjadi dengan Om Za dan aku ...
Tanganku berhenti dari kegiatan melipat
" maaf tante masalah cinta ataupun tidak saya rasa itu bukan urusan Tante ,,,tante tidak usah so tau mengenai perasaan Salwa ataupun Om Za.." tatapanku tajam padanya ,wanita seperti ini memang perlu diberi ketegasan.
" Jangan egois sal...saya tau Salwa ataupun Abang tidak saling mencintai ,biarkan abang meraih cintanya sendiri begitupun Salwa..." ucap tante Cut
cintanya??? Om Za atau tante ???senyumku tersungging miris.
Ingin rasanya kuikat bibirnya lalu kucelupkan di air mendidih agar tak lagi bisa berucap ,karena kurasa setiap kata yang keluar dari mulutnya semua isinya kata kata yang membuat orang lain emosi.
" kalau begitu ,kenapa tante tidak bilang saja pada Om Za untuk melepaskan Salwa ,kalau memang Om Za tidak bahagia hidup dengan Salwa ??" jawabku menutup tasku .
" siapa yang akan melepaskan kamu ??!!" suara bariton nan dingin itu memecah obrolan ku dengan tante Cut..Om Za muncul dari balik pintu kamar ,seketika wajah tante Cut pucat pasi.
Om Za berdiri di sampingku meraih dan merangkul pinggang ramping ku.
" saya tau apa yang kamu katakan di belakang saya sewaktu bersama Mirza tapi saya masih diam karena saya menghargai kamu yang merupakan teman saya sekaligus sekretaris saya..tapi kali ini kamu sudah cukup kelewatan!!" ucapnya sebulir air mata jatuh dari mata indahnya .
"perlu saya tegaskan, saya sudah menikah Cut ,,, Salwa istri saya dan saya sangat menyayangi Salwa ,bahkan sebelum kedua orangtua kami menjodohkan saya dan Salwa !!" jelasnya menatapku.
deg ...!!!
sebelum dijodohkan ??? aku mendongak balik menatap Om Za ,apakah sebelumnya Om Za sudah mengenalku .
"tapi bang !!" tante Cut hendak menyela namun tatapan menusuk Om Za mengurungkan niatnya ia pun pergi keluar sambil menenteng tasnya dan juga tangisannya.
" Om??" cicitku.
" ya ??!! abang sudah mengenal kamu sebelum perjodohan ini , Salwa..! bahkan saat kamu masih berada dalam kandungan bunda !!" jawabnya .
Satu fakta yang kudapat dari Om Za membuatku menganga
" abang memang tidak pernah muncul di hadapan Salwa karena kesibukan abang..tapi abang selalu memantau dan mengawasi Salwa , abang selalu tau bagaimana Salwa tumbuh dari bayi gemuk yang lucu dan sekarang menjadi gadis cantik yang cerewet milik abang... sebenarnya ada yang abang ingin sampaikan pada Salwa ... " jelasnya menelan salivanya .
Mataku berharap harap cemas menatap Om Za,termasuk jantungku yang sudah lompat dari tempatnya.
" abang lah yang meminta Salwa pada ayah dan bunda untuk abang persunting menjadi istri abang..." lirih Om Za.
.
.
.
.
.
__ADS_1