
bismillah happy reading all😘
.
.
.
.
.
.
.
.
" tapi bang..." jika ditakar rasa keyakinanku hanya tinggal 50 persen saja , apa akan baik baik saja.
" kalian berdua darimana ?" tanya om Za saat aku dan om Mirza datang berdua , kami berdua saling menatap , yang satu menatap tersenyum smirk pastinya itu bukan aku dan satu lagi menatap penuh cemas .
" yang pasti bukan dari toilet , bang ," seruku menjawab dengan kelakar kembali menghampiri om Za , sontak saja om Za langsung menjiwir hidungku . Lama lama hidungku ini akan menjadi pinokio atau tidak menjadi sangat tajam di ujung karena dicubit terus dan memanjang.
" oh ya tadi kamu mau bilang apa Mir ?" tanya om Za .
gleukk....aku menelan salivaku berat.
" Za , ada yang mau gue tunjukkin ," om Mirza mendekat lalu menyerahkan ponselnya yang menunjukkan artikel lucknut itu . Benar saja om Za memang tidak ngamuk layaknya kuda lumping yang makan beling atau ngamuk membuat semua barang berhamburan , namun aura dingin yang kental kurasakan dari sampingnya tatapan matanya menajam.
" sal..bicaralah pada Zaky ," ucap om Mirza padaku sontak om Za langsung menoleh ke arahku.
mamposssss !!!! om Mirza pake bawa bawa nama gue lagi , tau om Za ini si dewa aturan kalau tau gue dapet sp lagi dari sekolah bisa dikubur idup idup gue....
" kenapa dik ?" tanya om Za , disaat begini nada lembut pun terdengar seperti sayatan pisau yang siap merobek kulitmu .
" Salwa tidak apa apa bang " jawabku sendu menunduk tak berani menatap om Za , mengingat kabar itu sudah menyebar di area sekolah sampai membuat teman teman yang lain ikut menuduhku yang bukan bukan padahal hanya butuh waktu 2 minggu lagi untuk UN. Aku hanya harus bertahan sampai UAS saja sekitar 2 bulan lagi dan masa masa putih abu ku berakhir ...
" jawab abang ??!!" tanya nya menajam.
" Salwa dapet surat pemanggilan orangtua bang gara gara nyiram orang !" jawabku menskip bagian pembullyan akibat kabar viral itu, aku tidak terlalu peduli dengan berita itu atau tanggapan teman temanku toh aku juga tak peduli dan takut pada siapapun. Vita ? cihhh kecil buatku.
" kenapa Salwa nyiram orang ?" tanya om Za lagi.
__ADS_1
" apa karena berita ini dan Salwa kena imbasnya ?"
" Salwa tatap abang !!!" ucapnya mencekal tanganku.
" iya bang , tapi Salwa engga kenapa napa bang . Abang tau kan Salwa gadis kuat , abang juga tau kan gimana Salwa dulu ..Salwa cuman khawatir sama abang, belum masalah tabrak lari selesai sekarang sudah ditambah lagi masalah kaya gini..." jelasku membuat om Zaky memelukku.
" abang tidak apa apa ini bukan masalah besar , abang tidak mau Salwa yang di ganggu orang . Apa dik baik baik saja ?" tanya om Za.
" Salwa oke.." jawabku.
" kita harus secepatnya usut dan klarifikasi ini Za sebelum namamu benar benar rusak ," ucap om Mirza.
" bang , apa abang bakal dipecat gara gara gosip murahan ini bang ?" tanyaku.
" abang tidak tau , tapi yang jelas abang tidak takut karena abang dan Salwa tidak salah , kita tidak seperti yang dikatakan disana."
Tak disangka kabar yang baru beberapa hari saja sudah menyebar begitu luas , beda sih jika orang yang digosipkan adalah idola pasti selalu jadi sorotan utama.Berita ini juga sampai ke telinga walikota Aceh sampai sampai apa yang ditakutkan pun akhirnya terjadi , om Za menerima surat pemanggilan dari walikota.
Berita memang sudah keluar menjadi konsumsi publik , om Mirza dan Ramli sudah berhasil menemukan satu platform yang menjadi biang utama penyebar berita hoax itu. Hanya tinggal mencari siapa yang memberikan berita , foto dan informasi salah itu saja , maka bersiaplah untuk pelakunya.
" bang ,abang yakin sudah baik baik saja untuk datang ke kantor walikota ? baru juga 2 hari yang lalu abang pulang dari RS.." tanyaku membantu om Za memakai pakaiannya.
" insyaallah dik, abang pulang telat dik , ada yang harus abang kerjakan dulu !" lirihnya rambut yang tersisir rapi dan di pomade nampak begitu gentle bikin gagal move on para wanita di luar sana.
" abang hati hati ..." tiba tiba air mata keluar dari tempatnya tanpa permisi , mencoba kuat tapi ternyata sisi lemahku yang malah keluar .
Om Za mengeratkan pelukannya " Salwa harus kuat , nanti abang ke mampir ke sekolah untuk memenuhi panggilan sekolah..." lirihnya.
Air mataku keluar semakin deras , om Za harus menghadapi semuanya , jika saja aku tidak tersulut emosi dan menyiram Vita mungkin tidak akan begini jadinya.
" maaf Salwa malah bikin abang tambah susah , harusnya Salwa ga lawan Vita ..." ucapku parau.
" Salwa sudah benar , Salwa yang abang kenal memang gadis kuat dan tidak mudah ditindas, abang bangga..! " jawabnya tersenyum manis
" umi sudah menunggu di bawah dengan abi " kata om Za. Aku hampir melupakan jika umi dan abi sejak kemarin datang ke rumah menemaniku dan om Za , sedangkan Afrian masih di rumah perkebunan , entah apa alasannya Afrian ingin menetap di Aceh ....
" sini bang Salwa bantu jalan " aku mengalungkan tangan om Za ke pundakku.
Tangan om om pria matang ini malah tak mau diam , jari jarinya seakan menggoda imanku yang sudah berseragam lengkap plus kerudung.Tangannya turun menuju satu gundukan sintalku .
" abang tangannya bisa diem ga , mau Salwa dorong ke bawah??" tanyaku sambil sewot dan menyentil tangannya.
" abang kangen , sudah lama tidak main main dengan adik..." jawabnya tak tau malu .
__ADS_1
maksudnya main voli ?? main basket ??mai catur?? haduhhh ko panas sih...
" ck..abang tangannya jangan turun turun , Salwa dorong juga nih lumayan lah dari anak tangga bisa bikin pen nya copot lagi !!" .seruku , membuatnya terkekeh.
" ini baru Salwa istrinya abang , jangan pernah takut ataupun merasa sendiri selama abang masih disini insyaallah semuanya akan baik baik saja , abang hanya butuh do'a dan senyuman dik saja . Do'akan abang .." om Za mengecup punggung tanganku dan keningku di depan umi dan abi.
" ekhemmm.., sepertinya kita salah memutuskan untuk pulang bi..." lirih umi yang ditertawai abi.
" umiiiii !!" rengekku, manja manja menyebalkan , memeluk mertua kesayangan.
Tiba tiba hidungku mencium sesuatu yang enak ada pie durian dan juga nasi goreng seafood di meja makan.
" wah !! umi yang bikin ini semua ??" tanyaku berbinar jika urusan makan akulah jagonya.
" iya nak , yuk dimakan , salwa kan harus cepat ke sekolah persiapan UN..." jawab umi dengan senang hati aku langsung menggeser tempat duduk dan menempatkan pan* tatku di kursi , sampai lupa kewajiban yang selama ini kuemban.
" ekhemmm!!" deheman om Za menyadarkanku akan tugas negara yang paling prioritas yaitu membuat kopi saat pagi hari.Aku tersenyum nyengir bak kuda yang sedang diajak bercanda.
" lupa bang ...sebentar Salwa bikinin.Abang duduk dulu " dengan segera aku menuju dapur mengambil cangkir dan membuka toples kopi , namun ada yang aneh dengan kopinya .
" ini kopi udah kadaluwarsa kali ya , kok bau sih..masa kopi senyengat ini baunya kayak bau gumoh bayi..." gidikku.
Lalu aku dengan santainya membuang semua kopi ke dalam tong sampah...
" ini ganti teh aja !!" seruku menaruh cangkir ke depan om Za sampai ia mengangkat alisnya sebelah.
" kenapa teh ? memang kopinya habis ?" tanya om Za namun tak ayal meminumnya ,apapun yang kusiapkan pasti akan ia minum walaupun air mentah sekalipun.
" ga ada kopinya ,Salwa buang ...udah kadaluwarsa kayanya !" dengan santai aku menyendok nasi goreng seafood dengan lahap.
" uhukkk, kopi yang mana nak ??" tanya umi seraya terbatuk.
" yang di toples tutupnya merah , umi ," seruku.
" subhanallah itu baru saja umi masukkan tadi pagi ,itu kopi hasil perkebunan grade A sayang . Masih fresh from the oven, kesukaan abang!" lirih umi membuatku menghentikkan kunyahanku.
" masa ??!!!! astagfirullah , udah Salwa buang ke tong sampah umi !!" aku menepuk jidatku sendiri.
Abi tertawa lepas melihat ekspresi dan tingkah konyolku sedangkan om Za hanya menggelengkan kepalanya melihat kopi favoritnya dibuang begitu saja tanpa perasaan oleh istri ajaibnya.
.
.
__ADS_1
.