Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat
ditabrak ???


__ADS_3

bismillah happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


Badanku meluruh


" astagfirullah !!" bu Inah yang mendengar lantas mendekat dan merangkulku


" sebaiknya segera dek Salwa ke RS ,nanti hubungi bapak dan ibu !!" ucap wanita paruh baya yang usianya diatas usia bunda.


" ayo ,sal !!" sentakan Om Mirza mengejutkan ku dengan segera ku ambil tas selempang dan ikut dengan Om Mirza.


Sepanjang jalan aku hanya berharap kalau Om Za hanya bercanda ,ia akan menemuiku dengan keadaan yang baik baik saja seperti biasanya ,aku masih berharap jika ini semua hanya candaan atas kepulangan Om Za. Tanpa mengeluarkan satu patah kata pun Om Mirza melajukan mobilnya menembus jalanan kota Aceh dengan wajah gusar.


" Om lagi ga becanda kan ?!" pekikku ,air mata mulai meleleh keluar dari mata beningku.


" kuatkan hatimu ,sal...!" jawabnya ,sebuah jawaban yang tidak ingin kudengar .


Tanganku mengusap pipi dan hidungku, menghapus jejak air mata dan ingus yang keluar tak sopan begitu saja tanpa ijin.


Om Mirza menanyakan kamar rawat dimana Om Zaky berada pada bagian administrasi. Bahkan di detik ini pun aku masih berharap jika ini hanyalah sebuah kebohongan yang dibuat buat oleh mereka.


Tanganku terulur pada sebuah handle pintu dimana katanya Om Zaky ku berada .


ceklek


Tangisku pecah melihat sesosok laki-laki yang dari pagi kutunggu tunggu terbujur kaku di atas ranjang RS,lelaki yang baru pergi saja sudah kurindukan kehadirannya .


" abang ! ya Allah ! "


Aku langsung memeluk tubuh kekar milik Om Za ,pikiranku jauh menembus membayangkan adegan film yang sering kutonton kalau tidak amnesia pasti koma ,sinetron beserta semua drama lebay bin alay meracuni otakku. Takut saja jika saat Om Za sadar ia tak ingat aku dan tiba tiba menanyakan aku siapa ? jika itu terjadi aku akan benar benar memikirkan untuk lompat saja dari air terjun Niagara.


Di tengah sesenggukan , terasa getaran dari tempatku menangis.


" uhukkk...uhuukk....!!" , segera kuangkat kepala dan badan bagian atasku .


" Alhamdulillah abang !!"ucapku, dari sudut ruangan di sofa , Om Mirza mengelus dadanya lega melihat sang atasan sekaligus teman dekatnya ini bangun .


Refleks aku kembali memeluk badan Om Za lebih erat .


" Alhamdulillah abang sadar , Salwa kira abang koma atau pingsan !!"

__ADS_1


" dik...dik ...kamu berat ,bikin abang sesak !" jawabnya ,


" oh maaf maaf bang ,berat ya ? abang juga masih ingat Salwa ! kirain abang bakal lupa " seruku kembali,bola mataku membinar.


" enak saja ,kamu do'akan abang amnesia atau koma ??!" tanya nya dengan intonasi meninggi. Aku tertawa mendengar omelan Om Za ,senang rasanya bisa mendengar lagi omelan pedas si laki laki dinginku.


" Salwa nungguin abang ,tapi yang datang Om Mirza mana om mir, bilang abang kecelakaan ,abang kenapa bisa kecelakaan ,saking Salwa paniknya Salwa ga sadar pake sendal jepit tau ngga ??!!" aku melirik kakiku yang memang memakai sendal jepit berwarna merah.


Om Za bangun dan terduduk sambil kubantu , terlihat ia meringis menahan sakit ,


" hati hati ,mana yang sakit ?" tanyaku masih berusaha menahan air mata yang ingin jatuh karena senang bercampur sedih .


Om Za menatapku lama lama ,seakan tau jika aku sedang berusaha keras menahan tangis yang ingin keluar dari dalam pelupuk mata. Ia menarikku ke dalam pelukannya ,seakan tak peduli kalau disana masih ada orang selain kami berdua .


" ekhemmm ,gue udah kaya nyamuk aja disini !" pekiknya.


" Mir... sorry saya mau minta tolong ,urusan pekerjaan bisa dikirim lewat email saja nanti saya cek ,dan saya mau minta tolong untuk mengurus urusan di kantor polisi " ucap Om Za.


" kalo masalah itu loe ga perlu khawatir bro ,sudah gue urus by the way alhamdulillah loe baik baik aja ,nanti gue kesini lagi deh kayanya bayi besar loe masih kangen , gue balik " ucap Om Mirza mendekat dan menepuk pundak Om Za.


" iya , terimakasih mir..." ia mengangguk.


pintu tertutup


Om Za kembali menarikku ke pelukannya,


" abang rindu Salwa " bisiknya .


" jangan menangis,abang baik baik saja " lirihnya


" abang jangan tinggalin Salwa bang , Salwa takut " jawabku sambil kembali menangis sesenggukan seperti anak kecil ,begitu takut kehilangan meskipun Om Zaky kaku ,dingin dan seperti Hitler tapi aku sudah merasa nyaman dengannya ,cintanya terlanjur tertanam dalam di hati ku seperti akar pohon beringin.


" jangan pernah berfikir seperti itu, maafkan abang sudah membuat Salwa khawatir dan menangis " jawabnya mengelap air mataku dan sisa sisa ingusku tanpa merasa jijik walaupun tetap saja ia lap kan juga di bajuku.


" Salwa belum kasih tau abi sama umi " jawabku menyerut ingus dalam hidung .


" sebaiknya tidak usah ,biarkan saja ..abang tidak mau membuat abi dan umi khawatir . Lagipula abang sudah tidak apa-apa " jawabnya so kuat ,padahal melihat tangannya saja luka luka belum kakinya saat tak sengaja ku pegang ia meringis.


" kenapa abang bisa sampai kecelakaan ??" tanyaku .


" abang ditabrak orang ,dik..." jawabnya mengingat ingat kejadian yang sudah menimpanya.


" ko bisa ??" aku duduk di samping Om Za di ranjang .


" entah ,polisi sedang mengusut kasus kecelakaan ini ..." jawab Om Za,tangan yang dihiasi banyak goresan luka dan terpasang infus terulur merapikan rambutku.


" dik dandan ya ??" pertanyaan random ini membuatku seketika blushing ,mati kutu kan gue ketauan ganjen cuma buat nyambut nih om om pria mateng,apalagi abis nangis apa maskara gue luntur ?? perasaan gue ga pernah pake yang kaleng kaleng .


Ia tertawa " kamu cantik ....apa buat nyambut abang pulang ?" tanya nya lagi ,tidak tau saja kalo jantungku ini sudah lompat dari gedung lantai 20.


" bukan ! Salwa mau mangkal !!" sarkasku.


" iyalah ! tapi abang malah kepincutnya sama suster RS !! " keluhku , Om Za tak tau saja aku sudah seperti pungguk yang merindukan bulan,udah jamuran nungguin dia.

__ADS_1


" maaf ya dik ,..."


Dokter masuk ke dalam ruangan dengan membawa berkas hasil pemeriksaan Om Za .


" assalamualaikum pak Zaky , bagaimana keadaannya sekarang???" senyum pria yang hampir seumur abi itu ramah dan hangat.


" wa'alaikumsalam " jawabnya dan aku.


" Alhamdulillah, baik dok..."


" ini ..." tunjuk dokter padaku yabg beringsut turun dari ranjang.


" istri saya dok ..." jawab Om Za sangat terlihat kalau si dokter dan perawat di samping nya cukup terkejut ,namun dengan segera mereka menetralkan air muka mereka.


" ohhh masih muda ya pak ,baiklah pak Zaky dan istri ini hasil pemeriksaan pak Zaky ,bagian tulang engsel pergelangan kaki sedikit bergeser dan tulang kering ada yang retak ...." ia menunjukan foto hitam struktur tulang kaki Om Za yang sudah melalui foto x Ray....


Aku memandang Om Za memegang tangannya .


" jadi ??" tanya Om Za.


" harus ada tindakan operasi dan pemasangan pen " jawab dokter.


.


.


.


Bukannya Om Za yang menangis tapi malah aku yang tersedu sedu awalnya aku menguatkan Om Za tapi selanjutnya aku menangis karena tak tega.


" abang yang mau operasi tapi malah adik yang nangis !!" Om Za lah yang butuh kata kata penyemangat tapi malah ia yang harus menghentikan tangisanku.


" i..iya bang ,tapi abang tidak apa-apa kan ,abang harus operasi " jawabku terbata .


" abang akan baik baik saja dik,sudah jangan menangis lagi !" pintanya.


" abang lapar dik ," ucapnya .


" Salwa suapin ya bang !" aku meraih nampan berisi makan.


Baru saja beberapa suapan ,pintu terbuka menampakkan beberapa orang yang dikenal.


" bang Za !! " pekiknya histeris , mendekat..


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2