
bismillah happy reading all😘
.
.
.
.
.
.
.
Setelah drama kopi terbuang yang menguras air mata dan perjuanganku, ujungnya tetap saja aku yang harus menerima hukuman om Za , dan tak tau hukuman apa yang akan kuterima nanti, aku diantar om Za dan sudah sampai di sekolah.
Sebenarnya ada rasa tak nyaman dan malas untuk kembali datang ke tempat ini , pandangan teman teman padaku seperti memandang gadis murahan. Walaupun beberapa diantaranya tidak percaya dengan gosip murahan itu , awas saja jika pelakunya tertangkap jangan harap akan menemui hari esok,akan ku kirim dia langsung ke kuburan menemani tante kun duduk diatas padung, biar lebih sip lagi ghibahnya.
Bukan aku namanya jika peduli pada pandangan orang yang mengganggu .
" kasian banget pak Zaky punya sugar baby yang bermasalah kaya dia," sarkas Vita si mulut comberan ingin sekali kusumpal mulut itu dengan kapak. Tanganku sudah terkepal kuat .
" Vita ! jaga bicaramu mulutmu harimaumu , jika terbukti kalau Salwa adalah gadis baik baik kamu sendiri yang malu !" bentak Nur ,tatapan elangku sudah tertancap kuat di mata Vita , mangsa ini tak akan kulepas sampai kapanpun.Seketika wajah om Za teringat saat hampir saja tanganku melayang di pipi Vita.
Aku menghela nafas , Nur memegangku " sudah , sal..melawan orang macam dia tidak ada ujungnya ," memang benar kata Nur meladeni Vita sama saja tak warasnya. Biarkanlah an*jing menggonggong Vita pun berlalu.
" gue memang sugar baby , itu berarti gue laku ...lha loe sendiri apa kabar? ngejar ngejar cowok ,jatohin harga diri loe cuma buat cowok. Tidak lebih mahal dari sugar baby ...." jawabku telak membuat otak Vita seketika ngebul.
Aku menghempaskan pan* tat di kursi , kemana lagi aku harus mencari kesabaran,jika bisa didapatkan di warung ingin ku borong sekalian dengan kardus kardusnya. ingin rasanya menangis meraung raung namun aku masih memiliki urat malu yang banyak ,,apa kata Vita nanti yang ada mereka malah bersorak senang lalu dangdutan melihatku menangis.
" udah lah Sal..omongan Vita ga usah kamu masukin ke hati " Nur mencoba menenangkanku.
" iya pantesnya dimasukin ke tong sampah ! tapi tuh kata kata nyempil nyempil ke rongga paru, kaya upil !!" jawabku ketus.
" oh iya bagaimana kabar pak Zaky , sal..kabarnya beliau tabrakan ??" tanya Nur.
" iya , " aku menunduk mengingat saat ini pun cobaan om Za jauh lebih berat dari hanya sekedar bullyan Vita ataupun tatapan sebagian warga sekolah.
" Sal..apa pihak sekolah sudah tau jika kamu dan pak Zaky sudah menikah ?" tanya Nur.
Aku mengangguk pasti " kepala sekolah sudah tau, Nur...! makanya beliau tidak sampai mengeluarkanku dengan syarat aku tidak hamil sebelum lulus ," jawabku pada Nur.
" Nur..apa sebaiknya aku mengaku pada Uni dan yang lain jika aku sudah menikah ?" tanyaku meminta saran dari Nur.
" ada baiknya begitu , sal..daripada mereka harus tau dari oranglain,aku yakin mereka bisa mengerti dan menjaga rahasia," jawab Nur hati hati.
.
.
__ADS_1
.
Jam istirahat aku sengaja mengumpulkan Uni , Adam dan Pian juga Nur di kelas saat yang lain keluar untuk beristirahat.
" sebelumnya aku mau minta maaf sama kalian , bukan bermaksud untuk menipu atau pun berbohong tapi memang aku menjaga rahasia ini untuk kebaikan semuanya." Mereka terdiam menyimak penjelasanku.
" cerita saja sal, kita akan mendengar apapun itu.." Uni menggenggam tanganku.
" sebenarnya aku sudah menikah, " kuperlihatkan cincin yang menggantung di leherku , sontak saja semuanya terkejut terlebih lagi Adam.
" masyaallah !!!" Uni menutup mulutnya dengan kedua tangan.
" ya allah , jadi gosip itu benar sal ??" tanya Pian.
Aku langsung menggeleng kuat " engga engga..justru itu salah !!"
" Aku hanya ingin meluruskan aku memang sudah dijodohkan dan menikah sebelum pindah kesini dan suamiku adalah..."
" pak Zaky !!" seru mereka serempak, aku mengangguk.
" ya allah sal...kenapa tidak bilang,tau gitu aku ga akan kegenitan sama pak Zaky " ucap Uni.
" engga apa apa , Uni ." Adam pamit keluar dari kelas merasa tidak nyaman.
Sesak di rongga dada akhirnya bisa keluar begitu saja , setidaknya aku tidak harus berbohong lagi di depan mereka.
" maaf , aku keluar dulu sebentar ," aku tau apa yang Adam rasakan tapi itulah kenyataannya.
Aku segera menyusul Adam keluar , namun saat diluar kelas Adam sudah tak terlihat.
" Wisnu ??!!" aku mencoba berontak namun sekali lagi ukuran badan dan tenaga yang berbeda membuatku terdorong masuk meskipun berusaha sekuat tenaga.
" loe mau apa ??" pekikku . Degupan jantungku sangat kencang seperti genderang yang ditabuh kuat.Aku menjauh namun Wisnu semakin mendekat dengan senyuman khas lelaki breng*sek.
" loe jangan pernah macem macem ya !!"ancamku . Harus berfikir cepat bagaimana caranya keluar dari cowok gila satu ini. Tidak mungkin kan aku pura pura kesurupan disini, meskipun terdesak malu ku masih tertata rapi setinggi gunung iya kalau dia percaya jika tidak malunya melebihi ketebalan wafer yang ratusan lapisannya.
"kalau memang berita itu benar , sal...kenapa loe nolak gue ?? berapa yang harus gue bayar buat bisa ngerasain tubuh dan miliki hati loe ??" tanyanya kurang aj*ar...lava pijar kemarahan sudah naik seperti suhu air yang mendidih, mulut comberannya lebih kotor dari septic tank.
" breng* sek !!! loe pikir gue cewe apa ??!!" pekikku ingin menangis dan menampar pipi yang sedikit tirus itu rahang tegasnya tak membuatku terpesona lagi , ingin sekali bisa seperti di film film dengan menyebut nama om Za 3 kali lalu om Za datang dengan sendirinya.
" kalo laki laki itu bisa rasain loe ..gue juga ingin..." ucapnya menarik tanganku , refleks aku berontak sasaran pertama adalah organ yang paling vi*tal teringat saat pertama kali satu kamar dengan om Za . Aku menendang bagian pusaka kebanggaan milik Wisnu dengan sekali tendangan maut . Aku sangat berterimakasih pada tsubasa karena tendangan miliknya kupinjam di saat saat genting seperti ini.
" bukkk!!!" aku melepaskan cengkraman tangannya dan mencoba keluar dari toilet.
Untung saja sejak dari SD aku sering mengikuti lomba lari dan manfaatnya kurasakan sekarang ,bisa dipakai untuk saat saat seperti ini.
" Salwa !!!" pekiknya dari dalam , ia mencoba meraihku
Aku menabrak benda keras
" pukk!!"
__ADS_1
" aw...."
"abang !!!" seruku bersyukur memeluk om Za.
" dik, kenapa ?? kamu lari ??" tanya om Za.
" Salwa mau pulang...!!" rengekku , masih takut dengan kejadian barusan.
" hey , kenapa apa dik sakit ?" tanya nya.
" Salwa kurang enak badan , bang " alasanku.
" ya sudah abang juga sudah selesai bicara dengan kepala sekolah , tapi bukankah Salwa masih ada pelajaran ?" tanya nya .
" Salwa ingin pulang, bang " pintaku.
" ya sudah ..abang ijinkan kamu dulu , bawa tasmu " ucapnya.
.
.
.
.
" dik kenapa ?" tanya om Za sebelah tangannya memegang tanganku yang bertumpu di atas paha dan yang satunya memegang kendali stir .Om Za melihat wajah kegelisahanku, tapi aku tak ingin membuat om Za khawatir, cukup masalahnya terlalu berat tak ingin aku menambah lagi beban pikirannya. Memang sepertinya aku tak pandai berbohong buktinya om Za tak percaya padaku besok besok aku akan masuk ke dalam sekolah akting saja agar pintar berbohong di kala aku terdesak.
Om Za menghentikkan mobilnya dan menepikannya.
" ada apa ?" tatapannya sarat akan ancaman jika aku tidak bicara maka sesuatu akan terjadi saat ini juga entah drama ditinggal di tengah jalan atau aku yang bisa jadi kepayahan di dalam mobil.
Tiba tiba aku menangis melepaskan seatbealtku dan memeluk lelaki hebatku.Tangannya terulur mengusap lembut kepala yang tertutup jilbab.
" Salwa takut bang , Wisnu...Wisnu...dorong Salwa ke toilet..." aku tak mampu melanjutkan tapi kurasa om Za sudah mengerti apa yang terjadi.
Rahangnya mengeras , tangannya menunjukkan otot otot liatnya hasil dari olahraganya setiap hari say thanks to alat alat olahraga di rumah.
" abang usahakan semuanya cepat selesai , jika Salwa ingin istirahat dulu tidak apa apa dik, bisa ijin dulu sekolah..insyaallah semuanya akan segera selesai .Do'akan saja abang .." ucapnya menghapus air mataku dan kembali memeluk menenangkanku.
Aku mendongak mata yang terlihat meneduhkan seperti sedang memikirkan sesuatu.
" jangan khawatir semua akan cepat selesai dan kembali seperti semula " senyumnya memberiku ketenangan seiring dengan suara getaran ponsel om Za.
" assalamualaikum " senyumnya tersungging.
(..)
" oke bro, siapkan semuanya , saya meluncur setelah mengantarkan bidadari hati saya pulang dulu.."ucapnya.
.
__ADS_1
.
.