Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
bucin, budak cinta


__ADS_3

bismillah happy reading all 😘


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku membeberkan baju atasan safari dan rok span panjang yang aga longgar , dari sisi manapun memang akan nampak seperti itu tampak muslimah sejati nan anggun tidak akan dengan tiba tiba berubah menjadi dress babydoll,atau celana jeans sobek sobek dibagian lutut dan paha ..bisa saja aku pakai pakaian itu hanya saja belum keluar kamar aku sudah diboikot lelaki satu itu, lelaki berlabel suami si pemilik angkasa rayaku.Belum lagi baru juga keluar rumah mungkin aku sudah nyangkut di kantor agama karena kena razia pakaian ...


" cantiknya bu camat " puji om Zaky.


" makasih bapak camat ," ucapku menyampirkan ujung pashmina berwarna senada dengan stelan baju seragam darma wanita.Meski umurku terbilang paling muda tapi jabatanku lah yang paling tinggi diantara satu kecamatan ini.


" bang..kalo isinya udah mulai ngomongin arisan panci , Salwa langsung pulang aja ya ," ucapku ancang ancang jika nanti om Za bertanya tanya kalau aku pulang duluan dibandingkan ibu ibu yang lain.Om Za tergelak


" sip.." jawabnya.


" daripada harus ngomongin harga panci yang lebih mahal dari harga es teler 25 porsi meningan Salwa ngobrol aja sama semut merah ," omelku.


" dik , masuk saja ke ruangan abang tapi sebelumnya pamit dulu pada yang lain jangan seperti maling, " lirihnya memperingatkan kesopanan.


" wokehhh.." jawabku menambahkan sentuhan akhir bros kupu kupu kecil di dada.


.


.


.


Hari tenang sebelum UN benar benar kuhabiskan dengan kegiatan darma wanita di kecamatan.Menjadi ibu camat teladan semua orang.


" perkenalkan ini bu Salwa , ibu camat kita ," salah satu ibu yang biasa menjadi ketua darma wanita disini memperkenalkanku pada ibu ibu yang lain isinya ada ibu ibu rt , rw, lurah dan para istri juga pegawai kecamatan.Mungkin bisa ku taksir pandangan mereka padaku satu frekuensi yaitu tak percaya begitu mudanya wahai si ibu camat yang ada di depan mereka ini ,apa yang mereka harapkan ibu camat yang sudah beruban dengan kulit keriput dibagian ekor mata ?? aku menarik senyuman semanis dan setulus mungkin , gula saja kalah manis denganku saat ini.


" assalamualaikum semua , perkenalkan nama saya Salwa Zahratunissa mohon bimbingannya ibu ibu ," ucapku kaku dan canggung takutnya salah berucap bisa bisa aku jadi bahan ghibahan di belakang.


" waalaikumsalam , salam kenal bu camat , insyaallah bu ..." pekik beberapanya menjawab , hidup selalu adil ada yang suka dan ada yang tidak ada yang tulus dan ada yang memang bermuka dua .Tapi aku tak mau ambil pusing dengan itu , yang penting mereka tidak mengusik hidupku maka semuanya akan aman terkendali , lain halnya jika mereka mengusik hidupku maka siap siap saja jiwa bar bar ku tak bisa ku cegah untuk berulah.


Setelah memperkenalkan diri lalu bu Tria mengenalkan setiap kegiatan dan jadwal ibu ibu darma wanita ini kapan waktu berkumpul sampai aku merasa pusing juga untuk menghafalnya, boleh ga sih gue kabur aja ke Korea mening nonton konser boyband idolaku saja.Lebih baik aku menghafal pelajaran di sekolah daripada janji janji dasa wisma begini...otakku rasanya ngebul dan harus disiram dengan es cendol.


" maaf bu Salwa kalau sedikit lancang ," ucap bu Harun salah satu istri lurah .


" iya bu..." jawabku.


" apa benar ibu masih sekolah ?" tanyanya , yang lain sampai ikut menyimak .

__ADS_1


Kenapa harus pertanyaan random ini yang keluar di saat saat begini , sekali lagi wajah kalem nan datar om om camat suamiku ini jelas terpampang di otakku dan berkata untuk sabar dan menjawab dengan bijak.


" iya bu insyaallah taun ini lulus , minta do'anya saja," aku menekan egoku sedalam mungkin apalagi melihat wajah judesnya yang ingin kucakar cakar jika tidak sedang khilaf.Kulihat usianya tidak beda jauh denganku , wajahnya juga memang lumayan bening kaya air yang baru ngalir dari hulu cuman banyak dihinggapi daun kering.Atau mungkin ia merasa tersaingi olehku , satu lagi miss wanna be yang bakal bikin hari hariku yang sudah kutata sedemikian rupa menjadi bu camat teladan tidak akan mudah .


" masih muda ya bu , saya kira ibu camat sudah berumur ...tapi ternyata masih dibawah saya ,padahal saya juga terbilang yang paling muda disini. Wahh hebat saja masih sekolah sudah menikah dan siap mengabdikan menjadi seorang istri padahal kan biasanya jika usia sekolah itu masih bersikap kekanakan dan masih ingin hidup bebas," jawabnya tanpa totik koma seperti mengomopori ibu ibu yang lain, disebelahku ka Aisyah memegang tanganku , aku mengangguk.Sumpah demi apapun gue sengak banget sama ucapannya, ingin rasanya aku bilang padanya jika aku tidak ingin tau apa yang akan ia ucapkan , lebih baik sediakan saja ring tinju dan berduel denganku karena aku sudah mulai terusik olehnya.


Untung saja ada ka Aisyah yang mendampingiku disini.Jika tidak mungkin saat ini ruangan ini bukan lagi ruangan kegiatan darma wanita tapi menjadi arena tinju .


" maaf bu Harun , sebaiknya jangan membicarakan hal itu mau berapapun usia bu camat kita itu menjadi urusan privasi beliau dan bapak sendiri kita tidak berhak ikut campur , ibu ibu kita lanjutkan saja ," ucap bu Tria.Memang minta di cium siluman nih cewek, emangnya ga sadar apa dia juga masih muda aku jadi penasaran dengan pak Harun bagaimana perawakannya.


.


.


brakkk !!!


Aku membuka pintu dengan kasar hingga membuat om Za dan om Mirza terjengkat kaget sedangkan ka Aisyah yang ada di belakangku tertawa kecil sambil menenangkanku yang sudah seperti cerobong asap lokomotif kereta api.


" astagfirullahaladzim.." ucap mereka.


" minta diajak terjun payung tuh cewek !!" omelku menghempaskan pan*tat di sofa di ruangan om Za.


" sudahlah Sal...memang cobaan menjadi manusia tidak pernah ada habisnya selalu saja ada yang menguji jika tidak dari Allah ya dari manusia lainnya ..." jawab ka Aisyah.Om Za menutup berkas di depannya dan mendekatiku mengangkat alisnya sebelah pada ka Aisyah.


" ada apa ?" tanyanya .


" kenapa , yang ...ibu camat kita yang satu ini datang datang marah marah...??" tanya om Mirza bertanya pada ka Aisyah.


" sengak banget Salwa , ka ! dipikir Salwa kaya cewek cewek gatel apa !!! pantes aja dia ngomong gitu ngiri sama Salwa ...kedatangan Salwa tuh jadi saingan terberat buat dia ka, iri bilang boss ....," omelku tak peduli siapapun.Mataku menatap air sirup di depan tak pikir panjang lalu meraih dan meminumnya langsung saking emosi yang menyebabkan haus.


" burrr.."


" puihhhh..."


Di dalam ruangan sana ka Aisyah dan om Mirza tergelak puas.


" ada apa syah ??" tanya om Zaky.


" itu bu Harun ,Za...sepertinya cemburu dengan kedatangan Salwa , ia menabuh genderang perang pada Salwa ..." kekeh ka Aisyah.


" wahhh seru nih..tapi sepertinya ibu camat kita ini yang akan menang ! secara bar bar ga akan ada yang bisa ngalahin ," om Mirza malah memasang taruhan.


" huss...!!" tepuk ka Aisyah.


" be* ge..." om Za memukul lengan om Mirza.


Aku kembali dengan wajah yang sudah basah karena habis cuci muka.


" Za...kita berdua balik dulu deh, takut ikut kena amukan Salwa," kekehnya.


Om Mirza dan ka Aisyah sudah bersiap siap untuk pulang.


" Sal..kalo masih marah cari aja samsak tinju yang cocok buat pelampiasan, Zaky cocok tuh, " kembali om Mirza terkikik yang langsung dihadiahi pulpen oleh om Za.


" maksud gue Za , loe kan banyak alat gym ajak olahraga ...biar ngenesnya ilang, " jawab om Mirza.

__ADS_1


" Sal...harus sabar ya...biarkan saja dia mau ngomong apa tidak usah didengar" ka Aisyah memegang pundakku.Sebelum akhirnya keduanya pergi.


Om Za merentangkan kedua tangannya " mau peluk ??" tanyanya , aku langsung menyambut dan meringsek masuk ke pelukan papa bear milik pribadi.


" masih marah ??" tanya nya lagi.


" sedikit ," cicitku , gimana ga luluh coba dipeluk gini sama pria wangi dan tampan idola kaum hawa salah satunya saja sudah masuk penjara karena tergila gila , sungguh aku sangat beruntung.


" tau tidak jika semakin dipucuk angin yang akan berhembus semakin besar pula, dik " lirihnya.


" iya tau ko.." jawabku .


" abang bangga sama Salwa sudah bisa menahan amarah ..abang kasih hadiah..." ucapnya .Sontak mataku langsung berbinar.


" hadiah bang ??" tanyaku memastikan sekali lagi.


" besok kita ke Medan " jawabnya .


" ke Medan , bang ??!!" itu artinya aku akan refreshing ...


" abang mau menunjukkan sesuatu untukmu dik.." ucapnya.


Aku mengangguk cepat " mau..."


" ya sudah hari sudah mulai sore , mau pulang atau menginap disini ??" tanyanya berkelakar.


" pulang lah masa nginep disini.." jawabku .


" ya mungkin saja , dik ingin mencoba bercinta di kantor ..." ucap om Za fulgar ...membuatku menepuk punggungnya kencang.


" ga ada pembahasan yang lain apa !!" sewotku, ia malah terkekeh.


" ya sudah yu pulang..." ajaknya .


" gendong.." rengekku.Om Za menggelengkan kepalanya terkekeh melihat kelakuan manjaku namun ia sukai.Om Za menggendongku ala bridal style menuju parkiran setelah sebelumnya mengunci ruang kerjanya.


" ibu kenapa pak ? apakah sakit ?" tanya hansip dan beberapa karyawan penjaga kantor kecamatan.


" ahh bukan pak, biasa lagi datang manjanya " tak percaya jika om Za berkata kelewat jujur pada orang lain dengan wajah tak menunjukkan rasa malu, malahan kini aku yang malu.


" ihhh !! " aku memukul dadanya " jujur banget kan malu! bilang aja iya Salwa lagi ga enak badan !" sarkasku.


Om Za mengangkat alisnya sebelah " dik menyuruh abang berbohong ? ucapan adalah doa , mau kamu abang doakan sakit ? lagipula memang dik sedang manja kan , minta abang gendong ," ucapnya , ini nih kalo si kaku mulai mendominasi.


" kami permisi duluan ya pak assalamualaikum !" pamit om Za.


" waalaikumsalam " jawab mereka cekikikan.


Heran mungkin bagi mereka pak camat yang biasanya terkenal kaku , dingin dan datar kini menjadi pribadi yang hangat dan terkenal bucin pada istri kecilnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2