
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
Airnya memang menyegarkan ,pantas saja air sumur tanah ,masihlah sangat jernih
" Om Za yang bener aja ngambilin cuman satu ember ini mah cuman cukup buat rambut gue doang !!" gumamku melirik isi ember.
Bukannya aku istri yang tak tau diuntung ,tapi kalau hanya satu ember auto mandi ular .
Om Za kembali membawa baju ganti dan peralatan mandiku.
" makasih Om sayang !!" senyumku semanis gula tebu.
" sama sama " .
" Om ! ko dalemannya diselipin diluar gitu sih kan malu !!" ketusku.
" malu ?? tidak ada orang selain abang !" jawabnya.
" idih , Salwa udah berasa te*lanjang aja di depan Om kalo gini !" kembali ocehku.
" lambat laun juga kamu bakal te*lanjang di depan abang !" ucapnya polos tanpa ada ekspresi berarti ,padahal aku saja sudah salah tingkah menahan malu.
" mulutnya !!! minta dilakbanin !" jawabku mengipasi wajahku yang memanas.
" ya sudah cepat mandi !! atau mau abang mandiin ??" tanya nya ,aku menggeleng cepat.
" tapi Om ,ini airnya mana cukup ??!!" omelku.
" itu sudah banyak Salwa , cukup untuk satu badan kamu!" jawab Om Za .
" ini cuma cukup buat rambut doang !!" rengekku yang terbiasa boros memakai air.
" mau sekalian abang ceburin aja ke sumur ?" tanya nya ,inilah mode Kim Jong un nya ,kejam...
" ihh sadis!!" aku mendorong Om Za untuk keluar kamar mandi ,dan akan lebih bijak saja dalam menggunakan air.
Rambut yang biasanya maskeran pake masker strawberry hari ini harus puasa dulu , karena sumber air susah ku dapat tepatnya om Za yang pelit untuk mengambilkan air ,padahal melihat otot liatnya,, untuk mengambil beberapa ember lagi masihlah sangat kuat.
Malamku semakin bertambah buruk mana kala di sini belum seluruh rumah warga teraliri listrik dengan baik termasuk pak Samadi ,hanya orang-orang tertentu lah yang bisa mendapatkan pasokan listrik yang memadai dan tentunya memakai uang.
" maaf ya bu ,di rumah saya hanya tiap 3 hari dalam seminggu saja ada listrik itupun bergantian " ucap sesal pak Samadi
" ahh tak apa-apa ,pak ! inilah yang akan menjadi PR saya bersama yang lain !!" jawab Om Za ditengah temaramnya lampu petromax , asap hitam yang mengepul melalui corong kaca bening membuatku ingin menyentuhnya ,bila tiap hari begini fix sabun muka memang menjadi kebutuhan pokok disini ,lucu saja di jaman modern seperti sekarang masih saja ada desa yang tertinggal kupikir hanya di tv tv saja daerah perbatasan.
" Om.. Salwa takut !!" bisikku menempelkan posisi dudukku di samping Om Za.
" sal...mitosnya disini tuh ada semacam kuyang loh kalo malem ,tapi mangsanya gadis gadis cantik nan muda , seperti kamu! " kekeh Om Mirza, mataku membola aku semakin menempel pada Om Za.
__ADS_1
" ssttt !!! loe apaan sih mir...!!" tepuk Om Za di lengannya. Sedangkan tante Cut hanya diam tak ingin ikut serta bercengkerama fokusnya hanya pada laporan sekalipun terusik dengan keadaan di depannya.
" Cut , sudahlah pekerjaan besok lagi saja ! sebaiknya kamu istirahat ,sudah malam !" ucap Om Za. Tante Cut mengangguk, akhirnya Om Za peduli padanya fikirnya. Ia segera mematikan laptop dan bergegas masuk ke kamar yang sudah disiapkan , sebenarnya disini hanya disiapkan satu kamar dan Om Za lebih memilih kamar itu untukku dan tante Cut sedangkan ia dan Om Mirza tidur di ruang tengah . Om Mirza sudah masuk ke dalam sarungnya bersiap tidur ,tapi aku yang memang penakut justru masih terjaga .
Cerita Om Mirza tentang hantu ditambah keadaan yang gelap begini membuatku parno .
" sal...tidur ! sana masuk kamar !" ucap Om Za.
" Salwa takut, Om !" aku masih memeluk erat tubuh Om Za menempel seperti bayi koala.
" takut apa ? abang disini !" dengan tanpa punya hatinya Om Za melepaskan pelukan ku.
" kalo yang dibilang Om Mirza bener gimana ,atau tiba tiba dari sana ada yang berdiri dipojokan pake putih putih terus loncat loncat nangkep Salwa , Salwa ga mau mati muda Om....!" tunjukku lalu bergidik.
" kamu masih punya Tuhan ! tidak ada yang harus kamu takutkan kecuali pada -Nya " seru Om Za.
" iya Salwa tau , Om tapi kan tetep aja kalo liat wajah mereka yang ancur kan siapa yang ga takut ,heran deh semasa hidupnya ga pernah kenal sama yang namanya skin care atau oplas kali ya !!" jawabku . Bukannya mengerti namun Om Za malah mendorongku masuk ke kamar .
" Om.. Salwa takut ...kalo tiba-tiba tante Cut kemasukan terus cekik Salwa gimana ?? kaya di film film !!" ucapku bergidik , Om Za tergelak " ngaco !! makanya jangan kebanyakan nonton tayangan yang ga mendidik ! mulai besok abang akan batasi tontonan kamu!" lirih Om Za. langkahku sudah masuk ke dalam kamar ,namun kakiku semakin menahan .
" Salwa mau tidur bareng Om aja !!" rengekku .
" disini saja ! di sana nanti badan kamu pegal-pegal !" ucapnya,
ia membalikkan badanku .
" abang disini , Salwa jangan takut ..tidur yang nyenyak !" ia mengecup keningku lama.
Cut yang belum tidur sepenuhnya ,merasa terusik dengan suara yang menurutnya jahanam ini ,ia tak suka ,ia pikir tadi Om Za sudah perduli padanya dan mulai bisa merespon ia hanya tinggal berusaha lebih lagi untuk mendapatkan perhatian Om Za sepenuhnya.
Mau tak mau aku masuk dan berbaring disamping Tante Cut ,posisi kami saling membelakangi . Bukannya tertidur aku malah semakin terjaga. Beberapa kali aku mengubah posisiku tapi tetap saja susah sekali untuk memejamkan mata. Hingga cukup lama pendengaran ku menangkap suara
" krekekkkk !!!" mataku membola , jantungku berdegup kencang .
" tap...tap..tap....!!"
Suara langkah kaki itu masih terdengar dan kembali suara pintu ruang tengah menuju dapur terbuka .
" krekekkkk...!!"
bo*do amat dengan Tante Cut yang penting aku bisa menyelamatkan diri ,bukannya bagus jika ia yang diganggu oleh hantu ,aku masih ingin hidup damai ,aku mengumpulkan keberanian lalu melompat dari ranjang dan berlari ke arah Om Za yang sedang rebahan berbantalkan lengannya, ternyata belum tidur ,
" Om !!" pekikku langsung berbaring disampingnya,dan Om Za refleks memelukku ,tapi teriakan ku tak cukup membangunkan Om Mirza.
" Salwa takut Om !!" aku menyembunyikan kepalaku di dadanya.
" Salwa ! apa yang kamu takutkan ?" Om Za mendongakkan daguku.
" barusan ada hantu ! barusan ada suara pintu di buka terus suara langkah kaki,"jawabku ketakutan.
" itu abang ,sal !" jawabnya.
" Salwa ga mau tidur disana ! Salwa mau tidur disini aja sama Om !!" ucapku tak ada penolakan.
Om Za menghela nafasnya " oke ! sini !!" ajaknya di kursi panjang menjauh sedikit dari Om Mirza
" baring disini saja " Om Za menepuk pahanya untuk ku tiduri ,dengan senang hati aku menurut ,lebih baik begini daripada harus di kamar hanya dengan musuh dalam selimut. Tak berapa lama aku bisa tertidur karena Om Za yang mengelus elus kepalaku.
Ia tatap lama lama wajahku yang tertidur " abang tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu sal !" .
Om Za menaruh kepalaku di bantal dan ia ikut berbaring di sebelahku memelukku erat karena ukuran kursi yang sempit kami saling berpelukan .
Adzan subuh berkumandang, para warga biasanya sudah bangun sebelum subuh menjelang setiap pasang mata yang melihat terkikik ....Namun berbeda dengan tante Cut yang membuang muka tak ingin melihat.
Om Mirza menggeliat , pandangan pertamanya saat bangun tidur adalah sepasang suami istri yang sedang tidur berpelukan ,cocok untuk jadi bahan candaannya.
Om Za menggeliat dan mengerjapkan matanya dan memijit pelipisnya semalam ia tidur pukul 2 ,melihatku masih terlelap manja dalam dekapannya , senyumnya terukir tapi tak lama aku ikut menggeliat dan bangun
__ADS_1
" ekhemmm ,ga bisa apa sehari aja ga tidur berdua , mentang mentang pengantin baru !!" ledek Om Mirza . Om Za langsung terbangun wajah datarnya sedikit memerah menahan malu ,karena berbarengan dengan pemilik rumah yang lewat .Apakah dengan kejadian ini wibawa nya sebagai seorang pak camat akan jatuh ?
Om Za menggaruk kepalanya tak gatal " Salwa semalam tak bisa tidur karena takut akibat ceritamu !!" sarkasnya menutupi rasa malu nya
" jadi lagi cari cari alesan nih ...kalau memang kalian tak bisa tidur terpisah bilang aja , Za...pak camat juga manusia !!" kekeh Om Mirza kembali
Om Za melempar bantal pada Om Mirza yang malah tergelak , begini tohh kalau Om Za salting ,ia berlalu menuju toilet , meninggalkan aku dengan wajah bantalku yang tersisa untuk menjadi bahan bully-an Om Mirza. Daripada aku yang dibully sebaiknya aku pun beranjak menyusul dan menunggu antrian ke kamar mandi.
" hey kalian ! apa ke kamar mandi juga harus berdua !!" pekiknya puas.
.
.
Sebagai rasa terimakasih ku untuk dekapan semalan ,pagi ini aku akan membuatkan Om Za sarapan ,aku masuk ke dapur untuk membuat nasi goreng saja ditemani pemilik rumah ,aku memasak nasi goreng ala ala Salwa sebisaku . Diselingi dengan canda dan tawa .
" taraaa !!!"
meskipun tak seindah di tv tv atau bungkus penyedap rasa yang menampilkan plating yang menggugah selera setidaknya nasi goreng ini dibuat dengan tulus.
Nasi goreng berwarna coklat namun pias karena kecapnya yang habis dan bentuk telur mata sapi pecah , niatnya sih ingin membentuk jadi hati tapi apa daya aku hanyalah chef amatiran juga wortel yang dipahat berbentuk hati yang abstrak maklumlah aku bukan pemahat profesional.
" ini khusus buat Om Za tersayang !!" aku mengusap peluhku , Om Za menaikkan alisnya sebelah melihat tampilan nasi goreng ,ia duduk dan meraih sendok.
" sal ... cuman Zaky doang nih ??" tanya Om Mirza ,
" buat Om Mirza sama tante Cut masih ada di wajan ,ambil aja !!" jawabku ,yang juga membuatkan untuk keduanya .Om Mirza langsung menuju dapur dan menyinduk nasi goreng begitupun tante Cut walaupun ia sedikit ragu.
" makasih ya Om...semalem udah mau Salwa gangguin tidurnya , makasih juga udah pelukin Salwa " tersenyum menampilkan gingsulku.
" hemm!" jawabnya ,sudah terbiasa untukku dengan jawaban yang cuma berdehem.
Om Za memakan nasi goreng sampai habis " enak ga om ??" tanyaku ,ia mengangguk . Aku berseru kegirangan " nanti Salwa bikinin lagi ya , Om!! tiap hari !!" jawabku berseru.
" ya sudah abang ,mau lanjut siap siap menuju bale warga , Salwa tunggu sini atau bisa ikut bersama bu Samadi nanti!" ucap Om Za,aku mengangguk.
.
.
Aku ingin menghampiri Om Za bersama kedua rekan kerjanya untuk say goodbye namun langkahku terhenti saat mendengar obrolan mereka
" Za !! apa tiap hari loe dimasakin Salwa ? wah bisa bisa loe punya darah tinggi , Za ...masakannya asin ! " kekeh Om Mirza.
" masih belajar , Mir...tapi dia tulus ngurus gue " jawab Om Za datar .
" the power of love , gue ngerti !" jawab Om Mirza.
" kalau Salwa melakukan kesalahan berarti gue yang salah karena gue imam Salwa ,gue yang wajib membimbingnya !" jawab telak Om Za. Awalnya tante Cut tersenyum puas meremehkanku namun jawaban telak Om Za membuatnya malah semakin membuat otak dan hatinya ngebul.
Wajahku merengut , ternyata Om Za hanya berpura pura suka saja ,agar aku tidak sedih . Aku duduk di kursi di halaman belakang , sepertinya apapun yang kulakukan selalu berakhir buruk.
" Salwa !" ucap seseorang dari belakangku
" Om Za ??!" jawabku tak bersemangat
" hey kenapa ??!"
aku menggeleng
" Om maafin Salwa , Salwa ga becus jadi istri !!" ucapku sendu.
.
.
.
__ADS_1
.