Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
emak emak rempong


__ADS_3

bismillah happy reading all


.


.


.


.


.


.


Lemas , lunglai , pengennya rebahan sambil nonton drama korea. Apa seperti ini rasanya hamil muda udah kaya orang ga makan beberapa hari .Tak sampai disitu keapesanku, sebelum UN ternyata semua siswa kelas XII mengikuti apel pagi yang isinya sebaris kata sambutan kepala sekolah dan selamat berjuang padahal yang dibutuhkan kebanyakan siswa bukanlah penyemangat namun kunci jawaban soal ujian.


" Sal...kamu kenapa ?" tanya Nur dan Uni.


" lemes gue..." jawabku berleha leha.


" kamu sakit ?" tanya mereka .


" engga cuma males doang masih ngantuk," jawabku berbohong jangan sampai nanti aku berujung di ruang uks dan oetugas uks menemukan kejanggalan dari diriku..oh tidak bulgoso....


Semua berbaris , doaku hari ini adalah jangan sampai aku tiba tiba mual di sekolah kan tidak lucu jika aku uwek uwek di tengah lapang atau pas sedang UN.


Aku membuka bungkus permen berperisa mint agar mengurangi rasa mualku.Terik matahari menembus dinding sekolah dan menyorot ke arahku , kalo udah kaya gini tuh enaknya makan es cendol sambil selonjoran.


Peluh lumayan membasahi keningku,setelah 20 menit semua kembali dibubarkan, masuk ke kelas masing masing dan bersiap ujian dengan 2 pengawas setiap ruangannya.


Belum juga aku menuntaskan rasa penat dan gerah soal ujian yang memusingkan kepala sudah di depan mata " sabar ya om bayi, kita hadapi ini bersama ..." gumamku membatin.


Setelah ini aku harus menagih beberapa gelas es serut pada om Za.


Waktu beberapa puluh menit telah berlalu dengan penuh perjuangan dan menguras otak , jika bisa dilihat dengan kasat mata mungkin otakku sudah berasap seperti cerobong lokomotif kereta.


Soal yang hanya berjumlah 30 sampai 40 inilah yang akan menjadi penentu hasil belajar kami selama 3 tahun.


Bel berbunyi waktu pulang sudah tiba ,


" Sal, apa kamu sudah dijemput ?" tanya Uni.


" belum deh kayanya ," aku menggelengkan kepalaku.


" kalo kita mampir dulu ke kantin gimana ??" tanya Pian.


" boleh deh, ntar juga kalo udah nyampe di parkiran pasti ngabarin." gumamku ikut bersama yang lain menuju kantin dipikir lagi memang aku sedikit lemas dan mataku sedikit kunang kunang.Sepertinya segelas jus mampu menyegarkan tenggorokanku.


" awassss !!!"

__ADS_1


sebuah bola basket melayang pas kena kepalaku tak cukup waktu ku untuk mengelak,


" brukkk,"aku terjatuh ..


" astagfirullahaladzim..!!"


" Salwa, kamu ga apa apa kan ?" tanya Adam , Uni , dan Nur .


" oyyyy kalo lempar yang bener dong !" sewot Pian.


" sorry Sal..gue ga sengaja," ringis Wisnu berjongkok di depanku yang sedang mengusap usap kepala yang terkena bola barusan.


" sini gue bantu," Adam dan Wisnu mengulurkan tangannya .


" tidak usah biar saya saja !" suara bariton itu tiba tiba membuat semuanya terpaku , hanya mendengar suaranya aura menegangkan terlihat dari raut wajah mereka.


Om Za membantuku berdiri " dek, tidak apa apa ?? " aku terkesiap di depan semuanya om Za malah menggendongku lalu membawaku.


" jangan sampai ini terulang kembali , jika tidak ingin berurusan lagi dengan saya !" ancamnya pada Wisnu betapa tidak, ia tau bagaimana berurusan dengan laki laki malaikat penghuni surga untukku tapi malaikat penjaga neraka untuk Wisnu.


" bang , malu ihhh" cicitku membenamkan wajah ke dada bidang itu , sepertinya satu sekolah melihatku kali ini .Tapi pelajaran berharga yang ku copy paste dari om Za ialah mencoba masa bo*doh dengan orang orang.


" kenapa harus malu, biarkan saja tak usah pedulikan orang orang, adek masih pakai baju ko,"sungguh kelakarnya tak lucu disaat saat seperti ini, om om hot ini memang tak cukup berbakat untuk menjadi seorang pelawak..please deh om apa kata dunia jika semua om borong cakep iya, pebisnis pula, pintar sudah pasti ditambah sholeh lengkap sudah, jika ditambah humoris orang orang sudah pasti akan berjubel mendemo rumah om Za karena paket lengkap lelaki idaman om Zaky borong semua tak tersisa.


" ga lucu !" tepukku di dada liat itu , ia terkekeh.


" mana yang sakit ?" tanya nya saat sudah di dalam mobil.


" mau langsung pulang ??" tanya nya dan aku mengangguk , sepertinya aku sangat sangat merindukan sofa dan ranjang , dua benda inilah yang selalu terbayang bayang di otakku sejak tadi bahkan mungkin ku hitung sudah berapa kali aku menguap.


" bang , ko rame banget ?" tanyaku melihat suasana ada mobil yang terparkir di rumah selain mobil pribadi om Za namun sendal dan sepatu di teras terlihat banyak.


" ada bunda sama ayah di rumah," dengan santainya om Za menjawab .


" hah ??!ada bunda sama ayah ? ko abang ga ngomong sih ?" sewotku yang langsung heboh , sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan wanita yang melahirkan dan mengurusku.Rasanya rindu ini semakin menggunung.


" assalamualaikum !" pekikku beberapa orang berada di sofa.Wajah wajah yang sudah lama ku rindukan masih sama seperti terakhir bertemu begitu hangat.


" bunda !!" pekikku menyongsong dan memeluknya , wangi tubuh bunda masih sama menenangkan.


" dihhh ko calon ibu nangis sih ...cengeng !" ledek bunda.Dari belakang om Za masuk ke rumah dan menyalami ketiga orangtua lainnya.


" kangen bunda ," jawabku .


" kangen kaka juga..."


" ko bunda tau kaka lagi hamil ??" tanyaku sambil melirik pada makhluk yang sedang duduk tenang tanpa dosa disampingku. Pasti dialah tersangka utamanya.


" Zaky yang kasih tau, makanya bunda dan ayah berkunjung ke sini," jawab ayah.

__ADS_1


Suasana yang biasanya hening hanya ada kehebohanku , mungkin untuk beberapa hari ke depan akan ramai dengan kedatangan bunda dan ayah juga umi dan abi, mendadak mereka menjadi overprotektif padaku.


.


.


" sedang apa ?" tanya nya merangkul dan memelukku dari belakang di balkon kamar.


" bang, rumah mendadak rame deh tapi nanti sepi lagi," aku membalikkan badanku. Karena jujur aku merasakan sekali perbedaannya entah karena moodku yang sering naik turun akhir akhir ini aku jadi begitu perasa dan melow.


" adek nanti tidak sendiri lagi saat abang bekerja, ada om bayi yang akan menemani adek," jawabnya memelukku.


" umi dan abi pun akan menemanimu, abang meminta mereka untuk tinggal disini sementara waktu ,"


" dek, "


" hemm" jawabku bergumam merasai hangat dan wanginya aroma tubuh om Za.Om Za mendongakkan daguku lalu mengecup lembut bibir kenyalku .


.


.


.


.


JANGAN LUPA SARAPAN , JANGAN LARI LARI , BAWA BEKAL DARI RUMAH , JANGAN MAKAN YANG PEDAS !!!! dan masih banyak lagi petuah petuah lainnya yang membuat telingaku pengang, ini dia rusuhnya jika kamu ada di area emak emak rempong..


Pagi pagi kupingku sudah berdengung mendengar nasihat nasihat sebagai ibu hamil yang terdengar seperti aturan sebuah keraton dari bunda.Dan si laki laki ini hanya tertawa melihat wajah kecutku yang habis berdebat dengan bunda pasal aturan ibu hamil yang tak boleh dan harus dilakukan.


" ihhh heran bunda tuh lahir di jaman apa sih , kolot ...udah kaya google aja senua ada disana ," ketusku yang ribet memasukkan kotak makan dan tumbler .Walaupun begitu aku suka dengan perhatiannya.


" sabar sayang , namanya juga orangtua mereka lebih berpengalaman," jawabnya.


" dek, minggu depan setelah adek UN abang ada seminar di luar kota beberapa hari .Apa tidak apa apa adek abang tinggalkan ?" tanya nya.


" kebiasaan ditinggal lagi ...Salwa lagi hamil loh bang ," ketusku , adegan sinetron ikan terbang kualami juga , adegan yang sering menyayat hati jika si istri yang sedang hamil besar lalu ditinggal suami pergi.


" ada umi dan abi di rumah , adek tidak sendiri ," lirihnya . Mau tidak mau aku mengangguk.


" cup " om Za mencium keningku...


Sepasang mata dari arah sebrang rumah yang mengintip tersenyum smirk.


" minggu depan ya ,"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2