Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
businessman


__ADS_3

bismillah happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


Maaf sebelumnya readers kesayangan mimin karena beberapa komentar readers bikin mood mimin jadi down untuk menulis , sampai membuat alur yang sudah mimin buat hancur seketika karena memikirkan takut alurnya sama lagi dengan cerita lain ,untuk kritikan cerita mimin hargai itu bisa menjadi motivasi yang membangun untuk mimin tapi jika harus disamakan atau dikira plagiat karya orang ,mimin benar benar merasa tidak dihargai ,mimin menulis cerita sampai bergadang semalaman ,mimin rasa jika ada kesamaan beberapa adegan atau alur itu wajar , cerita dengan genre romantis komedi memang kebanyakan seperti itu toh jika ditelisik keseluruhan tidak mungkin se sama itu karena ini asli karya mimin hasil dari otak receh mimin yang mikir seharian hanya buat readers kesayangan. kritik dan saran mimin terima ko πŸ˜„ , Atas perhatiannya terimakasih πŸ™πŸ™


*****************


" bang Za !!" pekiknya ,mendekat


Afrian datang bersama umi ,sedangkan abi berada di rumah karena belum benar benar pulih .


" abang ,ya Allah !!" umi meneliti satu persatu luka yang tergores di tubuh Om Za.


Om Za terlihat kebingungan ke arahku ,mungkin pikirnya kenapa ada umi dan Afrian disini .


" Salwa yang kasih tau umi ,bang.....maaf soalnya umi nelfon Salwa tadi pas mau ke toilet " jawabku meringis ,peace Om!!! Om Za tau jika aku tidak pintar dalam hal berbohong dan puppy eyes ini selalu menjadi senjata ku jika sudah terpojok.


" ya Allah kenapa abang bisa sampai seperti ini ?" tanya umi .


" abang tidak apa-apa,mi ...memang abang harus di operasi tapi hanya karena engsel yang bergeser ..." ucapnya tak mau memperpanjang.


" abang makan dulu deh,sebelum nanti disuruh puasa" ,yang tadi terjeda karena kedatangan umi dan Afrian.


Belum Om Za kembali istirahat Om Mirza dan ka Aisyah datang ,membawa serta tante Cut,tak tau kenapa aku masih saja merasa tak nyaman pada Tante Cut.


" assalamualaikum " ka Aisyah membawa buah tangan dan menaruhnya di meja kecil sebelah ranjang pasien.


" wa'alaikumsalam..."


" bang Za..." sapa Tante Cut terlihat sangat khawatir.


" Mirza , Aisyah, Cut ..." satu persatu dari mereka salim pada umi.


" umi ,sudah lama ??" tanya Om Mirza.


" Alhamdulillah sudah dari dua jam yang lalu, ini pun umi tak bisa lama soalnya meninggalkan abi di rumah .."


" alhamdulillah ada Salwa disini ,kalau begitu umi pulang dulu ya nak !" umi mengusap rambutku.


" sal..bang ,gue pulang ya .. " aku mengangguk ,wajah tulus Afrian membuatku percaya jika ia memang sudah berubah.


Akhirnya umi dan Afrian pulang ,namun tatapan Afrian memandang tak suka bahkan seperti terlihat jijik pada Tante Cut.


" bro ,ada yang ga beres dengan orang yang diduga nabrak loe !!" ucap Om Mirza , Om Za mengangkat alisnya sebelah.

__ADS_1


Om Mirza memberikan satu berkas copyan dari berkas polisi , plat nomer ,warna mobil dan type mobil yang menurut mereka tak asing lagi .


" saya sudah hubungi Ramli untuk mencari tau ,jika memang polisi belum juga menemukan si terduga maka kita kerja sendiri " jawab Om Za,baru aku tau sisi dari businessman Om Za. Ramli adalah tangan kanannya dalam hal bisnis khususnya mengurus perkebunan Abi.


Om Za mengangguk mengerti, dibalik posisi camat yang dijabatnya ,ternyata Om Za adalah pebisnis yang sering terlibat dengan hal hal berbau kriminal seperti ini.


" tante kenapa ? sakit ?" tanyaku melihat Tante Cut yang terlihat tak nyaman dengan duduknya ,terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu .


" yah ?? tidak mungkin saya sedikit tak enak badan saja ,sal.." jawabnya .


" sebaiknya kamu pulang saja Cut, terimakasih sudah mau repot-repot menjenguk saya " ucap Om Za.


" Cut kamu tidak apa-apa ??" tanya Om Mir.


" Cut tidak apa-apa, bang . Cut pamit ke toilet sebentar " ia melengos keluar ,padahal di dalam kamar ini ada toiletnya .


" sekarang gimana keadaan loe ,bro ??" tanya Om Mir..


" harus operasi pemasangan pen dan penggeseran engsel " jawab Om Za meraih ponselnya di nakas mencoba menghubungi Ramli.


pukk.....


Aku menepuk tangan Om Za dan mengambil ponselnya .


" bisa ga sih bang ,urusan kerjaannya nanti aja !!" pelototku,merebut ponsel yang dipegang Om Zaky. Aku kembali menyuapi Om Za dengan suapan suapan besar ,kalo bisa sepertinya aku akan menyuapi Om Za dengan sendok tembok agar cepat habis.


" dik...itu suapan mu ga muat di abang ,mulut abang tidak sebesar monster " jawabnya ,ditertawai Om Mirza dan ka Aisyah .


" biar cepet abis , Za !!" jawab ka Aisyah.


" engga kaya monster tapi kaya kuda nil " tambah Om Mirza.


" yang ,abi ke kantin dulu sebentar " ijin Om Mirza pada ka Aisyah.


" iya " jawab ka Aisyah,sementara aku masih menyuapi Om Za layaknya ibu yang menyuapi anaknya.


di luar ruangan


" Cut ??" panggil Om Mirza ,tante Cut tersentak


" bang Mir..." jawabnya.


" sedang apa ??" tanyanya mengangkat alis sebelah.


Tante Cut buru buru memasukkan ponselnya dan hanya memainkan kedua tangan nya gugup.


" engga bang , Cut hanya mencari udara segar saja !!" jawabnya ,lantas membuat om Mirza merasa aneh , namun senyum smirk nya tercipta .


" apa dek Cut tau tentang mobil dengan plat merah itu ??" tanya Om Mirza.


Ia menggeleng cepat " tidak bang , Cut tidak tau..." jawabnya panik.


" dek ,kita berteman sudah sangat lama jadi kalau Zaky ataupun Cut berbohong abang pasti tau , begitupun sebaliknya " ucapan itu sekaligus kalimat penutup Om Mirza yang berlalu menuju kantin RS.


" semoga saja dugaan kami salah dek ,kalau tidak hancur sudah persahabatan kita" gumam Om Mirza.


ceklek pintu terbuka

__ADS_1


" ayo bang !! satu suap lagi !!" aku berusaha memasukkan suapan terakhir ke mulut Om Za namun si Om Om ini menolak .


" sudah sal ,abang sudah kenyang .." tolaknya.


" cepet bang ,aaa !!! kereta mau masuk !!" seruku ,ka Aisyah sudah tergelak dari tadi ,melihat adegan lovely dovey ini.


" dik..!! "


" abang !!" jawabku.


" ekhemmm , bang Za , Cut permisi pulang duluan syukur abang sudah lebih baik ..." ucapnya getir.


" iya , terimakasih Cut " Om Za mengangguk .


" hati ha....."


happp ....


Aku memasukkan suapan terakhir itu ke mulut Om Za.


" done...!!" seruku .


Dengan kepayahan Om Za mengunyahnya sebelum nanti beberapa jam ke depan ia akan berpuasa untuk persiapan operasi.


" kamu nih....!!" Om Za menjiwir hidungku membuatku mengaduh.


" abang ihh ,, idung Salwa nanti kaya pinokio ..panjang !!!" keluhku.


Tante Cut pergi dengan wajah kesal ...


kacang ...kacang....


.


.


.


" hallo assalamualaikum Ramli !!" ucapnya di ujung telfon . Sepertinya Om Za serius sekali, dengan sesekali lirikan matanya melihat ke arahku yang kepo maksimal dengan pembicaraan mereka ,demi untuk mengusikku Om Za malah mengedipkan sebelah matanya padaku sampai fokusku yang sedang nguping jadi buyar.


" dihhh genit ...!!" aku dengan nekadnya mendekat dan menempelkan telingaku di sebelah kuping dan ponsel Om Za, namun Om Za kembali mendorong kepalaku memakai telunjuknya .


" jangan penasaran ...kamu tau penasaran mempercepat kematian ??" ucapnya Om Za .


" astagfirullah abang ! tega nya do'ain Salwa meninggoy !!" sewotku.


" lagian ga ada ceritanya kekepoan memperpendek umur !!" kembali aku bersungut-sungut.


" ada kalo kamu kepo nya sama orang jahat !!! lalu kamu ketauan lagi nguping !!" jawabnya.


" jadi abang orang jahat ??" tanyaku terkekeh.


" iya orang jahat yang suka makan gadis cantik nan kepo kaya ,dik !!" godanya tersenyun smirk ,astaga dorong saja aku dari atap gedung rumah sakit ini ,mesumnya itu loh ga ada duanya....


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2