Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
perpisahan


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


. bismillah


.


.


.


.


.


"Cha..!!" pekikku melambaikan tangan pada Acha yang berjalan tak jauh di depanku.


" sal...!!" sudah seperti pasangan di film India saja,hanya tinggal dikasih musik terus joget joget, berpelukan dan menggenggam tangan gemas , ini dia Patrick dan Spongebob versi nyata,konyol.


Dari kejauhan Afrian tersenyum smirk melihatku,babak yang baru perjuangan cintanya akan dimulai.


" wihhh...yang liburannya di pantai..! kulitnya eksotis ...!" godaku pada Acha.


" apaan Ancol doang..!!" ketus Acha yang kesal mengingat liburannya hanya mengunjungi Ancol,baginya bagai mengunjungi tetangga karena masih satu kota.


" daripada mengeluh meningan bersyukur,segitu juga udah dibawa nyentuh air laut..." tawaku serenyah Roma kelapa.


" cieee yang baru pulang dari Aceh..pulang pulang masih nyebelin aja..." sinis Acha,aku tertawa ,ini dia yang paling kurindukan dari Acha,yang pastinya akan susah kudapatkan dari orang lain.


" nanti jadi kan nge mall ??" tanyaku mengalihkan topik pembicaraan sebelum sahabatku ini ngamuk ngamuk kaya banteng matador.


" jadi dong ,buat ngobatin rasa kesel gue..." jawabnya cepat dan bersemangat.


.


.


.


.


" cerita dong sal... gimana liburan loe sama om om hot,btw udah jebol gawang belum ???" wajahnya didekatkan dengan wajahku.


aku mendorong wajah Acha " ga usah deket deket juga muka loe...jelek..." sarkasku , tapi memang dasar teman ga ada akhlak ia malah tertawa


" uhuyyy...muka loe merah,,,,,kaya tomat, jangan so malu malu tapi cicak loe,malu malu tapi nemplok..." ledek Acha ,suaranya itu yang bikin aku malu , bagaimana tidak kami sekarang sedang berjalan diantara banyak pasang mata di keramaian mall...


" suara loe bisa pelanan dikit ga sih stelannya...malu tau...! lagian otak loe tuh isinya apa sih Cha nanya nya itu mulu.. giliran kaya begituan aja otak loe sinkron...!!" jawabku.


" loe sal ,jadi cewek polos banget sih seenggaknya dioncomin ke apa di gulain kek..." ucapnya menyamakan aku dengan penganan serabi " tiap hari disuguhin pemandangan yang bikin mood booster plus menggoda gitu,ga mupeng loe ???kalo gue jadi loe bakal dengan senang hati gue serahin semuanya...." ucap Acha membuatku tergelak.

__ADS_1


" hilihh murah banget ...beli hati gratis nya sebadan..." aku mendorongnya pelan , Acha terkekeh.


mataku dan Acha senantiasa melirik lirik deretan toko toko yang menampilkan barang barang memanjakan mata karena besarnya diskon yang menempel .


" sal ,liat sana yu...." ajak Acha menarikku masuk ke dalam toko aksesoris.


" Cha liat deh lucu tuh.. " tunjukku pada jepitan rambut lalu mencobanya dan bercermin untuk melihat hasilnya bila dipakai olehku


" bagus ga cha ???" tanyaku pada Acha yang berada disampingku dan ikut memilih milih jepitan rambut.


" loe cantik..!!" sontak aku dan Acha langsung terkejut dan menoleh ke asal suara,seorang pemuda berseragam SMA namun dibalut jaket kulit hitam tengah asyik menatapku dengan gayanya yang so cool ,tangannya ia masukkan ke saku yang entah ada isinya atau tidak.,ia mendekat bak seorang arjuna yang sedang mencari cinta, dengan santainya ia berucap,


" sini gue yang beliin ...!" ia merebut pasangan jepitan itu ,dia fikir aku tak mampu membayar atau wajahku seperti orang yang butuh sumbangan.


" ngapain loe disini ??!!" tensi bicara ku meninggi dengan alis yang menukik tajam ,tanda tak suka dengan kehadirannya.,wajahnya yang tersenyum begini sangat menyebalkan .


"sengaja ngikutin loe..." jujurnya tanpa berbasa basi,apa perkataan ku waktu itu tak cukup jelas untuknya atau dia yang memang tak mengerti bahasa manusia ??? sepertinya otaknya tak pernah menerima kata penolakan seumur hidupnya,apakah harus kupukul kepalanya sampai gegar otak agar dia mengerti kalau aku menolaknya,lihatlah wajah angkuhnya itu yang malah tersenyum smirk.


" ga usah natap ga suka gitu, gue udah pernah bilang kan sama loe kalo gue suka sama loe dan gue ga nerima penolakan ! " ucapnya dingin seolah-olah ingin menunjukkan bahwa aku harus menerima perasaannya,haruskah kukatakan kalau aku sudah menikah dan menjadi istri orang lain .


" dan gue ga mau !!! asal loe tau gue ga terima pemaksaan...!!" ucapku tak kalah seraya jari telunjukku menunjuk nunjuk dada bidangnya dan mendorongnya.


" stop ikutin gue kalo ga mau gue teriakin copet...!" ancamku ,ia terkekeh mendengar ucapan ancamanku ,baginya seperti kata kata manis yang malah membuatnya semakin penasaran denganku.


" sal...udah cabut aja yu..ga usah dilayanin gue males ,soalnya gue bukan customer service yang melayani dengan sepenuh hati..." ajak Acha tak mau saja aku terlibat semakin jauh dengan Afrian,benda yang sudah kami ambil pun urung kami beli.


" gue udah ga mood Cha...balik yu..." ajakku cemberut, laki laki itu sudah berhasil membuat mood ku turun mungkin kali ini aku butuh Om Za berada disampingku, mengingat Om Za ,aku jadi teringat dengan permintaannya yang memintaku pindah ke Aceh dan melanjutkan sekolahku disana.


Acha menarikku menuju sebuah gerai minuman ,ia tau kalau minuman berboba selalu bisa memperbaiki mood ku


" thanks Cha...!" aku menerima satu cup boba dari Acha dan duduk di kursi yang disediakan .


" Cha .. Om Za minta gue pindah ke Aceh " ucapku disela sela sedotan ku.


" hilih ..muncrat Cha!" aku mengelap cipratan minuman yang mengenaiku .


" sorry sorry sal...loe serius??" jadi gue bakalan ditinggal ??" wajahnya berubah sendu bagaimana pun Acha sudah menemaniku sejak masuk SMA,aku mengangguk hati hati.


" gue pasti bakal kangen banget sama loe ,sal...." Acha memelukku tak terasa air mata ikut mengalir,padahal masih ada 6 bulan lagi sampai akhir semester genap.


.


.


.


.


.


hari demi hari kujalani seperti biasa dengan banyaknya gangguan dari Afrian ,berbagai macam cara sudah kulakukan untuk menjelaskan bahwa aku tak mungkin menerimanya dan aku tak suka dengannya ,hari ini adalah hari terakhirku disekolah, Acha ,,,jangan ditanya lagi dia sudah menangis dari kemarin


" cup..cup...kita kan masih bisa telfonan Cha , Aceh masih satu bumi pertiwi , Cha.. sama Jakarta..." aku menepuk nepuk pundak Acha padahal aku sendiri tak yakin akan setegar apa dibelakang nya


so kuat loe sal...batinku sendiri berkhianat..


.


.

__ADS_1


.


sepulang sekolah aku dan Acha memutuskan untuk menghabiskan hari bersama untuk yang terakhir kalinya ,karena rencana nya malam nanti Om Za datang ke Jakarta untuk menjemputku


" Cha loe balik dijemput abang ???" tanyaku pada Acha sambil melirik jam tangan ...


" betul... betul...betul..." jawabnya menirukan si kembar from Malay....


" oke ..." jawabku yang berjalan bersama Acha menuju parkiran bangunan mall ,


" sal...janji loe telfon gue tiap hari..." Acha menarikku ke dalam pelukannya,rasa sedih kembali melanda ,aku menyeka air mata yang akan kembali jatuh...


" janji..." jawabku ,kaka laki laki Acha sudah menjemput kini tinggal aku sendiri menunggu taksi ataupun angkutan umum untuk pulang aku berdiri dengan menenteng paper bag berisi barang yang kubeli


" brummmm....!! " sebuah motor berhenti namun menggerungkan gasnya tepat di depanku ,ia membuka helmnya


" bisa ikut gue sebentar ??! gue anter loe pulang ..." ucapnya ,matanya menatap tajam padaku seolah ia sedang kesal dan marah,


" gue ga mau !" jawabku tapi ia mencekal tanganku ,matanya menatap sendu " gue mohon kali ini aja ,sal..." ucapnya lagi dengan nada memohon.


aku menghela nafas " oke kali ini aku ikuti kemauannya ,toh ini mungkin kali terakhir aku bertemu dengannya..." pikirku ,aku naik ke jok belakang lalu Afrian tancap gas membawaku ke sebuah taman kota,aku turun saat motor terparkir.


Afrian berjalan duluan dengan aku yang mengekor ,ia menyugar rambutnya lalu memilih duduk di bangku taman.


" gue denger loe mau pindah ,sal ??" tanya nya menatap ke arahku,aku mengangguk


" iya..." jawabku singkat.


" sebelum loe kasih gue kesempatan sal..buat deket sama loe ??!" ternyata selama ini , bagaimana pun aku berusaha menolaknya tetap saja Afrian masih mengharapkan ku,mungkin inilah waktunya aku harus jujur pada Afrian soal statusku agar dia tidak bisa lagi mengharapakan ku yang sudah menjadi istri orang.


" Rian...gue mau jujur sama loe.. sebenernya gue udah merit..." Afrian jelas terkejut dengan pernyataan ku,namun tak ada kata yang keluar dari mulutnya.


" gue udah lama dijodohkan dan nikah ,besok gue pindah ikut suami gue..." jawabku tanpa jeda tanpa melihat Afrian.


" loe ga serius kan sal ???" tanya nya dengan nada meledek.


" gue sangat serius ! " aku menunjukkan cincin nikah yang menggantung di leherku " gue mau pulang sekarang dengan atau tanpa loe antar gue pulang..." ucapku seraya berbalik hendak pulang


" tunggu ,sal... sesuai janji gue...gue anter loe pulang " aku yang ingin menolak belum sempat menjawab.


" please kali ini loe mau ,anggap aja salam perpisahan dari gue.." jawabnya menatap sendu ke arahku ,awalnya aku ragu untuk ikut tapi....


bahkan gue ga pernah punya kesempatan,sal... sesalnya dalam hati...


kali ini aku mengiyakan permintaan nya lagipula sudah sore pula ,pikirku lumayan lah menghemat ongkos...lagian Afrian pun sudah tau statusku sekarang


.


.


.


.


.


motor menembus jalanan sore hari hingga masuk ke area kompleks perumahan dimana aku tinggal , Afrian menghentikan motornya tepat di depan rumahku namun saat aku turun dari arah rumah seseorang datang menghampiri


" Salwa!!! "

__ADS_1


" Om Za.." gumamku


" bang Zaky....??!!" ucap Afrian.


__ADS_2