Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
Tak peduli pendapat orang


__ADS_3

bismillah happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


" deg..."


Mata Om Za melemahkanku , bimbang ...antara takut dan ingin ...aku menggigit bibir bawahku,


" tapi Salwa takut ,bang " cicitku ,degupan jantungku tak karuan kencangnya seperti maling sendal yang lagi uber warga.


" janji pelan !" suaranya sudah parau menahan otot yang sudah mengeras di bawah sana , mungkin sudah saatnya kuberikan apa yang sudah menjadi hak Om Za ,toh sebentar lagi juga aku akan lulus.


Aku menarik nafasku lalu mengangguk , Om Za yang sudah sangat berkabut menyentuh titik titik sensitif ku seakan tau mana yang menjadi kelemahan seorang wanita , wajar saja ia sudah cukup matang untuk mengetahui hal seperti ini.


_____________18+ bocil no tengok sampai kembali bertemu garis _____________________________________


.


.


.


.


.


.


Bulu halus ku meremang , sentuhan sentuhannya membuatku lemah seketika ,tak berdaya ...tanpa kusadari entah sejak kapan semua helaian kain yang menutupi badanku sudah teronggok berserakan sembarang...


" bang , Salwa malu !!" cicitku wajah bak tomat yang sudah terlampau matang menyilangkan kedua tanganku di dada seraya wajah yang berpaling.


" kamu harus terbiasa mulai sekarang ..."


Aku melihat pemandangan di depanku , ciptaan Allah yang hampir sempurna ,aku menelan salivaku berat. memuja namun juga merasa takut . Bayangkan badan kekar ,,,bak model iklan susu L-men jika menurut Acha ,tiba tiba meni*ndihku yang tak begitu besar ,badanku memang berisi tapi jika dibandingkan Om Za , sepertinya setelah ini aku harus pergi ke tukang pijat.


Melihat raut wajah takutku , om Za langsung mendekat dan menjelajahi ku dari ujung rambut hingga ujunh kaki, memberikan tatapan meyakinkan jika ini tidak akan semenakutkan itu .


Lama bib*irnya mendarat di bi*birku ,hingga kini tangannya pun ikut bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuhku terkadang membuatku merinding.Sudah tak bisa lagi menolak ...


" manis !!" ucapnya lalu kembali menyesapnya membiarkan aku menikmatinya tanpa harus memburu nafas seperti orang yang hampir tenggelam di lautan lepas.


Tangannya sampai di kembar sintal ku yang padat tapi tak besar ,ukuran pas untuk seorang remaja yang sedang ranum ranumnya.


Benar kata orang ,jika melakukan sejauh ini sudah tak bisa lagi berhenti cukup sampai disitu,maka label halal memang diperlukan.


memainkan , mengecup dan menyesap nya seperti sesuatu baru yang menyenangkan ,sampai.....


" aaaawwwwhh !!!" rupanya trik di atas menutupi niat terselubung di area bawah ,tanganku mencengkram punggungnya sampai sedikit mencakar ,untung saja aku masih menganut paham pelajar yang cemerlang dengan memotong pendek kuku tangan dan kaki ku ,membersihkannya hingga punggung Om Za tak harus sampai berdarah darah layaknya dicakar manusia serigala.


Pria matang ini sudah berhasil merobek sel*aput yang sudah kujaga selama 18 tahun lebih... Om Za memberiku jeda untuk bernafas,jempolnya terulur menghapus jejak air mata yang berada di ekor mataku .


" sakitnya hanya sebentar " ucapnya menenangkanku lalu mengecup keningku .


" sakit ,bang !!" rengekku .


Setelah dirasa cukup untukku ia melanjutkan aktivitasnya memaju mundurkan ranjang panas..meraup sebuah puncak ken*ikmatan yang belum pernah ia rasakan sampai umurnya yang hampir menginjak usia 31 tahun ,peluh kami menyatu ,entah ke berapa kalinya pelepasan bibit bibit unggul Om Om kece badai ini ,namun seakan tak cukup untuknya.


_____________&&______________


.

__ADS_1


.


.


.


" terima kasih...," jawabnya dengan bahasa baku ,udah kaya adegan film era 70an... jangankan menjawab aku sudah menutupkan mataku ke dalam alam bawah sadar tanpa menyempatkan diri untuk berpakaian lagi,hingga adzan subuh membangunkanku ,benar apa yang kukatakan semalam ,pasti badanku akan sakit , sepertinya tulang tulang badanku remuk bak ayam tulang lunak ... remuk redam.


Dengan tangan yang menahan selimut agar tak melorot aku mencoba bangun dan terduduk ,hanya saja area terlarang ku merasakan ada yang perih dan sakit disana .


Rambut bak singa yang tak pernah sisiran dan tubuh bak macan tutul dengan corak merah keunguan , lengkap sudah penampilan siluman macanku ini.


Tanganku terulur mengambil pakaian yang teronggok di lantai kamar. Om Za terganggu dengan pergerakan ku.


" sal..." panggilnya dengan suara khas orang bangun tidur ,aku menoleh " iya bang ??" , Om Za mengusap kasar wajahnya untuk mendapatkan kesadaran penuh.


" sini abang bantu ...!" jawabnya ,jika aku berfikir kalau Om Za juga toples aku salah besar ,ia memakai celana pendeknya dan kaus daleman.


" abang curang !!" tatapku bak kucing garong.


" kenapa??" tanya nya meraih ku dan dengan sekali hentakan membawaku yang masih berbalut selimut dalam gendongannya .


" masa abang udah pake baju Salwa masih toples !!" sarkasku menggertakan susunan gigi rapiku hendak menggigit hidung mancung si pinokio tampan ini seperti ikan piranha namun ia menghindar.


" kamu keburu tidur ,abang tidak enak membangunkanmu keliatannya cape banget " jawabnya dengan wajah yang masih memasang wajah bantal ,lelaki Fir'aun ku ini memang tak ada tandingannya ,masih kucel bangun tidur saja ganteng apalagi udah mandi beuhhh.. merpati aja ampe kepentok genteng rumah orang waktu lagi terbang...wajar saja aku lelah , Om Za hanya memberikan waktu jeda yang singkat untukku, selanjutnya ia obrak abrik lagi tenaga ku yang sudah tinggal sisa sisanya.


" abang juga tega bikin Salwa kaya gini !!" jawabku mengarah ke tubuhku ,tampilanku sudah seperti macan jejadian,ia terkekeh " makasih sayang... tapi abang masih mau ,sal...!!" bisiknya.


" engga !! " tolakku .


" Salwa mau sekolah bang ,kalo nanti sampe di sekolah Salwa tepar ,kan sia sia ...mau ngapain juga disekolah kalo cuma buat numpang tepar ." jawabku panjang kali lebar.


" ijin lah !!" ucapnya santai , sejak kapan bapak camat yang biasanya bijaksana ini menjadi seorang guru yang menyesatkan muridnya.


Om Za menurunkan ku di bawah shower lalu melepaskan selimut


" ehhh mau ngapain ??" tanyaku menahan selimut


" engga !!!" tolakku keras sekeras batu karang.


" Salwa bisa sendiri ,abang keluar !! yang ada Salwa abis lagi sama abang !!" jawabku mendorong dorong Om Za yang malah tergelak.


" abang cuma mau bantuin sal..ikhlas kok!!" kekehnya .


Aku mendorong badan tembok itu " Salwa yang ga ikhlas !!!" pekikku .


"blugghh !!" aku menutup pintu sedikit keras .


" engga sekalian robohin aja pintunya ??!" kekeh Om Za menggoda dari luar kamar mandi ,namun tak kuhiraukan.


Aku memencet tombol air panas agar air yang keluar adalah air hangat ,berharap bisa bertemu memberikan ku energi yang baru juga merelaksasikan otot ototku.


Sementara aku mandi , membersihkan semua kotoran yang menempel di badanku , peluh yang bercampur dengan peluh Om Za .. pria matang itu menunggu di atas ranjang ,ia membereskan ranjang tempat tidur sambil menunggu giliran bersih bersih.


Bibirnya tertarik ke atas mengingat pergulatan semalam , terkadang rengekan manja keluar dari mulutku membuatnya semakin bersemangat dan berkabut ,ia melihat cairan merah buah dari kerja kerasnya semalam di atas sprei ,lalu menggantinya dengan yang baru.


.


.


.


Mataku menyipit menatap Om Za ,kesal dengan mencebikkan bibirku .


" kenapa ??" tanya nya menyendok nasi goreng ke mulutnya.


" Salwa ga tau kalo ujungnya bakal kaya manten sunat...!!" keluhku.


" uhuuukk !!!" Om Za langsung mengambil air minum .


" maksud kamu apa ??" tanya nya .

__ADS_1


" jalannya kaya ada yang ganjel ,udah kaya kepiting atau robot...manten sunat kan juga kaya gitu !!!" entah otakku mendapat ilham pembelajaran darimana,yang jelas otak magic ku ini membuat Om Za menggelengkan kepalanya .


" kerjaan kamu unfaedah ,merhatiin orang yang abis su*natan " jawab Om Za.


" apa perlu abang ijinkan ??" tanya nya,inginnya sih begitu ,diam di rumah dan kembali menggulung diri di dalam selimut seperti isian lemper ...


"Salwa ada pemantapan " jawabku .


" ya sudah habiskan sarapanmu ,sudah jam 6.30 " titah yang mulia paduka suami


.


.


" perlu abang bantu ke arah kelas ??" tanya Om Za saat sudah sampai di depan gerbang sekolah.


" ga perlu Salwa udah ga apa-apa" tolakku yang langsung meraih punggung tangannya dan mengecupnya.


" ya sudah nanti abang jemput "


" assalamualaikum hubby !!" senyumku lebar merekah bak bunga mawar di musim semi.


" wa'alaikumsalam sayang !!"


Aku berjalan pelan , menyesuaikan jalanku ..udah kaya ibu ibu abis lahiran aja ...


" hayoooo!!!" Nur melompat mengagetkanku dari belakang


" astagfirullah !!!" aku mengelus dadaku


" hampir aja jantung gue du*gem !!" jawabku membuat Nur terkikik.


" sal... kamu kenapa ??" tanya Nur yang melihat dengan aneh cara berjalan ku.


" kamu sakit sal ??"


gue abis kebobolan !! ingin rasanya sejujur itu layaknya pada Acha tapi mulutku terkunci rapat ,seember embernya Acha tapi aku selalu percaya penuh padanya.


" ahh engga kemaren dari kondangan kaki ku pegel aja ,berdiri terus!!" jawabku ,entah percaya atau tidak dengan kebohongan ku ,ku harap otak Nur sedang tidak encer dan terbentur sekarang hingga ia mengiyakan saja alasanku.


" ohhh dari kondangan ..." lirihnya ,membuatku menghembuskan nafas lega.


.


.


Di tanganku kini terbuka sebuah buku ,tapi bukannya membaca atau meneliti pelajaran


yang sedang dipelajari ,pikiranku malah membayangkan adegan semalam ,dan berhasil membuatku tersipu malu untung saja tidak ada yang memperhatikan,selain Nur..


" kamu sehat kan sal ??" bisiknya.


" sal...!!" beberapa kali Nur memanggil ku tapi aku malah sibuk dengan dunia ku sendiri.


" awwwhhh !!" aku mengaduh saat Nur mencubitku.


"sakit Nur!!" aku mengusap usap bagian yang sedikit memerah .


" abisnya kamu kaya orang kurang waras...senyum senyum sendiri !!" jawab Nur ,sesekali ekor matanya mengawasi guru di depan.


" aku ngga apa-apa!!" jawabku.


.


.


Jangankan dari dekat dari ujung koridor yang jauhnya bermeter meter saja ketampanannya Om Za sudah terlihat , Om Om pria matang itu sedang menungguku di depan mobilnya ,rambut kaku nya tetap diam saat tertiup angin ,diakui atau tidak dari segi manapun ia memang keren ...mau itu segitiga segiempat ataupun segienam...


" abang !!" pekikku seperti seorang anak yang menyongsong ayahnya. Sekolah memang tidak terlalu ramai karena hanya ada kelas XII saja dan itu pun hampir semuanya sudah pulang karena kebetulan kelasku lah yang paling akhir keluar.


Aku langsung memeluk lengannya posesif , tangannya terulur menyentuh dan mengelus pipiku. Biarlah orang menatapku dan Om Za aneh ,pendapat mereka tak terlalu penting buatku yang terpenting adalah perasaan kita masing masing saat ini ....

__ADS_1


__ADS_2