
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
jantungku terasa berhenti berdetak...ada yang geli di perutku , apakah asam lambung ataukah kupu kupu yang berterbangan disana,bukan aku menolak tapi aku merasa malu sekarang,gugup harus bersikap bagaimana,om Za memutar tubuhku ,aku mengigit bibir bagian bawahku .
" sal..." panggil Om Za ,ishhh tak tau apa kalau aku sudah sangat malu untung saja aku bukan kelomang.
" ya Om..." jawabku singkat , untuk menjawab singkat saja suaraku terasa berat.
" ya sudah kamu tidur ,besok abang akan ajak kamu ke suatu tempat.." jawabnya
malam ini sepertinya aku tak bisa tidur dengan nyenyak ,huffftt semurahan itu kamu sal ...baru saja begitu hati sekuat gunung es mu sudah meleleh.
pagi sekali aku sudah terbangun termasuk Om Za ,kami akan pergi ke Medan... perjalanan cukup jauh
" yahhh ,padahal kan Salwa belum puas disini Om, belum semua tempat Salwa singgahi..." aku beringsut di jok mobil depan menatap gamang keluar jendela kaca mobil ,kali ini kami sudah menyebrang di pelabuhan lagi dan melanjutkan perjalanan menuju Medan.
" lain kali kita kesini lagi sepuasnya ,tunggu kalau kamu lulus sekolah dan segera pindah..." jawabnya sambil mengendarai mobil.
hemmm ....pindah ya....
setelah merasakan pa*nta*tku yang sudah tepos tulang punggung yang rasanya mau patah ,akhirnya mobil berhenti di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, halamannya pun tak banyak tetumbuhan ,masih kosong hanya ada satu tanaman pohon mangga saja disana gerbang hitam dibuka oleh seseorang dari dalam , Om Za menurunkan kaca mobilnya dan mengangguki wanita paruh baya berjilbab.
" jam berapa ini Om??" tanyaku mengerjapkan mata , karena hari yang mulai gelap, terdengar suara binatang malam.
Om Za melirik arlojinya " jam 9 malam..." aku tersentak
" hah ???! ga salah ???kita berapa lama di jalan ??" tanyaku .
" 12 jam..." Om Za menurunkan koperku lalu membawanya ke dalam rumah.
" hah ???! gila!!" ucapku refleks , Om Za menatap ku,sering sekali ia memberitahu ku untuk berbicara yang baik dan sopan,namun aku selalu lupa ,maklum bawaan orok...
__ADS_1
ia menggelengkan kepalanya,salahkan aku yang memang warga negara yang belum baik yang menikah dengan seseorang dengan predikat warga loyal terhadap negaranya.
aku menatap gamang sebuah rumah yang akan kumasuki...sebuah rumah tak terlalu besar bernuansa coklat tua dan putih..
" assalamualaikum..."
" wa'alaikumsalam...."
" den..makan malam sudah mak cut siapkan..." ucap si ibu paruh baya ,sambil tersenyum padaku aku membalas dengan senyuman .
" mak cut kenalkan inilah Salwa ...istri saya..." ucap Om Za.
" cantiknya...dek Salwa kenalkan saya mak Ina,panggil saja mak cut..." ucapnya
" iya mak Cut..." salamku
" mak ,,,untuk beberapa hari kedepan saya dan Salwa akan disini ,jadi mak bisa pulang ke rumah.."
dengan kata lain dialah penjaga rumah ini .
setelah pamit undur diri beliau pun pulang ,
" Om..ini rumah siapa ???" tanyaku mengekor pada om Za yang beranjak masuk ke sebuah kamar , sepertinya kamar utama cat nya hitam dan putih...
" ini rumah kita..." jawabnya ,aku yang masih belum sepenuhnya sadar , langsung membulatkan mata
" ini hasil tabungan abang baru beberapa taun ke belakang abang bangun rumah ini,hanya saja jarang ditempati hanya di waktu weekend saja... " ucapnya
"setelah ini kamu bersih bersih terus turun untuk makan..." ucapnya .
" om... ini warnanya ga ada yang lain apa ??ga disana ga disini warnanya kaya foto SD ...hitam putih..." cela ku ,bahkan foto SD ku saja sudah berwarna .
" warna rainbow ke Om atau warna ungu terong gitu ,kan seger atau warna strawberry gitu..." decihku.
" terserah kamu saja,nanti biar diganti sesuai warna yang kamu suka asal jangan ditempeli poster pria pria cantik saja..." ia tak mau ambil pusing masalah warna ,yang penting tetap masih bisa memejamkan mata di ranjang, namun ia tak mau bila harus ada poster boyband boyband dari negri ginseng itu.
" bukan pria cantik Om,,,ishhh om ini kuno..." cela ku.
setelah selesai makan ,aku bingung harus melakukan apa ,selain menonton ,aku baru menyadari kalau aku berada di rumah ini hanya berdua saja dengan Om Za ,aku melirik ke samping dimana Om Za tengah berkutat dengan laptopnya mengerjakan pekerjaan nya dengan fokus bagaimana kalau Om Za sampai macam macam , padahal aku masih belum siap...aku bergidik ngeri,mataku tak fokus pada layar TV , kini aku beralih pada ponselku saja,melihat beberapa chat dari teman teman termasuk Acha menayakan kabar dan tak lupa oleh-oleh.., tak lupa sesekali aku cekikikan karena chat mereka yang kocak
" sudah jam 22.30 ,sal...sudah masuk waktu tidur ,sebaiknya kamu tidur ,besok kamu harus bangun pagi untuk mengerjakan tugas kamu sebagai istri..." jelasnya ,ini dia salah satu sikap membosankan nya sepertinya ia tak senang kalau orang lain bahagia.
" maksudnya??" tanyaku mengernyit
" iya kewajiban kamu seperti tugas tugas rumah...mak cut kan pulang ,kalau kita disini beliau pulang..." ucap Om Za
apa maksudnya tugasku seperti memasak,mencuci dan beres beres ??? kenapa ga sekalian bawain daster aja buat Salwa bang...biar udah kayak emak emak....
" tapi om.. Salwa ga bisa...." dumelku menolak...
" harus bisa ,itu kan tugas kamu sebagai istri,belajar dari sekarang..." Om Za menutup lapotopnya dan beranjak meninggalkan ku
" abang tidak mau kalau istri abang hanya mengandalkan asisten rumah tangga,istri abang haruslah pintar mengurus rumah dan suami, juga kelak anak kita nantinya..."
__ADS_1
whatt ????ada rasa geli saat Om Za menyebutkan mengurus suami dan anak,apa ini artinya Om Za mengharapkan memiliki anak dariku .
.
.
.
pagi sekali aku sudah bangun membereskan dan merapikan rumah mulai dari kamar dan ruang lainnya ,aku mengikat rambutku mencepolnya keatas,lihatlah si penguasa alam semestanya rumah ini ia sedang berdiri di ambang pintu kamar memperhatikan ku yang sedang bersih bersih kamar
" awas...!!!jangan disitu ,sampahnya mau disapu...!!" sarkasku menyapu dengan penuh kekesalan.
" kalau begitu cara nyapu kamu yang ada sampahnya malah makin berantakan..." namun aku tak mengindahkan ucapannya , Om Za hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir orang menyapu sudah seperti orang yang sedang bermain golf saja...
" itu kain pel nya di peres dulu airnya,biar ga becek.." titahnya lagi , kalau memang tidak percaya kenapa malah menyuruhku kenapa tidak sendiri saja,ketusku .
" iya nyah..." ucapku meledek, Om Za beranjak turun ke bawah bermaksud menata tamannya yang kosong ,rencananya akan ia isi oleh berbagai macam tanaman agar rumah kelihatan hidup dan lebih berwarna...aku menepuk nepuk bantal sofa di ruang tengah dan membereskannya ,kalau saja aku tau jauh jauh ke sini hanya untuk dijadikan babu ,uhhh meningan nge mall bareng Acha saja.
" sal..abang mau cari beberapa tanaman buat di halaman ,apa kamu mau ikut memilih ??" tanya nya dari pada aku di rumah sendirian,lebih baik aku ikut...
" oke Salwa ikut , tapi Salwa ganti baju dulu..."
" iya ,cepat..."
" sllekk...cekitttt.....!!"
" gubrak...."
" awww......!!" aku mengusap usap pan*t*at ku ,aku lupa kalau barusan aku mengepel bagian situ dan tampaknya masih basah dan akhirnya tergelincir,,senjata makan tuan sih ini namanya
" kamu ngapain duduk disitu ???" tanya nya dengan polos
apa dia pura pura bo*doh ,masa iya aku sengaja duduk disini
" lagi santai....!!!!" sarkasku ,heran saja dingin tuh kebangetan ,ga ada peka pekanya kalau gini jadinya aku tak akan tahan dan melambaikan tangan ke kamera
ia tersenyum geli " abang tau kamu jatuh,abang sudah bilang kan lap pel tuh diperas dulu biar tidak becek..." ia berjongkok
kalau memang tidak berniat menolong tidak usah meledek juga Om...membuatku tambah tak suka saja ,rasa kesalku makin menggunung ,tega teganya dia istrinya jatuh malah menertawakan suami macam apa ,ditengah bergumulnya rasa kesalku tiba tiba badanku terangkat ,sontak aku mengalungkan tanganku di leher pria matang itu ,hofff....sport jantung pagi pagi....setelah dibikin kesal kini aku dibikin deg degan olehnya.
dengan lembut Om Za menaruhku di tepian ranjang.
" ada yang sakit ???" tanya nya berlutut di depanku ,aku menggeleng
" ga ada.. "
" lain kali hati hati.. cepatlah ganti baju ,kalau masih mau ikut ..." pintanya .
.
.
.
__ADS_1
.