
bismillah happy reading all π
.
.
.
.
Disinilah aku dan om Za berada di sebuah pusat perbelanjaan di kota Medan, aku menarik om Za yang bersikap ogah ogahan untuk masuk.Bukan karena ia kampungan dan tidak pernah masuk mall melainkan ada tujuan terselubung di dalamnya.
" abang akan temani tapi abang tidak usah ikutan nyalon , lebih baik, dik saja biar istri abang tambah wangi buat di cium ," tolaknya.Aku menggeleng kuat.
" abang tau ga sih definisi pacaran romantis ??" tanyaku cemberut seperti orang yang baru saja kalah lotre.
" memangnya harus ya , dik ..abang tidak mau dik..." jawabnya.
" Salwa kan belum pernah ngerasain pacaran, salah sendiri main ajak ajak nikah aja , jadi Salwa pengen ngerasain pacaran kaya orang orang ,romantis romantisan sama cowok..." jawabku merengek.
" tapi tak perlu ikut nyalon juga , dik..abang nunggu saja ,"kekehnya.
" ya udah ijinin Salwa pacaran sama lelaki lain.." ancamku.Ia mengangkat alisnya sebelah.
" yuu masuk !" senyumku mengembang rupanya kata kataku tak perlu di bubuhi semprotan baygon biar jadi ampuh...
Area salon sudah terlihat aku mengajak om Za masuk, salon tampak ramai bukan karena salonnya yang laku keras tapi karena ada seorang lelaki tampan masuk kesini dan lelaki itu saat ini sedang kebingungan memilih treatment yang akan dipesan.
" silahkan kaka mau treatment apa ??" ucap pegawai salon itu tersenyum senyum dengan rekannya melihat wajah rupawan om Za , rasanya mau ku colok saja mata mereka pake garpu ,belum lagi bisik bisik tetangga yang mereka lakukan makanya rendem otaknya pake pemutih biar bersih non,,,
" ganteng banget, ini biar aku saja yang layani " bisiknya pada temannya .
" kesempatan langka bisa layani cowok ganteng, aku juga mau , gimana kalo taruhan?" bisik mereka sambil mengambil koin.Mataku membelalak melihat tingkah mereka .Tak ikhlas sebenarnya tapi karena keinginanku merasakan nyalon bareng kekasih lebih besar , akhirnya kutahan.
" dik, abang tidak mengerti istilah istilah ini " bisiknya.
" abang sayang ,abang cuci rambut sama maskeran aja ," jawabku dengan menekankan kata awalan, biar seisi mall ini tau jika laki laki disampingku yang menyebabkan keramaian di salon ini adalah milikku jika perlu se antero bumi.
" ka , apa disini ada pegawai laki lakinya ??" tanyaku .Ingin rasanya berbohong tapi seorang hair do laki laki lewat.
" ada ka ," ucap pegawai wanita ragu.
" untuk suami saya minta sama ikhwan ya kak.." jawabku membuat mata mata jelalatan yang sudah berbinar kini meredup karena gagal bisa memegang megang laki laki tampan ini.Tak akan kubiarkan suamiku di pegang pegang wanita lain selain aku dan umi , om Za ku bukan handle pintu wc umum yang bisa dipegang rame rame.
Om Za tampak aneh dengan semua peralatan kecantikan yang biasa memanjakan kaum hawa di sanpingnya .Biasanya ia hanya ada sisir , pomade , yang ia tau atau paling tidak hair dryer ..shampo yang dipakai disini pun banyak macamnya .
.
.
Aku terkikik geli melihat tampilan om Za saat ini, wajah tertekuk masam dengan rambut yang digelung handuk kecil dan sebuah pemanas diatas kepalanya atau yang biasa disebut steamer
" ahahahahaha...." tawaku pecah .Kapan lagi laki laki titisan hitler dengan wajah bak parutan es kepal milo dingin dingin manis ini ku kerjai habis habisan.
" enak kan bang ??uratnya ga usah tegang ahh ! ...rilex bang ," aku mengusap usap tangan kekarnya dari samping.
hoss....kalau tidak sayang sudah kubuang ke laut bersama hiu kalau tidak cinta mungkin sudah ia kubur hidup hidup gadis di sampingnya ini , mungkin begitu fikirnya.
__ADS_1
" sampai kapan ini dik..?" tanya nya tak sabar ingin segera menyelesaikannya , malu dipandang orang orang sekitarannya, apa jadinya badan atletis tapi mainannya rumah barbie alias nyalon.
" awas kamu dik, sampai rumah abang tidak akan melepaskanmu walau hanya keluar kamar ," gumamnya terdengar olehku.Namun aku bergidik acuh tak menghiraukan ancaman bang Za .
Para karyawan pun terkikik tertahan tapi kebanyakan yang makin memuja om Za , lelaki tampan namun mau maunya menemani wanitanya ke salon bahkan ikut nyalon .Aku berdecih..ulet...!!
Selesai dari salon aku mengajak nonton.
" mau film apa ? biar abang yang beli tiketnya ," tanyanya saat masuk ke dalam ruangan yang menampilkan beberapa judul film di dindingnya.
" comedy romance aja bang !" seruku , karena aku sedang ingin tertawa.Om Za membeli tiket lalu memilih kursi .
" tau ga bang , apa yang enak kalo nonton di bioskop gini ??" tanyaku yang mengatur posisi nyaman .
" apa ?" tanya nya lempeng ..selurus jalan beraspal.
" waktu lampunya mulai dimatiin , jadi main gelap gelapan," kikikku .
" tuk..."
Om Za mengetuk kepalaku.
" aw...!"
" sakit bang , ko malah dijitak sih?" aduhku tak terima seraya mengusap usap kepalaku.
" apa jangan jangan dulu kamu juga nonton dengan laki laki ke bioskop salam gelap gelapan ??" tanya nya dengan raut wajah yang mulai menajam.
" ihhh kirain apa , selow bang jangan ngegas ! abis minum soda ya ? " kekehku .
"jawab dik !" ucapnya , memang laki laki ini jika menyangkut kecemburuan tidak bisa diajak bercanda bawaannya emosi.
" bagus !!" om Za mengacak rambut yang baru saja di treatment mahal itu.
" ihhh abang !!" aku menepis tangannya " tetep aja kan pergi sama cowoknya engga nikah muda nya iya !!" jawabku mendengus.Om Za tertawa
" jadi ga ikhlas nih ?? ga mau ??" tanya nya.
" emmhhhh.. mau bangetttt !!! ikhlas bangetttt!!" nadanya dibuat selucu mungkin dan semenggemaskan mungkin.
" mau nyobain yang biasa dilakuin pasangan kalo lagi pacaran di bioskop ga?" tanyanya keningnya berkerut menjadi beberapa lipatan.
" apa ??" tanyaku sambil mengunyah pop corn.
" kiss kiss for daddy !" bisiknya di telingaku.
" bukkk "
Tak tau apa wajahku langsung memanas.Om Za terkekeh puas sepertinya pukulanku di dadanya tidak cukup kuat hingga ia tak merasakan apapun, apa aku harus memakai palu thor atau sarung tinju milik Chris John agar om Za tau dan merasakan kapok karena menggodaku.
Film sudah dimulai , aku tertawa dimana part komedi mengocok perutku namun tidak dengan lelaki di sebelahku , ia malah membalikkan badannya kesamping dan memandangku penuh arti , sontak aku menegurnya karena merasa terganggu olehnya , konsentrasiku menonton jadi terganggu.
" abang ihhh...filmnya tuh disana !" sarkasku.
" tapi pemandangan disini lebih indah untuk dipandang ," jawabnya , ya allah cobaan apa lagi ini, sejak kapan hitler berubah menjadi deni cagur , sejak kapan om Za menjadi seorang dengan kata kata gombal manis bin receh.Aku menempelkan punggung tanganku di jidatnya.
" abang sakit ??" tanyaku.Namun bukannya menjawab ia malah balik bertanya.
__ADS_1
" kenapa ?"
" sejak kapan abang menjadi pujangga cinta ?" tanyaku.
" memangnya tidak boleh abang belajar gombal buat istri sendiri ??" tanya nya.
" iya boleh sih , tapi Salwa aneh aja ," jawabku penuh kejujuran.
Film yang sedang berlangsung pun jadi tak habis kami tonton , jika ditanya bagaimana ending film ini kami pun tak tau malah ujungnya jadi acara ngobrol di bioskop sambil gelap gelapan.
" Salwa laper !" lirihku , tanganku setia memeluk lengan om Za.
" oke dik , mau makan apa ?" tanya om Za.
Aku mengetuk ngetuk dagu , berpikir apa yang kiranya kuinginkan
" Salwa pengen makan nasi padang aja ," jawabku.
hello Sal...ini Aceh bukan Padang.
" nasi Padang ??" tanya om Za meyakinkan dan aku mengangguk , otak magicku benar benar harus direndam dengan detergent biar bisa bersih tanpa noda.
" tapi abang mau ajak Salwa ke suatu tempat ," jawabnya menahanku masuk ke rumah makan padang.
" bang , Salwa udah laper banget , kalo dinanti nanti lama Salwa keburu pingsan ," jawabku melengos masuk.Perutku yang sudah keroncongan tak bisa di tunda.
Beberapa menu kupesan , memang jika orang lapar itu suka kalap padahal belum tentu akan habis itu yang kurasakan kini, baru satu piring nasi plus rendang beserta kawan kawan pelengkapnya , aku sudah menyerah.Mungkin jika ada kamera aku akan melambaikan tangan mengibarkan bendera putih.
" Salwa sudah selesai bang , sisanya abang habiskan ," ucapku enteng
" yang benar saja dik, ini masih banyak !" serunya mulai jengkel.
" seriusan ..!" anggukku " dua rius malah," tambahku .
" astagfirullah..." gumamnya.
" sudah abang bilang kan jangan pesan terlalu banyak jatuhnya mubadzir , lalu setelah ini kamu tidak bertanggung jawab !" ucapnya menggelengkan kepala kesal.
" maaf bang, abisnya tadi ngeliat bikin Salwa ngiler,"
" pak !!" pekik om Za , akhirnya sisa makanan itu dibungkus dibawa pulang.
" sebelum kita pulang abang ingin menunjukkan sesuatu untuk Salwa ," ucapnya sambil melajukan mobilnya.
" apa ??oh iya katanya abang mau kasih Salwa hadiah ?" aku teringat janji om Za padaku , bukankah janji adalah hutang dan berhutang padaku ada suku bunganya.Om za melajukan mobil dan berhenti di salah satu restoran cozy yang konsepnya anak muda kekinian.
" turun.." pintanya.
" ko ke cafe bang ? kita kan udah makan ," tanyaku bawel.
" assalamualaikum.." Dengan tak sopannya om Za masuk nyelonong ke dalam menuju ruang staf dan bagian dalam cafe ruangan dengan beberapa sofa disana juga sudah ada beberapa orang terlihat dari pakaiannya mereka adalah staf pekerja yang mengurus cafe ini.
" waalaikumsalam " jawab mereka serempak.
" maaf sedikit terlambat ," ucap Om Za masuk dan menyalami beberapanya , sedangkan aku yang masih belum mengerti hanya melongo dari ambang pintu.
" perkenalkan semuanya itu Salwa Zahratunisaa istri saya , sekaligus pemilik sah cafe ini !!" lirih om Za , sangat jelas terdengar di telingaku yang hampir beberapa hari sekali dibersihkan.
__ADS_1
" hah ??!" gumamku melongo seperti orang yang baru saja kesambet.