
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" buka mukenamu !!" pinta Om Zaky ,apa yang akan dilakukan oleh Om Om pria matang ini ,mataku memicing gambaran kejadian tadi berputar di otak kecilku seperti sebuah rewind kaset , sontak aku mengeratkan mukenaku
" Salwa ga mau !! Salwa masih sekolah Om ...!!" seruku menggeleng kuat, Om Za mengambil sesuatu dari laci meja. Ia mendekat
" jangan geer kamu ,abang belum mau melakukannya !!" sarkasnya ,wajahku merah karena malu sudah salah tanggap ternyata Om Za ingin mengoleskan salep pada bibirku bekas ulahnya tadi .
" maaf ...,!" lirihnya.
" Om nafsuan !!" celaku
" kamu menggemaskan !" jawabnya.
seketika suasana menjadi canggung buatku
" sudah !!" ucapnya
Lama lama bibirku akan seperti Angelina Jolie bila begini.
.
.
.
" Tidak usah membawa pakaian banyak banyak kita bukan mau pindahan !" ucapnya yang menoleh melihatku tengah memasukkan sebagian pakaianku untuk kubawa nanti blusukan ,sebagai bu camat yang baik aku ingin mencoba berbaur dengan masyarakat. Cie elah Salwa... Salwa...bahasa loe !!
Om Za terpaksa ikut turun,ia mengeluarkan semua pakaian yang sudah kumasukkan lalu memilih satu set pakaian untuk gantiku ,hanya satu set pakaian dan peralatan mandi saja termasuk punyanya.
" ga salah Om?? nanti kalau misalnya bajunya kurang karena basah atau apa ,gimana ??" tanyaku memekik
" insyaallah,bawa saja secukupnya kita bukan mau liburan ,sal ...!" jawabnya
" ya udah terserah Om deh ..!" sinisku.
" kita berangkat besok sehabis shalat subuh..!"
.
.
.
" Salwa yakin mau ikut Zaky ,??" tanya abi . Abu dan umi tak yakin jika aku bakal betah .
" insyaallah abi !" seruku sambil menyendokkan nasi ke piring Om Za.
" Za ! apa kamu yakin akan membawa Salwa dan mengenalkan Salwa pada semua pegawai kecamatan ?" tanya Abi sedikit tak yakin.
" yakin ,bi .." jawabnya.
__ADS_1
" apa,tidak akan menimbulkan masalah nanti di kemudian hari , Za ?? Salwa masih sekolah ,umi hanya takut kabar ini akan mencoreng namamu ataupun Salwa..." tambah umi .
" insyaallah,mi ..lagipula Salwa kan sudah mekiliki KTP ,dan hanya sebatas kantor saja yang mengetahui siapa Salwa.." jawab Om Za.
" ya sudah lah kalau itu yang terbaik " jawab umi
" Zaky hanya lelah harus berpura pura,bukankah kalau berbohong nantinya akan menciptakan kebohongan kebohongan lainnya ??" tanay Om Za
" iya betul,nak !" jawab Abi.
"kalau begitu hati hati ,nak ... Za,jaga nak Salwa !" ucap Abi
" iya,bi .. Zaky bakal jaga baik baik menantu abi ini !" ucapnya membuat aku terkekeh ,karena lirikannya sekilas padaku seperti lirikan seorang anak tiri .
Sampai kantor kecamatan, Om Mirza dan tante Cut sudah menunggu kami disana .,bukan hanya mereka para pegawai instansi pemerintah tingkat kecamatan pun melihat kedatangan kami ,memang sempat berhembus kabar kalau camat kesayangan mereka ini sudah menikah dengan seorang gadis , walaupun gadis ini sudah hampir berumur 18 tahun tapi tetap saja sedikitnya menjadi perdebatan dan bahan ghibahan diantara para pegawai disana karena gadis ity masih SMA, ditambah lagi seseorang ini merupakan idolanya warga sini termasuk idola para pegawai kantor kecamatan.
Rupanya keberadaan ku disini memang sudah tidak bisa disembunyikan lagi , Om Za bilang tidak perlu berbohong lagi,itu hanya akan menambah kebohongan yang baru , untuk sementara waktu hanya sebagian orang saja yang tau siapa sosok istri camat ganteng nan dingin ini di sekolah ku Om Za hanya dikenal sebatas sebagai waliku.
" assalamualaikum ,pak !" seru beberapa orang karyawan saat berpapasan .
" wah..wah...ibu camat ikut ngantor !!" seru om Mirza sehingga para karyawan sontak menyorotku dengan tatapan yang tak dapat diartikan , terkejut? sudah pasti mereka tidak menyangka bahwa memiliki ibu camat se belia aku.
Aku hanya nyengir kuda menampilkan gigi gingsulku " iya Om Mir...!! " jawabku
Mungkin dengan sebagian karyawan disini saja umurku masih setengah dari umur mereka.Banyak yang menyayangkan dengan keputusan Om Za menikahi ku ,mereka sering mencocok cocokkan Om Za dengan beberapa wanita mapan nan cantik di luar sana termasuk tante Cut tapi tak sedikit juga yang setuju saja ,karena katanya dengan wajah dan kemapanan yang dia miliki wanita manapun akan bisa Om Za dapatkan termasuk gadis belia sepertiku ,tak jarang kan sekarang banyak pria menikah dengan daun muda.
" jadi ini ibu camat kita ,wah selamat ya bu ,pak atas pernikahannya maaf tidak datang ,kejauhan !!" kelakar seorang pegawai ,aku tersenyum dan mengangguk , bergantian mereka menyalamiku seraya berkenalan.
" nanti kalau resepsi disini saja kami hadir !!" seru beberapa nya. Tante Cut diam senyuman getir melihatku yang kini sedang disambut heboh para penghuni kantor kecamatan.
" Rizky.. bagaimana surat pindah beserta KTP ibu sudah kamu urus ??" Om Za menanyakan pada seorang karyawan yang tampak lebih muda diantara yang lainnya , sepertinya itu karyawan baru.
" sudah pak ,ada di meja bapak !" ucapnya ,ia melihatku sekilas lalu tersenyum .
" selamat datang di kantor kecamatan kami ,bu kalau sewaktu-waktu perlu bantuan bisa panggil saya " ucapnya begitu ramah kepadaku sambil mengulurkan tangannya .
" hati hati ky, yang punya galak ....!!" goda Om Mirza dan memang tatapan Om Za menajam , waspada... tatapan jika areanya dimasuki penyusup.
Rizky tersenyum kikuk , serba salah ..setaunya atasannya ini terkenal dingin pada siapapun apalagi lawan jenis ,tapi ternyata jika sudah menyayangi ia akan menjadi begitu menakutkan bila miliknya di usik orang.
" ishhh...!! ga usah galak galak ..bikin orang sawan aja !!" sarkasku , Mirza baru pertama kali melihat ada wanita yang berani menepuk kasar seorang Teuku Zaky terlebih lagi hanya seorang gadis belia.
" iya bang Rizky ! makasih ya ..." aku membalas senyuman Rizky, kutaksir umurnya baru 20an.
.
.
" Za, Salwa ikut ?" tanya nya memasukkan tas perlengkapan juga laptop ke dalam mobil Om Za , Om Za mengangguk " iya ,gue ajak Salwa ."
" oh oke ," jawab Om Mirza.
Tante Cut dengan senyuman khasnya hanya ditujukan untuk Om Za walaupun dibalik senyuman itu terdapat rasa kecewa karena melihatku ikut bersama Om Za ,otomatis gadis kecil ini akan selalu menempeli Om Za .
Aku yang masih di ruangan Om Za masih asik menatapi setiap sudut ruang kerjanya . sampai sampai tak sadar kalau Om Za dan Om Mirza sudah berada di parkiran mobil ,aku lantas keluar ruangan .
" ibu mau ikut bapak blusukan kah ?" tanya Rizky yang tak sadar juga kalau ia mencoba cari mati disarang harimau di area kekuasaan nya.
" iya bang Rizky ! " jawabku berjalan menuju mobil di parkiran sedangkan Rizky membawa beberapa dokumen yang tadi terlupa untuk ditandatangani oleh Om Za.
" panggil aja Salwa bang ! ga usah pake ibu.. bang Rizky betah kerja disini ?" tanyaku
" Alhamdulillah ,baru setaun saya disini dan selama ini saya betah , Salwa betah di Aceh ?? " tanya nya .
" dibetah betahin aja bang,ngikut suami !" kekehku ,
" dek Salwa sekolah dimana ??" tanya nya kembali .
" di SMA negeri xxxx " jawabku
" oh ya ? itu SMA bagus !" serunya.
" iya bang ,lumayan lah walaupun mesti pake jilbab...bikin gerah !!" jawabku terkikik,hampir saja sebelah tangannya hendak menepuk bahuku layaknya seorang teman akrab ,tapi tatapan dari depannya sudah mengintimidasi . Hingga ia mengurungkan niatnya.
__ADS_1
" hay Salwa !" seru Om Mirza.
" ibu ,mir...panggil dia ibu...!" sela Om Za .
" he,he,he...iya assalamualaikum bu camat !" entah karena ada orang lain atau tidak , Om Za seperti melabeli ku sebagai pendampingnya.
" wa'alaikumsalam Om Mir..elah ga usah seformal itu kali Om..." decihku " Salwa belum ibu ibu...masih tuaan Om Mirza ko " aku menggidikan bahu ku ,
" iya bu...!" jawabnya tetap memanggil ibu ,
" bu Salwa ,ikut juga kah ?" tanya Tante Cut, kutau senyuman itu memiliki makna mencari perhatian Om Za.
" iya Tante ,sebagai istri yang baik dan ibu camat yang down to earth , Salwa pasti ikut kemanapun suami Salwa bertugas ! seruku jumawa .
Tak tau kenapa Om Mirza menahan tawanya mendengr ucapan jumawa ku.
" oke ibu camat yang down to earth,!" jawab Om Mirza, Om Za hanya menggelengkan kepalanya
" maaf pak ,ini ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani dulu sebelum pergi " ucap Rizky memotong .
Om Za meraihnya lalu membacanya ,ia mengambil bollpoint dan menandatangani nya .
" apa ada lagi ??" tanya Om Za.
" tidak pak , makasih,kalau begitu selamat jalan pak hati hati.. " jawab Rizky . Om Za mengangguk . "dadah bang Rizky !!" aku melambaikan tangan ia mengangguk sambil tersenyum seraya matanya melirik Om Za.
" sal..!! masuk !! " pintanya.
" iya...."
" awas kepalamu !!" ucapnya melindungi kepalaku masuk ke bangku belakang bersamanya,sedangkan Om Mirza dan tante Cut di depan.
.
.
Perjalanan sudah memakan waktu 15 menit meninggalkan kantor kecamatan memasuki jalanan pedesaan,tapi rupanya belum sampai .
" udah nyampe belum sih , Om??" tanyaku .
" baru juga keluar,sal.. " jawab Om Mirza.
" Mirza ,nanti kalau sudah memasuki jalanan setapak lebih baik belok kiri ambil jalan pintas biar cepat sampai walaupun sedikit berbatu " pinta Om Za .
aku melihat keluar jendela sambil memasang headset saja ,karena tak ada obrolan yang cukup berarti malah terkesan sepi.
kurasakan kenyamanan hingga mataku akhirnya tertutup ,
.
.
Jalanan sudah mulai berbatu ,terasa badan mobil berguncang bergoyang goyang , Om Za yang melihatku tertidur menarikku ke dalam dekapannya melindungi agar tidurku tetap nyaman ,tante Cut melihat dari spion depan ,matanya menyendu tertunduk , saat Om Za mendekap erat tubuhku yang tertidur,begitu melindungi....
" dicatat , Cut ,jalanan ini butuh diperbaiki !" ucap Om Za mengejutkan tante Cut.
" ahh ,iya bang Za...!" jawabnya.
" Salwa tidur, Za?" tanya Om Mirza melirik ke arah spion depan .
" iya " jawab Om Za.
" lucu ya.." kekehnya
" nyupir.. nyupir saja , Mir..tidak usah lirik lirik istri orang ,nanti Aisyah marah !" jawab Om Za.
" ya ilah ga usah bawa bawa sekutu , Aisyah lagi ngajar !!" jawabnya , Aisyah adalah seorang guru SD di Aceh calon istri dari Mirza.
Tante Cut hanya diam,karena diantara mereka bertiga hanya dialah yang kini menyandang status jomblo setelah sang pujaan hati memutuskan untuk menikahi perempuan lain walaupun sampai sekarang harapannya tetap selalu ia gantungkan setinggi langit berharap masih ada celah untuknya ,ia yang merasa jadi kacang akhirnya berdehem " ekhemmm kampung xxxxxx sudah di depan !!" ucapnya kedua pria yang sedang mengobrol akhirnya terdiam dan melihat ke arah depan.
.
.
__ADS_1
.
.