
bismillah happy reading all π
.
.
.
.
.
Ibu tante Cut keluar dengan perasaan kacau , hancur sudah harapannya untuk bisa membujuk om Za , ia tau pasti om Zaky memang seseorang dengan kepribadian yang tegas dan berpendirian teguh entah terbuat dari apa kepala dan hatinya itu, sangat keras tak mampu diluluhkan walaupun dengan tetesan air mata seorang ibu , sepertinya batu pondasi gedung tertanam disana.
" bang , Salwa kasian juga sama mamahnya tante Cut.." tatapku nanar melihat punggung seorang ibu yang semakin menjauh.
" Cut harus belajar bertanggung jawab , justru itu karena abang menghargai dan menganggap ia teman abang, abang tidak mau ia salah arah hanya karena cinta butanya."
" cinta ga buta bang..." sewotku tak terima jika om Za menyebut jika cinta itu buta , kalau buta mana mungkin setiap pagi aku tak melewatkan pemandangan yang mampu membuat hari hariku menjadi tambah semangat , makhluk tuhan paling sexy yang mubadzir untuk dilewatkan.
" cintanya buta , dek...buktinya Cut membuktikannya , dia menutup mata kalau abang sudah memiliki istri ," jawab om Za , debat paslon sudah dimulai di rumah ini.
" oh iya bener , abang bener! cinta memang buta buktinya Salwa mau aja sama abang yang udah tua ," tawaku merasa hal ini sangat lucu sampai memukul mukul lengan kekar om Za, namun beda halnya dengan om Za yang tak menunjukkan ekspresi ingin tertawa.
" sudah tertawanya ? " tanyanya , memang dasar si awan mendung , lagi seneng senengnya ia malah membuat hal lucu menjadi garing.Aku mengatupkan bibirku, diam.
" elah..bang...selow aja selow canda kali...ga usah nukik gitu alisnya kaya tikungan tajam aja," kembali candaku menahan tawa, rasanya puas saja bisa menggoda om om hot di sampingku.
" tidak ada yang lucu, adek memang benar abang memang sudah tua ," jawabnya , seperti wanita sedang kedatangan tamu bulanannya a.k.a PMS.
Tak lucu kan lelaki bak model pakaian dalam fantasi para kaum hawa tiba tiba baperan seperti anak abg baru netes.
Om Za meninggalkanku masuk ke kamar.
" abang...!!! ih , maen tinggalin aja . Marah ya ??" tanyaku menyusul langkah om Za dengan berlari kecil.
Kini aku sedikit menyesal dengan candaanku , padahal sejahat apapun candaanku , setajam apa kata kata siletku abang abangan ini akan bersikap biasa saja , masa bodo...
" ga cocok loh, masa pak camat baperan ," ucapku mengekor mencoba membujuknya.
" biar saja abang kan memang sudah tua , alis abang juga sudah seperti tikungan tajam abang juga baperan , lalu ??"tanyanya membuat senyumku kini berubah menjadi kegetiran.
" abang ihh, maafin Salwa ga ada maksud Salwa buat hina ataupun nyakitin perasaan abang ," terus saja aku mengekor bak anak itik pada induknya sambil menusuk nusuk punggung om Za.
" bisa diam ?? abang akan keluar, kamu tunggu saja di rumah ," ucapnya menyambar jaket.
" apa ?! Salwa ikut !" jawabku ngotot.
" tidak ! kamu tunggu saja di rumah , pria tua baperan dengan alis tikungan tajam mau keluar ," jawabnya semakin membuatku merasa bersalah.
" ihhh abang ga lucu kita liburan disini tapi malah ditinggalin!" aku meraih bantal dan meremasnya melempar bantal itu ke punggung om Za yang keluar dari kamar.
Bibir manyun dan merengut merasa bersalah , ssjak kapan tutankhamun berubah jadi melow , aku baru sadar kan tutankhamun memakai bawahan rok, pantas saja !
" abang maafin Salwa udah ngomong gitu , Salwa cuma becanda ," gumamku duduk memeluk lutut diatas ranjang.
" uhuk...uhuk...huwekkkkk!!" aku lompat dari ranjang menuju toilet , memuntahkan isian camilan yang masuk ke dalam perut tadi siang.Apa karena tadi kelamaan main air sama om Za.Setelah cukup lama bergelut dengan rasa mualku aku kembali ke ranjang , badanku lemas dan kulitku memucat , ga lucu jika liburan begini aku malah sakit apalagi beberapa hari ke depan sudah mulai UN.
Kutarik selimut karena mendadak kepalaku kleyengan.Disaat seperti ini aku malah sendiri.Aku berniat tidur siang sebentar setelah terdengar adzan ashar barulah ku bangun , siapa tau dengan rebahan aku bisa lebih baikan.
.
__ADS_1
.
.
Om Za memang keterlaluan , sudah 2 jam ia tak muncul muncul ,,
" dek Salwa , mau dibikinin teh manis hangat ?" tanya ibu Laras asisten rumah disini.
" boleh , bu maaf ya Salwa ngerepotin ibu ," ucapku sambil mengelus elus ulu hati yang mulai mual.
" tak apa dek , " senyumnya ramah hingga kerutan di ujung matanya nampak benerapa lipatan.
" bu , abang sudah pulang belum ?" tanyaku pada bu Laras.Jawaban bu Laras membuatku meredup .
Aku menyingkabkan selimutku hendak ke kamar mandi namun baru saja selangkah pandanganku menggelap dan tak ingat apa apa lagi.
blughh....
" astagfirullah dek Salwa !!" pekik bu Laras yang belum jauh melangkah ,
Sedikit sedikit penciumanku mencium bau aroma kayu putih , dan pandanganku mulai terang
" dek , alhamdulillah !!" serunya.
" maafin abang dek ,abang barusan keluar karena hendak bertemu dengan rekan bisnis yang kebetulan ada di dekat dekat sini sambil mengambil dokumen ," jelasnya.
" abang maafin Salwa ," aku masuk ke dalam pelukan om Za memeluknya erat , baru kali ini aku berkelakar namun ujungnya menyesal dengan candaanku sendiri.
" ehh"
" Salwa tidak bermaksud bikin abang sakit hati ataupun menghina abang , Salwa terima apa adanya mau abang berumur lebih matang dari Salwa pun Salwa terima, meskipun alis abang kaya tikungan tajam dan abang baperan tapi Salwa sayang.." jelasku ingin rasanya menangis .
" ya allah maafkan abang dek , abang tidak bermaksud begitu abang tidak marah hanya karena kata katamu , lagipula abang sudah kebal dengan ucapan siletmu ," jawabnya .
ekhemmmm !!
Deheman seseorang mengejutkanku ternyata sedari tadi ada seorang dokter ,seperti satu umur dengan om Za .
" hemmm aku dianggap pajangan kamar nih..!" ucapnya.Om Za melepaskan pelukannya.
" dek Salwa , bagaimana sekarang ,apa masih pusing dan mual ?" tanya nya mendekat dan memasangkan stetoskop.
" sedikit dok," jawabku.Ia tersenyum hangat.
" kapan terakhir kamu mengalami datang bulan ?" tanyanya.
" ya ??!" tanyaku membeo tak mengerti.Aku dan om Za saling memandang .
" sebaiknya adek coba tes pakai ini ," ia menyodorkan sebuah alat tes kehamilan , aku ragu namun mengambilnya.
" kamu yakin Nit ?" tanya om Za.
" sangat yakin , Za..." ucapnya.
" sini abang bantu berdiri " jawabnya.
.
.
Aku menyerahkan alat itu pada dokter yang diketahui bernama Nita ini , ia adalah teman om Za semasa kuliah dulu namun berbeda jurusan hanya saja kampung halaman yang sama membuat mereka terkadang bertemu saat hendak pulang kampung.
__ADS_1
" bagaimana , Nita ?" tanya om Za.
" positif , Za...wahhh aku ga nyangka kalau kamu akan menyusulku , selamat Za...," ucapnya.
Dengan kembali memeriksa dan bertanya tanya pasal tgl , obrolannya mengalir begitu hangat .
" jadi dok ??" tanyaku masih bertanya .
Dokter Nita dan om Za saling melirik
" ya allah Za istrimu masih sangat lugu , ya allah dek kenapa harus Salwa yang jadi korban lelaki berumur nan dingin ini..." jawabnya tertawa.Namun om Za hanya menanggapinya dengan gelengan kepala.
" korban??" beoku.
" kamu hamil Salwa, " jawabnya
" hah ??!!!" seruku.
" dan kuperkirakan sudah 6 minggu " tambahnya lagi memasukkan lagi alat alat medisnya.
" Za , tebus obat dan vitamin ini dan jangan lupa aturan minumnya agar mengurangi rasa mual ," dokter Nita menyerahkan selembar resep obat.
Masih tak percaya saja kini aku sedang mengandung seorang zigot kecil ,WOW ga sih ???!! kecebongnya om Zaky.
" iya ,Nit...terimakasih..." jawab om Za.
" selamat sekali lagi buat kalian , dan kamu Za..mulai sekarang buang sifat dinginmu itu , ibu hamil butuh perhatian dan kehangatan apalagi Salwa masihlah labil..banyak banyak bersabar,"
" makasih dok.." jawabku.
" panggil saja ka Nita ," jawabnya .
" dek, abang antar dulu dokter Nita ke depan ," ucapnya mengecup pucuk kepalaku , dokter Nita pun mengulas senyum.
" mari Salwa !" pamitnya aku mengangguk.
.
.
" kamu sadar tidak Za, Salwa masih usia 18 ,sedangkan kamu sudah menginjak 31.." ucapnya .yang berjalan duluan di depan.
" sangat sadar Nit..."
" lalu ?? apa sudah tidak ada perempuan dewasa yang bisa kamu jadikan pendamping hidup ?" tanya nya lagi tak percaya dengan teman seperjuangannya dulu yang dingin namun banyak diidolakan teman kampus karena ketampanan dan kesholehannya.
" padahal aku tau betul banyak diluaran sana wanita dewasa yang menunggu cintamu bahkan rela memberikan semuanya untukmu ," ucap Nita.
" cinta tak bisa memilih Nit..." jawab om Za diplomatis.
" tapi ga gadis muda juga , ditambah dia sedang mengandung anak kamu sekarang, itu usia rentan Za..." jelas wanita yang merupakan spesialis kandungan.
" maka jadilah dokter pribadi Salwa , Nit...aku percaya padamu..." jawab om Za.
Wanita itu menghela nafasnya " kamu harus membayar mahal, Za..." dumelnya.
" oke diterima dokter, silahkan pulang hati hati di jalan ," ucap om Za.
" cihh ketularan Mirza.."
.
__ADS_1
.
.