
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
bibirku masih lencang depan ,tanganku bersidekap ini mah judulnya cewek bengal insyaf ... selepas Om Mirza pulang aku segera men unboxing satu paket seragam dan buku dari sekolah baruku ,satu set seragam putih abu muslimah , beserta seragam batik,muslim, olahraga dan kerudung ....
"disini tidak ada yang memakai seragam pas badan kaya kurang bahan ,sal..." ucap Om Za melihat lihat buku paket yang dikirimkan dari sekolah ,ia pun mengira ngira cukup ataukah tidak untukku belajar ,
" bukan kurang bahan Om, tapi gaul daripada kegedean kaya orang orangan sawah...." jawabku ketus
Om Za menghampiri dan berlutut di depanku ,ia meraih kedua tanganku dan menggenggamnya.
" belajar ya...! untuk menutup aurat diri..minimalnya saat disekolah.." pinta Om Za , perkataan nya begitu halus sampai bisa ku ayak dengan saringan.
" tapi Salwa ga bisa Om... Salwa ga bisa pake kerudung !" jawabku malu sebenarnya ,padahal aku perempuan,tapi memang selama ini aku jarang memakai kerudung, sekalinya ada kegiatan keagamaan di sekolah selalu meminta bunda memasangkannya.
" nanti abang bantu.." jawabnya ,sikapnya yang seperti ini selalu membuat ku menjadi wanita murahan sesaat.
aku harus bersyukur kepada Allah karena masih diberi kelebihan,yaitu otak yang mumpuni jadinya tak sulit buatku untuk masuk sekolah manapun,syukurlah saat pembagian otak aku hadir paling awal,aku masuk ke dalam SMA negeri di Aceh.
.
.
.
Aku mematut diriku di cermin ,dengan seragam serba panjangku ,not bad lah !
" udah kaya ukhti ukhti...." gumamku ,giliran memakai kerudung ,ini dia yang susah bukan pasal kerudungku yang takut kusut atau kepanjangan sebelah tapi memasang penitinya yang aku tak bisa salah arah aku menusukkan peniti bisa bisa leherku yang kena tusuk.
" cih...susah...!" gumamku lagi, jariku sedikit bergetar karena takut salah tusuk.
Dari arah belakang, Om Za mendekat , ia meraih peniti yang sedang kupegang ,tangannya mendongakkan daguku.
" sini biar abang yang pasangin, " aku hanya menurut, tak sampai 10 detik peniti terpasang sempurna ,tak longgar tak mencekik pula.
" makasih..." jawabku namun ibu jari dan telunjuk nya belum melepas daguku.
" cantik !" satu kata itu bisa membuatku melayang hingga menembus langit langit kamar ini.
Aku mengulum senyum yang sudah siap merekah tanpa ragi " gombal.." jawabku yang sudah merona namun mencoba menutupinya .
" abang tidak pernah menggombal tapi itu fakta, istri abang memang cantik..." jawabnya lebih mendekatkan wajahnya,aroma mint menyegarkan sampai pada indra penciumanku ,udah mirip kaya iklan permen ..
__ADS_1
Memang benar hawa nafas yang langsung mengenai kulit selalu bisa membangunkan bulu roma dan salah satu faktor yanh membuat orang orang bisa langsung hilang akal, apalagi kalo ditambah tatapan sayu seperti sekarang ini.
" cup..."
satu kecupan lembut mendarat di bibirku " ga usah bengong ,nanti kesambet ! "
Aku mengerjap lucu hingga Om Za terkekeh ,aku baru menyadari betapa tampannya Om Za saat tertawa begitu ,pantas saja tante Cut gencar banget buat jadi pelakor....
" ihhhh " sinisku.
" kenapa ??? ga suka??? harus minta maaf ??" tanya nya menggoda seraya memasangkan arloji di pergelangan tangan kirinya .
" kalo Salwa bilang iya ??? mau minta maaf ???" tanyaku menantang yang sebenarnya menutupi blushing di pipiku , Om Za yang seperti ini tak biasanya ...sweet sweet gemesin ....agak aneh tapi aku suka.
" engga! malahan bakal lebih sering lagi..." Om Za menarikku dan mengecupi seluruh bagian wajahku membuatku tertawa kegelian .
" udah Om...udah... Salwa harus cepet cepet berangkat...!" jawabku menghentikan kecupannya dan membawa lengan Om Za di pelukan ku , mengajaknya turun ke bawah.
tak kusangka laki laki matang yang cuek dan dingin ini memiliki sisi lainnya , seperti sisi mata uang koin yang berbeda ,sisi Om Za yang ditunjukkan di luaran sana berbeda dengan Om Za disaat hanya berdua denganku .
" masyaallah,mantu umi cantik banget !" puji umi
" eh ,nak Salwa... sudah siap bersekolah di sekolah yang baru ???" tanya abi melipat koran yang sudah dibacanya.
" iya abi ,umi..siap dong ! " jawabku antusias tak sadar jika lenganku sedari tadi masih melingkar di lengan Om Za,umi dan abi tersenyum melihatnya.
Aku menyendokkan nasi ke atas piring milik Om Za,
" mau sarapan sama apa , o...bang??" mulutku hampir saja kecengklak menyebut kata Om di depan abi dan umi karena memang sebutan Om sudah melekat di lidah dan pikiranku
Om Za melirikku dan menahan tawanya , " ayam dan sayur saja ," jawabnya,tanganku harus terbiasa terlatih seperti ini ,kalau masalah melayani suami di meja makan aku sering melihat perlakuan bunda pada ayah,siapa tau kan jalan menuju sakinah mawadah warohmah bermulai dari sini.
.
.
.
Mataku melongok ke luar jendela menatap bangunan bernuansa putih dan hijau itu ,tempat dimana aku akan menimba ilmu selama setahun ke depan ,dari segala arah para siswa berdatangan masuk ke gerbang sekolah
" abang anter sampe dalem ," ia melepas seatbeltnya ,tapi aku menahan Om Za untuk tak turun.
" Salwa sendiri aja Om,ga apa-apa nanti Om Za telat" jawabku, bermaksud menolak tawaran Om Za padahal aku sangat senang jika Om Za mengantarku.
Tapi seperti sudah tau tugasnya untuk mengayomi dan menjadi pelayan masyarakat, Om Za kekeh turun dan membukakan pintu mobil bagianku.
" sebentar saja ,tidak akan membuat abang terlambat !" aku lupa kalau pria matang di depanku ini adalah titisan Hitler yang tak suka dibantah .
Aku berjalan berdampingan bersama Om Za,semua mata memandang orang baru dan asing yang datang ke sekolahnya,belum lagi sosok di sebelahku ini yang menjadi sorotan ,pria tampan plus baju safari yang membuatnya tampak semakin good looking.
Memang benar, bila aku memakai seragam dari sekolahku sebelumnya ,auto salah kostum dan dihukum rajam sepertinya....hehehe,sepanjang mata memandang tak ada siswi disini yang memakai rok diatas lutut ataupun baju seragam pas badan.
Om Za mengantarku ke ruang kepala sekolah ,setelah bertemu dengan pihak sekolah Om Za pamit
" abang tinggal ya , Salwa baik baik,belajar yang bener !! " ia menepuk nepuk puncak kepalaku.
" iya , Om.." jawabku
" sal..abang tau ini tidak mudah," ia menghela nafasnya " tapi abang selalu ada di samping Salwa," tambahnya ,tangannya refleks menarik kepalaku dan mengecupnya sekilas , untung saja orang orang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri jadi tak terlalu memperhatikan kedua insan yang sedang saling menguatkan .
" iya , om " jawabku memberikan senyuman lebar plus gigi gingsulku yang menambah kesan manis.
__ADS_1
" Om juga kerja yang bener,semangat ya ! matanya jangan jalan jalan...!" ucapku menukik kan alis ku.
Ia terkekeh " menggemaskan " jawabnya ,aku meraih punggung tangannya lalu mengecupnya sayang
" assalamualaikum sayang..." ucapnya ,membuatku melongo tak percaya.
" wa...wa'alaikumsalam." ucapku terbata saking groginya
" hati hati !" pekikku melambaikan tangan
tampar aku !! apakah itu benar Om Zaky si titisan Hitler ku...kyaaaaaa !!!!!
.
.
" ekhem...!"
deheman seseorang membuatku terkejut
" Salwa Zahratunissa " panggil seorang perempuan ,bernama bu Fatma
" iya,bu"
" mari ikut saya " senyumnya menghangatkan seperti mentari pagi .
Aku mengekor dibelakangnya mengikuti langkah kakinya menyusuri lorong-lorong kelas dan berakhir di kelas kedua dari ujung.
" assalamualaikum ,!" ucapnya tegas membuat para penghuni kelas yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri seketika diam di tempatnya masing-masing.
" wa'alaikumsalam " seru mereka
" ayo perkenalkan namamu Salwa...." pintanya
" hay namaku Salwa Zahratunissa,pindahan dari Jakarta . Salam kenal." ucapku ,
" salam kenal Salwa.." pekik mereka
" silahkan cari tempat duduk ,dan berkenalan dengan yang lain. Saya tinggal dulu ," bu Fatma pamit undur diri .
Terlihat sekali perbedaannya saat kehadiran bu Fatma dan setelah beliau pergi ,seketika kelas ini rusuh kembali dengan aku yang menjadi obyek utamanya.
" hay Salwa!!" beberapa orang mendekatiku ,ada beberapa yang welcome dan beberapa juga yang mungkin menganggapku biasa saja ,tapi sejauh ini mereka masih menerimaku dengan baik.
" Salwa,sini duduk aja denganku ! " seru gadis bernama Nur ,aku mengangguk
" kenalkan aku Nur..." ia mengulurkan tangannya berkenalan ,aku menyambutnya .
" jadi ini murid baru pindahan Jakarta !" pekiknya dari arah bangku belakang ,ia berjalan mendekat.
" btw selamat datang ,tidak buruk untuk seseorang yang sudah menggemparkan sekolah !" ucapnya membuat alisku terangkat naik sebelah
" namaku Adam ketua kelas disini." ucapnya lalu melenggang keluar kelas dan menyunggingkan senyumnya di balik ambang pintu.
aku berohria ,tunggu ! menggemparkan??? memangnya sedahsyat itukah kedatanganku sampai bisa menggemparkan sekolah ini??
.
.
.
__ADS_1
.