Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
yang putih dan manis


__ADS_3

bismillah happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


" OMG!!" aku menutup mulutku


kebaya berbahan brokat tipis itu sobek karena ditarik sekaligus ,semahal mahalnya baju tetap akan sobek juga jika tertarik begitu.


semua mata menatap Tante Cut yang sudah diam mematung ,tangannya meraih kebaya yang sobek .


Tanganku terangkat keduanya di samping kepala sambil memegang gelas " bukan Salwa !!" seruku ,semua pun tau posisiku tidak berada dekat tante Cut,ia berjalan menuju toliet dengan wajah yang sudah memerah.


panik ga ???


panik ga ???


panik lahhh......


" ekhemmm !!" deheman Om Za memecah keheningan ,tangannya terulur meraih ku.


" awas jatuh itu licin !!" ucapnya,tak ada raut wajah marah .


" Salwa ga sengaja bang ,tadi nendang kursi nya pak Zian..." jawabku ,memang tadi kaki ku yang sebelah tersangkut kaki kursi pak Zian kursi depan Tante Cut,alhasil minuman yang harusnya menyegarkan tenggorokan ku malah jadi menyiram otak Tante Cut yang penuh akal bulus untuk mendekati suami orang.


" ceroboh !!" hatiku terasa dipukul oleh pemukul kasur buah randunya emak emak ,sesaat aku terdiam saat Om Za bilang begitu .


Tiba-tiba Om Za menunduk lalu menarik kakiku melihat setiap inci kaki ku .


" kaki mu ga apa-apa kan ??" tanya nya.


Senyumku tertarik ke atas sweetnya pria kaku ku,ada yang mekar tapi bukan bunga .


" ga apa-apa bang ,,," jawabku , betapa senangnya adegan ini dilihat juga oleh orang lain , berasa jadi orang paling istimewa disini ,bolehkah aku salto saja dari atas podium pengantin.


" abang ,ga mau kamu kenapa napa !!" ucapnya kembali duduk


" Salwa ga apa-apa bang !" jawabku tersenyum.


" kalau begitu kami pamit undur diri pak Zaky ,semoga kalian samawa ya...!!" ucap pa Zian dan istrinya.


" aamiin , terimakasih pak Zian...!!" jawab Om Za.


Dari kejauhan tante Cut terlihat sembab, sepertinya ia menangis di toilet ,


" Salwa jahat !! kenapa kamu tega sama saya ??!" pekiknya ,jelas saja aku dan Om Za melongo kebingungan.


" apa maksud kamu Cut??!" tanya Om Za.


Tak diduga tangan yang disembunyikan di belakang badannya membawa sirup yang sama dan hendak menyiramku


" byuurrr !!"


" Cut!!!" bentak Om Za.


mataku melotot , Om Za pasang badan menutupi badanku dengan badannya yang besar.


" astagfirullah,maaf bang Za !! sini Cut bersiin!! " tangannya terulur hendak menyentuh kemeja batik Om Za yang basah di bagian perutnya ,namun aku menepis tangan tante Cut ,enak saja perut liat dan kotak kotak seperti tahu ini hanya milikku ,bukan properti umum.


" cukup tante , sudah cukup Salwa sabar selama ini ,tante sudah cukup dewasa dan berpendidikan ,mungkin bang Za tidak cukup berani untuk mengusik seorang perempuan karena berbeda gender ,ia menghormati seorang perempuan,tapi tante sudah kelewatan ....bang Za suami Salwa...maaf bukan muhrim !!" sarkasku .


" ayo bang !!" mata Om Za sudah menajam melihat tante Cut yang semakin menjatuhkan air mata kadalnya. Beberapa orang melihat adegan itu. Jika bukan karena situasi sekarang tante Cut mungkin sudah ditendang ke Pluto saat ini menjadi penghuni tetap disana menemani bebatuan luar angkasa atau tidak alien.


" maafin Salwa bang ,gara gara Salwa abang kena imbasnya !!" jawabku memeluk Om Za,tak peduli bajunya basah dan lengket ,baguslah biar aku dan Om Za bisa terus bersama bagai prangko dan amplop.


" baju kamu basah sal..." jawabnya .


" abang tidak apa-apa ,sal yang penting kamu tidak apa apa !!" ia merapikan anak rambutku yang mencuat


" hero nya Salwa...!! " senyumku.. bukan si Pitung atau Superman tapi cukup Om Zaky ,sambil mencubit pipi nya yang liat ,tidak sekenyal pipiku. heran saja ini pipi apa karet ban..


" bang Za!!" masih belum menyerah , Tante Cut menyusul keluar. Sepertinya aku harus memikirkan ulang tentang menendangnya ke angkasa lepas ,jauh dari Om Za ku.


Emosinya sudah sangat diujung ,tangannya terkepal namun ia masih harus menekan sampai ke titik terdalam .

__ADS_1


" bang Za maafkan Cut !!" tangisnya.


" cihhh air mata buaya putih !!' decihku ,bisa banget tante ular yang satu ini berakting seolah olah dialah makhluk yang paling didzalimi di muka bumi layaknya ibu Malin Kundang dan tersangkanya aku...jika bedanya ibu Malin tidak diakui oleh anaknya ,lain kasus dengan ini si tante tidak diakui cintanya oleh pujaan hati gara gara si pria sudah punya gadis kecil yang kece badai dari segi manapun.


" Salwa..." sesenggukan nya masih ingin menyalahkan ku.


" CUKUP !!!!!!" bentak Om Za membuat aku dan tante Cut tersentak , tanganku mengerat di genggaman Om Za.


" Salwa tidak salah !!! ia tak sengaja tersandung ,semua pun melihat nya tidak ada unsur kesengajaan,dan kebaya mu itu robek sendiri ,dan yang harus kamu tau Salwa istri saya !!! " jawabnya tegas dengan menekankan kata istri saya.


ciyus ??? mi apa ??? hati gue udah kaya peternakan kupu kupu geli geli terbang.


" maaf jika Salwa tidak sengaja menumpahkan air minumnya pada mu ,saya dan Salwa pamit duluan , assalamualaikum !!" terlihat sekali Om Za yang kesal hingga ia menarikku untuk keluar ke parkiran menuju mobil


" bang !! abang Za sudah berubah !!" gumam tante Cut.


" Om ..!! pelan pelan jalannya , Salwa susah pake heels !!"


Kenapa parkiran gedung , pake jauh banget lagi ,bisa bisa kaki gue lecet lecet ini.


" oh iya maaf ,sal...!!" ucapnya memperlambat jalannya.


.


.


.


Dan benar saja karena hampir seharian aku memakai heels ,lihatlah ujung lekukan belakangku yang lecet lecet ditambah rasa pegal ,besok besok aku akan membuat tren memakai sendal jepit ke kondangan ....


Om Za meraih handuk dan kecil basah nan hangat yang sedang membalut kaki ku


" biar abang yang kompres ,ini yang lecet sudah dibersihkan ??" ia memperhatikan kakiku , membuatku menjadi salting.


" u...udah !!" jawabku terbata.


" besok abang pulang aga terlambat ,ada sesuatu yang harus dibereskan di kantor , Salwa pulang dijemput Rizky..." ucapnya.


" iya ,bang !!"


" tidak usah menyusul ,,,abang tidak akan lama !!" aku mengangguk mengerti


" sudah ! sekarang waktunya tidur ," tiba tiba Om Za menggendongku dari sofa tengah sontak aku mengalungkan tanganku


" bukannya kaki kamu pegal ??" tanya nya,wajah kami berdekatan hingga hawa nafasnya bisa kurasakan .


Bak putri raja yang diperlakukan dengan istimewa ,ada angin apa lagi ini , Om pria matang bisa se sweet ini..biasanya juga masa bo*do...


.


.


.


Pengumuman untuk try out dan mulai pemantapan sudah keluar , mulai besok pemantapan di mulai jadi waktu disekolah ditambah agar para siswa kelas XII siap untuk ujian nanti.


" sal...kamu dijemput siapa ? ganteng !!" seru Nur dan Uni memandang bang Rizky penuh memuja.


" hemm ,itu !!" tunjukku pada pria muda berseragam safari .


" iya !! "


" dia bawahan Om Za di kecamatan " jawabku


" atasan sama bawahan sama sama ganteng ,boleh lah itu sal...!!" seru mereka , kegirangan mata mereka jeli setiap melihat yang bening dikit kaya air embun, aku menggelengkan kepalaku.


" dia bukan seleraku !!" jawabku.


" terus seleramu kaya gimana ??" tanya Uni.


Om Zaky lah !!! hanya bisa menjawab dalam hati.


" yang manis dan putih !!" jawabku mengerjai mereka. Terlihat sekali mereka yang ikut berfikir


" susu kental manis !!" seruku sambil meninggalkan mereka dan menghampiri banh Rizky.


" Salwa !!!" pekik mereka.


" ayo bang Rizky kita pulang !!"


" ayo dek Salwa !!" ,bila di depan Om Za dia tak berani memanggil ku dengan sebutan adek yang ada setelahnya ia akan menjadi ikan sarden dalam kaleng ....


" sebenarnya ada kerjaan apa sih bang sampe bang Za nyuruh bang Rizky buat jemput Salwa??" tanyaku penasaran dengan urusan Om Za.

__ADS_1


" kurang tau dek , sepertinya masalah pak Rudi ...." jawab bang Rizky sambil mengemudikan mobil Om Za.


hening ... sejenak aku berfikir ada urusan apa tapi kemudian aku ingat beberapa hari ke belakang Om Za sedang mengawasi beberapa pegawainya yang ketauan memotong uang warga untuk kepentingan pribadi nya.


" sudah sampai ,dek ...kalau begitu saya kembali ke kantor kecamatan ya...." ucapnya .


" iya bang ,hati hati ....makasih !!" jawabku.


.


.


.


sudah hampir menjelang maghrib ,tapi om Za belum pulang ,bahkan hidungnya yang bak perosotan Waterboom saja tidak kelihatan ,tapi tak lama terdengar suara mesin mobil memasuki halaman rumah.


" assalamualaikum !!"


" wa'alaikumsalam ,abangnya Salwa !!" jawabku berseru.


"cup !!" kecupnya di pipiku


" udah mandi ya !! wangi !!"


" udah dong ,bang !!" lirihku .


" muka abang kusut kaya baju baru diangkat dari jemuran !!kenapa ???" tanyaku meraih tas laptopnya.


Ia malah menggeleng " abang mau mandi !!"


" mau Salwa siapin air anget ??" tanyaku .


" tidak usah ,abang mandi pake air dingin saja , Salwa siapkan baju abang !!" jawabnya.


" oke di copy Roger...!!" aku segera memilihkan pakaian ganti untuknya dari dalam lemari ,ingat!! cara mengambilnya harus benar ,diangkat bagian atasnya dulu lalu tarik dengan pelan.


.


.


" bang , mulai besok Salwa pemantapan ..jadi pulangnya telat " ijinku .


" pulang jam berapa ??" tanya nya yang duduk di ranjang setelah shalat berjamaah.


" jam setengah tiga sore " jawabku.


" bagus !! semakin cepat Salwa ujian semakin cepat abang belah duren !!" ucapnya tanpa filteran ,apa filter mulut bapak camat kita ini dipinjam umi untuk menyaring ampas kopi.


" ishhh , mulutnya kalo sholat yang khusyuk bang..biar otaknya bersih !!!!" sarkasku meninggalkan Om Za,belum aku melangkah om Za menarikku alhasil aku langsung menubruk dadanya dan terduduk di pangkuannya.


Mata Om Za mengelam melihatku ,bila sedang mode begini Om Za jadi terlihat seperti singa jantan yang siap siap menerkam mangsanya ,dan mangsanya itu aku yang sekarang terlihat seperti domba kecil yang butuh dikasihani,ingin rasanya aku menghilang ditelan air kobokan ,jika sudah begini atau lari marathon sampai ujung Merauke.


" bang !!" saat detik berikutnya Om Za mengecup bibirku lama tidak seperti biasanya ,ia tidak melepaskan ku begitu saja seperti tawanan perompak ,namun bibirnya malah turun menyusuri leher jenjangku membuatku kegelian ,di menit berikutnya aku sudah berada berbaring di atas ranjang dengan Om Za yang masih menatapku penuh kabut ,padahal disini tidak hujan dan bukan daerah pegunungan.


Apa adegan tegak dan berdiri di bawah sana sudah terjadi lagi ,dan apa aku harus terus menghindar.. sebenarnya aku pun tak tega jika sering mendengar Om Za mandi tengah malam hanya untuk meredakan nafs* yang sudah di ujung tanduk itu...


.


.


.


" apa abang boleh ralat ucapan abang ??" tanya nya serak serak menggoda.


" ucapan yang mana bang ??" tanyaku meremang.


" kalau abang boleh mengambil hak abang saat Salwa lulus,abang mau mempercepatnya!"


" deg...."


.


.


.


.


.


nungguin ya ??!!!😁😁


next part deh guys , insyaallah...maaf jika bikin kalian bingung sampul judul sudah berganti lagi dan itu bukan ulah mimin tapi NT sendiri yang mengganti sampul judul LMPUC...

__ADS_1


__ADS_2