
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" bang hari ini Salwa mulai latihan !" ijinku seraya membenarkan kerudungku .
" hemm !" jawabnya ,secepat itu Om Za berubah kemarin saja waktu aku sakit dia berlaku manis padaku ,atau mungkin kemarin dia sedang tidak sehat ,aku jadi ragu sebenarnya Om Za tuh niat tidak sih bilang cinta ..
" abang sariawan ya ??jawabnya cuma pake ham hem ham hem doang !!" lirihku .
" iya sal..." jawabnya lagi .
" kalo kepaksa ga usah !!" jawabku merengut.sekali kaku ya kaku ....
" iya Salwa ..nanti hubungi saja kalau sudah mau pulang " ia memakai arlojinya .
.
.
.
.
" ingat pesan abang ,hubungi abang kalau sudah pulang jangan sampai kamu pulang dengan orang lain ,dan jangan dekat-dekat dengan laki laki !!" aku mengangguk
sebentar sebentar manis ga ketulungan sebentar sebentar posesifnya yang ga ketulungan tapi banyak nya cueknya .
" aneh !!" gumamku
" siapa yang aneh ??!" tanya Wisnu yang tiba-tiba datang menghampiriku.
" kepoo !!" sarkasku berjalan menuju kelas.
" Om loe lumayan galak ,sal !! wibawanya kebawa ampe rumah ??!" kritik Wisnu ,
" masalah buat loe ??" lebih seperti pernyataan untuknya,seraya berjalan tak perduli.
" gue anggep itu perjuangan gue buat loe !!" ucapnya membuatku berhenti di tempat dan mematung.
Wisnu menghampiri di depanku,kenapa harus ada lagi Afrian Afrian lainnya.
" gue ga minta loe perjuangkan !" kataku ,heran harus kubagaimanakan lagi agar ia menjauhiku bukannya menjauh namun sepertinya sikapku malah membuat orang semakin tertarik.
" tapi gue ingin !"
" tapi loe udah kalah sebelum berjuang ! kesalku mendengus kasar.
"kenapa ,loe udah punya pacar?"tanya nya.
gue udah married !!!!! ingin rasanya aku meneriakan kata kata itu di telinganya sampai gendang telinganya pecah tapi kalimat itu seperti nyangkut di tenggorokan.
Aku segera meninggalkannya masuk ke dalam kelas dengan kesal .
" kenapa kamu sal ??" tanya Nur saat aku duduk dengan kasar hingga meja pun sedikit bergetar.
__ADS_1
"kesel !! ga ada cewek lain apa buat digangguin!! " kesalku.
" siapa maksudnya ??" tanya Nur terkikik.
" Wisnu !!" jawabku.
" kenapa Wisnu ?? dia suka sama kamu gitu sal ?? sudah kuduga !" ucapnya jumawa.
" hati hati kamu sal ,sainganmu si Vita ,kalau dia liat Wisnu deket deket sama kamu auto jadi target kamu sal...!" aku mengernyit lagian siapa juga yang ingin bersaing ,hanya untuk mendapatkan Wisnu kalau di rumah saja sudah punya yang lebih oke ..
"engga makasih ,gue ga niat !" aku membuka buku pelajaran.
.
.
.
Wajahku semakin tertekuk , Wisnu ada disini ,ia pun ikut sebagai perwakilan dari sekolah dalam festival tahunan Aceh. sedari tadi tatapannya terus tertuju padaku ingin kucolok saja matanya itu.
" bang , Salwa udah pulang " ketikan chat di ponselku untuk Om Za.
Terlihat di baca olehnya ,
" kebiasaan !!" senyumku terukir ,melihat balasannya hanya dua huruf "Ok"
please deh Om ! bisa ga sih kekakuanmu tuker tambah pake nasi Padang ,ini bener ga sih Om Za sayang sama gue ...ngerasa jadi kekasih yang diabaikan,love me please uncle camat.
" nungguin lagi ??!" tanyanya ,apa hidupnya hanya dihabiskan untuk mengganggu hidup orang lain ??
" gue saranin meningan sisa idup loe dipake hal hal yang berguna deh daripada dipake buat gangguin hidup orang lain !" ucapku .
" gue suka sama sikap loe ini ,ga mudah buat ditaklukin ,biasanya yang kaya gini kalo udah sayang manja manja setia gitu !!" jawabnya ngaler ngidul , ingin rasanya ku dorong dia ke jurang kalau tidak mengingat akan masuk penjara dan menjadi seorang pembunuh .
Sudah beberapa kali aku menarik dan membuang nafas.
" husss pergi sana ,loe ngalangin pandangan gue !!" sarkasku,tapi dia malah tertawa ,dasar gila !!
Sebuah mobil berhenti tepat di depanku dan Wisnu ,ia keluar dengan gagahnya dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya ,untung saja keren ,putih dan tidak berkumis kalau tidak sudah kusebut inspektur Vijay karena seragam safarinya.
" lama !!" aku menghentakkan kakiku kesal
Tatapannya beralih melihat Wisnu " makasih sudah repot-repot menemani Salwa ,tapi lain kali tidak usah ,nanti pemiliknya marah !!" ucapnya , Wisnu tersenyum meringis namun aku malah melongo.
" Salwa kita pulang ! kami permisi duluan !" ucap Om Za meninggalkan Wisnu sendiri.
.
.
" abang tidak suka dengan dia !" ucapnya datar .
" Salwa sukanya abang " kekehku menggodanya.
" dia menyukaimu kan ??"
" tak tau " jawabku.
" bilang sama abang kalau nanti dia macam macam !" lirihnya
" iya !"
.
.
.
"abang !!! " aku melompat dan langsung mendarat mulus dipunggung yang sandarable itu , terlihat si empunya sedang berperang dengan alat dapur , sebenarnya disini aku adalah muridnya dan Om Za gurunya tapi memang dasar aku yang tidak bisa diam apalagi kalau guru memasaknya bikin gemesh macam ini , ketampanannya yang berkali kali lipat bikin oleng otakku.
Seakan berat badanku seperti berat sebungkus kapas tak berasa untuknya.
" emang aku ga berat ya bang ??" tanyaku memiringkan kepalaku.
__ADS_1
" badan kurus kaya kamu ?? engga !!" jawabnya
" oke deh berarti ga keberatan dong Salwa kaya gini !!" godaku.
" turun !! nanti kamu jatuh !!" sarkasnya menyuruhku turun.
" katanya engga ber.....aaaaa !!" belum aku berkata Om Za menunduk setengah jongkok mengambil wajan di bawah sampai aku hampir tersungkur ke kompor yang tengah menyala kalau tidak berpegangan kuat
" bukkk !!" aku memukul punggung keras itu sekuatnya ,
" mau nunduk ga kasih aba aba dulu ,kalo Salwa kebakar gimana !!!" pekikku kesal, langsung beringsut turun dari punggung Om Za.
" abang kan sudah menyuruhmu turun !!" ucapnya santai. Aku masih merengut kesal
" lihat takaran garamnya,sal.. !!" ia menyuruhku memperhatikan jari jarinya menjumput garam dalam toples kecil, tapi yang kulakukan adalah menopang dagu dan memperhatikan wajah tampan Om Om pria matang ini.
" astagfirullah !! bisa habis kesabaran Om kalau punya murid kaya kamu sepuluh orang !!" jawabnya.
" abisnya kalau gurunya seganteng ini bikin jadi ga fokus malah bikin masakan gosong, Salwa rela deh mandangin wajah Om sampe kenyang !!" jawabku terkikik.
" kalau memang perut kamu kenyang hanya dengan memandang wajah abang tidak apa-apa !! tapi abang masih mau makan nasi bukan makan wajah cantik kamu !! jadi belajar yang bener !!" lirihnya.
Aku terkekeh " oke Salwa liat nih ...! segini kan tapi kan jari abang sama jari Salwa beda, jari abang kan jari raksasa !!" ucapku sambil terkekeh dihadiahi jitakan pelan dari Om Za.
" iya raksasa ! siap siap saja badan kamu hancur abang tin*dih ...!!" jawabnya membuat wajahku memanas
" ihhh ngomongnya !!!" niat mengusili , malah jadi aku sendiri yang mati kutu.
Hebat sekali mentalnya , sepertinya Om Za sering masuk camp kepemimpinan yang menempa mentalnya dimana ia bisa membalikkan keadaan.
" Salwa pentas hari Sabtu besok loh bang !!abang ga mau nganter emangnya ??!" tanyaku menyisipkan jari jariku di sela sela jarinya ,tapi tak sedikitpun ia risih dengan sikapku , pandangannya fokus pada layar TV yang menampilkan acara debat para petinggi partai.
" abang bukan cuma nganter kamu tapi juga ikut melihat kamu pentas !" mataku langsung membola dan menegakkan dudukku.
" apa ??! abang mau nonton Salwa gitu ??!" tanyaku memastikan sekali lagi ,ia menoleh dan mengangguk " iya "
" ko bisa ??!"
" abang kan tamu undangan di acara itu ,jadi tampillah sebaik mungkin ,semua camat sekota Aceh pun hadir disana " ucapnya sekalem mungkin tidak melihat wajah istrinya yang cengo dan terkejut dari tadi disebelahnya.
" ko abang ga bilang sih kalo abang mau dateng ??! " pekikku.
" ini kan bilang !" jawabnya tanpa dosa sambil menyeruput kopi buatanku ,semenjak menikah aku beralih profesi menjadi barista sexy pribadi milik Om Za...
" kenapa dadakan ,maksudnya !!! " sewotku, "kemaren kemaren abang ga bilang ,kalo abang hadir !!" pekikku.
" lupa " jawaban yang sungguh diplomatis untuk seseorang yang terpojok.
Kalau saja bukan orangtua dan bukan suamiku sudah ku gantung dipohon cabe ...
" bang ,abi sama umi kapan pulang sih ??" tanyaku bersandar di dada Om Za yang memang nyaman dan bidang.
" abi mendadak sakit ,jadi mungkin mereka akan disana lebih lama lagi !" jawab bang Za.
" abi sakit ?? sakit apa ?? ko abang ga bilang ,ihhh anak ga ada akhlak ayahnya sakit bukannya ditengokin !!" sarkasku menghakimi .
" setelah acara festival kita ke rumah perkebunan ,abang mau menyelesaikan pekerjaan abang dahulu!!" ucapnya.
" kenapa ga sekarang ???" tanyaku setengah merengek, sambil membuat pola pola abstrak di dadanya, Om Za menatap kearah jari jari lentikku dan menangkapnya .
" tangan kamu mau memancing di air keruh ??!" tanya nya menelan saliva berat,mataku melongo membulatkan mataku .
Aku malah tergelak " emangnya Salwa keliatan lagi bawa joran ??" tanyaku .
Matanya menyipit dengan sekali hentakan Om Za mengangkatku layaknya karung beras di pundaknya ,naik menuju kamar atas
" gadis nakal kaya kamu harus dihukum !!"
" ampun ,bang !!!" pekikku.
.
.
__ADS_1
.
.